Ihsg
Outlook IHSG - Setelah Pembekuan MSCI saham Indonesia *NFA1. Kondisi Harga Saat Ini (Current Price Action)
• Sentimen Bearish Kuat: Terjadi penurunan signifikan sebesar -7,04% dalam satu minggu. Candle terakhir menunjukkan Marubozu bearish yang sangat panjang, menandakan tekanan jual yang sangat dominan.
• Penolakan di Supply Zone: Harga gagal menembus area Supply Zone di kisaran 8.858 - 9.173 (Fibonacci 1.382 - 1.5). Ini merupakan area jenuh beli di mana para investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).
2. Struktur Pasar & Area Penting
• FVG (Fair Value Gap): Terdapat celah harga (gap) yang ditinggalkan oleh penurunan tajam tersebut. Biasanya, harga memiliki kecenderungan untuk kembali (retrace) ke area FVG ini di masa depan untuk "menyeimbangkan" pesanan sebelum melanjutkan pergerakannya.
• Potential Retest Area (7.586 - 7.867): Ini adalah target penurunan terdekat. Secara teknikal, ini adalah area resistance-become-support. Jika IHSG mampu bertahan di area ini, maka struktur bullish jangka panjang masih terjaga.
• Extreme Order Block (5.800 - 6.200): Ini adalah benteng pertahanan terakhir jika terjadi krisis besar atau market crash. Area ini merupakan titik awal akumulasi besar pada periode sebelumnya.
3. Analisis Indikator
• Supertrend (10, 3): Nilai Supertrend berada di 8.245. Harga saat ini (8.320) berada sangat dekat dengan garis ini. Jika harga ditutup di bawah 8.245 pada akhir pekan, maka sinyal Supertrend akan berubah dari hijau (bullish) menjadi merah (bearish).
• Trendline: Garis tren putih menunjukkan bahwa IHSG sebelumnya telah keluar dari fase konsolidasi panjang. Penurunan saat ini bisa dianggap sebagai fase throwback atau retesting terhadap struktur yang telah ditembus.
Kesimpulan & Outlook
IHSG sedang mengalami koreksi tajam yang agresif setelah mencapai puncaknya di atas level 9.000.
Saran Strategis:
Melihat volatilitas yang sangat tinggi (penurunan 7% seminggu untuk indeks adalah angka yang sangat besar), sebaiknya hindari melakukan Buy on Weakness secara agresif sebelum ada tanda-tanda konsolidasi atau reversal di area 7.500 - 7.800.
Market Outlook INTP { Peluang Buy}Frame Work
1. Bias : Bias Bullish didapat dari Time frame 1 Tahun, dengan adanya buying pressure dengan melihat candle closure 2025. ditutup menguat membentuk candle bullish dengan wick panjang, yang menandakan pressure buyer sangat kuat.dalah hal ini terjadi CRT di Low candel 2024.
2. Narrative : Narrative di Time Frame 3M sangat mendukung karena adanya Market structure Shift. dan terbentuk nya inverse fair value gap
3. Context : Context yang terbentuk di Time Frame Monthly sangat mendukung Bias dan Narrative, di timeframe Monthly harga membentuk sebuah OrderBlock dengan didukung sebuah Monthlly BISI, yang memperkuat peluang Orderblock sebagai level Harga untuk bullish.karena sementara ini harga masih koreksi
4.Confirmation: Konfirmasi didapat di TF Daily Setelah adanya MArket structure shift. dan menunggu harga untuk mengambil area Equal Low. yang menjadi support kuat untuk harga memantul setelah koreksi
Outlook BBRI - Potensi Breakout Descending Channel *NFA1. Pola Harga: Falling Wedge atau Descending Channel
Harga saat ini sedang menguji garis tren atas (garis putih diagonal). Sejak mencapai puncaknya di area 6.450, BBRI membentuk pola kanal menurun.
• Kabar Baik: Harga terlihat sedang mencoba melakukan breakout (menembus ke atas) dari garis tren tersebut. Jika harga berhasil ditutup di atas 3.900-4.000 dengan volume yang kuat, ini adalah sinyal awal pembalikan arah (reversal) menuju tren naik.
2. Area Permintaan (Demand Zone)
Kotak abu-abu di area 3.350 – 3.550 terbukti menjadi bantalan yang sangat kuat.
• Harga sudah beberapa kali menyentuh area ini dan selalu berhasil memantul (bounce). Ini menunjukkan bahwa investor institusi atau "big money" melihat harga tersebut sebagai harga diskon yang menarik untuk akumulasi.
3. Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence)
Lihat di bagian bawah chart:
• Terjadi Bullish Crossover (garis biru memotong garis oranye ke atas).
• Histogram mulai beralih dari merah ke hijau muda di atas garis nol. Ini menandakan momentum bearish sudah habis dan tenaga bullish mulai masuk secara perlahan namun pasti.
4. Volume Profile (Sisi Kanan)
Batang-batang biru/abu-abu di sisi kanan menunjukkan di mana transaksi paling banyak terjadi.
• Area 3.850 (harga saat ini) memiliki tumpukan volume yang cukup tebal, yang berarti sedang terjadi pertarungan sengit antara penjual dan pembeli.
• Jika berhasil lewat dari sini, "hambatan" berikutnya ada di area 4.650.
5. Target Harga (Resistensi)
Di dalam chart sudah dipetakan beberapa target rasional:
• Target Terdekat: 4.650 (Area konsolidasi sebelumnya).
• Rational Target: 5.025 (Level psikologis dan teknis yang penting).
• Target Lanjutan: 5.325 hingga 5.600.
Kesimpulan & Strategi
Secara teknis, BBRI sedang dalam fase transisi dari Downtrend ke Sideways/Uptrend.
• Skenario Optimis: Breakout dari garis tren putih akan membawa BBRI menuju 4.650 dalam jangka menengah.
• Skenario Konservatif: Jika gagal breakout, harga mungkin akan kembali mengetes area Demand Zone di 3.550 sebelum mencoba naik lagi.
Catatan: Mengingat ini chart mingguan (1W), pergerakannya butuh waktu (bersifat jangka menengah-panjang). Kesabaran adalah kunci di sini.
Outlook CUAN - Potensi rebound di area Demand Zone? *NFA1. Tren Utama (Trend Analysis)
Saat ini, CUAN berada dalam fase bearish (tren menurun) yang cukup kuat dalam jangka pendek hingga menengah. Hal ini terlihat dari:
• Garis Tren Menurun (Descending Trendline): Harga terus tertahan di bawah garis diagonal putih. Setiap kali mencoba naik, harga selalu terpental kembali ke bawah.
• Struktur Harga: Harga membentuk lower highs (puncak yang lebih rendah) dan lower lows (lembah yang lebih rendah).
2. Area Supply dan Demand (S&D)
Grafik tersebut dengan jelas memetakan zona psikologis pasar:
• Supply Zone (Resistance): Berada di kisaran 2.050 - 2.150 (zona terdekat) dan 2.600 - 2.800 (zona kuat). Harga baru saja mengalami penolakan di zona supply 2.050, yang mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih mendominasi.
• Demand Zone (Support/Target): Area beli potensial berada di kisaran 1.590 - 1.690. Area ini ditandai sebagai "Rasional Target" yang didukung oleh level Fibonacci 1,236 dan 1,382.
3. Indikator Momentum (MACD)
Indikator MACD di bagian bawah memberikan sinyal konfirmasi:
• Garis MACD berada di bawah garis nol (negative territory).
• Histogram berwarna merah dan tampak melebar ke bawah, menunjukkan bahwa momentum penurunan masih sangat kuat dan belum ada tanda-tanda pelemahan tekanan jual (selling pressure).
4. Kesimpulan
Secara teknikal, pergerakan harga CUAN saat ini sedang menuju ke arah Demand Zone di bawah (area 1.590 - 1.690). Panah putih pada grafik menunjukkan proyeksi penurunan lebih lanjut karena harga gagal menembus resisten dinamis (garis tren).
Strategi yang Bisa Dipertimbangkan:
• Wait and See: Mengingat momentum masih bearish, risiko untuk melakukan pembelian saat ini tergolong tinggi karena harga sedang "mencari dasar".
• Buy on Weakness: Area 1.590 - 1.690 bisa dijadikan area pantauan (watchlist). Jika harga mencapai area tersebut dan muncul pola pembalikan arah (seperti hammer candle atau bullish divergence pada MACD), itu bisa menjadi peluang entry dengan risiko yang lebih terukur.
• Batasan Risiko: Jika harga menembus di bawah 1.580, maka pandangan "Rasional Target" ini bisa batal dan harga berisiko turun lebih dalam lagi.
Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda dengan mempertimbangkan profil risiko pribadi.
Outlook CDIA - Downtrend channel atau Bullish Flag? *NFABerdasarkan chart PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) per tanggal 22 Januari 2026, berikut adalah interpretasi dan analisis teknikal mendalamnya:
1. Tren Harga dan Pola Grafik
Harga saat ini sedang berada dalam fase Downtrend atau tren menurun yang cukup konsisten sejak puncaknya di bulan Oktober 2025 (sekitar level 2.400).
• Descending Channel: Pergerakan harga membentuk pola descending channel (saluran menurun) atau falling wedge. Pola ini ditandai dengan titik higher high dan lower low yang terus menurun, yang dibatasi oleh dua garis tren sejajar.
• Posisi Saat Ini: Harga berada di area batas bawah (lower line) dari channel tersebut, yang biasanya merupakan titik jenuh jual (oversold).
2. Analisis Zona Supply & Demand
Chart ini dengan jelas memetakan area krusial bagi para trader:
• Demand Zone (1.382 – 1.425): Ini adalah area "tumpuan" atau support kuat. Terlihat ada indikasi harga sedang menuju atau sudah menyentuh area ini. Area ini dianggap sebagai zona beli potensial karena secara historis pembeli cenderung masuk di sini.
• Supply Zone (~1.700 – 1.800): Area ini menjadi hambatan atau resistance kuat di mana tekanan jual diperkirakan akan meningkat jika harga mencoba naik.
• Rasional Target (1.485): Angka ini merupakan harga penutupan saat ini yang dianggap sebagai level target rasional untuk akumulasi awal, mengingat kedekatannya dengan zona demand.
3. Indikator Teknikal
• MACD (Moving Average Convergence Divergence): Indikator MACD berada di area negatif (di bawah garis nol), yang mengonfirmasi bahwa momentum bearish masih mendominasi. Namun, garis MACD mulai terlihat mendatar, mengindikasikan pelemahan momentum turun.
• Supertrend: Garis Supertrend saat ini berada di atas harga (berwarna merah), menandakan bahwa secara sistem tren, CDIA masih dalam status Sell atau Downtrend jangka pendek hingga menengah.
Kesimpulan dan Strategi
Chart ini menunjukkan skenario "Buy on Weakness" (beli saat harga melemah) di dekat zona demand.
• Skenario Rebound: Jika harga mampu bertahan di atas level 1.382, terdapat potensi pantulan (rebound) menuju garis tengah channel atau bahkan menguji Supply Zone di kisaran 1.700-an.
• Risiko: Jika harga menembus ke bawah 1.382 (breakdown), maka tren penurunan akan berlanjut lebih dalam dan skenario rebound menjadi tidak valid.
Catatan: Volume transaksi (bar di bagian bawah harga) terlihat mulai menipis saat penurunan mendekati zona demand, yang sering kali merupakan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai habis.
Outlook BUMI - Koreksi setelah Bullish Panjang? *NFA1. Tren Harga dan Kondisi Saat Ini
Saat ini, BUMI sedang mengalami koreksi tajam setelah reli panjang (bullish) yang dimulai dari area Rp100 hingga mencapai puncaknya di kisaran Rp480.
• Harga Terakhir: 352 IDR (Turun -8,81% pada hari tersebut).
• Sentimen: Jangka pendek cenderung Bearish karena harga sedang turun cukup dalam untuk mencari level support baru.
2. Analisis Supply & Demand (Zona Penting)
Chart Anda telah menandai beberapa area krusial yang menjadi kunci pergerakan harga selanjutnya:
• Supply Zone (400 – 464): Ini adalah area "tekanan jual" yang sangat kuat. Harga gagal bertahan di area ini dan mengalami penolakan (rejection), yang memicu aksi ambil untung massal.
• Demand Zone Daily (~344): Harga saat ini berada tepat di ambang batas Demand Zone harian. Ini adalah titik kritis. Jika harga bisa bertahan di atas 344, ada potensi technical rebound (pantulan sementara).
• "Best View to Buy" (188 – 226): Ini adalah zona permintaan utama (Major Demand). Jika level 344 ditembus ke bawah, analis melihat harga berpotensi meluncur ke area 246 atau bahkan kembali ke kisaran 188–226 untuk melakukan akumulasi ulang.
3. Indikator Teknikal
• MACD (Moving Average Convergence Divergence): Terlihat adanya Dead Cross (garis biru memotong garis oranye ke bawah) dan histogram merah mulai menebal di bawah garis nol. Ini mengonfirmasi bahwa momentum penurunan sedang kuat.
• Supertrend: Garis Supertrend masih berada di bawah harga, namun jaraknya semakin menyempit. Jika harga ditutup di bawah garis tersebut, indikator ini akan berubah warna menjadi merah, menandakan perubahan tren dari uptrend ke downtrend.
Kesimpulan dan Skenario
Ada dua skenario yang digambarkan oleh panah putih di chart Anda:
1. Skenario Rebound (Panah Atas): BUMI bertahan di Demand Zone 344 dan memantul kembali menuju area 400 untuk menguji kekuatan supply. Ini bisa menjadi peluang fast trade.
2. Skenario Koreksi Lanjutan (Panah Bawah): Jika harga menembus level 344 dengan volume tinggi, maka penurunan akan berlanjut menuju target di 246 atau lebih rendah (area Best View to Buy).
Saran Strategi:
Bagi investor atau trader, level 344 adalah angka "keramat" untuk saat ini. Jika Anda ingin masuk, sebaiknya tunggu konfirmasi pantulan (candlestick hijau yang kuat) di area tersebut. Namun, melihat MACD yang sedang menukik tajam, risiko penurunan lanjutan masih cukup besar.
Outlook MAYA - Breakout dan potensi Rebound? *NFA1. Struktur Tren dan Pola (Price Action)
• Breakout Trendline: Harga baru saja menembus (breakout) garis tren menurun (descending trendline) yang telah membatasi pergerakan harga sejak bulan September. Ini adalah indikasi awal pembalikan arah dari tren turun menjadi tren naik atau setidaknya fase akumulasi.
• Demand Zone: Harga saat ini berada di area Demand Zone (kotak abu-abu) antara kisaran 226 - 240. Area ini terbukti kuat karena harga beberapa kali memantul saat menyentuh zona ini, menunjukkan adanya minat beli yang signifikan di level tersebut.
• Support Kuat: Level 224 - 226 berfungsi sebagai base atau lantai yang cukup kuat untuk menahan penurunan lebih lanjut.
2. Analisis Indikator MACD
• Golden Cross: Garis MACD (biru) telah memotong ke atas garis sinyal (oranye). Ini sering dianggap sebagai sinyal beli (buy signal).
• Momentum: Histogram MACD mulai berwarna hijau dan meningkat, menandakan bahwa momentum bullish (kenaikan) mulai mendominasi dibandingkan tekanan jual sebelumnya.
• Posisi: Karena persilangan terjadi di bawah garis nol, ini menunjukkan potensi rebound dari kondisi yang sudah jenuh jual (oversold).
3. Target Harga dan Proyeksi
Berdasarkan garis putus-putus biru pada chart, ada beberapa target resistensi yang mungkin dituju jika momentum berlanjut:
• Target 1 (Resisten Terdekat): 274
• Target 2: 288
• Target 3 (Target Utama): 298
Kesimpulan dan Strategi
Chart ini menunjukkan setup yang cukup menarik karena risiko yang relatif rendah (karena harga dekat dengan demand zone) dibandingkan dengan potensi keuntungan (reward) menuju target 274-298.
• Skenario Bullish: Jika harga mampu bertahan di atas level 240 dan volume meningkat, target pertama di 274 kemungkinan besar akan tersentuh dalam waktu dekat.
• Skenario Bearish/Risiko: Jika harga kembali masuk ke bawah demand zone dan menembus level 224, maka setup ini dianggap gagal (invalid) dan harga berpotensi mencari level terendah baru
RAJA Lepas dari Konsolidasi, Trend Naik Lanjut!Trading langsung melalui TradingView x STAR!
RAJA: Teknikal (Daily):
■ Harga Penutupan: Rp 8,100
■ BUY : Rp 8,100 - 7,650
■ Target : Rp 9,700
■ Stop : Rp <6,400
RAJA Lepas dari konsolidasi area 7,250, target terdekat ada di 9,700!
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com/broker/SamuelSekuritas/
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Outlook ARCI - Pola Falling Wedge? *NFA1. Struktur Harga dan Pola Grafik
Saat ini, ARCI terlihat sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan tajam (bullish rally) pada pertengahan Desember.
• Pola Falling Wedge / Pennant: Harga sedang membentuk pola segitiga yang menyempit dengan lower highs (puncak yang semakin rendah). Ini sering dianggap sebagai pola kelanjutan (continuation pattern). Jika harga berhasil menembus garis tren atas (resistance), ada potensi kenaikan menuju target yang lebih tinggi.
• Demand Zone: Terdapat area kotak abu-abu di kisaran harga 1.565 - 1.630. Ini adalah area di mana pembeli sebelumnya masuk dengan kuat. Selama harga bertahan di atas zona ini, tren jangka pendek masih tergolong optimis.
2. Indikator Teknis (MACD)
Di bagian bawah grafik, indikator MACD memberikan sinyal yang perlu diwaspadai:
• Histogram Negatif: Batang histogram berada di area merah (bawah garis nol), menunjukkan adanya momentum pelemahan atau tekanan jual jangka pendek.
• Death Cross: Garis biru (MACD line) berada di bawah garis oranye (Signal line), yang mengonfirmasi fase koreksi saat ini. Namun, jika histogram mulai memendek dan memudar, itu bisa menjadi sinyal awal pembalikan arah.
3. Target Harga (Rasional Target)
Analis/pembuat chart telah menetapkan area target yang cukup optimis:
• Resistance Utama: Area kotak biru di bagian atas berkisar antara 1.935 hingga 1.990.
• Potensi Keuntungan: Jika harga berhasil breakout dari garis tren menurun, target terdekat adalah kembali ke puncak sebelumnya di sekitar 1.800, sebelum mencoba menuju area target rasional di level 1.900-an.
Strategi yang Bisa Dipertimbangkan:
1. Buy on Breakout: Menunggu harga menembus dan bertahan di atas garis tren menurun (sekitar level 1.700) dengan volume yang cukup besar.
2. Buy on Retest: Membeli jika harga kembali menyentuh area Demand Zone di kisaran 1.600 dengan asumsi support tersebut kuat menahan penurunan.
Catatan: Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda selalu memasang Stop Loss di bawah area Demand Zone untuk membatasi risiko jika harga ternyata bergerak di luar skenario.
Outlook MDKA - Potential Breakout atau ke Demand Zone? *NFA1. Pola Grafik: Symmetrical Triangle
Harga saat ini sedang berkonsolidasi di dalam pola Symmetrical Triangle (segitiga simetris).
• Kondisi: Garis tren atas (resistance) menurun dan garis tren bawah (support) menanjak, menciptakan penyempitan area harga.
• Indikasi: Ini menunjukkan fase "tunggu dan lihat" (wait and see) di mana kekuatan pembeli dan penjual cukup seimbang. Breakout (penembusan) dari salah satu garis ini akan menentukan arah tren besar berikutnya.
2. Area Support dan Resistance (Supply & Demand)
Grafik Anda dengan sangat jelas menandai dua zona krusial:
• Demand Zone (5.100 - 5.225): Ini adalah area lantai kuat di mana harga sebelumnya memantul. Selama harga bertahan di atas zona ini, bias jangka menengah masih cenderung positif.
• Supply Zone (6.350 - 6.525): Ini adalah "Rasional Target" atau area plafon. Jika harga berhasil keluar dari segitiga ke atas, area ini menjadi target profit yang sangat masuk akal karena banyaknya penjual di masa lalu di level tersebut.
3. Analisis Indikator MACD
Di bagian bawah grafik, indikator MACD memberikan sinyal peringatan:
• Histogram: Batang histogram mulai berubah menjadi merah dan mengecil di bawah garis nol, menunjukkan pelemahan momentum jangka pendek.
• Death Cross: Garis biru (MACD line) terlihat memotong ke bawah garis orange (Signal line). Ini menandakan adanya potensi tekanan jual atau konsolidasi lanjutan sebelum mencoba menanjak lagi.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, MDKA berada dalam fase akumulasi/konsolidasi yang sehat. Proyeksi kenaikan Anda ke arah 6.350 cukup realistis secara teknikal, namun perlu diwaspadai momentum MACD yang sedang menurun. Pastikan untuk menunggu konfirmasi harga menembus garis tren atas sebelum melakukan entri besar.
Outlook ESSA - Pola Descanding Triangle? *NFA1. Struktur Harga dan Tren Saat Ini
Harga saat ini berada di level 645. Secara keseluruhan, ESSA sedang berada dalam fase konsolidasi atau sideways dalam rentang yang lebar. Terlihat adanya pola Descending Triangle (segitiga menurun) yang terbentuk dari garis tren resistansi (garis putih menurun) dan area dukungan horizontal di bawahnya.
2. Area Supply dan Demand
• Supply Zone (Resistansi): Berada di kisaran 740 - 760. Ini adalah area di mana tekanan jual sangat kuat sebelumnya. Jika harga mencapai area ini, kemungkinan besar akan terjadi aksi ambil untung (profit taking).
• Demand Zone (Support): Berada di kisaran 580 - 600. Area ini telah teruji beberapa kali sebagai "lantai" harga, di mana pembeli cenderung masuk dan menjaga harga agar tidak jatuh lebih dalam.
3. Analisis Garis Tren dan Level Kunci
• Trendline Resistance: Garis putih yang menurun menunjukkan bahwa setiap kali harga mencoba naik, puncak-puncaknya semakin rendah (lower highs). Saat ini, harga sedang mencoba mendekati atau menembus garis ini.
• Level Psikologis 710: Ada garis horizontal biru di level 710. Ini merupakan hambatan terdekat sebelum harga bisa menuju ke Supply Zone utama.
4. Indikator MACD
Indikator MACD di bagian bawah menunjukkan kondisi yang cukup netral namun cenderung positif tipis:
• Garis MACD (biru) dan Signal (oranye) berada sangat dekat dengan garis nol.
• Histogram mulai menunjukkan warna hijau kecil, yang menandakan adanya akumulasi pelan atau momentum bullish yang masih lemah.
• Belum ada lonjakan volume atau momentum yang kuat untuk memicu breakout besar.
Kesimpulan dan Skenario ke Depan
Skenario Bullish (Optimis):
Jika ESSA mampu menembus (breakout) garis tren putih dengan volume yang cukup tinggi, target terdekat adalah level 710, kemudian menuju ke Supply Zone di 740-760.
Skenario Bearish/Konsolidasi (Konservatif) :
Jika harga gagal menembus garis tren putih, kemungkinan besar ESSA akan kembali melemah dan menguji kembali Demand Zone di area 580-600.
Catatan Penting: Pergerakan harga di sekitar garis tren saat ini adalah momen krusial. Perhatikan volume transaksi dalam beberapa hari ke depan untuk mengonfirmasi apakah ini adalah awal dari pembalikan arah atau sekadar pantulan sementara.
Outlook BBYB - Tunggu area Demand atau Breakout? *NFA1. Struktur Harga dan Tren Utama
Secara keseluruhan, BBYB sedang berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish (menurun) dalam jangka pendek.
• Trendline Menurun: Terlihat garis tren diagonal yang menghubungkan titik-titik puncak harga (lower highs). Harga saat ini berada tepat di bawah garis tren ini, menunjukkan adanya tekanan jual yang masih kuat.
• Price Action: Harga baru saja mengalami penolakan (rejection) setelah mencoba menembus level 520-540, dan sekarang kembali ke level 500.
2. Area Support dan Resistance (Supply & Demand)
Grafik ini dengan jelas memetakan dua zona krusial:
• Supply Zone (600 - 620): Ini adalah area "benteng" penjual. Harga sempat menyentuh area ini di pertengahan Desember namun langsung jatuh tajam. Selama harga belum menembus zona ini, tren jangka panjang masih sulit dikatakan bullish.
• Demand Zone (420 - 466): Ini adalah area "lantai" di mana pembeli biasanya mulai masuk. Panah putih pada grafik memproyeksikan kemungkinan harga akan bergerak turun menuju area ini untuk mencari pijakan sebelum mencoba naik kembali.
3. Indikator Teknis
• MACD (Moving Average Convergence Divergence):
• Garis MACD (biru) dan Signal (oranye) berada di area netral cenderung negatif.
• Histogram menunjukkan momentum yang tipis. Meskipun ada bar hijau kecil, volumenya tidak cukup kuat untuk memicu breakout.
• Supertrend: Garis biru di atas harga menunjukkan sinyal sell atau tren turun masih mendominasi di timeframe ini.
4. Kesimpulan dan Strategi
Berdasarkan visualisasi tersebut, BBYB kemungkinan besar akan melakukan re-test ke area Demand.
Skenario Bearish (Probabilitas Tinggi) : Harga gagal menembus garis tren dan turun menuju rentang 440 - 460. Ini bisa menjadi kesempatan Buy on Weakness.
Skenario Bullish (Terkonfirmasi) : Jika harga mampu ditutup di atas garis tren (di atas level 520) dengan volume besar, target terdekat adalah 580 - 600.
Catatan Penting : Perhatikan panah melengkung ke bawah pada grafik; itu mengisyaratkan ekspektasi analis bahwa harga akan "menjemput" area Demand terlebih dahulu sebelum terjadi pembalikan arah.
Outlook NICL - Setelah Breakout Descanding Triangle *NFA1. Struktur Harga dan Pola (Price Action)
Secara keseluruhan, saham NICL sedang berada dalam fase konsolidasi besar setelah mengalami kenaikan tajam (rally) pada awal 2025.
• Pola Descending Triangle/Flag: Terlihat garis tren menurun (diagonal white line) yang baru saja ditembus ke atas (breakout). Ini adalah indikasi awal pembalikan arah dari tren turun jangka pendek menuju tren naik.
• Supply & Demand Zones: * Supply Zone (1.350 – 1.475): Harga saat ini sedang menguji area ini. Ini adalah zona di mana banyak penjual biasanya menunggu. Penutupan harga di atas level ini sangat krusial untuk melanjutkan kenaikan.
• Demand Zone (910 – 1.010): Ini adalah area pendukung (support) kuat di mana pembeli masuk untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.
2. Volume Profile (Sisi Kanan)
Indikator di sisi kanan menunjukkan Point of Control (POC) atau area transaksi paling padat berada di sekitar harga 1.080 - 1.130 (ditandai dengan bar biru/abu-abu terpanjang).
• Karena harga saat ini (1.475) berada jauh di atas area padat tersebut, ini berarti pembeli saat ini mendominasi, dan area 1.130 akan menjadi support psikologis jika terjadi koreksi.
3. Indikator MACD
Di bagian bawah, indikator MACD (12, 26, 9) menunjukkan sinyal positif:
• Terjadi Golden Cross (garis biru memotong garis oranye ke atas) di area histogram yang mulai menghijau.
• Ini menandakan momentum bullish (kenaikan) mulai kembali menguat setelah fase distribusi/koreksi beberapa bulan terakhir.
Strategi Potensial:
• Bagi yang sudah punya: Layak untuk Hold (simpan) selama harga bertahan di atas level 1.300. Target berikutnya bisa menguji level tertinggi sebelumnya di kisaran 1.600 - 1.800.
• Bagi yang baru ingin masuk: Perlu waspada karena harga sudah berada tepat di Supply Zone. Sebaiknya menunggu konfirmasi apakah harga sanggup bertahan di atas 1.475 atau menunggu buy on weakness jika terjadi koreksi ke area 1.250.
ANTM MASIH ADA PELUANG BUY?
Resis area yang diambil dari zona order blok masih cukup jauh. Sehingga ada peluang scalping pendek, dengan area sell lost di bawah MA50. Sembari menunggu peluang area resis ditembus.
Atau bisa saja menunggu di area weekly engulfing di harga 2950 untuk potensi profit lebih besar






















