Strategi

Dalam konteks ETF (Exchange Traded Funds), strategi mengacu pada pendekatan yang digunakan investor atau pengelola dana untuk mencapai tujuan keuangan tertentu, seperti pertumbuhan, pendapatan, atau melakukan hedging pasar.

  Berbagai strategi antara lain:

  • Aktif: dana yang dikelola secara aktif dan tidak mengikuti indeks secara ketat.
  • Pelunasan jatuh tempo: dana dan obligasinya jatuh tempo pada tanggal yang ditentukan.
  • Buy-writer: menggunakan strategi overlay option di mana call option adalah written terhadap eksposur ekuitas yang serupa.
  • Copycat: meniru posisi fund atau manajer terkemuka lainnya.
  • Dividen: pemilihan atau pembobotan berdasarkan dividen yang dibayarkan perusahaan.
  • Durasi hedging: menyesuaikan risiko suku bunga portofolio obligasinya.
  • Setara: memiliki bobot yang sama pada seluruh kepemilikan.
  • ESG: menerapkan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, tata kelola perusahaan, dan prinsip-prinsip etika lainnya dalam pemilihan atau pembobotan.
  • Bursa tertentu: keseluruhan dana ini hanya terbatas pada bursa tunggal.
  • Jangka Panjang: memilih satu jenis komoditas kontrak berjangka dengan tenor lebih panjang dari bulan utama.
  • Alokasi aset tetap: mengikuti kriteria alokasi aset yang ditetapkan.
  • Fundamental: berdasarkan data laporan keuangan suatu perusahaan.
  • Pertumbuhan: menargetkan sisi pertumbuhan dari gaya yang berkesinambungan.
  • Hedging terhadap inflasi: bertujuan untuk melawan risiko inflasi pada surat berharga.
  • Berjenjang: memilih komoditas kontrak berjangka berdasarkan aturan tenor statis.
  • Long-short: memegang dua posisi, long/buy dan short/sell, sering kali pada beberapa kelas aset.
  • Volatilitas rendah: mengekspos saham-saham dengan volatilitas harga historis yang lebih rendah.
  • Momentum: menargetkan saham berdasarkan tren harga historis.
  • Multi-faktor: menggabungkan faktor fundamental dan teknikal untuk eksposur saham.
  • Komoditas yang dioptimalkan: menyesuaikan eksposur komoditas berdasarkan aturan tertentu.
  • Terbebani-harga: pembobotan berdasarkan harga sekuritas tanpa mempertimbangkan total nilai pasar.
  • Durasi target: mencari perkiraan tingkat risiko suku bunga agregat yang stabil.
  • Teknikal: memilih sekuritas berdasarkan pola harga historis.
  • Waktu sejak peluncuran: menggunakan tanggal IPO atau spin-off sebagai kriteria pemilihan.
  • Nilai: mengklaim eksposur pada sisi nilai spektrum gaya.
  • Vanilla: bermaksud menawarkan eksposur standar pada suatu segmen pasar.