Trading Is Not BUY or SELL !Kebanyakan pemula memulai dengan satu pertanyaan:
“BUY atau SELL?”
Itu sudah kesalahan pertama.
Awal yang sebenarnya
Trading TIDAK dimulai dari:
Indicators
Signals
Predictions
Trading dimulai dari risk awareness.
Jika kamu tidak tahu berapa risiko kerugianmu,
itu bukan trading — itu gambling.
Kesalahan umum pemula
Entry tanpa rencana
Menggeser stop loss
Mengejar candle
Ganti strategi setiap loss
Hasilnya: bingung dan emotional trading.
Apa yang dilakukan profesional
Risk per trade yang jelas
Struktur sederhana (highs & lows)
Satu setup yang konsisten
Arah harga datang belakangan.
Education from the chart
Harga bergerak dalam siklus:
structure → pullback → continuation atau failure
Tugasmu bukan memprediksi,
tapi mengelola ketidakpastian.
Key takeaway
Capital protection
Emotional control
Process > outcome
''Sisanya akan menyusul.''
Analisis Gelombang
MBMA layak diikuti perkembangannyaTrading = Medium/Long Term/Follow The Trend
Hari ini 2 Januari 2026, saham MBMA berhasil Break Out dari BASE FASE 1/Akumulasi Weekly nya di 580 dengan kenaikan volume, namun belum terlalu kuat.
ditopang juga oleh harga yang memantul dari Support Trendline weekly.
Pada chart Monthly terlihat pattern Inverse Head and Shoulder.
Minggu depan bila ada Retracement/Pull Back kembali ke area 580 bisa cicil beli dengan Money management untuk ikut serta pada Fase 2/ Partisipasi Publik dari saham ini.
Support kuat di 520, menjadi batas bawah krusial.
Cut Loss semua posisi bila harga kembali ke bawah 520.
Trading tidak melakukkan Averaging!!
NB : Ikuti perkembangan selanjutnya keseluruhan proses dari saham ini di kolom komentar.
Disclaimer :
Bukan saran beli jual.
Hanya untuk Edukasi.
WHY MOST TRADERS DON’T MAKE PROFIT1️⃣ Education – Masalah utama
Kebanyakan trader berpikir profit datang dari memilih BUY atau SELL yang benar.
Padahal, tombol entry hanyalah langkah terakhir, bukan penyebab hasil.
👉 Market tidak memberi reward pada yang menebak arah,
👉 market memberi reward pada yang mengambil keputusan sesuai konteks.
2️⃣ Education – Kesalahan umum
Banyak trader:
terlalu fokus pada entry signal
bereaksi pada beberapa candle terakhir
mengambil keputusan karena tidak sabar atau FOMO
Akibatnya:
entry terlalu cepat
tidak punya plan yang jelas
loss walaupun setup terlihat “benar”
3️⃣ Education – Cara trader profitable membaca market
Trader profitable tidak bertanya:
“BUY atau SELL?”
Mereka bertanya:
Market sedang berada di fase apa?
Akumulasi, ekspansi, atau melemah?
Skenario mana yang probabilitasnya lebih tinggi, dan mana yang harus dihindari?
➡️ Saat konteks sudah jelas, BUY atau SELL hanyalah hasil akhir, bukan keputusan emosional.
4️⃣ Kesimpulan
Profit dalam trading bukan ada di chart,
tetapi pada cara kamu membaca market sebelum entry.
❗ Mindset salah → klik benar pun tetap loss
✅ Mindset benar → tidak perlu sering trade untuk profit
FED EASING 2026?MAYORITAS TRADER AKAN KALAH – BUKAN KARENA SALAH ARAH
Jika Fed benar-benar masuk Easing Cycle pada 2026, pertanyaan utamanya bukan:
“Harga akan naik atau turun?”
Tetapi:
Bagaimana trader kalah di market dengan TREND PANJANG?
📉 SEJARAH MENUNJUKKAN KENYATAAN PAHIT
Dalam easing cycle sebelumnya:
Market membentuk trend jangka panjang
Volatility meningkat
Pullback dalam tapi tidak reversal
👉 Namun mayoritas trader tetap kalah.
Bukan karena kurang teknik,
melainkan mindset yang salah di konteks market yang benar.
❌ 3 KESALAHAN SAAT MARKET MASUK EASING CYCLE
1️⃣ Terlalu fokus entry sempurna
Trader mencoba:
Catch bottom
Sell top
Cari RR “sempurna”
👉 Trend tidak butuh entry cantik,
tapi butuh trader bertahan cukup lama.
2️⃣ Scalping di market trend
Easing cycle tidak ramah untuk scalp:
Pullback pendek
Continuation kuat
Stop hunt sering
👉 Banyak small win,
tapi kehilangan big move.
3️⃣ Tidak paham siklus makro
Trader lihat chart tanpa mengerti ceritanya:
Liquidity
Monetary policy
Long-term capital flow
👉 Teknik menunjukkan arah,
makro yang menentukan permainan.
📊 PERBANDINGAN SEDERHANA
Trader A (Scalp / catch top-bottom):
Banyak trade menang
Kalah saat trend melebar
Burnout
Trader B (Trend following / hold):
Entry tidak sempurna
Tahan posisi
Bertahan dalam siklus
🧠 INSIGHT PENTING
Easing cycle tidak menghancurkan trader dengan teknik lemah.
Ia menghancurkan trader yang TIDAK PAHAM SIKLUS.
2026 (jika easing):
→ Reward milik mereka yang bisa hold posisi,
bukan yang paling sering trading.
LEAD BangunTrading = Medium/Long Term/Follow The Trend
Saham LEAD bangun dari tidur panjangnya, terlihat dari chart Monthly sepanjang rentang waktu dari 2015 sampai saat ini (2025), ditandai dengan harga mencoba menembus level resisten di 100.
Fase 1/Akumulasi yang cukup panjang selama beberapa tahun. Terlihat sejak 2022 terdapat beberapa kali volume besar tetapi harga kembali turun/Sideways.
Break out dari level 100 kali ini terlihat lebih valid. Harga membentuk formasi lebih tinggi dari terendah sebelumnya / Higher Low. Dari volume kitab bisa lihat peningkatan dan disertai volume besar saat candle Break out terbentuk.
Kita bisa mulai mengamati saham LEAD ini dan menunggu peluang ENTRY Ketika terjadi Pull Back/Retracement kembali ke area support / saat formasi candle kembali membentuk BASE/FASE 1.
LEAD
Support = 100
Resist 1 = 140
Resist 2 = 200
>= 200 kecendrungan Up Trend jangka panjang
NB : Ikuti perkembangan selanjutnya keseluruhan proses dari saham ini dari analisa awal, entry, result (TP/SL) di kolom komentar.
Disclaimer :
Bukan saran beli jual.
Hanya untuk Edukasi.
Kotak Psikologis – Kotak tak kasat mata yang menguasai 80% pasar“Kamu tidak kalah karena analisa yang salah — kamu kalah karena tidak melihat kotak yang diciptakan market untuk menjebakmu.”
1. Apa itu Psychological Box?
Di setiap market (XAU, BTC, EUR…), selalu ada zona harga yang tidak diberi label sebagai:
❌ Support/Resistance
❌ Supply–Demand
❌ FVG
❌ Order Block
Namun harga bereaksi sangat kuat, bahkan menciptakan trap yang dalam. Itulah Psychological Box — zona yang terbentuk dari perilaku massa yang berulang + algoritma liquidity.
Contohnya:
Area tempat mayoritas trader meletakkan stop-loss
Zona bot likuiditas melakukan SL-hunting
Level smart money menciptakan jebakan
Area “ilusi tren” yang memaksa trader Buy/Sell di waktu yang salah
➡️ Kotak ini tidak terlihat, tetapi market selalu mengingatnya.
2. Mengapa banyak trader tidak melihat Psychological Box?
Karena mereka terlalu fokus pada:
RSI, MACD, EMA
support–resistance
breakout
teknik membaca candlestick
Sedangkan market bergerak dengan:
liquidity pocket
zona psikologis
perubahan perilaku harga
reaksi massa yang terjadi berulang secara naluriah
➡️ Trader melihat chart dengan teknikal.
➡️ Market bergerak dengan psikologi + liquidity.
→ Hasilnya = posisi terkunci.
3. Cara mengidentifikasi Psychological Box
Gunakan timeframe besar: H4 – D1 – Weekly
Cari zona yang:
memiliki reaksi serupa 2–3 kali meski bukan S/R
membentuk wick panjang berturut-turut
memiliki volume spike abnormal tetapi tidak mematahkan tren
membentuk “stop cluster” di bagian atas/bawah
Tandai area tersebut sebagai BOX, maka kamu akan melihat:
🔸 Harga sering retest berkali-kali
🔸 Break menciptakan FOMO trap kuat
🔸 Fake-break menyedot liquidity dalam
4. Psychological Box membantu apa?
Memprediksi react zone sebelum harga menyentuh area
Membaca titik trap smart money
Membantu identifikasi break/fake lebih akurat dibanding S/R
Memahami pola perilaku market yang berulang
Berlaku untuk semua market: XAU, BTC, EUR… dan semua timeframe.
Trading lebih pintar, bukan lebih berisiko.
Tidak Ada Alasan, Tidak Ada Breakout!Trader selalu bertanya:
“Kenapa area ini tidak tembus?”
“Kenapa harga selalu memantul kembali?”
Ada satu kebenaran:
Market hanya melakukan breakout jika ada ‘cerita’ yang cukup kuat untuk menarik aliran dana.
Contoh “alasan” nyata yang mendorong breakout:
CPI, NFP, FOMC
Fed memberi sinyal perubahan kebijakan
Data tak terduga mengubah ekspektasi
Risiko geopolitik meningkat
Lonjakan volume pada area keseimbangan
Jika tidak ada catalyst → market hanya sideways → trader tersapu oleh range.
Pelajaran:
Untuk trade breakout dengan efektif, carilah alasan, bukan hanya melihat pola candlestick.
Candle Psychology: Apa yang Tersembunyi di Balik Pergerakan?“Membaca pasar hanya dari 3 candle — tanpa indicators.”
Trader melihat candle sebagai data, tapi sebenarnya setiap candle mencerminkan psikologi antara buyer vs. seller.
Jika kamu memahami “niat sebelumnya”, kamu bisa melihat apa yang akan terjadi, bukan hanya yang sudah terjadi.
Membaca 3 candle apa pun:
Candle 1 – Sumbu atas panjang
→ Bukan sinyal bullish.
→ Buyer ditolak, seller menyerang balik.
→ Retail pikir breakout, padahal Big Money sedang distribusi (jual).
Candle 2 – Candle kecil + volume rendah
→ Bukan jeda normal.
→ Pasar “menahan napas”, menunggu reaksi kerumunan.
→ Psikologi: ragu + menunggu konfirmasi.
Candle 3 – Candle merah kuat, close rendah
→ Ini adalah “pukulan psikologis”.
→ Semua BUY sebelumnya terjebak → rasa takut meningkat.
→ Ketidakseimbangan sell mulai terbentuk.
Prediksi berdasarkan siapa yang terjebak:
Ketika kamu tahu siapa yang terjebak, kamu tahu arah pasar:
Retail BUY terjebak di atas → dipaksa cut loss.
Big Money mendapatkan likuiditas untuk menggerakkan harga ke wilayah yang mereka mau.
Probabilitas harga lanjut mengikuti arah “menekan pihak yang terjebak” sangat tinggi.
👉 Candle Priors tidak memprediksi pola — tapi memprediksi perilaku pasar.
“Trading adalah membaca psikologi, bukan menebak pola.”
Pro trader tidak melihat candle saat ini — mereka membaca maksud dari 3 candle sebelumnya.
💡 Memahami psikologi tersembunyi membuatmu selangkah lebih cepat dari pasar. Semoga sukses!
ERAA masa penantianHarga ERAA sedang berada di rentang Support Kuat 380 dan Resisten Kuat 480.
Saat ini kita hanya mengamati dan sabar menunggu harga mendekati Support kuat atau Resisten kuatnya. Baru kemudian kita lihat apakah kita bisa membuat rading plan untuk melakukan pemelian di saham ERAA ini.
Disclaimer On
Bukan anjuran jual beli
Edukasi Only
Good News, Bad Reaction!“Mengapa pasar bereaksi kuat meski beritanya sebenarnya tidak buruk?”
Banyak trader berpikir: “Berita bagus → harga harus naik.”
Tapi di chart, yang sering muncul justru dump kuat setelah berita “tidak terlalu buruk”. Kenapa?
A. Masalah / Kesalahan umum
Banyak trader bereaksi pada isi berita, bukan posisi harga sebelum berita keluar.
Mereka hanya membaca headline dan berharap naik, lalu kaget ketika pasar bergerak sebaliknya.
Kesalahan utama:
➡️ Tidak mengecek apakah Liquidity sudah diambil sebelum news.
➡️ Tidak melihat apakah harga berada di area premium atau discount.
➡️ Mengira pasar bergerak berdasarkan logika ekonomi → padahal digerakkan oleh Orderflow.
B. Penjelasan teknikal + analisis chart
Pada sesi penting, harga sering:
Akumulasi perlahan
Membuat high/low tidak biasa
Bergerak ke area stop sebelum news, lalu baru bergerak “sebenarnya”
Kenapa reaksi buruk meski beritanya tidak buruk:
Sebelum news, pasar sudah mengambil liquidity di atas → membentuk area premium.
Saat news keluar, meski tidak negatif, market maker sudah punya cukup likuiditas untuk distribusi.
Reaksi keras terjadi bukan karena beritanya buruk → tapi karena harga berada di zona yang tidak mendukung kenaikan lebih lanjut.
Singkatnya:
📌 News hanyalah katalis. Gerakan aslinya sudah dibentuk oleh struktur sebelumnya.
C. Cara penerapan
Sebelum melihat news, lihat posisi harga:
Jika harga di area distribusi → jangan berharap berita bagus = lanjut naik.
Jika di discount → reaksi negatif sering hanya sweep liquidity.
Ambil keputusan setelah ada konfirmasi chart:
Tunggu candle close setelah volatilitas awal. Lihat apakah struktur terjaga atau level penting ditembus.
Kamu tidak bisa tahu bagaimana pasar merespons “berita baik/buruk”.
Tapi kamu selalu tahu apakah harga berada di area yang menguntungkan.
Panduan Utama Support dan Resistance (Volume, Trendlines, FVG)Panduan Utama Support dan Resistance (Volume, Trendlines, FVG, MA)
1️⃣ Pentingnya Support dan Resistance di Pasar Crypto yang Sangat Volatil
Pasar cryptocurrency beroperasi 24/7/365, menunjukkan volatilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar keuangan tradisional. Volatilitas ini memberikan peluang profit yang signifikan, tetapi juga memicu ketakutan dan keserakahan yang intens di antara investor, menciptakan tekanan psikologis yang besar.
Support dan resistance berfungsi sebagai tonggak utama di tengah kekacauan ini, menandai zona di mana reaksi harga kemungkinan besar terjadi. Selain analisis teknikal semata, mereka mencerminkan psikologi kolektif dari banyak trader. Memahaminya sangat penting untuk keberhasilan trading crypto.
2️⃣ Sifat Support dan Resistance serta Dasar Psikologisnya
Support dan resistance terjadi ketika tekanan beli dan jual bertabrakan dengan kuat, memperlambat atau menghentikan pergerakan harga.
Support:
Di level ini, pembeli melihat aset sebagai "cukup murah!" dan bersiap, membentuk penghalang psikologis dan fisik terhadap penurunan lebih lanjut. Selain itu, trader yang sebelumnya terjebak di posisi rugi mungkin menjual pada titik impas, menambah resistance terhadap penurunan lebih lanjut.
Resistance:
Di level ini, penjual melihat aset sebagai "cukup mahal!" dan melepas posisi, sementara trader yang sebelumnya terjebak di harga tinggi mungkin menjual dengan mindset "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali", membatasi kenaikan harga.
※ Arti Breakout Support/Resistance dan “Fakeout”:
Ketika level support ditembus, pembeli yang ada mungkin panik dan memicu penjualan stop-loss. Sebaliknya, menembus resistance dapat memicu pembeli masuk, mempercepat tren.
Namun, beberapa breakout bisa menjadi “fakeout,” yang dirancang untuk memanfaatkan psikologi trader. Mengejar pergerakan tersebut terlalu dini harus dihindari.
3️⃣ Analisis Pola Kunci Support dan Resistance
📈 Trendlines dan Zona Konsolidasi: Psikologi di Balik Ketertiban Pasar
Trendlines: Trendlines secara visual mewakili ekspektasi bersama di antara trader bahwa harga akan bergerak ke arah tertentu. Menyentuh trendline naik memicu psikologi “beli saat murah,” sementara menyentuh trendline turun memicu sentimen “tidak bisa naik lebih tinggi.”
Zona Konsolidasi (Box): Ini adalah zona di mana tekanan beli dan jual seimbang. Trader merencanakan transaksi di sekitar zona ini, didominasi oleh psikologi “menunggu breakout” untuk menangkap pergerakan signifikan.
📈 FVG (Fair Value Gap): Ketidakefisienan Pasar dan Jejak Smart Money
FVG terjadi ketika pasar bergerak terlalu cepat melalui suatu kisaran harga, meninggalkan “gap harga.” Ini sering mencerminkan aktivitas mendadak dari smart money (institusi, whale).
Mengisi Gap:
Pasar secara naluriah menghindari meninggalkan keadaan yang tidak lengkap (FVG) terlalu lama. Ketika harga kembali memasuki zona FVG, pelaku yang mendorong pergerakan cepat sebelumnya mungkin menutup atau memasuki kembali posisi, membentuk support/resistance. Pemula dapat memperlakukan FVG sebagai jejak smart money dan mengikuti aktivitasnya secara strategis.
📈 Moving Averages (MA): Psikologi Kolektif dan Arah Tren
Moving averages mencerminkan harga rata-rata yang dipersepsikan pasar selama periode tertentu. Karena banyak yang memantau, MA berfungsi sebagai level support/resistance psikologis.
MA Jangka Pendek (misal, 50MA): Mencerminkan sentimen trader jangka pendek. Harga di bawahnya dapat memicu kecemasan “tren jangka pendek terganggu?” sementara di atasnya menumbuhkan optimisme.
MA Jangka Panjang (misal, 200MA): Mewakili psikologi trader jangka panjang dan arah tren. Harga di bawah 200MA menimbulkan ketakutan akan tren turun jangka panjang, sementara di atasnya memberi harapan tren naik yang berkelanjutan. Saat berfungsi sebagai support/resistance, MA membawa konsensus psikologis yang kuat sebagai benchmark yang banyak diperhatikan.
📈 POC (Point Of Control) Volume Profile: Konsensus Pasar dan Kekuatan Volume
POC adalah level harga dengan volume perdagangan tertinggi selama periode tertentu. Ini menunjukkan kesepakatan pasar tentang harga, dengan volume yang substansial terkonsentrasi di sana.
Harga di bawah POC: POC menjadi resistance kuat. Pembeli yang terjebak posisi rugi mungkin menjual pada titik impas, dan penjual menahan pergerakan naik.
Harga di atas POC: POC berfungsi sebagai support kuat. Pembeli percaya “harga tidak akan turun di bawah level ini,” dan penjual sebelumnya bisa beralih ke membeli.
POC mewakili “harga yang diharapkan” pasar dan zona di mana psikologi aversi kerugian paling kuat.
📈 Fibonacci: Tatanan Alam dan Ekspektasi Manusia
Fibonacci retracement menerapkan rasio emas pada chart, mencerminkan ekspektasi bahwa harga akan berbalik pada level tertentu, membentuk support/resistance.
Level ini bukan kebetulan; banyak trader merencanakan trading di sekitarnya, sehingga menimbulkan reaksi pasar nyata.
Level seperti 0.5 (50%) dan 0.618 (61,8%) signifikan secara psikologis, dianggap sebagai peluang beli atau jual. Support/resistance terbentuk melalui “psikologi kawanan,” karena banyak trader bertindak secara serentak.
📈 CME Gap: Pergerakan Institusi dan Insting Regresi Pasar
CME Gap terjadi di futures Bitcoin yang didominasi investor institusi. Gap ini muncul ketika pasar spot bergerak di akhir pekan sementara futures ditutup, dan pasar cenderung “mengisi gap.”
Mengisi Gap: CME Gap mewakili periode tanpa aktivitas institusi, mendorong pasar untuk menormalisasi zona harga “abnormal” ini.
Trader mengantisipasi “gap ini akan terisi pada akhirnya,” menjadikan zona ini support/resistance kuat potensial, mencerminkan psikologi pasar yang berorientasi masa depan.
4️⃣ Mengelola Psikologi Trading Menggunakan Support dan Resistance
Alat terbaik pun tidak efektif tanpa disiplin psikologis.
Bias konfirmasi dan disiplin stop-loss: Mengabaikan kerugian karena persepsi selektif mengarah pada kehancuran. Ketika support ditembus, akui prediksi Anda salah dan bertindak tegas untuk keluar.
Psikologi Overbought/Oversold dan FOMO:
Hindari mengejar lonjakan harga karena takut ketinggalan (“semua orang profit, kenapa saya tidak?”).
Saat crash, tahan diri dari penjualan panik di dasar. Dasarkan trading pada aturan yang diturunkan dari support dan resistance.
Trading Parsial untuk Manajemen Risiko:
Hindari membeli semua di support atau menjual semua di resistance sekaligus. Membagi trading di beberapa level support/resistance memberikan stabilitas psikologis dan mengurangi dampak prediksi yang salah.
5️⃣ Pembentukan Strategi Komprehensif dan Tips Aplikasi Praktis
Konfluensi Support/Resistance Multi-level: Zona yang tumpang tindih (misal, Fibonacci 0.618 + 200MA + POC + FVG bottom) menciptakan support/resistance sangat kuat. Ini mencerminkan kesepakatan kolektif trader dan dapat diperdagangkan dengan keyakinan lebih tinggi.
Analisis Volume dan Kekuatan Support/Resistance: Volume tinggi di zona menunjukkan signifikansi level tersebut. Breakout yang dapat diandalkan membutuhkan volume kuat, menunjukkan partisipasi dan niat pasar.
Kembangkan Trading Plan Sendiri: Jangan mengikuti semua pola secara membabi buta. Pilih indikator dan metode yang sesuai untuk menetapkan aturan trading pribadi. Mematuhi aturan ini menjaga stabilitas psikologis dan keberhasilan jangka panjang.
Cara Menggunakan Indikator BTC Coinbase Premium di Tradingview1. Apa itu Coinbase Premium Index?
Coinbase Premium Index adalah metrik yang mengukur perbedaan harga antara mata uang kripto tertentu yang terdaftar di Coinbase dan harga Bitcoin di bursa besar lainnya (terutama Binance).
⌨︎ Metode perhitungan:
(Harga BTC di Coinbase - Harga BTC di bursa lain) / Harga BTC di bursa lain * 100
Premium positif: Terjadi ketika harga di Coinbase lebih tinggi dibandingkan dengan bursa lainnya.
Premium negatif: Terjadi ketika harga di Coinbase lebih rendah dibandingkan dengan bursa lainnya.
📌 Jika konten ini bermanfaat, silakan tunjukkan dukungan Anda dengan memberikan boost dan komentar. Dukungan Anda menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus membuat analisis dan konten yang lebih baik.
Kami akan terus mengunggah berbagai konten seperti analisis grafik, strategi trading, dan sinyal jangka pendek Bitcoin, jadi jangan lupa untuk mengikuti kami.
2. Penyebab Terjadinya Coinbase Premium
✔️ Penyebab utama terjadinya Coinbase Premium adalah sebagai berikut:
Permintaan dari investor institusional: Coinbase merupakan salah satu bursa kripto teregulasi terbesar di Amerika Serikat, dan banyak investor institusional (seperti hedge fund dan manajer aset) membeli kripto melalui Coinbase.
Order beli berskala besar dari investor institusional dapat mendorong kenaikan harga sementara di Coinbase, sehingga menciptakan premium.
Arus masuk mata uang fiat: Coinbase terutama memfasilitasi transaksi berbasis USD dan merupakan platform yang paling mudah diakses oleh investor AS.
Ketika dana fiat baru mengalir ke pasar kripto, arus masuk kuat melalui Coinbase dapat menyebabkan terjadinya premium.
Sentimen pasar dan likuiditas: Jika sentimen investor di pasar AS lebih kuat dibandingkan dengan wilayah lain pada waktu tertentu, atau jika likuiditas di Coinbase sementara rendah, perbedaan harga dapat muncul.
Pembatasan perpindahan dana: Karena peraturan anti pencucian uang (AML), mungkin ada pembatasan waktu dan biaya dalam mentransfer dana antar bursa.
Hal ini membatasi peluang arbitrase dan membantu mempertahankan premium.
Kepadatan jaringan dan biaya: Selama periode kepadatan jaringan kripto, kecepatan transaksi dapat melambat atau biaya meningkat, sehingga menyulitkan arbitrase cepat antar bursa.
3. Cara Menggunakan Coinbase Premium Index dalam Trading
Coinbase Premium Index dapat digunakan terutama untuk memprediksi tren pasar mata uang kripto utama seperti Bitcoin (BTC).
📈 Sinyal pasar bullish (premium positif):
Arus masuk pembelian institusional: Premium positif yang tinggi dan konsisten dapat menunjukkan adanya tekanan beli berkelanjutan dari investor institusional.
Ini dapat diartikan sebagai sinyal bahwa pasar sedang berada dalam tren naik.
Pembalikan tren: Jika premium negatif bertahan di pasar bearish lalu tiba-tiba berubah menjadi positif atau meningkat secara signifikan, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa pembalikan tren akan segera terjadi, disertai arus masuk dana institusional dan peningkatan sentimen pasar.
Peluang beli di titik bawah: Jika harga Bitcoin menurun namun premium Coinbase mulai naik di atas 0%, dan pada saat yang sama arus masuk bersih harian ke ETF seperti BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) atau Fidelity Wise Origin Bitcoin Trust (FBTC) meningkat secara signifikan, hal ini dapat menjadi sinyal kuat untuk peluang beli di area bawah.
📉 Sinyal pasar bearish (premium negatif):
Tekanan jual institusional atau penurunan minat: Premium negatif yang rendah dan konsisten dapat menunjukkan adanya tekanan jual tinggi dari investor institusional atau penurunan minat terhadap Bitcoin.
Ini dapat diartikan sebagai sinyal tren penurunan pasar.
Sinyal pembalikan bearish: Jika premium positif bertahan dalam pasar bullish lalu berubah menjadi negatif atau meningkat tajam dalam besarnya, hal ini dapat menjadi sinyal puncak (top signal) bahwa investor institusional sedang melakukan profit-taking atau arus beli baru mulai melemah.
Sinyal overbought/koreksi: Misalnya, jika harga Bitcoin melonjak tajam dan premium Coinbase berubah menjadi negatif, serta pada saat yang sama terjadi arus keluar besar dari ETF seperti BlackRock IBIT atau Fidelity FBTC, hal ini dapat menunjukkan bahwa pasar berada dalam kondisi overbought atau berpotensi mengalami koreksi — sehingga posisi jual dapat dipertimbangkan.
4. Poin-Poin yang Perlu Diperhatikan
🚨 Saat menggunakan Coinbase Premium Index, perhatikan hal-hal berikut:
Kombinasi dengan indikator lain: Coinbase Premium Index hanyalah salah satu indikator tambahan.
Penilaian yang komprehensif harus dilakukan dengan menganalisis indikator analisis teknikal lainnya seperti moving average, RSI, MACD, volume perdagangan, serta data on-chain dan indikator makroekonomi.
Pentingnya data arus masuk/keluar ETF: Bitcoin spot ETF dari manajer aset besar seperti BlackRock dan Fidelity merupakan salah satu indikator paling langsung dari aliran dana investor institusional yang sebenarnya.
Menganalisis data arus masuk/keluar bersih harian ETF ini bersamaan dengan Coinbase Premium dapat memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang tekanan beli/jual institusional di pasar.
Volatilitas jangka pendek: Premium dapat berfluktuasi dengan cepat akibat perubahan kecil di pasar dalam jangka pendek.
Penting untuk mengamati tren jangka panjang daripada bereaksi terlalu sensitif terhadap perubahan premium sementara dalam waktu singkat.
Perubahan kondisi pasar: Pasar kripto berubah sangat cepat.
Tidak ada jaminan bahwa pola yang berlaku di masa lalu akan tetap berlaku di masa depan.
Berbagai faktor seperti regulasi, perubahan kebijakan bursa utama, dan munculnya partisipan pasar baru dapat memengaruhi premium.
Cakupan penerapan terbatas: Coinbase Premium Index cenderung mencerminkan permintaan dari investor institusional, terutama untuk Bitcoin. Pengaruhnya mungkin terbatas pada altcoin.
5. Menggunakan Coinbase Premium Index di TradingView
TradingView adalah platform populer yang menyediakan berbagai indikator teknikal dan alat analisis grafik. Di TradingView, terdapat banyak indikator kustom yang dapat memantau Coinbase Premium Index secara real-time.
Indikator-indikator ini biasanya menghitung perbedaan harga antara aset spot Coinbase dan Binance (misalnya, BTCUSD/BTCUSDT) dan menampilkannya di panel terpisah di bagian bawah grafik.
📊 Tips penggunaan indikator TradingView:
Cari indikator: Klik tombol 'Indicators' pada grafik TradingView dan ketik kata kunci seperti 'Coinbase premium' atau 'Coinbase vs Binance' di kolom pencarian untuk menemukan indikator yang relevan.
Pemantauan real-time: Indikator-indikator ini mengambil data harga spot Bitcoin secara real-time dari Coinbase dan Binance, menghitung premium, dan menampilkannya secara visual di grafik. Hal ini memungkinkan investor untuk segera mengonfirmasi perbedaan harga pasar dan mengintegrasikannya ke dalam strategi perdagangan mereka.
Kombinasi dengan indikator lain: Keunggulan utama TradingView adalah kemampuannya menampilkan beberapa indikator pada satu grafik.
Anda dapat menambahkan indikator Coinbase Premium Index bersamaan dengan grafik harga Bitcoin, dan jika perlu, merujuk secara terpisah pada data arus masuk/keluar ETF BlackRock dan Fidelity untuk melakukan analisis multi-dimensi.
Pengaturan notifikasi: Gunakan fungsi peringatan (alert) di TradingView untuk mengatur notifikasi ketika premium Coinbase melebihi level tertentu atau masuk/keluar dari kisaran tertentu.
Ini membantu Anda memahami perubahan pasar secara real-time dan merespons dengan cepat.
Sebagai kesimpulan, Coinbase Premium Index adalah indikator yang dapat memberikan wawasan tentang pergerakan investor institusional di pasar Amerika Serikat, salah satu pemain utama dalam dunia kripto.
Ketika dikombinasikan dengan data arus masuk/keluar ETF spot Bitcoin dari perusahaan manajemen aset besar seperti BlackRock dan Fidelity, indikator ini dapat sangat membantu untuk memahami dengan lebih jelas aliran dana institusional yang sebenarnya serta menilai kekuatan pasar dan potensi pembalikan tren.
Namun, alih-alih mempercayainya secara buta, sebaiknya gunakan indikator ini sebagai alat pendukung untuk memperdalam pemahaman menyeluruh tentang pasar dengan mengombinasikannya dengan alat analisis lainnya.
Batas Antara Survivor dan Bangkrut!Di pasar, setiap orang pernah berada di ujung tanduk — antara emosi dan akal sehat, keserakahan dan disiplin, bertahan hidup dan bangkrut.
Perbedaannya bukan pada pengetahuan atau indikator yang Anda gunakan, tetapi pada psikologi dan kemampuan Anda untuk mengendalikan diri dalam setiap keputusan trading.
Para Survivor memahami bahwa:
Anda tidak harus selalu trading. Kerugian adalah bagian dari permainan. Disiplin adalah satu-satunya perisai antara mereka dan pasar.
Trader yang bangkrut sering kali mengambil satu order berlebihan lagi, satu trading balas dendam, satu pelanggaran aturan, dan… jatuh dari tebing.
Pasar tidak membunuh siapa pun — emosilah yang mendorong Anda ke dasar.
Tetaplah rasional, kelola risiko Anda, dan hargai rencana Anda sendiri — itulah batas tipis namun menentukan antara bertahan hidup dan terjebak dalam api pasar.
🔥 Belajarlah untuk bertahan hidup sebelum belajar untuk menang.
3 Kesalahan Umum dalam Trading yang Harus Dihindari oleh TraderBaik trader pemula maupun profesional berpengalaman dapat terjebak dalam kesalahan psikologis yang dapat menyebabkan keputusan trading yang buruk dan kerugian finansial.
Memahami dan menghindari kesalahan umum ini sangat penting untuk membangun strategi trading yang solid dan mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar.
⸻
🧠 1️⃣ FOMO — Ketakutan Akan Kehilangan Kesempatan (Fear of Missing Out)
FOMO adalah emosi yang kuat yang dapat mengaburkan penilaian trader dan membuat mereka masuk pasar secara impulsif karena takut kehilangan peluang.
Biasanya hal ini membuat trader mengejar tren tanpa analisis yang memadai, yang justru meningkatkan risiko kerugian.
Cara mengatasinya:
Patuhlah pada rencana trading Anda, tetap disiplin, dan fokus pada peluang dengan probabilitas tinggi — bukan bereaksi terhadap pergerakan pasar karena rasa takut.
⸻
😡 2️⃣ Trading Balas Dendam (Revenge Trading)
Trading balas dendam adalah dorongan emosional untuk menebus kerugian sebelumnya dengan membuka posisi secara terburu-buru dan tanpa pertimbangan matang.
Biasanya hal ini berasal dari keinginan untuk membuktikan diri benar atau mengendalikan pasar.
Cara mengatasinya:
Kendalikan emosi Anda, terimalah bahwa kerugian adalah bagian alami dari trading, dan jangan biarkan emosi memengaruhi keputusan Anda.
⸻
🎲 3️⃣ Kesalahan Penjudi (Gambler’s Fallacy)
Kesalahan ini terjadi ketika trader percaya bahwa hasil di masa lalu akan memengaruhi hasil di masa depan — misalnya, berpikir bahwa tren akan selalu berlanjut atau peristiwa acak dapat diprediksi.
Cara mengatasinya:
Sadari bahwa setiap transaksi adalah peristiwa independen dengan probabilitasnya sendiri. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Gunakan analisis yang solid dan manajemen risiko yang baik daripada mengandalkan firasat atau takhayul.
💡 Kesimpulan
Keberhasilan dalam trading bukan hanya tentang menemukan strategi sempurna, tetapi juga tentang menguasai pikiran dan emosi Anda sendiri.
Dengan menghindari kesalahan psikologis umum ini, Anda dapat menjadi trader yang lebih disiplin, rasional, dan percaya diri — serta meningkatkan peluang untuk sukses jangka panjang di pasar.
Risiko Tersembunyi dalam Trading Copy: Apa yang Harus Kamu Tahu!Hai, saya Madelina!
Hari ini, saya ingin berbicara tentang topik yang sering dilakukan oleh banyak trader pemula: trading copy atau menyalin transaksi. Metode ini terdengar menarik karena memberi kesempatan untuk belajar dari trader sukses. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa menyalin transaksi tidak sepenuhnya menghindarkan risiko. Tanpa pemahaman yang jelas tentang strategi yang digunakan, Anda bisa terjebak dalam kerugian yang tidak perlu.
Pada artikel ini, saya akan menjelaskan risiko yang tersembunyi dalam menyalin transaksi dan bagaimana melindungi diri dengan aturan sederhana yang bisa membantu Anda tetap aman dalam trading.
Risiko dari Trading Copy
Menyalin transaksi bisa menghemat waktu dan memberi kesempatan untuk belajar dari pengalaman orang lain. Namun, jika Anda hanya menyalin tanpa memahami strategi yang mendasarinya, Anda bisa menghadapi pergerakan harga yang tiba-tiba tanpa tahu bagaimana cara menanganinya. Ini bisa menyebabkan kebingungan dan hilangnya kendali saat trading.
Cara Melindungi Diri Saat Menyalin Transaksi
1. Batasi Risiko pada Setiap Transaksi
Tentukan batas risiko yang sesuai dengan kemampuan Anda, sebaiknya antara 0,5% hingga 1% dari total modal untuk setiap transaksi. Jangan lupa untuk selalu menempatkan stop loss agar akun Anda terlindungi dari pergerakan pasar yang tak terduga.
2. Sesuaikan Ukuran Posisi dengan Stop Loss
Ukuran posisi Anda sebaiknya disesuaikan dengan jarak stop loss dari transaksi yang Anda salin. Misalnya, jika trader yang Anda salin menggunakan stop loss 80 pip, Anda harus menyesuaikan posisi agar risiko tetap terkendali.
3. Salin Hanya yang Anda Pahami
Sebelum menyalin transaksi, pastikan Anda memahami strategi yang digunakan. Jangan salin transaksi yang Anda tidak mengerti tentang tren, pola pasar, atau alasan di balik keputusan tersebut.
4. Tentukan Batas Kerugian Harian dan Mingguan
Tetapkan batas kerugian harian dan mingguan yang realistis dan patuhi. Jika Anda mencapai batas tersebut, berhenti sejenak dan jangan lanjutkan trading hingga Anda merasa siap untuk kembali.
Kesimpulan
Dengan mengikuti aturan-aturan ini, Anda tidak hanya melindungi modal Anda tetapi juga meningkatkan peluang sukses dalam trading. Trading copy bisa menjadi alat yang berguna, tapi hanya jika Anda tahu cara mengelola risiko dengan bijak.
Ingat, disiplin dan perencanaan yang matang adalah kunci untuk sukses jangka panjang. Semoga sukses dan selamat berdagang!
Rahasia Membedakan Arus, Gelombang, dan Riak: Kunci Trading📊 Banyak trader bingung membedakan pergerakan market di setiap Time Frame. Apakah itu Arus (Tide), Gelombang (Wave), atau hanya Riak (Ripple)? 🤔
Kesalahan memahami ini bisa membuat entry melawan arah market tanpa disadari.
Sejak 2015 saya mempelajari Elliott Wave Modern (NeoWave) dari Glenn Neely dan Chaos Theory dari Bill Williams. Keduanya memakai analogi laut & sungai untuk menjelaskan pergerakan harga. 🌊💧
Akhirnya saya menemukan cara membedakan ketiganya dengan jelas sehingga strategi Sell Top & Buy Bottom bisa tetap ikut arah market, bukan melawan market. 🚀
Di video ini saya bagikan insight tentang:
✅ Cara membedakan Arus, Gelombang, dan Riak di chart.
✅ Strategi entry & exit agar trading sesuai arah market.
✅ Kenapa pemahaman ini jadi krusial untuk trading jangka pendek maupun panjang.
Belajar memahami arah market sesungguhnya akan membuat trading lebih tenang dan penuh kejelasan. ✨
#ElliottWave #TradingEducation #NeoWave #ChaosTheory #NeelyRiver #TradingView #ProfitmoreTrade
Elliott Wave Modern: Zigzag Akhir Bearish, Reversal Terbentuk???Apakah ini momen reversal yang sudah lama ditunggu? 📉➡️📈
Market membentuk pola Zigzag akhir dari tren bearish, dengan tipe korektif Flat Irregular Running di segmen B yang kuat.
👉 5 sinyal Elliott Wave Modern (EWAMO) sudah hadir untuk memberi petunjuk arah berikutnya.
👉 Strategi entri ala Profitmore Trade hanya dilakukan setelah konfirmasi dan validasi – bukan sekadar menebak arah market.
💡 Dalam pelatihan khusus Profitmore Trade, pola ini dibahas lengkap: mulai dari cara membaca sinyal EWAMO, strategi entri, hingga manajemen risiko yang jelas.
🚀 Siap memahami market dengan jernih dan trading lebih terarah?
Follow & ikuti edukasi Profitmore Trade sekarang!
#ElliottWave #EWAMO #ProfitmoreTrade #CryptoTrading #ForexTrading #StockMarket #TradingIndonesia #TechnicalAnalysis
Berbahagia dan BerbagilahTulisan ke-19 kali ini merupakan sebuah pengalaman sekaligus bagaimana membuat trading menjadi lebih "Hidup", boleh saling berbagi jika teman-teman trader memiliki pengalaman sendiri.
Setelah kita memiliki suatu mindset, setup, cara entri dan exit yang baik serta mendapatkan hasil yang diharapkan, maka langkah yang penting adalah bagaimana itu semua dapat menciptakan suatu kebahagiaan. Secara umum, pengertian Kebahagiaan adalah keadaan emosi yang dirasakan seseorang ketika hidupnya terasa bermakna, memuaskan, dan penuh harapan. Namun tentu saja, makna kebahagiaan bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada nilai, pengalaman, dan tujuan hidup masing-masing.
Secara umum, kebahagiaan bisa meliputi:
1. Kesenangan sesaat (hedonis)
Misalnya: menikmati makanan favorit, tertawa bersama teman, atau menerima hadiah
2. Kepuasan jangka panjang (eudaimonis)
Misalnya: merasa hidup punya tujuan, menjalani hubungan bermakna, atau berkembang secara pribadi
3. Keseimbangan emosi positif dan negatif
Tidak berarti hidup bebas dari kesedihan, tapi lebih kepada bisa mengelola emosi dengan sehat dan tetap menemukan makna di dalamnya
4. Rasa syukur dan Penerimaan
Banyak orang merasa bahagia bukan karena hidupnya sempurna, tapi karena ia mampu menerima dan bersyukur atas apa yang ada.
Makna itulah yang mungkin tiap-tiap trader berbeda satu dengan yang lain, tapi pastikan bahwa Anda memperoleh bahagia yang diharapkan, cukupkan dengan hasil yang sudah diperoleh dan yang utama menurut kami adalah mulailah berbagi dengan orang lain, berbagi dengan penuh ketulusan tanpa pamrih. Berbagi bisa dalam bentuk material maupun immaterial. Dengan selalu bebahagia dan berbagi dengan sesama semoga trading yang dilakukan bisa memiliki suatu makna yang baik dan baik pula untuk psikologi trading kita.
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan ingatan bagi kami serta teman-teman trader yang lain.
Salam Berkah dan Profit.
Percayalah Terhadap Setup SendiriPada tulisan ke-18 ini, judul selengkapnya adalah : Percaya Setup Sendiri Jauh Lebih Penting dibandingkan Ragu Karena Setup Orang Lain, judul ini sangat menginspirasi dan semoga sobat trader juga demikian.
Setup dalam trading sangat tergantung pada masing-masing trader. Adapun beberapa setup yang biasa dipakai oleh seorang trader adalah sebagai berikut:
1. Arah tren (misalnya: uptrend, downtrend)
2. Level support/resistance
3. Sinyal candlestick (seperti pin bar, engulfing)
4. Indikator teknikal (misalnya: moving average crossover, RSI overbought/oversold)
5. Volume perdagangan
6. Konfirmasi tambahan (misalnya pola chart, breakout, dll).
Terkait setup, kami memiliki Pola: Candle Break, Fibonacci Retracement, Area Entri, dan Area Sell.
Variasi dari pola tersebut sangat beragam. Latihan dan pembelajaran lebih lanjut akan dijelaskan dalam sesi yang berbeda. Kami tidak pernah mengatakan bahwa setup inilah yang terbaik. Kami menggunakan setup tersebut semata-mata untuk mendapatkan profit dan membentuk kondisi "Trading Tanpa Modal" dengan sistem locking.
Tentu saja, alasan kami percaya diri menggunakan setup tersebut adalah karena kami telah melakukan backtest selama 3 tahun dengan hasil lebih dari 80%. Baik atau tidaknya suatu setup tergantung pada trader yang mempercayai setup tersebut, dan tentu saja, tergantung pada tujuan yang hendak dicapai dari proses trading masing-masing trader.
Percaya terhadap setup sendiri yang telah disusun jauh lebih baik daripada menerima sinyal dari trader lain. Ini adalah salah satu pengalaman dari kami. Oleh karena itu, kami tekankan: setiap setup yang diberikan, pastikan sesuai atau selaras dengan setup yang dimiliki oleh para trader, sebagai suatu perbandingan/komparasi. Tujuan akhir dari setup tersebut adalah supaya mendapatkan entri yang terbaik serta exit yang tepat, sehingga akhirnya memperoleh profit yang diharapkan.
Jika melihat setup orang lain terkadang lebih akurat dibandingkan dengan setup yang kita buat, mungkin itu hanyalah bagian dari setup yang work/tepat saja. Bagian setup yang tidak work/tepat mungkin ada, atau mungkin tidak ditampilkan. Oleh karena itu, saran kami: selalu lakukan riset, dan kemudian percayalah dengan setup yang telah dibuat.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat dalam kegiatan trading, sehingga kita tidak terjebak dalam kondisi Fear of Missing Out (FOMO) yang sangat berbahaya bagi psikologi trading kita.
Salam Profit.
Setup Sebelum Big News (BN)?Tulisan ke-17 ini merupakan tulisan khusus dalam kita menghadapi Big News (Berita besar yang sangat berpengaruh terhadap Market), karena kami menggunakan Tehnikal, sedangkan Big News cenderung kepada Fundamental dan Sentimental, maka pembahasan Big News kali ini akan menarik terkait Tehnikal yang berpengaruh kepada Fundamental dan Sentimental, kami tidak anti Fundamental dan Sentimental, terkadang hal tersebut kami gunakan sebagai konfirmasi dan memperkuat dari setup tehnikal.
Namun sebelum pembahasan lebih detail, sebaiknya kita mengenal Big News atau kita singkat BN saja. BN adalah berita penting atau berdampak besar yang dapat menyebabkan pergerakan harga pasar yang signifikan, terutama dalam waktu singkat. Contoh BN dalam Trading:
1. Data Ekonomi Utama: Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, Inflasi (CPI, PPI), Suku bunga (rate hike/cut) oleh bank sentral, GDP (produk domestik bruto).
2. Pernyataan Bank Sentral: Contoh: Ketua The Fed (misalnya: Jerome Powell) memberi sinyal hawkish atau dovish.
3. Geopolitik dan Krisis Global: Perang, ketegangan politik, atau sanksi ekonomi besar.
4. Berita Keuangan Besar: Kebangkrutan bank besar, bailout, krisis likuiditas.
5. Berita yang Tidak Terduga (Surprise Event): Contoh pandemi, serangan teroris, bencana alam besar.
Apa dampak BN? Dampak BN diantaranya :
1. Volatilitas tinggi (harga bisa naik-turun tajam dalam hitungan menit)
2. Spread melebar (terutama di broker market maker)
3. Risiko dan peluang trading meningkat tajam
4. Bisa memicu stop loss dan margin call jika tidak hati-hati.
Bagaimana dari sudut kami (Tehnikal) terkait dengan BN tersebut? (Ini yang menarik), bagi kami gerakan BN seringkali (tidak selalu) bahkan sebagian besar merupakan konfirmasi dari setup yang ada, sehingga dalam beberapa kesempatan BN kami melakukan suatu setup limit dari setup yang telah kami buat, selain setup limit, kami juga sering menempatkan take profit (TP) pada kondisi tertentu, sehingga terkadang, kami lebih memilih tidak memantu BN tersebut dan melakukan setup tadi (limit maupun TP) sesuai dengan setup awal yang sudah terkonfirmasi. Tanpa mengurangi bagaimana efek dari hasil BN yang mempengaruhi Fundamental dan Sentimental, dengan Tehnikal seringkali beriringan, bahkan sebagai konfirmasi dari suatu setup yang sudah ada sebelumnya.
Demikian pandangan kami dalam menghadapi BN, semoga bisa memberikan gambaran bagaimana metode kami dalam menghadapi BN tersebut.
Semoga Bermanfaat, Salam Profit.
BeTa Team
Jaga Modal, Ambil Profit, Tambah Modal Secara PeriodikTulisan kami yang ke-16 ini merupakan penjelasan lebih detail terkait Money Management (MM) dalam suatu trading atau investasi. Dalam pengambilan sikap bijak bertrading, sebaiknya temen-temen membaca tulisan kami sebelumnya supaya lebih komprehensif dalam mengikuti kami di Belajar Trading.
Menjaga modal atau equity itu sangat penting, sebagian trader menganggp bahwa modal ini harus besar di awal, supaya mendapatkan profit yang besar. Mungkin jika anda seorang trader profesional atau keuangan anda "tidak terbatas" silakan saja, namun bagi trader yang memiliki keterbatasan modal maupun kesempatan, hal tersebut mungkin sulit dilakukan. Bagi sebagian orang, modal besar maupun kecil itu relatif, sehingga manajemen tentang modal ini penting menurut kami.
Dalam setiap kesempatan, selalu MM itu akan kami tekankan, karena hal tersebut sangat terkait dengan modal, setelah kita mengkalkulasi modal kita, pastikan kita memiliki suatu mode setup dalam MM, berapa lot yang akan kita gunakan dalam setiap entri, total lot dalam setiap setup, serta toleransi modal yang bisa dijaga dalam setiap trading. Setelah mindset Jaga Modal itu semua ditegakkan, masuk ke Ambil Profit .
Mengambil profit yang dimaksud adalah bagaimana kita bisa melakukan Exit yang baik dalam setiap setup, exit atau mengambil profit yang dimaksud tidak selalu sesuai dengan target awal yang dicanangkan, terkadang jika dirasa sudah cukup, ambil sebagian dan lakukan Stop Loss Plus (SL+) secara bertahap, tujuannya adalah tetap mendapatkan profit jika kemungkinan pergerakan pasar berubah dari analisa, sekaligus menjaga modal dan tentunya psikologi trading kita.
Terakhir dari tulisan ini adalah Penambahan Modal secara bertahap, meskipun ini hal sederhana, tetapi dengan periodik menambah modal, maka pola trading atau investasi kita akan semakin bertambah dalam menghasilkan profit, seiring bertambahnya modal, penambahan jumlah entri dan lot dapat dilakukan, jangan menambah entri dan lot secara "Brutal", pastikan dalam hal perhitungan yang baik, kalau kita memiliki "Modal Tak Terbatas" silakan saja, namun dengan modal yang terbatas sebaiknya jangan "Overlot" maupun "Overtrade", hal tersebut sangat berbahaya dan yang pasti merusak psikologi trading kita. Kembali ke penambahan modal secara bertahap, di kami, kami akan melakukan penambahan itu minimal atau paling cepat 3 bulan, mengapa demikian? karena harapannya dalam 3 bulan sudah terbentuk pola trading yang diharapkan, pola trading inilah yang penting bagi seorang trader, tapa memiliki pola, seorang trader bisa terjebak ke dalam aktivitas yang tidak diharapkan dan hasil yang jauh dari harapan.
Pastikan dalam MM kita untuk menjaga modal, ambil profit secara disiplin dan menambah modal rutin, sehingga dapat membantu membentuk pola trading yang baik bagi para trader.
Semoga bermanfaat. Salam Profit.
Untuk Trading Disarankan Menggunakan Uang DinginTulisan ke-15 kali ini mungkin lebih ringan dibandingkan tulisan-tulisan sebelumnya, meskipun demikian, jika Anda belum membaca 14 tulisan sebelumnya, disarankan untuk membacaranya terlebih dahulu.
Trading merupakan kegiatan pertukaran atau jual beli sesuatu antara penjual dan pembeli. Secara prinsip keduanya mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Seiring perkembangan zaman, banyak sekali perubahan situasi dan kondisi trading sampai dengan zaman digital saat ini, namun sebagai seorang trader, prinsip dasar dari kemanfaatan trading haruslah didapatkan, yaitu Profit, bukan sebaliknya.
Dalam Trading, profit merupakan hal yang diharapkan oleh seorang trader, namun sebagian besar kesulitan dalam mencapai hal tersebut, bahkan orang yang sukses dalam trading forex misalnya, hanya kurang dari 10%, artinya banyak dari trader yang masih mengalami Loss dibandingkan Profit. Oleh karena itu perlu strategi dari Mindset, Money Management, Setup, Entri dan Exit yang baik dalam trading.
Dalam Money Management, salah satu hal pokok menurut kami adalah penggunaan Equity atau modal untuk trading dengan uang yang "Dingin", uang dingin artinya uang yang jika habis atau hilang tidak mempengaruhi kebutuhan pokok atau dasar semisal tempat tinggal, makan, sekolah atau pendidikan serta bisa diganti dengan cepat atau mudah terekoveri/tertutup. Jangan sampai modal yang digunakan untuk trading adalah uang pokok atau uang untuk kebutuhan pokok, uang hutang atau uang yang sulit untuk terkover ketika uang itu hilang, sering kita sebut sebagai uang "Panas". Mengapa demikian?
Prinsip dasar dalam bertrading bagi kami adalah Investasi, dimana keuntungan yang didapatkan belum tentu dalam waktu singkat atau praktis, ada kalanya perlu waktu atau jangka waktu tertentu, bahkan jika tidak sabar atau greedy (ingin cepat kaya) menyebabkan Loss yang banyak bahkan hilang semua modalnya. Selain itu, ketenangan berfikir, kecermatan dalam menganalisa sangat diperlukan dalam bertrading. Uang "Panas" sering menyebabkan pikiran menjadi terburu-buru, takut kehilangan moment (FOMO) bahkan stress berlebihan sebelum memasuki market, sebaliknya jika menggunakan Uang "Dingin" kejadian tersebut cenderung lebih rendah, oleh karena itu dari kami di Belajar Trading menyarankan selalu berinvestasi atau bertrading menggunakan uang "Dingin", dengan harapan mendapatkan keuntungan secara psikologis maupun fisik yang lebih baik dibandingkan dengan uang "Panas". Bertrading dengan mempertaruhkan semua modal yang ada misalnya atau "Berjudi" sangat tidak disarankan di kami Belajar Trading. Tradinglah dengan bijak dan gunakan Money Management yang baik.
Semoga bermanfaat. Salam Profit.






















