BBRI
ihsg turun, lalu melanjutkan kenaikanSetelah berhasil menembus level athnya akhir minggu ini composite harus melakukan penurunan sehat ke area 6731 - 6754.
Retracement ini adalah penurunan sehat selama ihsg tidak keasikan turun ke level di bawah 6731/ tidak kembali ke kandang singa di area konsolidasi sebelum.
saham2 yang seperti bbca dan banking bumn lainnya sepertinya menarik untuk tambah porsinya mengingat ada penurunan sementara.
lalu saham komoditas juga sepertinya masih akan membantu mendorong ihsg.
postingan ini hny bersifat ide teknikal dasar, dan merima disclaimer, bukan saran maupun ajakan untuk buy, hold ataupun sell.
BBRI, IDX (1st Week, Feb 2022)BBRI mengalami downtrend sejak bulan Oktober 2021. Dapat dilihat pergerakan harganya mengikuti channel line seperti di gambar. Akan tetapi, pada tanggal 3 Januari 2022 harga berhasil mengalami upward breakout menembus upper resistance line. Setelah itu, harga juga mengalami retest pada trendline sebelumnya dan berhasil rebound. Pada indikator ichimoku cloud, garis chinkou terlihat telah crossing dengan garis tenkan dan garis kijun serta telah melewati harga 26 hari yang lalu, menandakan mulai terbentuknya momentum kenaikan harga. Dapat dilihat juga bahwa harga pada tanggal 4 Februari sedang berada di dalam kumo(Cloud) yang cukup tipis. Sehingga breakout melewati upper span dari kumo tersebut lebih cenderung terjadi. Indikator MACD juga mengalami crossing antara signal line dan indicator line yang menandakan mulainya momentum naik dari pergerakan harga.
Aksi Long dapat dilakukan pada BBRI. Apabila profil risiko anda cukup tinggi, maka pembelian di market price(4210) dapat dilakukan dengan take profit di area resistance(4450) dan stoploss di bawah support(4100). Kegiatan beli yang lebih konservatif juga dapat dilakukan di support yaitu di area 4120 dengan stoploss 3% dan take profit pertama di 4260 dan take profit kedua di 4450 serta memasang trailing stop di harga entry setelah level take profit terkena.
DISCLAIMER ON
Analist : Glen '21
Editor : Mico '20
BBNI, IDX (4th Week, Jan 2022)Selama periode Oktober 2021 - Januari 2022 BBNI bergerak dalam pattern bullish falling wedge dan berhasil break resist patternnya untuk melanjutkan trend bullish di harga 6775. Hingga saat ini BBNI sudah hamper berhasil mencapai target profit pertama dari pattern bullish falling wedge tersebut di 7550. Sehingga saat ini, BBNI akan mencoba break resist di 7550. Dari indikator stochasticnya juga menandakan oversold. Untuk saat ini lebih baik untuk wait and see. Sehingga jika berhasil break maka akan disarankan buy ketika retest di area support atau resist sebelumnya di 7550. Karena akan melanjutkan trend bullish ke area target profit 1 di 7925 dan target profit 2 di 8625. Jika tidak berhasil tembus resist maka disarankan untuk jual dan menunggu pada support di harga 7250 atau 6775 dan memaksimalkan potensi sideways yang kemungkinan akan terbentuk.
Buy Area : 7500-7650 (Retest Break Resist)
Target Profit 1 : 7925
Target Profit 2 : 8625
DISCLAIMER ON
Analist : Dastin '21
Editor : Mico '20
BBRI Membentuk Pola Falling Wedge..BBRI Pada Time Frame Daily membentuk Pola Reversal yg dikenal dengan Nama Pola Falling Wedge Pattern.. yaitu salah satu Pola Reversal pembalikkan arah.. yg apabila dia berhasil Sukses Fully BreakOut dari Trenline yg terbentuk.. makan akan ada potential yg membawa harga BBRI sampai ke Level Fibbonaci Retrecmen Golden Rasio 1,618 Untuk Price Target 1.. dan di Level 2,168 Untuk Price Target ke 2.. Semoga dari analisis ini bisa membantuk teman² sekalian untuk menambah informasi dari analisis teman² sekalian.. #DYOR
SAHAM BBRI POTENSIAL BUY AREA ! DOUBLE BOTTOM PATTERNSAHAM BBRI merupakan salah satu saham Bluechip sektor perbankan yang mampu menggerakan IHSG, saham BBRI memiliki korelasi yang cukup mirip dengan pergerakan IHSG
ANALISIS SAHAM BBRI :
Terlihat pada chart SAHAM BBRI membentuk suatu pola "Descending Broadening Wadge Patter" dimana pola ini merupakan pola reversal atau pola pembalikan arah, dan didalam pattern ini BBRI juga membentuk suatu pola Double Bottom yang juga merupakan pola reversal yang terbentuk pada akhir wave (5) minor / End of c , BBRI semenjak januari 2021 mengalami koreksi yang cukup besar, dan kini SAHAM BBRI mulai ngemalami Penguatan dmn bottom atau harga terendah yang terbentuk ada lah 3700 dan harga tersebut clear menutup GAP yang terbentuk. kini saham BBRI BERPOTENSI masuk dalam fase akhir Corrective wave 4 dan akan menuju Impulsif Wave 5.
perlu di perhatikan area-area penting pada saham BBRI :
Buy on weakness area : 3700 - 3770
Buy on Breakout area :3850 - 3950
Stop loss : 3580
Target Profit 1 : 4250 - 4370 (Supply area)
Target Profit 2 : 4730 - 4850 (Strong Resisten)
Target Profit 3 : 5610 - 5700
INVESTASI di pasar modal (SAHAM) memiliki Resiko yang tinggi, selalu Ketahui Profile Resiko anda dan jgn pernah berspekulasi serta selalu gunakan uang nganggur (uang dingin) dalam berinvestasi !
BBRI potensi technical rebound#BBRI: Speculative BUY range entry terdekat 3720-3770, dengan R1 3800-3840, R2 3910 dan R3 3970. Hati-hati jika BBRI belum mampu break dan bertahan di atas MA20 dan R1 3800-3840, masih rawan koreksi kembali. Support dan stop loss terdekat jika break bawah 3700.
Disclaimer On
BBRI, IDX (3rd Week, Jul 2021)Saham BBRI telah menembus resistance pada 3850 dan meninggalkan trend line sejak 15 Juli. Candlestick terakhir pun berada di atas garis MA 20 yang menunjukkan kemungkinan BBRI akan mengalami up trend. Hal ini didukung garis MACD yang mengalami konvergen ke atas dan garis RSI yang menuju angka 50. Selain itu, garis ADX berada di atas 20, bahkan mendekati angka 40, yang menandakan bahwa momentumnya kuat.
Kesimpulannya, BBRI diprediksi akan mengalami up trend. Direkomendasikan buy di kisaran harga 3900 dan hold sampai candlestick menembus MA 20.
BBRI potensi tutup gap dan rebound #BBRI potensi Speculative BUY range entry 3690-3770, dengan R1 3800-3870, R2 3900-3940 dan R3 4000-4060. Hati-hati jika BBRI belum mampu break dan bertahan di atas MA20 dan R2 3940, masih rawan koreksi kembali. Support dan stop loss terdekat jika break bawah 3690.
Disclaimer On






















