Outlook XAU - Setelah Crash, potential Rebound? *NFABerdasarkan grafik XAU/USD (Emas/Dollar) pada timeframe 4 jam (4h) yang Anda unggah, berikut adalah interpretasi dan analisis teknisnya:
1. Struktur Harga dan Tren
• Tren Keseluruhan: Setelah mencapai puncak di area 5.600.641, harga mengalami penurunan tajam (impulsif). Saat ini, tren jangka pendek sedang dalam fase bearish yang kuat.
• Rejection di Demand Zone: Harga saat ini berada di area Demand Zone (rentang 4.740.563 – 4.894.724). Terlihat adanya ekor panjang (wick) di bagian bawah candlestick terakhir, yang mengindikasikan adanya perlawanan dari pembeli (buying pressure) di zona tersebut.
2. Area Kritikal: FVG dan Demand
• Demand Zone: Ini adalah area di mana secara historis terdapat banyak permintaan. Jika zona ini bertahan, ada potensi harga melakukan pembalikan arah (rebound) sementara.
• Fair Value Gap (FVG): Terdapat celah harga (area abu-abu di atas) antara 5.118.337 hingga 5.312.419. Sesuai dengan panah putih pada gambar, FVG ini biasanya bersifat seperti "magnet". Harga cenderung akan naik kembali untuk mengisi kekosongan tersebut sebelum menentukan arah selanjutnya.
3. Indikator Teknis
• MACD: Garis MACD berada jauh di bawah garis nol (zero line) dengan histogram merah yang tebal. Ini menunjukkan momentum bearish yang sangat kuat. Namun, karena posisinya sudah sangat rendah, ada potensi terjadinya technical rebound atau jenuh jual.
• Supertrend: Garis Supertrend berada di atas harga (warna biru), yang mengonfirmasi bahwa secara sistematis, tren masih dianggap turun.
Kesimpulan dan Skenario
Berdasarkan visual tersebut, skenario yang paling mungkin terjadi adalah:
1. Skenario Rebound (Bullish Divergence): Harga kemungkinan akan memanfaatkan Demand Zone untuk memantul naik menuju area FVG (sekitar level 5.118.000). Ini sering disebut sebagai pullback atau koreksi sehat.
2. Skenario Lanjutan Bearish: Jika harga gagal bertahan di atas level 4.740.563 (batas bawah Demand Zone), maka penurunan akan berlanjut lebih dalam dan skenario pengisian FVG mungkin tertunda.
Apa pendapat para trader
POTENSI GOLD 6/02/2026Selamat Siang Warga Trading View
Semoga kabar anda sehat selalu, berikut ada peluang menarik terhadap Gold.
Semoga dapat dipelajari & dimanfaatkan tentunya.
Disclaimer On & Do Your Own Research
1. Harga kembali Impulsive ke atas
2. Harga membentuk Base Area yang bisa disebut Rally base Rally Pada time Frame M15
3. Muncul Bullish Divergence pada M15
XAUUSD – Weekly Outlook: Reaksi Pada Zona Demand MingguanPada time frame H4, XAUUSD saat ini berada dalam fase koreksi setelah penolakan kuat dari area resistance. Fokus utama minggu ini adalah area Fibonacci retracement 0.5–0.618, yang berpotensi menjadi zona pantau untuk skenario sell, selama harga masih berada di bawah area tersebut.
Skenario utama adalah reaksi bearish dari zona 0.5–0.618 dengan target awal menuju area support, dan kelanjutan penurunan mengarah ke area Fibonacci 1.272 (fake break) hingga 1.168 (continuation) dari penurunan minggu sebelumnya.
Namun demikian, terdapat area demand kuat (gap up) di bawah harga saat ini. Apabila demand tersebut mampu bertahan, maka reaksi bullish jangka pendek masih memungkinkan. Skenario sell akan dianggap invalid jika harga melakukan daily close di atas zona 0.618, sedangkan skenario bullish akan invalid apabila demand ditembus dengan tekanan kuat.
Tetap disiplin menunggu reaksi harga di area kunci dan mengutamakan manajemen risiko.
Emas menemui sinyal bullishHarga mundur ke area permintaan penting, bertepatan dengan support Kumo (Ichimoku) dan titik bawah sebelumnya → area untuk menyerap tekanan jual yang baik.
Tren utama masih mempertahankan struktur titik terendah yang lebih tinggi, tanpa sinyal penembusan bearish yang jelas.
Skenario prioritas: bertahan di atas area support saat ini → rebound sesuai dengan garis tren yang ditembus, bergerak ke atas untuk menguji ulang area resistance di atas.
Konteks pasar: emas tetap mendapat dukungan karena USD melemah dan sentimen defensif tetap ada.
Beli saat turun sesuai struktur – kelola risiko di support.
Apakah emas akan mengalami satu breakout lagi? 03-02-26📉 1️⃣ Garis Tren (Trendline)
🔹 Tren utama: MASIH BEARISH
Harga masih berada di bawah garis tren menurun jangka menengah yang ditarik dari puncak sebelah kiri → penjual masih mengendalikan struktur pasar yang lebih besar.
🔹 Tren jangka pendek: PULLBACK TEKNIKAL
Harga membentuk garis tren naik jangka pendek dari titik terendah terbaru → ini hanyalah kenaikan korektif di dalam tren turun yang lebih besar.
➡️ Saat ini harga sedang tertekan di dalam pola segitiga (garis tren turun di atas + garis tren naik di bawah) → kemungkinan besar akan terjadi pergerakan breakout yang kuat dalam waktu dekat.
🟥 2️⃣ Zona Resistance
🔹 Resistance terdekat: 4,998 – 5,000
Area breakdown sebelumnya
Berimpit dengan garis tren menurun
➡️ Probabilitas tinggi muncul tekanan jual saat harga retest
🔹 Resistance utama: 5,263 – 5,265
Zona supply kuat sebelumnya
Level ekstensi Fibonacci 1.618
➡️ Hanya breakout kuat di atas zona ini yang dapat mengonfirmasi pembalikan tren
🟩 3️⃣ Zona Support
🔹 Support terdekat: 4,683 – 4,685
Dasar konsolidasi saat ini
Berimpit dengan garis tren naik jangka pendek
➡️ Jika level ini bertahan → harga bisa memantul untuk menguji resistance
🔹 Support lebih dalam: 4,590 – 4,600
Struktur low sebelumnya
➡️ Jika tembus ke bawah zona ini akan mengonfirmasi kelanjutan tren turun dan potensi membuat low baru
🔻 SELL EMAS: 4,998 – 5,000
Stop Loss: 5,010
Take Profit: 200 pips – 400 pips – Terbuka
🔺 BUY EMAS: 4,683 – 4,685
Stop Loss: 4,673
Take Profit: 200 pips – 400 pips – Terbuka
POTENSI GOLD 03/02/2026Selamat Sore Warga Trading View
Semoga kabar anda sehat selalu, berikut ada peluang menarik terhadap Gold Market
semoga anda dapat dipelajari & dimanfaatkan tentunya.
Disclaimer On & Do Your Own Research
1. Harga masih dalam Trend Bullish
2. Harga membentuk Pola Bullish Penannt, namun idealnya bisa menunggu breakout resistance minor. untuk lebih jelas & mendapatkan konfrimasi
3. Stochastic membentuk Bullish Divergence pada Time Frame M15
Emas Koreksi Jangka Pendek📊 Gambaran Pasar:
Pagi ini, emas spot (XAU/USD) sempat turun tajam ke area 4.655 USD/oz sebelum kembali rebound. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi, dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan sikap hati-hati investor setelah reli kuat sebelumnya. Minat beli muncul di area bawah, namun tekanan jual jangka pendek masih cukup kuat.
📉 Analisis Teknikal:
Resistance Penting:
• 4.900 – 4.950 USD/oz
• 5.020 – 5.080 USD/oz
Support Terdekat:
• 4.700 – 4.750 USD/oz
• 4.600 – 4.650 USD/oz
EMA:
• Harga bergerak di sekitar EMA 09, menunjukkan tren jangka pendek yang belum jelas dan kondisi sideways.
Pola Candlestick / Volume / Momentum:
• Candlestick dengan range besar dan ekor panjang menunjukkan pertarungan kuat antara buyer dan seller. Volume tinggi, namun momentum bullish belum cukup stabil.
📌 Outlook:
Emas berpotensi melanjutkan koreksi jangka pendek jika harga gagal bertahan di atas 4.700 USD/oz.
💡 Strategi Trading:
🔻 SELL XAU/USD: 4.947 – 4.950
🎯 TP: 40 / 80 / 200 / 300 pips
❌ SL: 4.957
🔺 BUY XAU/USD: 4.703 – 4.700
🎯 TP: 40 / 80 / 200 / 300 pips
❌ SL: 4.693
Emas Anjlok Setelah Rebound Teknis, Tekanan Jual Mendominasi📊 Gambaran Pasar:
Harga emas sempat mengalami rebound teknis tajam dari 4500 ke 4582, namun kenaikan tersebut tidak didukung oleh lanjutan minat beli. Penjual kembali masuk secara agresif di area harga tinggi, mengonfirmasi fase distribusi di sekitar 4580. Penolakan ini memicu aksi jual lanjutan yang kuat, mendorong harga turun kembali ke sekitar 4400.
📉 Analisis Teknikal:
Level Resistance Utama:
• 4480 – 4500
• 4560 – 4580
Level Support Terdekat:
• 4400 – 4385
• 4350 – 4320
• EMA:
Harga bergerak jauh di bawah EMA 09 pada timeframe M5, M15, dan H1 → tren bearish sangat kuat tanpa tanda pembentukan dasar.
• Candlestick / Volume / Momentum:
Rebound dari 4500 ke 4582 hanyalah pullback teknis dengan volume beli yang lemah. Setelah itu, muncul candle bearish kuat dengan volume meningkat, mengonfirmasi bull trap. Momentum bearish kembali meningkat.
📌 Prospek:
Emas berpotensi melanjutkan penurunan dalam jangka pendek jika level 4400 gagal bertahan, membuka peluang penurunan lebih dalam menuju area 4350 – 4320.
Kuning – Pola bearish berlanjut setelah false breakHarga menciptakan penembusan palsu di bagian atas saluran naik → pembeli melemah.
Zona penawaran 4,860,000 - 4,900,000 terus mengalami penurunan yang kuat, dengan munculnya candle ekor panjang.
Setelah menembus saluran naik, XAUUSD menguji ulang zona pasokan dan didorong ke bawah lagi.
VPVR menunjukkan bahwa di bawah zona saat ini terdapat sedikit likuiditas, yang dengan mudah menyebabkan penurunan tajam.
Harga kemungkinan akan sedikit berfluktuasi di sekitar zona pasokan dan kemudian terus menurun mengikuti tren utama.
👉 Target dikurangi: 4.604
XAUUSD masih cenderung bearish, mengutamakan penjualan di zona supply - pola persis seperti pola terus menurun setelah menembus saluran naik.
Ke mana arah harga emas kemungkinan akan bergerak dalam kondisi 1️⃣ Garis Tren
🔹 Garis Tren Naik Jangka Menengah
Garis tren utama menghubungkan swing low besar terbaru dengan higher lows berikutnya.
Harga masih diperdagangkan di atas garis tren ini → struktur tren naik jangka menengah belum rusak.
Namun, kemiringan tren mulai melandai → momentum bullish melemah, dan pasar mulai memasuki fase konsolidasi.
🔹 Garis Tren Naik Jangka Pendek yang Lebih Curam
Pemulihan terbaru membentuk garis tren yang lebih curam, tetapi garis ini уже telah ditembus.
Hal ini menunjukkan bahwa tren naik jangka pendek telah berakhir, dan pasar kini memasuki fase koreksi atau pergerakan sideways.
2️⃣ Zona Resistance
🔵 Resistance Utama: 5,028 – 5,030
Ini adalah level puncak sebelumnya dan zona yang telah beberapa kali menolak harga.
Sejalan dengan zona supply kuat sebelumnya → potensi tekanan jual tinggi.
Jika harga menembus area ini dengan jelas → akan mengonfirmasi kelanjutan tren naik jangka menengah.
🔵 Resistance Jangka Dekat: 4,913 – 4,915
Area harga yang telah menunjukkan beberapa reaksi baru-baru ini.
Saat ini berperan sebagai batas atas dari kisaran konsolidasi.
Jika harga gagal menembus level ini → kemungkinan besar akan kembali menguji support.
3️⃣ Zona Support
🟢 Support Jangka Dekat: 4,820 – 4,830
Zona ini saat ini menahan pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Sejalan dengan titik low pullback terbaru dan kisaran sideways baru-baru ini.
Jika bertahan → harga bisa memantul untuk menguji resistance atas.
🟢 Support Lebih Kuat (Garis Tren + Demand): 4,716 – 4,718
Konfluensi dari:
Garis tren naik jangka menengah
Zona demand sebelumnya
Jika harga turun ke area ini → kemungkinan akan muncul tekanan beli yang kuat.
📌 Setup Trading
BUY EMAS: 4,716 – 4,718
Stop Loss: 4,708
Take Profit: 100 – 300 – 500 pips
SELL EMAS: 5,028 – 5,030
Stop Loss: 5,040
Take Profit: 100 – 300 – 500 pips
EMAS | Kehati-hatian Fed dan Tekanan Dolar yang KuatEMAS | Kehati-hatian Fed dan Tekanan Dolar yang Kuat
Harga emas turun mendekati $4.800 per ons, mengakhiri pemulihan singkat karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemotongan suku bunga. Gubernur Fed Lisa Cook menekankan risiko inflasi yang terus berlanjut, sementara nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya memperkuat ekspektasi siklus pelonggaran yang lebih lambat.
Data AS yang beragam menambah volatilitas, dengan data ketenagakerjaan ADP yang lemah tetapi PMI jasa ISM yang lebih kuat, sementara ketegangan AS-Iran terus memberikan latar belakang risiko yang mendasarinya.
Prospek Teknis
Emas mempertahankan struktur bearish saat diperdagangkan di bawah zona 4853–4891.
Selama harga tetap di bawah zona ini, tekanan penurunan diperkirakan menuju 4762, diikuti oleh 4674 dan 4610.
Penutupan candle 1 jam di atas 4891 akan membatalkan bias bearish dan mendukung pemulihan menuju 4974 dan 5098.
⚠️ Perkirakan volatilitas tinggi di kedua arah.
Level Kunci
• Pivot: 4853
• Support: 4763 – 4675 – 4610
• Resistance: 4891 – 4975 – 5020
Akankah harga emas terus turun?Analisis Teknikal Emas:
Resistensi Harian: 5100, Dukungan: 4500
Resistensi 4 Jam: 5980, Dukungan: 4660
Resistensi 1 Jam: 4900, Dukungan: 4800
Emas menyelesaikan pola double top pada grafik harian, memantul kembali ke sekitar 5091 sebelum memulai koreksi penurunan kedua. Meskipun jatuh ke level terendah sekitar 4655 hari ini, harga emas dengan cepat pulih, menunjukkan bahwa koreksi jangka pendek belum berakhir. Hari ini, diperkirakan akan terus naik terlebih dahulu, kemudian memasuki koreksi penurunan lainnya. Jika ditutup lebih rendah lagi hari ini, berdasarkan pergerakan grafik harian, harga emas mungkin akan mencoba mencapai 4400 lagi minggu depan.
Grafik 4 jam menunjukkan penurunan dari level tertinggi 5600 ke 4400 sebagai gelombang A dari koreksi. Setelah rebound dalam dua hari terakhir, puncak gelombang C koreksi dikonfirmasi telah menemui resistensi di sekitar 5100. Level harga ini juga berada di bawah level retracement Fibonacci 0,618, dan telah mengalami tekanan ke bawah. Rata-rata pergerakan jangka pendek berbalik ke bawah. Strategi yang direkomendasikan adalah melanjutkan short selling, menggunakan 5100 sebagai level resistensi kunci, dan mengharapkan koreksi ke bawah jangka pendek lebih lanjut dengan potensi penurunan yang lebih dalam. Mengingat volatilitas tinggi saat ini, dengan pergerakan harian beberapa ratus dolar, rentang perdagangan harus disesuaikan. Ukuran perdagangan minimum dapat digunakan, dengan menerapkan strategi perdagangan swing bearish.
Strategi Perdagangan Swing
JUAL: 4900 di dekat TP: 4500-4400
XAU (1H) – POSITIF SETELAH PENGECUALIAN KUATEmas telah mengalami penurunan yang dalam, meninggalkan saluran naik sebelumnya, namun saat ini harga kembali stabil di area permintaan yang penting.
Setelah terobosan yang kuat, harga membentuk titik terendah jangka pendek dan memasuki zona akumulasi sempit.
FVG yang lebih rendah bertahan → tekanan jual melemah. RSI rebound di atas zona rendah, menunjukkan bahwa momentum pemulihan mulai muncul.
XAUUSD mungkin terus sideways - terakumulasi di zona support, sebelum membuka pemulihan teknis ke area $5,100 seperti yang ditunjukkan dalam skenario pada grafik.
Apakah menurut Anda ini adalah pemulihan teknis atau awal dari pembalikan jangka pendek? Apa pandangan Anda? Setuju atau tidak setuju?
Emas Kembali Menguji Level $5.000
Tinjauan Analisis Pasar
Sesi Pagi Asia: Pada jam pertama setelah pasar Asia dibuka pada hari Selasa, harga emas mengalami fluktuasi tajam, naik hampir $100. Meskipun reli ini tampak kuat, hal ini tidak mencerminkan arah pasar secara keseluruhan. Mengingat volatilitas yang berlebihan, tidak disarankan untuk mengejar reli ini secara membabi buta. Trader sebaiknya tetap tenang.
Analisis Pola Candlestick: Grafik teknikal menunjukkan sinyal potensi pembentukan titik terendah, tetapi tidak disarankan untuk mengejar kenaikan secara impulsif. Pada level harga saat ini ($4.800), tanpa dukungan yang jelas dan sinyal konfirmasi, tidak disarankan untuk langsung masuk.
Level Harga Kunci:
$4.600: Ini adalah level kritis untuk titik terendah jangka pendek pada emas. Jika harga menembus di bawah $4.600, hal itu dapat menyebabkan risiko penurunan yang signifikan, dengan target di $4.400 atau bahkan lebih rendah.
$4.800: Ini adalah level resistensi kunci dalam kisaran harga saat ini. Jika level ini berhasil ditembus, hal itu dapat mengkonfirmasi titik terendah, dengan target selanjutnya ditetapkan pada $5.000.
Penilaian Pasar Saat Ini
Konfirmasi Titik Terendah: Pada hari Senin, emas mengalami penurunan hingga sekitar $4.600 dan mengalami rebound yang kuat, kemudian menembus di atas $4.800. Ini menunjukkan bahwa emas telah mengkonfirmasi titik terendahnya, dan tidak ada kekhawatiran langsung tentang penurunan lebih lanjut di bawah $4.600.
Pola Segitiga Naik: Secara teknis, emas membentuk pola segitiga naik, menunjukkan potensi momentum kenaikan. Jika emas terus berkonsolidasi di atas $4.800 dan menembus level resistensi kunci, emas dapat terus naik, dengan target ditetapkan pada $5.000.
Strategi Perdagangan
Titik Masuk:
Pada penurunan ke kisaran $4.890–$4.900: Pertimbangkan untuk membeli saat harga turun dan melakukan pembelian (long) emas ketika harga kembali ke kisaran ini.
Pengaturan Stop-Loss:
Tetapkan stop-loss pada $4.870. Jika harga turun di bawah level ini, hal itu menunjukkan bahwa pasar mungkin akan menguji ulang $4.600 atau lebih rendah. Dalam skenario seperti itu, stop loss harus segera dieksekusi untuk menghindari kerugian lebih lanjut.
Harga Target:
Harga target ditetapkan pada $5.000. Berdasarkan pola kenaikan saat ini, setelah menembus di atas $4.800, kisaran target kenaikan dapat ditetapkan pada $5.000. Diperkirakan emas mungkin akan menghadapi resistensi baru di area ini.
Manajemen Risiko
Perdagangan yang Hati-hati: Meskipun pasar menunjukkan sinyal bullish tertentu, emas telah mengalami volatilitas yang signifikan baru-baru ini. Oleh karena itu, penting untuk tetap berhati-hati dan menghindari optimisme yang berlebihan. Terutama setelah fluktuasi tajam, manajemen modal yang tepat harus diprioritaskan.
Waspadai Risiko Pembalikan: Jika harga menembus di bawah $4.600, hal itu dapat menandakan potensi pembalikan pasar. Trader harus mempersiapkan langkah-langkah defensif dan menerapkan stop loss terlebih dahulu untuk mengurangi kerugian.
Tetap tenang, mengendalikan ukuran posisi dan risiko, serta memanfaatkan peluang masuk yang tepat dapat memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan potensi kerugian.
Emas: Koreksi atau Jeda Sebelum Melanjutkan Tren?Halo semuanya, bagaimana pandangan Anda terhadap pergerakan emas saat ini?
Kemarin, emas mencatat kenaikan intraday yang kuat sebelum berbalik turun tajam, yang dengan jelas menunjukkan pertarungan sengit antara arus dana jangka pendek. Itu adalah sesi dengan volatilitas tinggi, namun dari sudut pandang profesional, belum ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa tren jangka menengah telah rusak.
Dari sisi berita dan konteks pasar, dorongan naik awal dipicu oleh kembali munculnya permintaan aset safe haven seiring meningkatnya sikap kehati-hatian pasar. Namun, ketika harga memasuki area yang lebih tinggi, aksi ambil untung dalam skala besar, dikombinasikan dengan tekanan likuidasi dari aset berisiko, dengan cepat mendorong emas mengalami koreksi tajam. Aliran berita tidak tiba-tiba menjadi negatif, tetapi reaksi arus dana berlangsung lebih cepat dari perkiraan.
Dari sudut pandang teknikal, penurunan tajam terbaru masih berada dalam kerangka fase koreksi setelah kenaikan yang curam sebelumnya. Struktur bearish jangka pendek mulai terbentuk, dengan zona support kunci di bawah berperan sebagai area keseimbangan antara supply dan demand. Pergerakan harga di area ini akan menentukan apakah emas sedang berkonsolidasi untuk melanjutkan tren naik atau memasuki fase koreksi yang lebih dalam.
Pada tahap ini, pendekatan yang saya prioritaskan adalah mengamati reaksi harga di zona support, bukan bertindak secara terburu-buru. Jika minat beli kembali muncul dan struktur kembali stabil, emas masih memiliki ruang untuk pulih. Sebaliknya, jika support ditembus secara tegas, menunggu di luar pasar menjadi pilihan yang paling bijak.
Bagaimana pendapat Anda tentang XAUUSD?
FOOTPRINT DAILY DAN ANALISIS GLOBAL EMAS UNTUK NARASI HARI INI.Hanya dalam hitungan hari, panggung euforia pasar emas global berubah menjadi palagan yang terdevastasi. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level 5.608,35** pada pengujung Januari 2026, harga emas (XAU/USD) justru mengalami "pendaratan keras" (*hard landing*) yang meluluhlantakkan ekspektasi investor, terhempas kembali ke kisaran **4.400. Fenomena ini bukan sekadar volatilitas harian, melainkan sebuah pergeseran struktural yang menghapus nilai nosional pasar sebesar $15 triliun—angka fantastis yang setara dengan setengah dari PDB Amerika Serikat—yang menguap begitu saja dalam keheningan pasca-likuidasi.
Guncangan sistemik ini terkonfirmasi bukan hanya pada emas; pasar perak (XAG/USD) bahkan terkoreksi lebih dalam hingga 30%-36%, menandakan bahwa kita sedang menyaksikan sebuah black swan yang mendefinisikan ulang batas risiko aset safe haven.
1. Penguapan Nilai $15 Triliun — Sebuah "Riam Likuidasi"
Penurunan tajam harga emas dari puncak tertingginya telah memicu apa yang dalam terminologi keuangan disebut sebagai liquidation cascade atau riam likuidasi. Mekanisme penghancuran ini digerakkan oleh forced selling (penjualan paksa) berskala masif. Ketika harga menembus level-level teknikal penting, bursa berjangka menaikkan persyaratan margin secara agresif untuk memitigasi risiko.
Para spekulan yang terjebak dengan daya ungkit utang (leverage) tinggi seketika menghadapi margin call otomatis. Karena ketidakmampuan menyediakan likuiditas tunai dalam waktu singkat, sistem secara otomatis melikuidasi posisi mereka pada harga pasar berapapun. Aksi jual paksa ini menekan harga lebih dalam, yang kemudian memicu gelombang likuidasi pada lapisan investor berikutnya—sebuah efek bola salju yang menghancurkan struktur pasar dalam sekejap.
"Volatilitas ekstrem atau 'Meltdown' dengan skala seperti ini tercatat hanya terjadi tiga kali dalam 50 tahun terakhir." — Michael Hsueh, Deutsche Bank.
Peristiwa ini menjadi refleksi pahit mengenai kerapuhan pasar modern yang terlalu bergantung pada leverage. Saat semua partisipan berebut keluar melalui pintu yang sama, harga tidak lagi mencerminkan nilai intrinsik, melainkan menjadi representasi dari kepanikan sistemik dan kegagalan fungsi likuiditas.
2. Efek Kevin Warsh: Ketika Politik Menggoyang Independensi Fed
Katalisator utama yang merusak narasi bullish emas berasal dari manuver politik di Washington. Keputusan Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve memicu pergeseran ekspektasi moneter yang drastis. Pasar kini terjepit dalam dilema: janji pertumbuhan ekonomi melalui suku bunga rendah yang diinginkan Trump, beradu dengan reputasi Warsh yang kritis terhadap pelonggaran moneter berlebihan.
Ketidakpastian institusional ini melahirkan Second-Order Effect yang sangat merugikan emas:
* Repricing Suku Bunga: Yield Treasury 10-tahun AS melonjak ke level 4,28% karena pasar menuntut premi risiko inflasi yang lebih tinggi, meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
* Perebutan Tunai (Cash Squeeze): Alih-alih berlindung di emas, ketidakpastian politik justru memicu pelarian ke Dolar AS. Indeks Dolar (DXY) menguat tajam sebesar 0,41% - 0,60% ke level 97,63. Dalam kondisi ini, likuiditas adalah raja, dan emas dijual demi mendapatkan uang tunai.
3. Paradoks "Kabar Baik adalah Kabar Buruk"
Data ekonomi Amerika Serikat yang sangat tangguh justru menjadi "pukulan maut" bagi harga emas. Logika pasar saat ini sangat lugas: ekonomi yang terlalu sehat menghilangkan urgensi bagi The Fed untuk memangkas suku bunga, yang secara historis merupakan musuh utama emas. Berikut adalah indikator makro utama yang memicu "pembersihan" pasar:
* S&P Global Mfg PMI: Tercatat di angka 52,40 (melampaui konsensus 51,90), menandakan ekspansi sektor manufaktur yang solid.
* ISM New Orders: Melonjak drastis ke level 57,10 dari sebelumnya 47,40, sebuah sinyal potensi inflasi dari sisi permintaan.
* ISM Mfg Employment: Membaik ke angka 48,10, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih tangguh dari perkiraan.
* Indeks Dolar (DXY): Berada di level 97,63, mengunci daya beli global dalam tekanan karena harga emas menjadi jauh lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Ketahanan ekonomi ini mematahkan narasi resesi (soft landing atau bahkan no landing), sehingga menghapus premi risiko yang selama ini menyokong harga emas di level tinggi.
4. Anomali Indonesia: Emas Antam yang "Melawan Arus"
Di tengah badai yang melanda pasar global, pasar domestik Indonesia menunjukkan perilaku unik. Terjadi divergensi tajam; saat harga spot dunia anjlok hingga 11%, harga emas fisik Antam justru melonjak Rp167.000 menjadi Rp3.027.000 per gram pada Senin, 2 Februari 2026.
Sintesis strategis di balik anomali ini adalah posisi Rupiah sebagai perisai alami (natural buffer). Pelemahan nilai tukar Rupiah (Kurs JISDOR berada di level Rp16.796) akibat penguatan DXY global telah menyerap dampak kejatuhan harga emas dunia bagi investor domestik. Namun, investor tetap harus mewaspadai struktur harga fisik:
* Harga Buyback: Rp2.744.000 per gram.
* Spread (Selisih Harga): Mencapai hampir 10%.
Ini berarti emas fisik di Indonesia saat ini murni merupakan instrumen lindung nilai (hedging) jangka panjang. Dengan spread sebesar itu, investor membutuhkan kenaikan harga yang signifikan hanya untuk mencapai titik impas, menegaskan bahwa emas fisik bukanlah instrumen tepat untuk spekulasi jangka pendek di tengah volatilitas ini.
5. Lantai Geopolitik yang Menahan Kejatuhan Total
Meskipun terjadi likuidasi brutal, emas tidak jatuh ke titik nol karena didukung oleh "lantai" geopolitik yang masih membara. Emas tetap mempertahankan esensinya sebagai satu-satunya aset cadangan tanpa risiko rekanan (counterparty risk).
Faktor-faktor yang menahan keruntuhan total meliputi:
* Eskalasi Timur Tengah: Ketegangan di Gaza dan Rafah, serta rencana bantuan militer AS senilai $6,5 miliar ke Israel, menjaga premi risiko perang tetap terintegrasi dalam harga.
* Kecemasan Transatlantik: Konferensi Keamanan Oslo menunjukkan kekhawatiran Eropa terhadap masa depan aliansi NATO. Diplomat Uni Eropa, Kaja Kallas, mengisyaratkan pergeseran kebijakan AS, yang mendorong bank sentral di Eropa Timur untuk terus mengakumulasi emas sebagai cadangan strategis yang independen dari gejolak diplomatik.
Kesimpulan & Pandangan ke Depan
Volatilitas ekstrem yang kita saksikan saat ini adalah "jati diri baru" pasar emas pasca-reset. Penurunan brutal dari 5.608,35** ke **4.400 telah membersihkan pasar dari spekulasi berlebih, meskipun fundamental jangka panjang—terutama akumulasi bank sentral—masih tampak kokoh.
Pertanyaan krusialnya kini bukan lagi ke mana harga akan bergerak, melainkan seberapa kuat keyakinan Anda. Apakah Anda memiliki nyali untuk menangkap pisau yang tengah jatuh ini sebagai peluang sekali seumur hidup, ataukah Anda hanya akan menjadi penonton saat sejarah keuangan baru sedang dituliskan dengan tinta volatilitas? Di pasar yang tengah mencari keseimbangan baru ini, manajemen risiko adalah satu-satunya kompas yang tersisa.
Emas melanjutkan lonjakan gila-gilaannya
Tinjauan Perdagangan Publik Kemarin
Kemarin, sinyal beli diberikan secara publik di 5080-5082, menghasilkan keuntungan 100 PIPS. Sinyal jual kemudian diberikan di 5088-5090, menghasilkan keuntungan 60 PIPS. Rebound ke sekitar 5090 diikuti oleh penjualan lain, menghasilkan keuntungan 90 PIPS.
Dari perspektif teknis, resistensi di atas tampaknya dapat diabaikan, dengan terobosan berturut-turut pada level integer kunci, dan target berikutnya ditujukan langsung ke angka $5.300. Meskipun The Fed sangat mungkin untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah selama sesi perdagangan AS hari ini, pidato Powell akan menjadi fokus pasar. Setiap pernyataan halus mengenai kebijakan moneter dapat memicu gelombang volatilitas baru. Pada grafik empat jam, munculnya candle bullish besar telah secara tegas menembus resistensi teknis, dengan momentum bullish digambarkan sebagai "menembus langit." Dengan latar belakang ini, mempertahankan optimisme terhadap emas tidak perlu dipertanyakan lagi, karena kekuatan tren mendominasi segalanya.
Emas melanjutkan relinya selama sesi perdagangan Asia dan Eropa hari ini, sehingga sulit untuk mempertahankan posisi beli terlalu lama dan menimbulkan ketakutan pada para penjual pendek. Setelah stabil di atas $5.200 pada awal sesi Asia, emas memasuki tren naik yang berkelanjutan, dan saat ini mengalami lonjakan signifikan lainnya. Di pasar saat ini, bahkan penurunan kecil pun menghadirkan peluang untuk masuk kembali, karena keraguan hanya akan menyebabkan hilangnya peluang. Selama sesi perdagangan Eropa dan Amerika, perhatikan penurunan di sekitar $5.230 untuk memulai posisi beli. Selama sentimen bullish tetap kuat, mengikuti tren dengan posisi beli adalah cara yang tepat!
Strategi Posisi Beli: Beli emas di sekitar $5.230–$5.240, dengan stop loss di $5.210, menargetkan $5.300. Jika harga menembus level ini, terus pertahankan posisi.
Terima kasih kepada komunitas TradingView. Sebagai analis investasi senior, ini memungkinkan lebih banyak trader dan investor untuk melihat analisis strategi trading saya. Saat ini fokus pada trading emas. Jika Anda menyukai analisis saya, silakan beri saya jempol dan bagikan dengan lebih banyak trader yang mungkin membutuhkannya. Kami berupaya untuk melakukan trading yang tepat, meneliti grafik secara mendalam, pendorong ekonomi makro, dan sentimen pasar untuk membangun strategi trading dengan probabilitas tinggi. Di sini, Anda akan menemukan rencana trading terstruktur, kerangka kerja manajemen risiko, dan analisis real-time.
Berapakah harga emas terakhir pada bulan Januari ini?1️⃣ Garis Tren (Trendline)
Tren utama: NAIK KUAT
Harga bergerak di dalam channel naik yang curam (channel biru).
Struktur Higher High – Higher Low masih terjaga dengan jelas.
Kenaikan terakhir merupakan breakout akseleratif ke atas, menunjukkan pembeli sedang mendominasi.
👉 Saat ini harga berada di setengah bagian atas channel, artinya pasar sedang kuat tetapi berpotensi mengalami koreksi teknikal jangka pendek.
2️⃣ Resistance
🔵 5,700 – 5,702:
Zona resistance kuat (puncak channel + area supply di atas).
Saat harga mencapai area ini, kemungkinan terjadi aksi ambil untung dan volatilitas tinggi.
📌 Skenario kelanjutan naik:
Diperlukan break dan penutupan candle yang jelas di atas 5,700 untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik ke level yang lebih tinggi.
3️⃣ Support
🟢 5,500 – 5,502:
Support terdekat, yaitu area konsolidasi sebelum lonjakan naik terakhir.
Jika level ini bertahan → tren naik jangka pendek tetap kuat.
🟢 5,448 – 5,450:
Support kuat (dasar pullback + batas bawah area konsolidasi).
Zona ini berpotensi memunculkan tekanan beli yang kuat jika terjadi koreksi lebih dalam.
4️⃣ Kesimpulan Singkat
Tren utama masih UPTREND.
Harga berada dekat zona rawan volatilitas → lebih aman menunggu pullback ke area support untuk membeli daripada mengejar harga di atas.
Penembusan di bawah 5,445 akan menjadi tanda awal melemahnya pergerakan naik saat ini.
Rencana Trading
BUY GOLD: 5,500 – 5,502
Stop Loss: 5,510
Take Profit: 100 – 300 – 500 pips
BUY GOLD: 5,448 – 5,450
Stop Loss: 5,440
Take Profit: 100 – 300 – 500 pips
Pembaruan Harga Emas Hari IniHarga emas hari ini bergerak dengan sikap hati-hati setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Kenaikan terbaru lebih bersifat teknikal, dipicu oleh aksi beli jangka pendek di area support penting, bukan karena munculnya dorongan fundamental baru yang kuat.
Dari sisi penyebab, dolar AS masih menunjukkan kekuatan relatif seiring pasar menyesuaikan kembali ekspektasi kebijakan moneter. Di saat yang sama, kekhawatiran atas potensi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali muncul, sehingga mengurangi daya tarik emas dalam jangka pendek. Kombinasi faktor ini menciptakan tekanan setiap kali harga emas mencoba bergerak naik ke level yang lebih tinggi.
Sejalan dengan itu, aksi ambil untung setelah fase kenaikan yang terlalu cepat sebelumnya belum sepenuhnya berakhir. Harga emas sempat melonjak dalam waktu singkat dan membawa pasar ke kondisi jenuh beli. Ketika belum ada faktor pendukung baru yang cukup kuat, tekanan jual di area resistance merupakan respons wajar dari pelaku pasar besar.
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan naik saat ini terlihat cukup stabil, namun masih belum cukup meyakinkan untuk mengonfirmasi tren naik baru. Jika tidak terjadi breakout yang jelas, skenario koreksi kembali ke area support yang lebih rendah masih menjadi pilihan utama.
Menurut Anda, ke mana arah pergerakan OANDA:XAUUSD selanjutnya?
XAUUSD Road Maps - Pressure Turun Masih DominanKoreksi besar terjadi, dari level ATH 5600 ke 4586. 2 Gap Besar sudah tertutup sempurna.
Jika kami tarik FIbo Retracement besar, ada level 61.8 di 4541 bisa jadi potensi target selanjutnya.
Untuk gerakkan selanjutnya ada potensi ranging besar dengan resistance 4900 dan support 4600.
Dengan gerakkan besar turun ini, kami prefer untuk intraday pegang posisi Short Selling selama harga ada dibawah 4850 invalidasi di 4900, jika pecah 4900 maka harga potensi naik lagi kembali bullish .
Disclaimer on
LAPORAN BERBASIS INSTITUSI, FOOTPRINT DAN EMAS DI FEBRUARI 2026LAPORAN RISET PASAR GLOBAL: OUTLOOK PRE-MONTH — FEBRUARI 2026
INSTRUMEN: GOLD CFD (XAU/USD) & KOMPLEKS LOGAM MULIA
EXECUTIVE SUMMARY
Pasar emas ( OANDA:XAUUSD ) menutup bulan Januari 2026 dengan peristiwa likuidasi yang secara fundamental mengubah struktur pasar jangka pendek. Setelah mencapai rekor tertinggi di kisaran $5.600/oz, konfirmasi nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya oleh Presiden Trump memicu "Flash Crash" pada tanggal 30 Januari, di mana harga anjlok lebih dari 9% hanya pada sesi AS dan menguji harga $4.870. Peristiwa ini menandakan pergeseran rezim dari "Debasement Trade" (intensi untuk membeli segala aset lindung nilai) menuju ketakutan akan kebijakan moneter yang lebih ketat ("Hard Money"). Untuk bulan Februari 2026, bias utama kami bergeser menjadi NETRAL-BEARISH (DISTRIBUTIF). Kami mengantisipasi fase volatilitas ekstrem dan price discovery di mana pasar akan berusaha mencerna kerusakan teknikal mingguan yang masif. Kenaikan harga akan menghadapi tembok supply yang tebal di area $5.200-$5.300, sementara support utama ada di $4.400. Strategi Trading Desk harus beralih dari buy-on-dip agresif menjadi manajemen risiko defensif, dengan fokus pada fading rallies dan perlindungan modal di tengah volatilitas Average True Range (ATR) yang melebar drastis.
Outlook Februari 2026:
Bias Utama: NETRAL-BEARISH (DISTRIBUTIF).
Antisipasi: Fase volatilitas ekstrem dan price discovery untuk mencerna kerusakan teknikal mingguan yang masif.
Level Kunci:
Resistance/supply: Area $5.200 - $5.300.
Support $4.400.
Strategi Trading Desk:
Beralih dari buy-on-dip agresif menjadi manajemen risiko defensif. Fokus utama adalah fading rallies (menjual saat harga naik) dan perlindungan modal di tengah pelebaran drastis volatilitas Average True Range (ATR).
TEKNIKAL GOLD
BULANAN
Struktur tren jangka panjang terlihat jelas sejak 2016. Indikator RSI pada timeframe bulanan menunjukkan kondisi overbought ekstrem (>80) sebelum koreksi tajam akhir bulan ini. Candle Januari membentuk pola Shooting Star atau Gravestone Doji dengan sumbu atas yang sangat panjang, menandakan penolakan harga (rejection) yang signifikan di level $5.600.
MINGGUAN
Minggu terakhir Januari (26-30 Jan) menunjukkan range mingguan terbesar dalam sejarah aset ini.2 Pola Bearish Engulfing masif terlihat, menelan pergerakan harga beberapa minggu sebelumnya. Divergensi RSI terlihat jelas di mana harga membuat Higher High sementara RSI gagal menembus level puncak sebelumnya, mengonfirmasi pelemahan momentum.
Footprint Screenshot
Analisis visual dilakukan pada profil volume. Terdapat volume node yang sangat tebal di area $5.500-$5.600 (jebakan pembeli atau trapped buyers). Secara umum, footprint menandakan imbalance positif pada upside (lebih banyak beli) dan adanya absorption ketika harga mencapai support kuat sebelumnya (volumenya terserap ke atas).
Level Pivot Bulanan & Mingguan:
Status: Data pivot dihitung ulang berdasarkan High-Low-Close Januari untuk memverifikasi level.
Verifikasi: Pivot Point (PP) Bulanan untuk Februari diperkirakan akan turun drastis dibandingkan posisi harga High, menempatkan harga saat ini di bawah Pivot sentral, mengonfirmasi bias bearish.
NARASI FUNDAMENTAL
Analisis fundamental bulan Februari 2026 didominasi oleh satu narasi tunggal yang memiliki efek domino pada semua variabel makroekonomi: Pergeseran Rezim The Fed (The Fed Regime Shift).
1. The "Warsh Shock" & Implikasi Kebijakan Moneter
Pemicu utama keruntuhan harga pada 30 Januari adalah nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Siapa Kevin Warsh?
Mantan Gubernur The Fed (2006-2011) yang dikenal sebagai "Inflation Hawk" (Elang Inflasi) dan kritikus kebijakan uang murah (QE).
Pasar sebelumnya memposisikan diri untuk "Fed Put" (keyakinan bahwa Fed akan selalu menolong pasar) di bawah tekanan politik Presiden Trump. Nominasi Warsh menghancurkan asumsi ini.
Emas adalah aset tanpa imbal hasil (zero-yield). Daya tariknya meningkat ketika suku bunga riil negatif atau rendah. Jika Warsh dipersepsikan akan menahan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi, maka Real Yields (Suku Bunga - Inflasi) akan naik. Korelasi Emas vs Real Yields sangat negatif . 2. FOMC Januari: Jeda dengan kesan Hawkish
Sebelum berita Warsh, pertemuan FOMC 27-28 Januari sudah memberikan nada hati-hati.
Keputusan: Suku bunga ditahan di 3.50%-3.75%.6
Dissenters: Ada 2 suara yang menginginkan pemangkasan (Waller & Miran).7 Ini menunjukkan perpecahan internal, namun mayoritas (10 anggota) memilih menunda.
Probabilitas Maret: Data CME FedWatch 8 menunjukkan probabilitas "No Change" (Tahan Bunga) pada pertemuan Maret melonjak hingga >97%. Harapan pemangkasan bunga di Q1 2026 praktis telah dihapus dari harga pasar. Ini menghilangkan katalis bullish jangka pendek untuk Emas.
2. Inflasi & Data Ekonomi Februari (Calendar Watch)
Bulan Februari akan menjadi ujian validitas tesis "Hard Money" ini.
CPI (11 Februari): Data inflasi AS akan dirilis.10 Mengingat ancaman tariff Trump dan kebijakan fiskal ekspansif, ada risiko inflasi naik (rebound).
Skenario: Jika CPI tinggi (>3.0%), pasar akan panik bahwa Warsh akan menaikkan suku bunga, bukan memotongnya. Ini bearish untuk Emas jangka pendek.
Skenario Alternatif: Jika CPI rendah, narasi "pemangkasan bunga" mungkin hidup kembali, memberikan napas bagi Emas.
NFP (6 Februari): Data tenaga kerja. Pasar tenaga kerja yang kuat akan memperkuat mandat Warsh untuk fokus pada inflasi (Hawkish).
3. Geopolitik: Mengapa Safe Haven Gagal?
Pada 30 Januari, Emas jatuh bersamaan dengan pasar saham (S&P 500 turun -0.43%, Nasdaq -0.94%).11 Mengapa Emas tidak menjadi Safe Haven?
Likuiditas: Dalam krisis likuiditas akut (margin call), pelaku pasar menjual "apa yang bisa dijual", bukan "apa yang ingin dijual". Keruntuhan harga Perak (-17% hingga -35%) memaksa dana lindung nilai (Hedge Funds) untuk menjual Emas guna menutupi kerugian margin di posisi Perak.12
De-Risking: Emas telah menjadi "trade paling ramai" (most crowded trade) di 2025. Ketika narasi berubah, pintu keluar menjadi terlalu sempit untuk semua orang.
Iran/Timur Tengah: Ketegangan geopolitik masih ada 14, tetapi pasar saat ini lebih peduli pada Cost of Capital (Suku Bunga AS) daripada Risk of War. Premi risiko perang telah dikempiskan.
4. Sintesis Bias Bulanan: Distribusi Institusional
Narasi "Debasement" (Pelemahan Dolar) yang mendorong Emas ke $5.600 sedang diuji ulang. Februari kemungkinan besar akan menjadi bulan di mana institusi melakukan distribusi dan menata ulang portofolio untuk menghadapi rezim Fed yang baru. Volatilitas akan tetap tinggi, namun arah tren jangka pendek adalah ke bawah atau menyamping (sideways to lower).
5. Aliran Modal (Capital Flows):
Bank-bank sentral utama terus akumulasi emas sebagai diversifikasi cadangan. Goldman Sachs memperkirakan pembelian bank sentral ~60 ton/bln; China telah membeli emas 14 bulan berturut-turut. Dana ETF emas mencatat inflow rekor 2025 (USD 89 miliar/801 ton), dan inflow berlanjut (naik ~20% YoY). Demikian juga permintaan retail (koin/batangan) di pasar negara berkembang tetap kuat. Kekhawatiran atas depresiasi dolar AS (nilai dolar melemah Des 2025) juga mendorong pemodal global beralih ke emas.
Chain of Logic (Logika Skenario):
Bearish (40%): Momentum teknikal 30 Jan sangat kuat. Trapped buyers di atas akan menjual setiap kenaikan. Jika data makro mendukung (Inflasi naik), Emas tidak punya alasan untuk naik.
Consolidation (45%): Penurunan 9% sehari jarang terjadi berturut-turut. Biasanya pasar butuh waktu untuk "menyembuhkan" luka teknikal. Pembeli fisik (China/India) akan menahan harga di level diskon ($4.800), sementara spekulan menjual di atas ($5.200).
Bullish (15%): Probabilitas terendah karena butuh katalis baru yang sangat kuat untuk membalikkan sentimen negatif Warsh.
TRADE PLAN (ACTIONABLE)
Catatan Manajemen Risiko: Mengingat volatilitas ATR harian yang melebar (> $150/hari), ukuran posisi (position sizing) HARUS DIKURANGI 50-60% dari ukuran normal. Stop loss harus lebih lebar untuk menghindari whipsaw.
Setup 1: The "Supply Wall" Fade (Short Setup) - Skenario A/B
Deskripsi: Mencari peluang Short (Jual) pada reli korektif menuju area breakdown sebelumnya. Memanfaatkan likuiditas pembeli yang terperangkap yang ingin keluar impas.
Entry Rules:
Tunggu harga rebound ke zona $5.150 - $5.250.
Konfirmasi: Pola candlestick bearish (Shooting Star, Engulfing) di timeframe H4 atau H1 pada zona tersebut.
Indikator: RSI H4 masuk ke area Overbought (>70) lalu cross down.
Stop Loss: Di atas $5.360 (Di atas supply zone mingguan).
Targets:
T1: $4.900 (Retest Low).
T2: $4.500 (Struktural Support).
Risk:Reward: 1:2 hingga 1:3.
Setup 2: The "Dead Cat" Scalp (Long Setup) - Skenario B
Deskripsi: Counter-trend long jangka pendek jika harga bertahan di level support psikologis, memanfaatkan oversold RSI harian.
Entry Rules:
Harga menyentuh zona $4.750 - $4.800.
Konfirmasi: Adanya divergensi Bullish pada RSI timeframe H1. Volume jual menurun (exhaustion).
Stop Loss: Di bawah $4.690 (Pemberian ruang volatilitas).
Targets:
T1: $5.000.
T2: $5.100.
Risk:Reward: 1:1.5 (Lebih rendah karena melawan tren momentum).
Setup 3: Breakout Breakdown (Momentum Short) - Skenario A
Deskripsi: Jika level $4.800 ditembus dengan volume besar, ini memicu likuidasi tahap kedua.
Entry Rules:
Harga penutupan H4 di bawah $4.780.
Retest level tersebut dari bawah sebagai resistensi.
Stop Loss: Di atas $4.900.
Targets: $4.450.
MODEL CONFIDENCE & ASSUMPTIONS
Confidence Score: 75/100
Alasan: Sinyal teknikal (Weekly Candle) sangat jelas (Bearish). Faktor fundamental (Warsh + Fed Pause) selaras dengan teknikal. Ketidakpastian utama hanya terletak pada seberapa agresif pembeli fisik (Central Banks) akan menahan harga di level $4.800.






















