Pasar kontrak berjangka

Lihat seluruh ide populer 

Pertanyaan yang Sering Diajukan


Kontrak berjangka adalah perjanjian hukum untuk membeli atau menjual suatu aset (seperti komoditas atau sekuritas) pada harga tertentu pada tanggal tertentu di masa mendatang. Pembeli setuju untuk membeli dan menerima aset tersebut ketika kontrak berakhir, sementara penjual setuju untuk menyerahkannya pada saat itu.
Kontrak berjangka energi adalah kontrak yang terkait dengan komoditas energi — kontrak ini bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan minyak mentah, gas alam, bensin, dll. dalam jumlah tertentu. Kontrak berjangka energi memungkinkan produsen, konsumen, dan trader untuk mengelola volatilitas harga di pasar energi atau memanfaatkan pergerakan harga di masa mendatang.

Jelajahi beragam kontrak berjangka energi dengan statistik secara detail langsung di TradingView.
Kontrak berjangka pertanian adalah kontrak derivatif dengan komoditas pertanian (gandum, jagung, kedelai, dll.) sebagai acuannya. Kontrak ini banyak digunakan untuk memperdagangkan komoditas dalam jumlah distandarisasi, yang memungkinkan petani, produsen pangan, dan trader untuk melakukan hedging terhadap fluktuasi harga atau mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang diperkirakan akan terjadi di pasar pertanian.

Telusuri daftar lengkap kontrak berjangka pertanian dengan statistik yang detail secara langsung di TradingView.
Pasar kontrak berjangka merupakan tempat yang ramai dan disertai dengan banyak pihak yang saling berkepentingan. Berikut beberapa pelaku utama yang perlu dicatat:
- Hedger (trader yang menggunakan kontrak berjangka untuk melindungi posisi atau trade mereka yang sudah ada dari risiko yang disebabkan oleh volatilitas atau arah pasar)
- Spekulan (trader yang mengeksekusi trade berdasarkan prediksi harga mereka)
- Arbitrase (trader yang mencoba memanfaatkan inefisiensi pasar dan selisih harga dengan membeli dan menjual aset dasar di berbagai pasar)
- Investor institusional
- Investor ritel
Pasar kontrak berjangka adalah platform tempat para trader berkumpul untuk membeli dan menjual kontrak berjangka. Dahulu, perdagangan dilakukan secara fisik: para trader akan datang ke 'pit' di lantai perdagangan dan melakukan perdagangan dengan berteriak dan memberi isyarat aktif. Namun kini, semua ini dilakukan secara elektronik.

Di pasar kontrak berjangka, pembeli dan penjual menyetor margin untuk mengamankan posisi mereka, dan keuntungan atau kerugian diselesaikan setiap hari melalui mark-to-market. Saat jatuh tempo, kontrak diselesaikan secara tunai atau melalui pengiriman fisik, meskipun sebagian besar trader menutup posisi sebelumnya. Karena kontrak berjangka menawarkan fleksibilitas dan leverage, pasar kontrak berjangka menarik beragam pelaku: hedger, spekulan, pelaku arbitrase, investor institusional dan ritel.

Beberapa pasar kontrak berjangka terbesar saat ini adalah New York Mercantile Exchange (NYMEX), Chicago Mercantile Exchange (CME), Chicago Board of Trade (CBoT), dan Cboe Options Exchange (Cboe). Mereka terdaftar di Commodity Futures Trading Commission (CFTC), badan utama yang bertanggung jawab atas regulasi pasar kontrak berjangka di AS. Di negara lain, pasar kontrak berjangka diatur oleh badan nasional terkait.

Harga kontrak berjangka terutama dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan, indikator ekonomi, dan kebijakan bank sentral. Gangguan seperti kekeringan atau ketegangan geopolitik dapat memengaruhi penawaran, sementara inflasi atau perubahan suku bunga membentuk ekspektasi investor. Pergeseran ini memengaruhi bagaimana trader menilai harga kontrak berjangka relatif terhadap kondisi saat ini.

Sentimen dan spekulasi pasar juga memainkan peranan penting, dengan trader yang sering bereaksi terhadap berita atau prakiraan sebelum perubahan fundamental. Faktor-faktor seperti biaya penyimpanan, tingkat persediaan, dan berakhirnya kontrak juga memengaruhi harga, terutama komoditas. Tren musiman, kebijakan pemerintah, dan bahkan teknologi baru juga dapat semakin memengaruhi pasar kontrak berjangka.