TLKM Weekly support 3000 menuju 4000/tahunanTLKM Weekly support 3000 menuju 4000/tahunan
Ini adalah analisa chart mingguan dan pengambilan data secara bulanan untuk vulume dan jumlah pemegang saham institusi dengan dan besar,yang dalam sejak april 2025 melakukan akumulasi dengan volume yang besar dan mensupport area 3000 sebagai basis support terkuta dalam 5 tahiun terakhir sejak pandemi 2025,jumlah kepemilikan ritel berkurang dalam 6-7 bulanan menandakan akumulasi institusi lokal dan akumulasi asing yang berbanding sama (asing jula;asing juga beli ) ,alasan terkuat untuk hold emiten telco 1 ini ,karna belum ada persaingan dalam penetrasi pasar telco ,EXCL/ISAT?FREN sebagai operator seluler maupun penyedia intenet fiber seperti indihome ,alasan paling utama adalah DANANTARA yang agresif untuk menaikan jumlah kepemilikan dengan akusisi berbagai BUMN negara .analisa ini gabungan dari technical dan fundamental di rangkum dengan data yang spesifik dan terstruktur dari penulis .
untuk bearish nya akan terjadi dalam 1,5 tahun menuju 4000 dan 5500 dalam 2 - 2,5 thun dan bisa di pastikan dalam 5 tahun menuju area 6000-6500 .
Note : Disclamer on DYOR /bukan ajakan jual beli ,belum tentu saya benar dan belum tentu juga anda salah jika tidak setuju dengan pendapat saya.sekali lagi ini pendapat ,market yang menentukan.
Ihsg
SRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai SeasoanlitySRIUS : IHSG Kembali Positif di Oktober 2025, Sesuai Seasoanlity-nya
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251031
Berdasarkan Seasonality sejak 10 tahun terakhir, sepanjang Oktober, IDX:COMPOSITE cenderung positif (8 dari 10 kali) dengan Average Monthly Return sebesar +1.57%.
Di bulan Oktober 2025, IHSG naik 1.28% dari akhir September 2025. Cukup bagus lah ya.
Memasuki November Rain (Guns N' Roses), secara Seasonality, IHSG cenderung turun (7 dari 10 kali) namun Average Monthly Return-nya somehow masih positif 0.14%. Kami sih melihatnya akan cenderung negatif namun jikalau positif maka Return di bulan November cenderung tinggi (3.8% - 9.44%).
Kami melihat November sebagai Time To Buy untuk Sell sebelum akhir tahun. Semoga bisa Buy on Weakness di mid atau akhir November 2025.
Well, Halloween this year should be interesting.
Let's see Santa in December 2025.
TLKM support weekly menuju 3350-3400TLKM support weekly menuju 3350-3400 ,volume akumulasi terlihat dalam beberapa hari,walau ada penurunan harga ,tapi ada GA yang harus di tututp dalam 1-2 hari bursa,RSI menunjukan sudah ada jenuh jual di berbagai time chart?time frame,bisa jadi dalam beberapa minggu menuju 3500 ,dengan sentimen asing masuk karan penurunan suku buga oleh the fed menjadi sentimen postif ,dengan rentang dividen 3-4 % dengan hara sekarang masih terlalu rendah ,jika di bandingankan dengan EPS/DPR sedangkan free ash flow dan ash per sahre masih besar di angka 400-600/ lembar
BBCA Membentuk Pola Reversal, Saatnya Buy on Dip?Trading langsung melalui TradingView x STAR!
BBCA: Teknikal (Daily):
■ Harga Penutupan: Rp 8.275
■ BUY : Rp 8.300 - 8.000
■ Target : Rp 9.000
■ Stop : Rp <7.900
Setelah koreksi dari area 8.700, BBCA stabil di area 8.300 - 8.000. Bullish momentum masih on dan jika berlanjut, berpotensi ke Resistance 9.000.
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com/broker/SamuelSekuritas/
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
SRIUS : IDX80 Uptrend vs IHSG Downtrend. Mungkinkah?SRIUS : IDX80 Bersiap Uptrend vs IHSG Bersiap Downtrend. Mungkinkah?
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251020
Sebuah perubahan besar tampaknya sedang terbentuk dimana IHSG yang selama ini Uptrend terlihat sedang bersiap Downtrend. sementara itu, IDX80 yang selama ini menjadi "pecundang" tampaknya mulai bersiap Uptrend atau setidaknya Outperform IHSG.
IHSG sedang Breakdown Up Trendline yang kami tarik dari sejak April 2025. Proses Breakdown ini mungkin akan diakhiri dengan bentuk Bearish Reversal Pattern (Head and Shoulders?).
Di sisi lain, kami melihat IDX80 membentuk Bullish Continuation (Ascending Triangle?) yang mengindikasikan Uptrend dari sejak April 2025 kemmbali berlanjut.
Kedua indeks ini memang memiliki nasib berbeda terutama apabila dilihat dari Puncak yang sama yaitu di September 2024. IHSG telah naik 4.5% dari sejak september 2024 namun IDX80 ternyata turun -9.5%.
Nasib ini tampaknya akan segera berubah pada pergerakan sejak Juli 2025.
Buat kamu yang berinvestasi di Reksa Dana Saham, mungkin saatnya Reksa Dana kamu memberikan Profit yang lebih menarik dibandingkan kemarin nih.
We'll see.
Conglomerate vs Traditional Old Big Caps Stocks.
Place your bet, Guys!
BKSL Volume Meledak!: Apakah akan Lanjut?Trading langsung melalui TradingView x STAR!
BKSL: Teknikal (Daily):
■ Harga Penutupan: Rp 149
■ BUY : Rp 135 - 145
■ Target : Rp 170
■ Stop : Rp <130
Dengan volume yang besar, BKSL menuju resistance 152 setelah menguji support di area 130. Jika lanjut dan sukses breakout, target 170 tidak mustahil.
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Dampak Kebijakan Menkeu Pak Purbaya Yudhi SadewaDampak Kebijakan Menkeu Pak Purbaya Yudhi Sadewa
Efek Samping Pro-Growth Policy
Sejak diumumkan dan (langsung) dilantik pada 8 September 2025, IDX:COMPOSITE naik 6.5% dengan harapan ekonomi Indonesia tumbuh tinggi (6% dalam waktu dekat dan 8% dalam 2-3 tahun lagi). Pak Purbaya tampaknya lebih Pro-Growth sehingga kebijakan Fiskal-nya cenderung agresif dan ekspansif.
Namun kebijakan Pro-Growth memiliki efek samping yaitu volatilitas pada Rupiah dan Obligasi.
Sejak dilantik, FX_IDC:USDIDR melemah 2% hampir mendekati Rp16,800/USD sebelum kembali turun ke Rp16,500an. Namun penguatan Rupiah saat ini terindikasi sebagai Throwback pada chart USDIDR. Selama Rupiah tidak mampu menguat di bawah Rp16,500, kami akan mewaspadai perlemahan Rupiah lebih dalam.
Kami telah mempublikasikan ulasannya. Baca di sini :
Hal yang cukup menyenangkan (dan membingungkan) adalah penurunan Yield Indonesia 10Yr atau TVC:ID10Y dari 6.4% ke 6.1% (walau saat ini menguat ke 6.26%). Artinya adalah harga Obligasi Negara naik sementara kebijakan Pro-Growth sangat mungkin membuat defisit anggaran melebar yang pada akhirnya membuat Pemerintah menerbitkan Obligasi lebih banyak (Suplai meningkat maka harga akan turun sehingga Yield akan naik).
Kami belum melihat Investor Asing masuk dan justru malah menambah alasan kalau Indonesia masih belum ramah untuk berbisnis (melihat drama BBM antara Pertamina vs SPBU swasta).
Kami menyukai Pak Purbaya sejak beliau bekerja di Danareksa. Kami percaya kebijakan Pro-Growth dibutuhkan untuk membangun Human Capital di Indonesia saat ini dalam rezim Presiden Prabowo. Namun tentu akan ada "biaya"nya dan sangat mungkin Rupiah kita.
We're watching with hope, Chief!
Peluang IDX80 Outperform IHSGPeluang IDX80 Outperform IHSG
Apakah saatnya Saham - saham Big Caps Blue Chips Untuk Perform?
IHSG dan IDX80 mendapat sinyal Buy dari Parabolic SAR di atas SMA 60. Menurut setup kami, ini adalah sinyal Buy favorit kami.
RSI 14 pada keduanya belum memasuki area Overbought meskipun RSI IHSG lebih tinggi dari RSI IDX80.
Pertanyaan yang menurut kami penting saat ini adalah apakah kenaikan IDX80 yang berisi saham - saham Big Caps Blue Chips dapat lebih menarik (alias Outperform) dari kenaikan IHSG yang saat ini ditopang oleh saham - saham Big Caps non-Blue Chips?
Kami coba jawab dengan menggunakan Ratio Chart antara IDX80 dengan IHSG. Saat ini Chart-nya sedang turun sehingga IDX80 mengalami Underperform terhadap IHSG. Namun sesaat lagi, Ratio Chart tersebut akan memperoleh sinyal Buy dari Parabolic SAR yang membuka peluang untuk naik sampai menguji Resistance dari SMA 60. Menurut kami, peluang untuk Breakout SMA 60 masih relatif kecil sehingga IDX80 berpotensi Outperform IHSG untuk sesaat.
But who knows..
IDXENERGY masih kuat NAIKIDX:IDXENERGY masih terlihat kekuatan naik masih belum ada perlawanan berarti, berpotensi muncul tanda koreksi 1-2 minggu kedepan
RUPIAH FX_IDC:USDIDR
NICKEL MCX:NICKEL1!
invst.ly
CRUDE OIL NYMEX:CL1!
COAL (Newcastle Coal) ICEEUR:NCF1!
CRUDE PALM OIL CME:CPO1!
BITCOIN OANDA:BTCUSD
ADMR: Buat Kalian yang Mencari Saham Berpotensi & Belum BergerakTrading langsung melalui TradingView x STAR!
Teknikal (Daily):
■ Harga Penutupan: Rp 1070
■ BUY : Rp 1000 - 1070
■ Target : Rp 1235 : Rp 1380 : Rp 1545
■ Support : 970 - 1000
■ Stop : Rp < 970
ADMR : Alamtri Minerals Indonesia Tbk , merupakan anak usaha ADRO (Alamtri Resources) yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara dan mineral.
Melihat teknikal ADMR, pola uptrend sudah dimulai sejak Maret 2025 dan harga saat ini sudah berada pada support area uptrendline sehingga menarik untuk dilakukan spekulasi beli. Target berada pada level 1235, level ketika terjadi ledakan volume di akhir Juli 2025, di mana hingga saat ini masih menjadi resistant kuat.
Tertarik?
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com/broker/SamuelSekuritas/
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
PTRO: Mendekati Resist Kuat Ascending Triangle Pattern!Trading langsung melalui TradingView x STAR!
Charting dan Trading Saham dalam Satu Platform
PTRO Teknikal (Daily):
■ Harga saat ini: Rp 4.190
■ Resist kuat: Rp 4.260
■ Target (bila break resist) : Rp 5.350 (TP 1)
■ Support: Rp 3.230 - 3.350 (ada Gap di area tersebut)
PTRO (Petrosea Tbk) merupakan salah satu emiten yang bergerak di bidang konstruksi, kontraktor dan penyediaan peralatan logistik untuk sektor pertambangan.
PTRO memiliki pergerakan teknikal dengan pola ascending triangle yang sangat menarik, di mana saat ini sedang mendekati Resistant kuat (Rp4.260) yang sudah terbentuk sejak 2025.
Apabila berhasil tembus Resist, potensi menuju Target Rp 5.350.
Support terbentuk dari Gap yang masih terbuka di area Rp 3.230 - Rp 3.350.
Menarik?
Apakah Anda salah satu pihak yang percaya diri PTRO akan tembus resist, atau sebaliknya?
Biarkan waktu yang akan menjawab...
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
IHSG: dapatkah capai 35.000 pada tahun 2035 (Menkeu RI)Menteri Keuangan Republik Indonesia Bpk Purbaya Yudhi, menyatakan bahwa IHSG bisa capai 35.000 pada tahun 2035.
Saat ini indeks masih di 7850-an.
Tentu pernyataan ini mengundang banyak komentar, baik positif maupun negatif.
Beliau saat masih di Danareksa Institute sempat menulis beberapa buku tentang analisa teknikal. Apakah pernyataan beliau memperhatikan analisa teknikal.
Oleh karena itu, saya mencoba membuat sebuah trendline dari harga historikal IHSG menuju tahun 2035.
Dan ternyata, memang mencapai 35000!
Hehehe, mudah2an tercapai ya, Pak Menkeu....






















