Outlook IHSG - Potential Rebound setelah Crash *NFA1. Pola Pergerakan Harga (Price Action)
• Fase Konsolidasi: Setelah jatuh drastis pada akhir Januari, harga membentuk pola Ascending Triangle (segitiga menanjak) yang ditandai dengan garis putih yang menyempit. Ini menunjukkan adanya tekanan beli yang perlahan mulai mengimbangi tekanan jual.
• Trendline: Harga saat ini sedang menguji garis tren atas (resistance). Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level 8.150 - 8.200, maka potensi penguatan lebih lanjut sangat terbuka.
2. Target Area: Fair Value Gap (FVG)
• Magnet Harga: Kotak biru bertuliskan FVG di area 8.542 hingga 8.764 adalah "area kosong" yang ditinggalkan saat harga jatuh dengan sangat cepat.
• Secara teknikal, pasar cenderung memiliki sifat untuk kembali "mengisi" atau menutup celah (gap) tersebut. Garis panah putih pada grafikmu mengindikasikan proyeksi pergerakan menuju area likuiditas ini.
3. Analisis Indikator
• MACD (Moving Average Convergence Divergence): * Terlihat adanya Golden Cross (garis biru memotong garis oranye ke atas) di area negatif yang cukup dalam.
• Histogram mulai berubah menjadi hijau, menandakan momentum bearish mulai habis dan berganti menjadi momentum bullish.
• Supertrend: Garis Supertrend mulai mendekati harga. Jika harga mampu breakout ke atas garis ini, indikator akan berubah warna (biasanya ke hijau) sebagai sinyal konfirmasi tren naik baru.
Kesimpulan & Skenario
Grafik ini menunjukkan pandangan yang cukup optimis (Bullish Bias) dalam jangka pendek hingga menengah.
Catatan: Perlu diperhatikan volume transaksi saat terjadi breakout. Jika kenaikan harga diikuti dengan volume yang besar, maka peluang menuju area FVG akan semakin kuat.
Apa pendapat para trader
JCI📉 MARKET RECAP IHSG / IDX / JCI
Market saat ini masih cenderung bearish setelah rejection area atas.
🔎 Zona penting
- Cluster Fibo + Golden Ratio + round number psikologis 9.000 – 9.100 → resistance ATH kuat
- Bearish Divergence terkonfirmasi
- Vibration date: 16 – 19 Januari
- Moon phase: New Moon 19 Jan (biasanya area potensi reversal)
---
📊 Skenario Market
Reason 1 (Base Case)
Harga berpotensi retrace naik menutup GAP
8.596 – 8.837
(QM + konfirmasi Bearish Engulfing Monthly)
Setelah itu kemungkinan lanjut turun menuju
🎯 Support 7.235
Reason 2 (Bullish Invalidasi)
Jika harga body break Order Block Resistance + Supply 9.150
➡️ Potensi besar lanjut buat ATH baru ±10.500
---
⚠️ Disclaimer ON
Analisa probabilitas, bukan kepastian.
Selalu gunakan risk management & DYOR.
Penutupan yang Banyak ArtiIndex ditutup dengan angka yang masih mengecewakan (menurut saya).
Mencoba menyederhanakan tarikan garis hanya dengan 2 garis trendline dan 2 garis fibo.
Dari hasil tarikan tersebut, terlihat penutupan MOnthly belum terkonfirmasi apapun. Cenderung bearish malah.
Butuh retest area support lagi.
Angka kritikal pertama sekitaran di angka 7894.
Angka kritikal kedua adalah 7378.
Ga terlalu panjang analisa saat ini. Kesimpulan saat ini masih bearish dan posisi memantau dan siaga lepas. Peluang untuk koreksi hingga area fibo keramat terbuka cukup lebar.
Tidak membahas fundamental, hanya sebatas teknikal.
Bukan financial advice apalagi ajakan untuk melakukan transaksi jual beli.
Trade with your own decision.
DYOR
IHSG Rebound, Kemana Arah Selanjutnya?IHSG setelah turun tajam, saat ini kembali mengalami technical rebound setelah penurunannya tertahan area swing low kuatnya di area 7615 (box merah). Bagaimana peluang IHSG kedepannya?
Selama IHSG mampu bertahan di atas swing low kuatnya (box merah), masih ada potensi bagi IHSG untuk bergerak rebound dengan target kenaikan kembali ke area swing high 8523 hingga area gap di 8868.
Melihat trend IHSG saat ini yang sedang cenderung sideways, tentunya ini menjadi momentum bagi Anda yang ingin mendapatkan #SatuMingguProfit. Ikuti perkembangan saham-sahamnya menggunakan indikator Profit Trader Module ya.
Disclaimer ON
#SahamJagoan #SatuMingguProfit
RENUNGAN MASADEPAN IHSGThis too shall pass — semua ini akan berlalu.
Selamat malam teman-teman di IDX:COMPOSITE $IHSG
Dua hari terakhir terasa sangat MENEGANGKAN, namun juga menjadi hari yang PENTING bagi kita semua. Bukan hanya karena kita berhasil melewatinya, tetapi karena di momen seperti inilah kita belajar arti TABAH.
Tabah menerima realita bahwa apa pun yang sedang terjadi hari ini, baik maupun buruk, tidak akan berlangsung selamanya. Semua ini akan BERLALU. Karena itu, kita perlu selalu siap dan legowo menghadapi setiap fase pasar.
Saat market sedang bullish dan saham kita naik signifikan, jangan sampai kita menjadi SOMBONG dan TINGGI HATI. Hari cerah tidak pernah abadi; akan ada masanya hari buruk datang.
Sebaliknya, saat market crash atau berada di fase bearish dan portofolio terasa hancur lebur, jangan larut dalam STRES dan KESEDIHAN. Hari gelap pun tidak selamanya; akan ada waktunya hari baik kembali menyapa.
Di sinilah kita belajar menghadapi setiap hari dengan SENYUMAN dan RASIONALITAS. Karena pada akhirnya, kita hanya bisa mengontrol apa yang memang berada dalam kendali kita.
⸻
Saya percaya bahwa matahari terbit itu indah.
Namun saya juga percaya, matahari terbenam pun tak kalah indahnya.
Ini adalah pengingat—untuk saya, dan untuk kita semua—agar terus belajar dan terus bertumbuh.
Audentes Fortuna Iuvat
SCVarelJoanK
Menebak Pembalikan Arah IHSG
IHSG terhempas sangat dalam beberapa hari belakangan. Hari ini ada upaya pembalikan arah IHSG mengingat posisinya berada di golden ratio fibonachi. Ini menunjukkan harga-harga saham sudah dianggap sangat murah sehingga sejumlah trader memutuskan melakukan spekulasi pembelian.
Paling aman menunggu IHSG mendekati support kuatnya di harga 6800. Namun hari ini beberapa saham potensial bisa dicicil, untuk mengantisipasi pembalikan arah IHSG di area golden ratio fibo.
Outlook IHSG - Setelah Pembekuan MSCI saham Indonesia *NFA1. Kondisi Harga Saat Ini (Current Price Action)
• Sentimen Bearish Kuat: Terjadi penurunan signifikan sebesar -7,04% dalam satu minggu. Candle terakhir menunjukkan Marubozu bearish yang sangat panjang, menandakan tekanan jual yang sangat dominan.
• Penolakan di Supply Zone: Harga gagal menembus area Supply Zone di kisaran 8.858 - 9.173 (Fibonacci 1.382 - 1.5). Ini merupakan area jenuh beli di mana para investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).
2. Struktur Pasar & Area Penting
• FVG (Fair Value Gap): Terdapat celah harga (gap) yang ditinggalkan oleh penurunan tajam tersebut. Biasanya, harga memiliki kecenderungan untuk kembali (retrace) ke area FVG ini di masa depan untuk "menyeimbangkan" pesanan sebelum melanjutkan pergerakannya.
• Potential Retest Area (7.586 - 7.867): Ini adalah target penurunan terdekat. Secara teknikal, ini adalah area resistance-become-support. Jika IHSG mampu bertahan di area ini, maka struktur bullish jangka panjang masih terjaga.
• Extreme Order Block (5.800 - 6.200): Ini adalah benteng pertahanan terakhir jika terjadi krisis besar atau market crash. Area ini merupakan titik awal akumulasi besar pada periode sebelumnya.
3. Analisis Indikator
• Supertrend (10, 3): Nilai Supertrend berada di 8.245. Harga saat ini (8.320) berada sangat dekat dengan garis ini. Jika harga ditutup di bawah 8.245 pada akhir pekan, maka sinyal Supertrend akan berubah dari hijau (bullish) menjadi merah (bearish).
• Trendline: Garis tren putih menunjukkan bahwa IHSG sebelumnya telah keluar dari fase konsolidasi panjang. Penurunan saat ini bisa dianggap sebagai fase throwback atau retesting terhadap struktur yang telah ditembus.
Kesimpulan & Outlook
IHSG sedang mengalami koreksi tajam yang agresif setelah mencapai puncaknya di atas level 9.000.
Saran Strategis:
Melihat volatilitas yang sangat tinggi (penurunan 7% seminggu untuk indeks adalah angka yang sangat besar), sebaiknya hindari melakukan Buy on Weakness secara agresif sebelum ada tanda-tanda konsolidasi atau reversal di area 7.500 - 7.800.
Outlook IHSG akhir tahun 2025 📊 Interpretasi Chart IHSG (Mingguan )
Berdasarkan komponen visual dan indikator pada grafik:
1. Aksi Harga dan Struktur Pasar
• Pola Utama: Grafik menunjukkan bahwa harga IHSG telah keluar (breakout) dari sebuah pola koreksi/konsolidasi yang tampak seperti pola falling wedge atau descending triangle (ditandai dengan garis tren putih menurun). Breakout ini terjadi sekitar pertengahan tahun 2025.
• Arah Tren: Setelah breakout, tren harga menjadi sangat bullish (naik), menunjukkan momentum pembelian yang kuat. Harga saat ini berada di sekitar level 8.577,6370.
• Zona Kunci:
• Supply Zone: Zona penawaran/resistensi saat ini berada di atas harga berjalan. Ini adalah area 8.858 hingga 8.500 (perkiraan berdasarkan label rasio Fibonacci 1.382). Harga saat ini berada tepat di batas bawah zona ini.
• Potential Retest Area: Zona dukungan potensial untuk retest (pengujian ulang) setelah kenaikan kuat, berpusat di sekitar 7.467 hingga 7.893.
• Extreem Order Block: Zona dukungan jangka panjang yang kuat, berpusat di sekitar level 6.050 hingga 6.500.
2. Indikator dan Level
• SuperTrend (10, 3): Indikator ini menunjukkan bahwa tren saat ini adalah Naik (Bullish), karena harga berada di atas garis SuperTrend.
• Level Fibonacci/Rasio:
• Rasional Target (1.236): Tampaknya level ini (sekitar 8.483) sudah dicapai.
• 1.382 (8.858,2201): Ini adalah target ekstensi Fibonacci berikutnya yang belum sepenuhnya disentuh. Zona ini bertepatan dengan Supply Zone.
• MACD (close, 12, 26, 9):
• Garis MACD (biru) berada di atas garis Sinyal (oranye), menunjukkan momentum bullish yang kuat.
• Bar histogram MACD berada di atas garis nol dan terus meningkat, menegaskan momentum kenaikan.
• Namun, perlu diperhatikan potensi divergensi (garis MACD mulai melengkung datar/turun sementara harga terus naik), yang bisa menandakan kelemahan momentum, meskipun saat ini momentum masih kuat.
📈 Analisis dan Proyeksi
1. Analisis Jangka Pendek (Mingguan)
• Skenario Bullish (Naik): Selama IHSG dapat bertahan di atas level psikologis (misalnya 8.500) dan berhasil menembus Supply Zone saat ini (di atas 8.858), target kenaikan berikutnya akan berada lebih tinggi, mungkin menuju ekstensi Fibonacci yang lebih jauh.
• Skenario Bearish (Turun): Karena harga sudah berada di zona Supply yang signifikan dan telah mengalami kenaikan yang sangat curam, ada risiko tinggi terjadinya koreksi harga (penarikan kembali) atau konsolidasi.
• Jika harga gagal menembus Supply Zone, IHSG kemungkinan akan mundur ke Potential Retest Area (7.467 hingga 7.893) untuk menguji kembali area breakout sebelumnya sebagai support.
2. Analisis Jangka Panjang
• Breakout dari pola falling wedge yang besar adalah sinyal bullish yang kuat secara struktural. Ini menunjukkan bahwa tren naik jangka panjang telah kembali setelah periode konsolidasi/koreksi.
• Selama harga tetap di atas Extreem Order Block (6.050 hingga 6.500), prospek jangka panjang IHSG tetap positif.
Kesimpulan dan Peringatan
1. IHSG berada dalam tren naik yang kuat setelah berhasil keluar dari pola koreksi yang besar.
2. Koreksi mungkin akan segera terjadi karena harga telah mencapai Supply Zone dan level ekstensi Fibonacci yang signifikan (1.382).
3. Investor/pedagang harus waspada terhadap potensi penurunan menuju Potential Retest Area sebagai peluang beli (jika support berhasil dipertahankan) atau sebagai sinyal untuk mengamankan keuntungan.
Siap-Siap IHSG Otw >9000?Sesuai dengan ulasan IHSG sebelumnya: IHSG Berhasil ke 8000, Kemana Peluang Selanjutnya? ' indeks kita masih terus bergerak naik dan kenaikannya berhasil mencapai target major kami di 8617.
Tetunya ini adalah kenaikan tertinggi bagi IHSG, karena IHSG terus mencetak all time high baru-nya. Lalu kemana peluang IHSG selanjutnya?
Well, 8617 merupakan area resisten kuat bagi IHSG saat ini. Tapi, IHSG akan makin menarik kalau area 8617 ini berhasil ditembus dan bertahan di atasnya, ada ruang untuk bergerak naik lebih tinggi lagi menuju 9425. Melampaui target dari Menteri Keuangan kita yaa hehe
So, apakah kamu siap IHSG bisa ke >9000? Pastikan jangan salah pilih saham ya, biar portfolio kamu bisa lebih bertumbuh secara maksimal. Pantau saham-saham pilihan kamu selalu menggunakan indikator Profit Trader Module di Tradingview Anda.
SRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai SeasoanlitySRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai Seasoanlity-nya
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251031
Berdasarkan Seasonality sejak 10 tahun terakhir, sepanjang Oktober, IDX:COMPOSITE cenderung positif (8 dari 10 kali) dengan Average Monthly Return sebesar +1.57%.
Di bulan Oktober 2025, IHSG naik 1.28% dari akhir September 2025. Cukup bagus lah ya.
Memasuki November Rain (Guns N' Roses), secara Seasonality, IHSG cenderung turun (7 dari 10 kali) namun Average Monthly Return-nya somehow masih positif 0.14%. Kami sih melihatnya akan cenderung negatif namun jikalau positif maka Return di bulan November cenderung tinggi (3.8% - 9.44%).
Kami melihat November sebagai Time To Buy untuk Sell sebelum akhir tahun. Semoga bisa Buy on Weakness di mid atau akhir November 2025.
Well, Halloween this year should be interesting.
Let's see Santa in December 2025.
IHSG Berhasil ke 8000, Kemana Peluang Selanjutnya?Sesuai dengan ulasan sebelumnya: 'HUT RI ke 80, Akankah IHSG Mampu ke 8000?' IHSG berhasil melampaui area 8000 dan saat ini sedang berkonsolidasi di atasnya. Bagaimana peluang IHSG kedepan? Selama IHSG mampu bertahan di atas area 8000, IHSG masih ada potensi untuk melanjutkan tren kenaikan yang lebih tinggi menuju 8617.
Jadi, kami melihat tren IHSG masih positif at least hingga akhir tahun. Pastikan ikuti perkembangan teknikal saham-saham kamu di Profit Trader Module ya.
Disclaimer ON
#SahamJagoan #DisimpanMakinCuan #SatuMingguProfit
Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025
Saham - saham yang menarik perhatian kami menjelang kemungkinan Trump 3.0
Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:CPIN dan IDX:INKP
Soon (Buy signal dari Parabolic SAR) : IDX:INCO dan IDX:ANTM
Weekly Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:ADMR dan IDX:ULTJ
Breakout SMA 60 : IDX:ERAL
Kami suka dengan INKP dan perkirakan INCO akan segera mendapat sinyal Buy.
Perlu waspada False Signal pada CPIN.
ADMR sepertinya dapat Buy on Weakness mendekati SMA60-nya.
ULTJ terlihat sudah Bottom dan tampaknya mulai bersiap untuk naik (setidaknya mendekati SMA60-nya).
ERAL telah Breakout SMA60. Ada harapan namun kami akan wait and see.
Berikut katalis positif masing - masing saham menurut A.R.I.S :
CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk): Menjadi salah satu saham pilihan utama karena diuntungkan oleh program bantuan pemerintah untuk konsumen berpenghasilan rendah. Selain itu, saham ini dianggap undervalued dengan potensi pertumbuhan di tahun 2025.
INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk): Dianggap sebagai saham yang undervalued dan memiliki peluang untuk bertumbuh di tahun 2025.
INCO (Vale Indonesia Tbk): Terlihat adanya peningkatan porsi kepemilikan oleh reksa dana domestik, yang mengindikasikan sentimen positif dari investor institusional lokal.
ANTM (Aneka Tambang Tbk): Dipilih sebagai salah satu saham prospektif untuk tahun 2025 karena valuasinya yang menarik dan potensi pertumbuhannya. Kenaikan harga emas global juga menjadi katalis positif yang kuat.
ADMR (Adaro Minerals Indonesia Tbk): Laporan terbaru mengindikasikan adanya peningkatan produksi dan penjualan yang akan mendukung kinerja perusahaan ke depan.
ULTJ (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk): Prospek positif didukung oleh pemulihan konsumsi domestik yang diperkirakan akan menguat, terutama menjelang akhir tahun didukung oleh berbagai stimulus fiskal dari pemerintah.
Dampak Kebijakan Menkeu Pak Purbaya Yudhi SadewaDampak Kebijakan Menkeu Pak Purbaya Yudhi Sadewa
Efek Samping Pro-Growth Policy
Sejak diumumkan dan (langsung) dilantik pada 8 September 2025, IDX:COMPOSITE naik 6.5% dengan harapan ekonomi Indonesia tumbuh tinggi (6% dalam waktu dekat dan 8% dalam 2-3 tahun lagi). Pak Purbaya tampaknya lebih Pro-Growth sehingga kebijakan Fiskal-nya cenderung agresif dan ekspansif.
Namun kebijakan Pro-Growth memiliki efek samping yaitu volatilitas pada Rupiah dan Obligasi.
Sejak dilantik, FX_IDC:USDIDR melemah 2% hampir mendekati Rp16,800/USD sebelum kembali turun ke Rp16,500an. Namun penguatan Rupiah saat ini terindikasi sebagai Throwback pada chart USDIDR. Selama Rupiah tidak mampu menguat di bawah Rp16,500, kami akan mewaspadai perlemahan Rupiah lebih dalam.
Kami telah mempublikasikan ulasannya. Baca di sini :
Hal yang cukup menyenangkan (dan membingungkan) adalah penurunan Yield Indonesia 10Yr atau TVC:ID10Y dari 6.4% ke 6.1% (walau saat ini menguat ke 6.26%). Artinya adalah harga Obligasi Negara naik sementara kebijakan Pro-Growth sangat mungkin membuat defisit anggaran melebar yang pada akhirnya membuat Pemerintah menerbitkan Obligasi lebih banyak (Suplai meningkat maka harga akan turun sehingga Yield akan naik).
Kami belum melihat Investor Asing masuk dan justru malah menambah alasan kalau Indonesia masih belum ramah untuk berbisnis (melihat drama BBM antara Pertamina vs SPBU swasta).
Kami menyukai Pak Purbaya sejak beliau bekerja di Danareksa. Kami percaya kebijakan Pro-Growth dibutuhkan untuk membangun Human Capital di Indonesia saat ini dalam rezim Presiden Prabowo. Namun tentu akan ada "biaya"nya dan sangat mungkin Rupiah kita.
We're watching with hope, Chief!
Peluang IDX80 Outperform IHSGPeluang IDX80 Outperform IHSG
Apakah saatnya Saham - saham Big Caps Blue Chips Untuk Perform?
IHSG dan IDX80 mendapat sinyal Buy dari Parabolic SAR di atas SMA 60. Menurut setup kami, ini adalah sinyal Buy favorit kami.
RSI 14 pada keduanya belum memasuki area Overbought meskipun RSI IHSG lebih tinggi dari RSI IDX80.
Pertanyaan yang menurut kami penting saat ini adalah apakah kenaikan IDX80 yang berisi saham - saham Big Caps Blue Chips dapat lebih menarik (alias Outperform) dari kenaikan IHSG yang saat ini ditopang oleh saham - saham Big Caps non-Blue Chips?
Kami coba jawab dengan menggunakan Ratio Chart antara IDX80 dengan IHSG. Saat ini Chart-nya sedang turun sehingga IDX80 mengalami Underperform terhadap IHSG. Namun sesaat lagi, Ratio Chart tersebut akan memperoleh sinyal Buy dari Parabolic SAR yang membuka peluang untuk naik sampai menguji Resistance dari SMA 60. Menurut kami, peluang untuk Breakout SMA 60 masih relatif kecil sehingga IDX80 berpotensi Outperform IHSG untuk sesaat.
But who knows..
Justifikasi Return IHSG dan Obligasi dengan Reksa DanaJustifikasi Return IHSG dan Obligasi dengan Reksa Dana
Kami mengolah data ~1,500 Reksa Dana dengan berbagai jenis dan menghitung YTD Return-nya.
IDX:COMPOSITE mencatat YTD Return sebesar 13.3% (vs IDX:IDX80 di level 0.94%) sementara YTD Return dari Reksa Dana Saham adalah 9.78%.
Kami menghitung YTD Return dari harga SUN 10Yr ( TVC:ID10 ) sebesar 5.75% sementara Reksa Dana Pendapatan Tetap mencatat rata - rata YTD Return sebesar 4.65%.
Ditengahnya adalah Reksa Dana Campuran dengan YTD Return sebesar 4.97%.
Dapat disimpulkan bahwa selisih Return yang jauh antara IHSG vs Reksa Dana Saham karena tidak semua Manajer Investasi membeli saham - saham yang sesuai dengan IHSG (yes, I'm talking about those Conglo Stocks). Namun rata - rata Manajer Investasi ikut membeli Conglo Stocsk karena kalau mereka hanya memiliki Big Caps Tradisional (seperti konstituen IDX80), Returnnya pasti sangat rendah dan bahkan mendekati Return Reksa Dana Pendapatan Tetap (atau malah dibawah).
Walaupun ada benefit untuk bisa Rebalancing dan memanfaatkan mana yang terbaik antara Saham atau Obligasi, Return Reksa Dana Campuran masih di bawah Return Obligasi 10 Tahun. Berinvestasi pada Reksa Dana Campuran, dengan Risk yang lebih tinggi dari Reksa Dana Pendapatan Tetap, tidak memberikan Return yang sepadan dengan Risikonya.
Kamu berinvestasi di Reksa Dana gak?
Performa Bulanan Aset Investasi ala T.R.A.I.LPerforma Bulanan Aset Investasi ala T.R.A.I.L
Kilas Balik secara Month To Date dan Year to Date di September 2025
Kami di T.R.A.I.L Investment memperhatikan setidaknya lima aset kelas yaitu Saham, Obligasi, Mata Uang, Komoditas dan Aset Kripto.
Secara detail, berikut adalah aset investasi di masing - masing kelas aset :
Saham : IDX:COMPOSITE dan IDX:IDX80
Obligasi : TVC:ID05 , TVC:ID10 dan TVC:ID15
Komoditas : OANDA:XAUUSD
Mata Uang : FX_IDC:USDIDR
Aset Kripto : BITSTAMP:BTCUSD
Di bulan September 2025 kami memang suka dengan Emas dan USDIDR.
Namun memasuki bulan Oktober 2025, kami melihat IDX80 mulai menarik daripada IHSG (Big Caps terlihat better daripada Conglomerate Stocks) dan juga Bitcoin.
Untuk pilihan saham di Oktober 2025, kami sudah buat posting-nya.
Emas memang masih menarik dan ID05 atau Obligasi Jangka Pendek masih perlu menjadi perhatian sih.
Kalau kamu pilih apa?






















