Trading Plan dengan EMA ColorHari ini saya jelaskan bagaimana cara membuat trading plan sederhana hanya dengan bantuan warna dari EMA.
Konsepnya mudah:
Saat harga di atas EMA, fokus pada peluang buy.
Saat harga di bawah EMA, fokus pada sell.
Dengan memberi warna berbeda sesuai arah EMA, kita bisa langsung tahu bias market tanpa banyak indikator.
Tujuannya bukan untuk mencari sinyal instan, tapi untuk melatih disiplin dan konsistensi dalam mengikuti arah trend.
Gunakan logika, bukan tebakan.
Biarkan warna yang berbicara.
Terima kasih dan semoga anda terbantu!
Rata-Rata Pergerakan / Moving Averages
Membangun Trading Plan yang Bisa DiulangBanyak trader berpikir sistem mereka sudah “objektif”, padahal sering kali tidak. Mereka pakai konsep SMC atau ICT, tapi lupa satu hal penting: data objektif itu harus bisa diukur, bukan hanya dirasa.
Objektif artinya bisa diulang dengan hasil yang konsisten. Kalau dua orang membaca chart yang sama dan bisa mengambil kesimpulan yang serupa, berarti datanya objektif. Kalau hasilnya tergantung “feeling”, berarti belum.
______________________
Struktur Sederhana: Time dan Price
Kita cuma butuh dua hal: Waktu dan Harga .
Untuk waktu, fokus ke sesi utama pasar :
Asia: 08.00–11.00 WIB
London: 14.00–17.00 WIB
New York: 19.00–23.00 WIB
Di luar jam itu, lebih baik istirahat. Tujuan kita bukan trading terus, tapi mencari momen yang efektif .
Untuk harga, pakai satu alat: EMA 10 .
Tidak perlu indikator lain. EMA 10 sudah cukup untuk menunjukkan momentum jangka pendek.
______________________
Tiga Timeframe yang Saling Melengkapi
Kita pakai tiga timeframe:
Daily → Menentukan arah besar (bias). Kalau candle harian bullish, kita cari Buy; kalau bearish, cari Sell.
1 hour (1h) → Konfirmasi arah di sesi aktif. Fokus ke Opening Price 1H . Ini titik penting karena biasanya jadi patokan institusi memulai hari.
5 minute (5m) → Area eksekusi. Setelah Daily dan 1H selaras, baru turun ke 5m untuk cari entry.
______________________
Contoh Logika Sederhana
Misal Daily bullish.
Saat sesi London, anda buka timeframe 1h, Opening Price 1h seharusnya di atas EMA 10.
Di 5m, anda dapat melakukan banyak hal di antara ini :
Tunggu harga retest ke EMA 10 lalu mulai naik lagi → Instant Buy
Buy di High dari 1h sebelumnya → Buy Stop
Buy di High dari 1h sebelumnya setelah break dengan body → Buy Limit
Buy di Opening price 1h saat ini → Instant Buy
Stop loss di 1H Low sebelumnya .
Kalau harga turun menembus itu, berarti momentum 1h gagal, close saja.
Target profit bisa 1–2 kali jarak SL , tergantung seberapa kuat trendnya.
Kalau market trending jelas, bisa diperpanjang hingga 3x atau lebih.
______________________
Pahami Risiko dan Kondisi Pasar
Sistem ini paling efektif di pasar yang trending .
Kalau harga malah sideways , sinyal bisa salah.
Itulah kenapa pemahaman fundamental dan sentimen tetap penting.
Mereka membantu kita tahu kapan pasar siap ekspansi.
Trading bukan soal pintar, tapi soal disiplin dengan data yang bisa diulang.
Kalau sistemmu bisa dijelaskan dengan sederhana dan diulang oleh siapa pun,
kamu sudah setengah jalan menuju konsistensi.
Moving Average, sebenarnya apa itu MA?Banyak trader proffesional maupun amatir yang memakai indikator ini agar dapat melihat tren secara menyeluruh tetapi sayang tidak banyak juga yang sebenarnya tidak mengerti indikator MA ini sebenarnya apa sih terutama yang masih pemula, menurut mereka selama harga udah mulai keatas dan melewati garis ma maka itu adalah waktunya pembelian.
Mari kita telaah sebenarnya apa sih itu MA.
MA sendiri ialah pergerakan rata rata pada suatu harga dalam tempo/waktu tertentu, seperti contoh MA 200 adalah pergerakan rata rata dalam 200 hari (dalam time frame harian) atau 200 jam (dalam TF 1 jam). MA sendiri ialah indikator trend following (MA sangat bagus jika anda ingin mengetahui trend yang sedang terjadi)
Jenis MA sendiri terbagi oleh 3
1. Simple Moving Average
2. Exponential Moving Average
3. Weighted Moving Average
ke 3 jenis ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kurang lebih seperti ini
1. SMA mempunyai pergerakan yang halus tetapi dia sangat lambat untuk memberikan sinyal, oleh karena itu trader seringkali tidak dapat menerima suatu golden zone pembelian.
2. EMA dan WMA , moving average jenis ini tergolong lebih agresif dan dapat memberikan zona pembelian yang bagus dibanding SMA tetapi walaupun begitu seringkali kita mendapatkan fake signal jika memakai indikator ini.
Lalu, indikator apa yang dapat menopang kekurangan masing masing dari indikator diatas?
1. Indikator Momentum seperti MACD (Histogram) dan RSI
2. Price Action ( Candlestick pattern) -> bukan indikator sih wkwk, tapi ini melengkapi kekurangan MA


