Emas Berfluktuasi – Tekanan Koreksi Meningkat📊 Pergerakan Pasar
Harga emas dunia saat ini diperdagangkan di kisaran ~4.750–4.850 USD/ons pada sesi 3 Februari 2026, melemah dari level tertinggi sebelumnya setelah koreksi tajam dari rekor tertinggi. Penguatan pasar saham global, aksi jual investor pasca perubahan kepemimpinan The Fed, serta ekspektasi USD yang lebih kuat terus menekan emas sebagai aset safe haven. Namun, minat beli teknikal mulai muncul karena harga telah turun cukup dalam.
📉 Analisis Teknikal
• Resistance penting:
– 4.900–4.950 USD/ons
– ~5.050–5.150 USD/ons (zona psikologis / teknikal)
• Support terdekat:
– ~4.650–4.700 USD/ons
– ~4.500–4.550 USD/ons
• EMA (09): Harga masih berada di bawah EMA 09 pada timeframe 4H/D1 → tren turun jangka pendek masih dominan.
• Candlestick / Volume / Momentum: Volume melemah saat harga rebound, menunjukkan buyer masih terbatas; RSI mendekati area oversold.
📌 Prospek
Emas berpotensi melanjutkan penurunan jangka pendek jika gagal menembus resistance 4.900–4.950 USD/ons. Namun, jika support 4.650–4.700 USD/ons bertahan, rebound teknikal masih memungkinkan.
💡 Strategi Trading
SELL XAU/USD: 4.953–4.956
🎯 TP: 50 / 100 / 150 / 300 pips
❌ SL: ~4.963
BUY XAU/USD: 4.650–4.647
🎯 TP: 50 / 100 / 150 / 300 pips
❌ SL: ~4.640
X-indicator
FOOTPRINT DAILY DAN ANALISIS GLOBAL EMAS UNTUK NARASI HARI INI.Hanya dalam hitungan hari, panggung euforia pasar emas global berubah menjadi palagan yang terdevastasi. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level 5.608,35** pada pengujung Januari 2026, harga emas (XAU/USD) justru mengalami "pendaratan keras" (*hard landing*) yang meluluhlantakkan ekspektasi investor, terhempas kembali ke kisaran **4.400. Fenomena ini bukan sekadar volatilitas harian, melainkan sebuah pergeseran struktural yang menghapus nilai nosional pasar sebesar $15 triliun—angka fantastis yang setara dengan setengah dari PDB Amerika Serikat—yang menguap begitu saja dalam keheningan pasca-likuidasi.
Guncangan sistemik ini terkonfirmasi bukan hanya pada emas; pasar perak (XAG/USD) bahkan terkoreksi lebih dalam hingga 30%-36%, menandakan bahwa kita sedang menyaksikan sebuah black swan yang mendefinisikan ulang batas risiko aset safe haven.
1. Penguapan Nilai $15 Triliun — Sebuah "Riam Likuidasi"
Penurunan tajam harga emas dari puncak tertingginya telah memicu apa yang dalam terminologi keuangan disebut sebagai liquidation cascade atau riam likuidasi. Mekanisme penghancuran ini digerakkan oleh forced selling (penjualan paksa) berskala masif. Ketika harga menembus level-level teknikal penting, bursa berjangka menaikkan persyaratan margin secara agresif untuk memitigasi risiko.
Para spekulan yang terjebak dengan daya ungkit utang (leverage) tinggi seketika menghadapi margin call otomatis. Karena ketidakmampuan menyediakan likuiditas tunai dalam waktu singkat, sistem secara otomatis melikuidasi posisi mereka pada harga pasar berapapun. Aksi jual paksa ini menekan harga lebih dalam, yang kemudian memicu gelombang likuidasi pada lapisan investor berikutnya—sebuah efek bola salju yang menghancurkan struktur pasar dalam sekejap.
"Volatilitas ekstrem atau 'Meltdown' dengan skala seperti ini tercatat hanya terjadi tiga kali dalam 50 tahun terakhir." — Michael Hsueh, Deutsche Bank.
Peristiwa ini menjadi refleksi pahit mengenai kerapuhan pasar modern yang terlalu bergantung pada leverage. Saat semua partisipan berebut keluar melalui pintu yang sama, harga tidak lagi mencerminkan nilai intrinsik, melainkan menjadi representasi dari kepanikan sistemik dan kegagalan fungsi likuiditas.
2. Efek Kevin Warsh: Ketika Politik Menggoyang Independensi Fed
Katalisator utama yang merusak narasi bullish emas berasal dari manuver politik di Washington. Keputusan Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve memicu pergeseran ekspektasi moneter yang drastis. Pasar kini terjepit dalam dilema: janji pertumbuhan ekonomi melalui suku bunga rendah yang diinginkan Trump, beradu dengan reputasi Warsh yang kritis terhadap pelonggaran moneter berlebihan.
Ketidakpastian institusional ini melahirkan Second-Order Effect yang sangat merugikan emas:
* Repricing Suku Bunga: Yield Treasury 10-tahun AS melonjak ke level 4,28% karena pasar menuntut premi risiko inflasi yang lebih tinggi, meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
* Perebutan Tunai (Cash Squeeze): Alih-alih berlindung di emas, ketidakpastian politik justru memicu pelarian ke Dolar AS. Indeks Dolar (DXY) menguat tajam sebesar 0,41% - 0,60% ke level 97,63. Dalam kondisi ini, likuiditas adalah raja, dan emas dijual demi mendapatkan uang tunai.
3. Paradoks "Kabar Baik adalah Kabar Buruk"
Data ekonomi Amerika Serikat yang sangat tangguh justru menjadi "pukulan maut" bagi harga emas. Logika pasar saat ini sangat lugas: ekonomi yang terlalu sehat menghilangkan urgensi bagi The Fed untuk memangkas suku bunga, yang secara historis merupakan musuh utama emas. Berikut adalah indikator makro utama yang memicu "pembersihan" pasar:
* S&P Global Mfg PMI: Tercatat di angka 52,40 (melampaui konsensus 51,90), menandakan ekspansi sektor manufaktur yang solid.
* ISM New Orders: Melonjak drastis ke level 57,10 dari sebelumnya 47,40, sebuah sinyal potensi inflasi dari sisi permintaan.
* ISM Mfg Employment: Membaik ke angka 48,10, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih tangguh dari perkiraan.
* Indeks Dolar (DXY): Berada di level 97,63, mengunci daya beli global dalam tekanan karena harga emas menjadi jauh lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Ketahanan ekonomi ini mematahkan narasi resesi (soft landing atau bahkan no landing), sehingga menghapus premi risiko yang selama ini menyokong harga emas di level tinggi.
4. Anomali Indonesia: Emas Antam yang "Melawan Arus"
Di tengah badai yang melanda pasar global, pasar domestik Indonesia menunjukkan perilaku unik. Terjadi divergensi tajam; saat harga spot dunia anjlok hingga 11%, harga emas fisik Antam justru melonjak Rp167.000 menjadi Rp3.027.000 per gram pada Senin, 2 Februari 2026.
Sintesis strategis di balik anomali ini adalah posisi Rupiah sebagai perisai alami (natural buffer). Pelemahan nilai tukar Rupiah (Kurs JISDOR berada di level Rp16.796) akibat penguatan DXY global telah menyerap dampak kejatuhan harga emas dunia bagi investor domestik. Namun, investor tetap harus mewaspadai struktur harga fisik:
* Harga Buyback: Rp2.744.000 per gram.
* Spread (Selisih Harga): Mencapai hampir 10%.
Ini berarti emas fisik di Indonesia saat ini murni merupakan instrumen lindung nilai (hedging) jangka panjang. Dengan spread sebesar itu, investor membutuhkan kenaikan harga yang signifikan hanya untuk mencapai titik impas, menegaskan bahwa emas fisik bukanlah instrumen tepat untuk spekulasi jangka pendek di tengah volatilitas ini.
5. Lantai Geopolitik yang Menahan Kejatuhan Total
Meskipun terjadi likuidasi brutal, emas tidak jatuh ke titik nol karena didukung oleh "lantai" geopolitik yang masih membara. Emas tetap mempertahankan esensinya sebagai satu-satunya aset cadangan tanpa risiko rekanan (counterparty risk).
Faktor-faktor yang menahan keruntuhan total meliputi:
* Eskalasi Timur Tengah: Ketegangan di Gaza dan Rafah, serta rencana bantuan militer AS senilai $6,5 miliar ke Israel, menjaga premi risiko perang tetap terintegrasi dalam harga.
* Kecemasan Transatlantik: Konferensi Keamanan Oslo menunjukkan kekhawatiran Eropa terhadap masa depan aliansi NATO. Diplomat Uni Eropa, Kaja Kallas, mengisyaratkan pergeseran kebijakan AS, yang mendorong bank sentral di Eropa Timur untuk terus mengakumulasi emas sebagai cadangan strategis yang independen dari gejolak diplomatik.
Kesimpulan & Pandangan ke Depan
Volatilitas ekstrem yang kita saksikan saat ini adalah "jati diri baru" pasar emas pasca-reset. Penurunan brutal dari 5.608,35** ke **4.400 telah membersihkan pasar dari spekulasi berlebih, meskipun fundamental jangka panjang—terutama akumulasi bank sentral—masih tampak kokoh.
Pertanyaan krusialnya kini bukan lagi ke mana harga akan bergerak, melainkan seberapa kuat keyakinan Anda. Apakah Anda memiliki nyali untuk menangkap pisau yang tengah jatuh ini sebagai peluang sekali seumur hidup, ataukah Anda hanya akan menjadi penonton saat sejarah keuangan baru sedang dituliskan dengan tinta volatilitas? Di pasar yang tengah mencari keseimbangan baru ini, manajemen risiko adalah satu-satunya kompas yang tersisa.
Emas Anjlok Setelah Rebound Teknis, Tekanan Jual Mendominasi📊 Gambaran Pasar:
Harga emas sempat mengalami rebound teknis tajam dari 4500 ke 4582, namun kenaikan tersebut tidak didukung oleh lanjutan minat beli. Penjual kembali masuk secara agresif di area harga tinggi, mengonfirmasi fase distribusi di sekitar 4580. Penolakan ini memicu aksi jual lanjutan yang kuat, mendorong harga turun kembali ke sekitar 4400.
📉 Analisis Teknikal:
Level Resistance Utama:
• 4480 – 4500
• 4560 – 4580
Level Support Terdekat:
• 4400 – 4385
• 4350 – 4320
• EMA:
Harga bergerak jauh di bawah EMA 09 pada timeframe M5, M15, dan H1 → tren bearish sangat kuat tanpa tanda pembentukan dasar.
• Candlestick / Volume / Momentum:
Rebound dari 4500 ke 4582 hanyalah pullback teknis dengan volume beli yang lemah. Setelah itu, muncul candle bearish kuat dengan volume meningkat, mengonfirmasi bull trap. Momentum bearish kembali meningkat.
📌 Prospek:
Emas berpotensi melanjutkan penurunan dalam jangka pendek jika level 4400 gagal bertahan, membuka peluang penurunan lebih dalam menuju area 4350 – 4320.
AKRA Masih Ada Potensi ke Swing high 13201. AKRA masih bergerak sideways dalam kotak hijau dan memang secara karakter lebih cenderung sering false break.
2. Koreksi tajam dalam 2 hari terakhir setelah menguji area swing high.
3. Selama mampu bertahan di atas swing low 1225, ada peluang technical rebound pada saham ini dengan potensi kenaikan hingga ke swing high 1320.
Trading plan:
1. Buy on weakness di area swing low 1225 selama tekanan jual mereda
2. Sell on strength jika berhasil rebound 5-7% atau mencapai area targetnya
3. Stoploss jika dalam beberapa hari gagal bertahan di atas swing lownya
WT: AKRAZPCM6A (3.5x)
Disclaimer ON
#Sahamjagoan #SatuMingguProfit
Bitcoin TURUN MINGGU DEPANHarga masih dalam saluran turun yang jelas, struktur lower high - lower low belum tertembus
Pemulihan saat ini hanyalah kemunduran teknis, belum memenuhi syarat untuk pembalikan
Harga ditolak di zona pasokan + tepi atas saluran bawah, memberikan prioritas untuk JUAL mengikuti tren
Skenario teknis:
Harga rebound ke zona resistensi jangka pendek
Tidak dapat diatasi → terus menurun hingga ke dasar saluran
Turunkan target jika tekanan jual kembali kuat
Makro akhir pekan:
Psikologi risk-off masih berlaku
USD mempertahankan kekuatan, arus kas berhati-hati dengan aset berisiko
Tidak ada katalis yang cukup kuat bagi BTC untuk membalikkan keadaan secara berkelanjutan dalam jangka pendek
CME Naik Margin Logam → Risiko Gap Senin? | Emas KunciEmas tidak lagi bergerak bebas — sekarang sedang memperbaiki dengan struktur.
Setelah mencetak ATH, XAUUSD memberikan CHoCH yang jelas, diikuti oleh serangkaian BOS bearish, mengonfirmasi pullback yang terkendali, bukan penjualan panik. Harga sekarang menghormati saluran korektif menurun, yang biasanya muncul sebelum pasar memutuskan langkah besar berikutnya.
🧠 Konteks Fundamental (Aliran > Judul)
CME menaikkan persyaratan margin untuk logam
Margin yang lebih tinggi = pengurangan posisi yang dipaksa untuk trader yang memanfaatkan
Ini sering menciptakan kesenjangan yang dipicu oleh likuiditas pada pembukaan mingguan
Penting: ini adalah tekanan mekanis, bukan perubahan tren makro
➡️ Harapkan volatilitas terlebih dahulu, kejelasan nanti.
📊 Struktur Teknikal (HTF → LTF)
Penolakan ATH + CHOCH = momentum bullish terhenti
Beberapa BOS di dalam saluran = fase distribusi
Harga sedang menyusut menuju zona likuiditas kunci
🔑 Level Kunci untuk Diperhatikan
5,090 – 5,120: Saluran atas / zona reaksi sisi jual
4,620 area GAP: Magnet likuiditas probabilitas tinggi jika terjadi kesenjangan pada hari Senin
4,410 zona dukungan: Permintaan HTF & dasar saluran (level kritis)
🎯 Skenario (Jika – Maka)
Jika hari Senin terjadi gap ke 4,620
→ Harapkan pergerakan tajam dan break palsu
→ Tunggu penerimaan / penyerapan sebelum bias long
Jika harga kehilangan 4,620 dengan bersih
→ Tarikan berikutnya = dukungan 4,410
Jika harga segera merebut kembali 4,900+
→ Gap kemungkinan menjadi perangkap → tertekan kembali ke rentang
Analisis Elliott Wave XAUUSD – 2 Februari 2026
Momentum
Momentum mingguan (W1)
Momentum mingguan mulai menunjukkan tanda-tanda awal pembalikan turun. Kita perlu menunggu penutupan candle minggu ini untuk mengonfirmasi pembalikan tersebut.
Jika momentum W1 dikonfirmasi berbalik turun, maka kemungkinan besar tren bearish akan berlanjut setidaknya selama beberapa minggu ke depan.
Momentum harian (D1)
Momentum D1 saat ini masih menurun dan sedang mendekati area oversold.
Dengan kondisi ini, terdapat kemungkinan tinggi bahwa dalam 1–2 hari ke depan akan terbentuk daily low, kemudian harga berpotensi rebound atau bergerak sideway setidaknya selama beberapa hari.
Momentum H4
Momentum H4 masih terkompresi di area oversold, dengan jumlah candle yang telah dihitung sebanyak 13 candle H4.
Hal ini menunjukkan bahwa harga kemungkinan besar sedang mendekati dasar H4, yang kemudian akan diikuti oleh rebound korektif atau pergerakan sideway selama beberapa candle H4.
Struktur Gelombang
Struktur gelombang mingguan (W1)
Dengan momentum mingguan yang sedang mencoba berbalik arah, kita perlu menunggu penutupan candle minggu ini untuk konfirmasi.
Jika harga menutup di bawah level 4282 (level pembalikan momentum bullish sebelumnya), maka hal ini akan mengonfirmasi terbentuknya puncak mingguan.
Dalam skenario tersebut, struktur W1 kemungkinan sedang membentuk pola (1)(2)(3)(4)(5) warna kuning, dan struktur 12345 warna biru juga bisa dianggap telah selesai.
Jika dikonfirmasi, pasar diperkirakan akan memasuki fase koreksi jangka menengah hingga panjang, yang dapat berlangsung setidaknya beberapa minggu.
Struktur gelombang harian (D1)
Penurunan saat ini pada D1 bersifat tajam dan curam, yang memperkuat kemungkinan bahwa puncak gelombang 5 warna biru telah terbentuk.
Berdasarkan pergerakan harga saat ini, terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa pasar sedang membentuk struktur penurunan 5 gelombang.
Dengan momentum D1 yang mendekati area oversold, pembalikan momentum sangat mungkin terjadi dalam 1–2 hari ke depan.
Karena struktur penurunan terlihat sebagai 5 gelombang, maka fase kenaikan berikutnya setelah momentum D1 berbalik naik kemungkinan besar akan berbentuk struktur korektif 3 gelombang. Kita akan terus memantau untuk konfirmasi lebih lanjut.
Struktur gelombang H4
Pada timeframe H4, saat ini saya sementara memberi label struktur 12345 warna merah.
Area harga saat ini di sekitar 4593 bertepatan dengan zona likuiditas pada Volume Profile, serta berkorelasi dengan persiapan pembalikan momentum H4.
Oleh karena itu, saya memperkirakan area ini akan menjadi zona pembalikan untuk gelombang 4 warna merah.
Dalam skenario ini, level 4956, yang merupakan Fibonacci 0.382 dari gelombang 3 warna merah, diproyeksikan sebagai target penyelesaian gelombang 4.
Setelah gelombang 4 selesai, harga diperkirakan akan kembali turun menuju area 4270–4593 untuk menyelesaikan struktur penurunan 5 gelombang, sebelum kemudian bertransisi ke tren naik baru dengan setidaknya struktur 3 gelombang.
Rencana Trading
Dalam kondisi saat ini, trader yang baru masuk pasar mungkin melihat pergerakan naik atau turun yang kuat sebagai peluang trading.
Namun, dari sudut pandang trader berpengalaman, ini bukanlah kondisi yang ideal untuk sering melakukan transaksi.
Volatilitas pasar sangat tinggi, dan harga dapat dengan mudah menyapu stop loss sebelum bergerak sesuai arah analisis.
Sebaliknya, masuk pasar dengan posisi yang tidak tepat atau tanpa stop loss sering kali harus dibayar mahal dengan kerugian pada akun trading.
👉 Fokus utama saat ini adalah observasi dan kesabaran, menunggu struktur harga dan konfirmasi momentum yang lebih jelas, daripada memaksakan entry di tengah volatilitas yang ekstrem.
USD/CHF Extrem Buy, Tunggu MHV Di Low BB By M NuzulAnalisa Time Frame 1-Hari: Harga Berpotensi Bentuk MHV
Jika diamati dari time frame 1-hari, harga pasangan mata uang USD/CHF sedang dalam tren turun. Hal ini diketahui dari Death Cross Mid BB dan EMA-50 sejak pertengahan Desember lalu. Posisi harga berada pada bagian bawah kedua garis tersebut sehingga menandakan kekuatan jangka pendek yang dikuasai Seller.
Dari sisi Setup, Momentum Sell berterusan tampak baru terbentuk beberapa pekan terakhir. Hal ini ditandai dengan penutupan pada bagian bawah Low BB. Momentum berakhir setelah harga dipaksa kembali ke dalam BB dan terbentuk Extrem Buy di Low BB. Extrem ini ditandai dengan MA-5 Low yang keluar dari Low BB, pembentukan Candlestick Reversal, dan Retest. Harga telah menyelesaikan sinyal Extrem ketika sampai pada MA-5 High. Dari posisinya saat ini, harga berpotensi melanjutkan penurunan ke Low BB. Upaya penurunan ini juga merupakan struktur Setup lanjutan pasca Extrem dalam proses MHV. Untuk itu, analisa kali ini akan fokus pada penurunan tersebut.
Dari sisi analisa Supply And Demand, zona Supply harian terdekat yang dapat mendukung analisa BBMA OA adalah 0.79000. Zona Supply tersebut merupakan zona Supply Fresh yang menjadi awal penurunan harga setelah konsolidasi selama beberapa bulan. Dari sini, harga berpotensi kembali melanjutkan penurunan atau bergerak ekstrim ke zona Supply yang telah ditandai.
Analisa Time Frame 4-Jam: Manfaatkan Penurunan Lanjutan, Zona Supply Menguatkan Himpitan EMA-50 Dan Top BB
Dilihat dari time frame 4-jam, USD/CHF sedang dalam tren turun. Hal ini digambarkan oleh Death Cross Mid BB dan EMA-50 yang baru terbentuk pertengahan Januari lalu. Posisi harga berada di antara kedua garis tersebut sehingga menggambarkan kekuatan jangka pendek dalam konsolidasi. Breakout ataupun Rejection pada salah satu sisi BB dapat mengonfirmasi awal pergerakan tren baru atau penerusan tren lama.
Dari sisi Setup, Momentum Buy baru saja terbentuk pada Jumat lalu setelah harga ditutup pada bagian atas Top BB. Kenaikan ini diawali dari ketidakmampuan harga meneruskan Momentum di Low BB. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa kenaikan harga tidak memberikan unsur perubahan arah; tidak ada Extrem dan CSAK yang terbentuk saat harga berbalik arah pekan lalu. Peluang dari time frame 1-hari akan valid jika harga membentuk Extrem Sell di Top BB. Diperkirakan, harga akan mengalami kenaikan lanjutan ke EMA-50 sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Dari sisi analisa Supply And Demand, peluang penurunan lanjutan didukung dengan adanya zona Supply Fresh di EMA-50. Zona ini terbentuk ketika harga mengalami penurunan kuat dan membentuk Momentum Sell berterusan di Low BB. Zona Supply di sekitar 0.77500 tersebut akan menjadi Key Level untuk menentukan Entry, Stop Loss, serta perhitungan target Profit.
Saran Pembukaan Posisi
Sinyal: Sell
Entry: 0.77650
Stop Loss: 0.78000
Take Profit: 0.76600
Perkiraan Waktu Trading: 2-3 Hari.
DISCLAIMER ON:
Dalam analisa ini, segala keuntungan dan kerugian menjadi bagian dari risiko trading pribadi. Saya sebagai penulis tidak berhak menerima sedikitpun profit dari Anda maupun bertanggung jawab atas loss yang terjadi. Untuk itu, disarankan selalu menggunakan perhitungan Money Management yang baik dan ketat.
Skenario apa saja yang mungkin terjadi pada harga emas pada tang📈 1️⃣ Garis Tren (Trendline)
Tren jangka panjang sebelumnya adalah NAIK (BULLISH), didukung oleh garis tren naik yang jelas.
Saat ini harga telah menembus ke bawah garis tren naik, yang menunjukkan bahwa struktur bullish mulai melemah.
Garis tren sebelumnya kini berperan sebagai resisten dinamis saat harga melakukan pullback dan retest.
➡️ Kondisi saat ini: koreksi turun setelah kehilangan garis tren utama
🟥 2️⃣ Zona Resisten (Resistance)
Resisten terdekat: 4,835
Area breakout sebelumnya → kini menjadi resisten
Sejalan dengan zona penolakan harga kuat terbaru
Resisten utama: 5,000 – 5,103
Zona akumulasi sebelum penurunan tajam
Dekat EMA jangka menengah + garis tren yang telah ditembus
Jika harga naik kembali ke area ini → tekanan jual diperkirakan tinggi
➡️ Pullback ke zona ini lebih berpotensi menjadi peluang jual, bukan sinyal pembalikan naik.
🟩 3️⃣ Zona Support
Support utama: 4,590
Titik terendah terbaru setelah penurunan kuat
Area yang sebelumnya menunjukkan reaksi beli
Jika level ini ditembus:
Harga berpotensi melanjutkan penurunan ke gelombang bearish baru
Tren turun jangka pendek akan terkonfirmasi lebih kuat
📌 Rencana Trading
JUAL EMAS: 5,000 – 5,002
Stop Loss: 5,015
Take Profit: 200 – 500 – Open
JUAL EMAS: 5,105 – 5,107
Stop Loss: 5,117
Take Profit: 200 – 500 – Open
Emas bertemu dengan ritme UPPER MINGGU DEPANHarga mengalami penyesuaian tajam setelah kenaikan tajam dan kini telah mencapai zona permintaan penting
Struktur utama masih dalam tren naik, penurunan baru-baru ini merupakan kemunduran teknis
Harga mempertahankan zona support + bereaksi dengan baik → Prioritas diberikan untuk BELI sesuai dengan tren utama
Skenario teknis:
Akumulasi – menciptakan titik terendah jangka pendek di area permintaan
Kemudian secara bertahap pulih, menuju ke atas untuk menguji ulang area awan/resistensi Ichimoku di atas
Tren jangka menengah: Kelanjutan bullish
Konsolidasi makro akhir pekan:
Ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pelonggaran kebijakan pada tahun 2026 masih mendukung Emas
USD menunjukkan tanda-tanda melambat setelah serangkaian kenaikan
Ketidakstabilan geopolitik & kebutuhan perlindungan tetap menjadi hal mendasar bagi XAUUSD
Kerusakan Struktural BTC, Risiko MeningkatBTC menyelesaikan pola distribusi (bulat atas) dan menembus tajam di bawah garis tren naik, mengkonfirmasi pembalikan struktural jangka pendek dan menengah. Pemulihan saat ini hanyalah kemunduran teknis (B) di zona pasokan lama, tidak cukup kekuatan untuk mendapatkan kembali struktur yang hilang.
Harga ditutup di bawah awan Kijun & Ichimoku, menunjukkan bahwa penjual terus mengontrol. Skenario prioritas adalah sideway lemah → rincian lebih lanjut, menyelesaikan perluasan fase (C).
Makroekonomi mendukung tren TURUN
USD menguat, likuiditas global masih ketat.
The Fed mempertahankan sikapnya yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga memberikan tekanan pada aset-aset berisiko.
Aliran Cryptocurrency melemah, selera risiko menurun secara signifikan setelah periode distribusi puncak.
Skenario utama
Pemulihan yang lemah di zona pasokan → jual sesuai tren
Arahkan ke zona permintaan yang lebih rendah.
XAUUSD - Scalper M15 : Area Ideal Buy Emas Long-Term?XAUUSD / Emas saat ini berada pada posisi 4895 (Saat tulisan dibuat).
Dari H1 sudah menunjukkan Breakout, sehingga saya mengambil Posisi Buy :
- Area : 4670 - 4895
- Target awal : 5230
- Target jauh : 2519.
PENTING!!
MM (Money Management) yang saya gunakan pada setiap Setup adalah sebagai berikut :
- Dengan Modal 500 USD - 1500 USD : Pair GBPUSD (GU) dan EURUSD (EU) dengan maksimal 2 Entri untuk tiap pair, masing-masing 0,01 Lot
- Modal 1501 - 5000 USD : Pair GU, EU, XAUUSD (XU), ETHUSD (ETH) dengan maksimal 3 Entri untuk tiap pair, GU-EU masing-masing 0,03 Lot, XU 0,01 Lot, ETH 0,1 Lot
- Modal >5000 USD : Pair GU, EU, XU, ETH dan BTC dengan maksimal 5 Entri untuk tiap pair, GU-EU masing-masing 0,05 Lot, XU 0,02 Lot, ETH 0,2 Lot dan BTC 0,01 Lot.
Ini bukan saran entri, hanya analisa pribadi berdasarkan pola tehnikal, pastikan entri anda berdasarkan pada analisa sesuai gaya trading anda.
Semoga bermanfaat. Salam Profit.
Distribusi Puncak Emas, kerusakan yang berkepanjanganEmas tidak dapat mempertahankan puncaknya, struktur harga membentuk model distribusi/bulat atas, menunjukkan melemahnya daya beli secara jelas. Harga saat ini menembus di bawah support jangka pendek dan ditutup di bawah Kijun, memperingatkan bahwa tren naik telah kehilangan kendali.
Secara teknis, harga berada dalam posisi sideways yang lemah di zona pasokan, awan Ichimoku di depan datar dan menurun → kemungkinan menembus bagian bawah zona akumulasi dan memperpanjang rentang ke bawah adalah tinggi.
Makroekonomi mendukung skenario TURUN
USD mempertahankan kekuatan karena Fed terus berhati-hati dengan pelonggaran kebijakan.
Tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik emas (aset non-yielding).
Psikologi pasar cenderung ke arah selektif risk-off, arus kas tidak lagi mengutamakan perlindungan pada emas seperti periode sebelumnya.
Skenario utama
Harga secara teknis dapat pulih ke zona penawaran, kemudian menembus ke support di bawahnya, menuju zona permintaan yang lebih rendah.
👉 Saat Emas kehilangan momentum, gravitasi mengambil alih.
BNB Trading Idea1. Analisis Struktur Harga (Price Action)
Zona Transisi: Harga saat ini berada di level $846,61, dimana merupakan bagian dari Demand Area.
Struktur Pasar: Terlihat adanya Change of Character (CHoCH) bearish baru-baru ini di sekitar level $880, yang menunjukkan momentum kenaikan jangka pendek mulai kehilangan tenaga.
Key Levels:
Resistance Utama: $921,18 (Level BOS terakhir dan area Equal Highs).
Support Kuat: Area $826,48 (batas bawah zona suplai saat ini) dan level Strong Low di bawahnya.
2. Indikator dan Konfluensi
Volume: Volume transaksi terlihat cukup stabil, namun belum ada lonjakan beli yang signifikan untuk menembus ke atas Demand area.
Korelasi DXY: Indeks Dolar (DXY) berada di 96,646 dan sedang menunjukkan tren menurun. Area ini menjadi area yang menunjukan BNB untuk rebound, namun harga harus mampu bertahan di atas level $826 terlebih dahulu.
3. Trading Plan
Skenario A: Buy on Retest (Bullish Continuation)
Skenario ini diambil jika harga berhasil menembus ke atas zona biru dan menjadikannya pijakan (support) baru.
Entry: $850 - $860 (Tunggu konfirmasi harga closing di atas zona biru).
Stop Loss (SL): $815 (Di bawah level psikologis $826).
Take Profit (TP):
TP 1: $921 (Target resistance terdekat).
TP 2: $980 - $1.000 (Area resistance psikologis di zona merah atas).
Skenario B: Sell on Rejection (Bearish Retest)
Gunakan skenario ini jika harga gagal menembus zona biru dan membentuk candle pembalikan (seperti shooting star atau bearish engulfing).
Entry: $840 - $846.
Stop Loss (SL): $875 (Di atas swing high lokal terakhir).
Take Profit (TP):
TP 1: $800 (Support psikologis).
TP 2: $780 (Area Strong Low sebelumnya).
Ethereum Trading Plan1. Analisis Struktur Harga (Price Action)
Tren Jangka Menengah: Grafik menunjukkan struktur yang sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus area Weak High di kisaran $3.327 - $3.400.
Posisi Saat Ini: Harga berada di $2.736, tepat di dalam Demand Area (Kotak Merah). Ini adalah zona krusial di mana secara historis pembeli (bulls) cenderung melakukan akumulasi.
Level Konfirmasi: Terlihat adanya Change of Character (CHoCH) di area $3.000-an yang menunjukkan transisi tren dari bullish ke bearish jangka pendek karena harga kini berada di bawah garis fibbonaci (0,5) di $3.036.
2. Indikator Pendukung
Volume: Terdapat lonjakan volume merah pada penurunan terakhir, menandakan tekanan jual yang cukup kuat. Namun, karena harga sudah masuk ke zona demand, kita perlu menunggu rejection berupa doji atau bullish engulfing.
DXY (Dollar Index): Di panel bawah, DXY berada di angka 96,62 dan sedang dalam tren menurun. Secara teori, pelemahan DXY seringkali menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti Ethereum. Ini memberikan nafas optimisme untuk potensi reversal.
3. Trading Plan
Skenario A: Buy on Demand (High Risk/High Reward)
Gunakan skenario ini jika Anda melihat tanda-tanda pembalikan di zona merah saat ini.
Entry: $2.696 - $2.736 (Area Demand).
Stop Loss (SL): Di bawah $2.626 - 2.600. Jika close candle daily di bawah level ini. maka akan membatalkan skenario bullish.
Take Profit (TP):
TP 1: $3.036 (Fibbonaci 0,5).
TP 2: $3.327 (BOS / Resistance sebelumnya).
Skenario B: Wait for Confirmation (Conservative)
Tunggu harga kembali masuk ke zona aman di atas level psikologis.
Entry: Tunggu harga menembus dan bertahan di atas $2.800 kembali.
Target: Menguji kembali area $3.100 - $3.300.
Kesimpulan & Catatan
Ethereum saat ini sedang testing Demand Area. Jika level $2.626 (Strong Low) jebol, ada risiko harga meluncur ke area support yang lebih rendah (kisaran $2.400 - $2.500). Namun, dengan DXY yang melemah, peluang untuk technical rebound cukup terbuka lebar.
Catatan Penting: Pastikan Anda menggunakan manajemen risiko yang ketat (maksimal 3% - 5% risiko per trade) karena volatilitas kripto di awal tahun 2026 ini terpantau cukup tinggi.






















