WayanEko

SRTG: Strategi Darvas box dan Minervini

IDX:SRTG   SARATOGA INVESTAMA SEDAYA TBK
Darvas Box adalah strategi pembelian saham yang dipopulerkan oleh Nicholas Darvas,seorang penari asal Amerika.

Metode Darvas box bisa dibilang sangat sederhana, bahkan mungkin merupakan salah satu strategi teknikal analis yang paling sederhana.

Kesederhanaan ini berkaitan juga dengan latar belakang Darvas yang hanya seorang penari dan tidak memiliki latar belakang analis sehingga metode yang digunakan tidak menggunakan perhitungan rumit apalagi indikator teknikal analisis.

Kriteria pemilihan saham ala Darvas box adalah:
1.Pastikan saham berada dalam fase uptrend.
2.Tunggu hingga saham mengalami retracement berbentuk kotak atau sideways. Dalam istilah chart pattern pola ini adalah pola rectangle .
3.Pantau area rectangle ini dan beli saat harga breakout dari resistance dari rectangle pattern.


Pola Darvas box ini terlihat dalam chart mingguan SRTG dimana ada 4 Darvas Box dan 3 kali breakout. Kenapa 3 kali? karena belum terjadi breakout dari Darvas Box ke 4.

Selain Darvas box, uptrend SRTG akan diukur menggunakan kriteria Mark Minervini yaitu dengan menggunakan 3 Moving average: 50, 150 dan 200. Kriterianya adalah:
1.Ketiga MA harus mengarah ke atas dimana MA yang lebih kecil berada diatas MA yang lebih besar, Dengan kata lain urutannya dari atas ke bawah adalah MA 50, MA 150 dan MA 200.
2.Posisi harga harus berada dalam uptrend berada diatas ketiga MA.

Pada chart SRTG syarat ini sudah terpenuhi dimana posisi harga sudah uptrend dan MA yang lebih kecil berada di atas MA yang lebih besar.

Referensi lebih lanjut mengenai metode ini ada pada analisa ISAT di bawah.

Jadi kesimpulannya, secara teknikal analis SRTG memenuhi Kriteria ala Darvas box dan Minervini yang mana ini bisa menjadi sinyal untuk melakukan pembelian. Namun Darvas sendiri akan membeli jika harga saham break dari rectanglenya atau Darvas Box.

Namun jika ingin melakukan pembelian di area Darvas box, maka faktor fundamental perlu dipertimbangkan.

Secara fundamental SRTG adalah sebuah holding company dimana SRTG memiliki porsi kepemilikan di beberapa perusahaan besar seperti ADRO , MPMX , MDKA , TBIG dan PALM. Sebagai catatan, kelima perusahaan ini mengalami kenaikan signifikan beberapa bulan ke belakang kecuali TBIG .

Dari sisi performa, EPS akan dijadikan acuan karena ini adalah ukuran laba sebuah perusahaan dan salah satu tujuan utama berdirinya sebuah perusahaan adalah meraup laba.
Performa EPS akan diukur dari 2020 hingga ke 2021 per kuartal (Q1,Q2,Q3,Q4) sebagai berikut:
Jika dilihat dari data diatas maka ada beberapa kesimpulan yang bisa diperoleh:
1.Di awal 2020, yaitu kuartal pertama dan kedua, SRTG mengalami kerugian karena EPS minus (2217) dan (771)
2.Trend kenaikan EPS 2020 dimulai di kuartal ketiga hingga keempat. Dimana di kuartal ketiga EPS mencapai 443 dan di kuartal 4 EPS melonjak lebih dari dua kali lipat ke angka 3264
3.Di awal 2021. EPS masih tetap positif di angka 430. Meskipun angka ini turun dari EPS di kuartal 4 2020, namun jika bandingkan di kuartal yang sama , yaitu kuartal 1 2020, maka EPS bisa dibilang meningkat.
4.Di 2021, kuartal pertama hingga ketiga, trend EPS cenderung meningkat. 430-1134 dan 1044.

EPS kuartal ke 4 belum diketahui. Namun diprediksi akan meningkat mengingat performa saham saham SRTG yang naik beberapa bulan ke belakang.

Dari beberapa saham yang saya sebut, MDKA , ADRO , PALM dan MPMX . Jika diperhatikan dengan seksama, maka 3 dari 4 saham adalah saham komoditas (emas,batubara dan sawit)dimana saham saham komoditas seperti diketahui belakangan ini mengalami kenaikan akibat sentimen perang Rusia.

Atas dasar kemungkinan adanya peningkatan EPS SRTG di kuartal ke 4,maka SRTG secara fundamental kemungkinan akan mengalami peningkatan kinerja yang mana ini bisa menjadi katalis positif bagi SRTG .

Namun meskipun terdapat katalis fundamental, pembelian akan dilakukan saat terjadi breakout saja. Hal ini karena harga penutupan terakhir yaitu, 2880 terlalu dekat dengan resistance dari Darvas box terakhir yaitu 2930.

Namun apapun mungkin terjadi, jika kemudian ternyata EPS SRTG di kuartal 4 2021 tidak mengalami peningkatan, maka pembelian akan diurungkan.

Analisa adalah opini bukan rekomendasi.
Komentar: SRTG breakout ke empat dari Darvas Box ke empat
Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.