ANALISIS DAN KOMENTAR PASAR EMAS - [12 Jan - 16 Jan]OANDA:XAUUSD baru saja mengalami lonjakan langka minggu ini, naik hampir $180. Namun, cerita sebenarnya bukan terletak pada angka-angka tersebut, melainkan pada apa yang akan terjadi selanjutnya. Minggu depan, inflasi AS, sinyal ekonomi yang beragam, dan dua risiko geopolitik utama berpotensi menciptakan titik balik baru bagi pasar.
Setelah penurunan lebih dari 4% pada minggu terakhir tahun 2025, emas memasuki tahun baru dalam kondisi pasar yang “kembali normal”. Aksi jual sebelumnya terutama disebabkan oleh aksi ambil untung di tengah likuiditas rendah selama musim liburan. Ketika arus dana kembali masuk, emas dengan cepat pulih dan menutup minggu dengan kenaikan lebih dari 4%. Ini bukan sekadar rebound teknikal, melainkan reaksi pasar terhadap kombinasi risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter.
Pemicu utama datang dari geopolitik. Pada awal minggu, kabar tentang masuknya militer AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro memicu lonjakan permintaan aset safe haven. Emas melonjak lebih dari 2,5% hanya pada hari Senin, diikuti kenaikan lanjutan pada hari Selasa. Di dunia yang kekurangan jangkar kebijakan dan keamanan yang stabil, dana secara alami mengalir ke emas.
Namun, momentum kenaikan yang cepat tersebut mulai melambat. Penguatan dolar AS dan keputusan CME Group untuk menaikkan persyaratan margin pada kontrak emas dan perak menekan aktivitas spekulatif. Pada saat yang sama, data ekonomi AS yang positif di pertengahan minggu menunjukkan pemulihan lapangan kerja sektor swasta, dengan ISM Services PMI naik ke 54,4 dan indeks ketenagakerjaan kembali ke wilayah ekspansi. Data ini memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter, sehingga memicu koreksi ringan pada harga emas sebelum kembali stabil.
Perkembangan paralel yang sama pentingnya adalah cerita tentang perak. China mengumumkan akan memberlakukan kontrol ekspor terhadap perak, pasar di mana negara tersebut menguasai 60–70% kapasitas pemurnian global. Harga perak melonjak lebih dari 10% hanya dalam dua hari, meskipun kemudian mereda akibat kenaikan persyaratan margin. Dominasi perak ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia bereaksi sangat kuat terhadap guncangan pasokan, sebuah sinyal yang tidak bisa diabaikan bagi emas.
Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) akhir pekan lalu dinilai “netral”: penciptaan lapangan kerja lebih rendah dari perkiraan, tetapi tingkat pengangguran turun. Reaksi pasar hanya berlangsung singkat. Emas tetap bertahan di atas level tertingginya dan menutup minggu di $4.509 per ounce, naik lebih dari $176 dari awal minggu. Dengan kata lain, pembelian defensif tetap berlanjut meskipun momentum telah melambat.
Minggu depan: fokus bukan pada kalender ekonomi, melainkan pada risiko
Data CPI AS bulan Desember menjadi sangat krusial. Angkanya sendiri kemungkinan besar tidak akan mengubah sikap The Fed pada Januari, tetapi ruang kejutan masih cukup besar untuk memicu volatilitas.
Core CPI sebesar 0,3% atau lebih akan menghidupkan kembali kekhawatiran tentang “inflasi yang persisten”, mendukung dolar, dan menekan emas dalam jangka pendek.
Sebaliknya, angka di bawah 0,2% dapat melemahkan dolar AS dan membuka jalan bagi reli emas berikutnya.
Namun, faktor penentu sebenarnya berada di luar pertimbangan ekonomi murni. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Denmark dan Greenland, di tengah penegasan kembali Presiden Trump tentang niatnya untuk “mengakuisisi Greenland”. Ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan sinyal strategis terkait Arktik, energi, dan keamanan. Jika ketegangan AS–UE meningkat, pasar kemungkinan akan beralih ke skenario risk-off, sebuah lingkungan yang secara historis menguntungkan bagi emas.
Sementara itu, ketidakstabilan di Iran muncul sebagai variabel yang sulit diprediksi. Protes anti-pemerintah, retorika keras dari Washington, dan reaksi tegas dari Teheran mendorong Timur Tengah kembali ke kondisi yang sensitif. Jika situasi memburuk atau AS semakin terlibat, emas hampir pasti akan kembali diaktifkan sebagai aset safe haven.
Pandangan Fundamental
Lonjakan hampir $180 minggu lalu bukanlah sekadar “ledakan emosional” jangka pendek. Pergerakan ini mencerminkan lanskap baru di mana geopolitik, rantai pasokan logam, dan ekspektasi kebijakan moneter saling terkait erat. CPI dapat menciptakan volatilitas jangka pendek, tetapi risiko dari Greenland, Timur Tengah, dan pergeseran tatanan geopolitik global akan menentukan arah tren jangka menengah.
Di dunia di mana ketidakstabilan bukan lagi pengecualian melainkan norma, emas terus diposisikan tidak hanya sebagai aset lindung nilai, tetapi juga sebagai barometer kepercayaan terhadap tatanan ekonomi dan politik global.
Analisis teknikal dan rekomendasi OANDA:XAUUSD
Grafik harian emas dengan jelas menunjukkan bahwa tren naik jangka menengah masih tetap utuh. Struktur harga masih bergerak dalam saluran naik, dengan setiap titik terendah lebih tinggi dari sebelumnya. Rata-rata pergerakan jangka panjang tetap mengarah ke atas, mengonfirmasi bahwa tren utama belum patah.
Setelah koreksi singkat, harga bertahan kuat di zona support dinamis sekitar 4.280–4.300 (bertepatan dengan level Fibonacci 0,382–0,5) dan dengan cepat pulih kembali ke area 4.500. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masih dominan dan pasar mampu menyerap aksi ambil untung dengan efektif.
Secara struktural, emas telah membentuk basis akumulasi tinggi dalam tren naik. Selama harga tetap berada di atas area 4.380–4.400 dan tidak menembus saluran harga, pasar memiliki kondisi teknikal yang cukup untuk memasuki siklus kenaikan baru.
Target bullish berikutnya:
• 4.540–4.560: zona resistensi jangka pendek, sesuai dengan level Fibonacci 0,618.
• 4.700–4.720: target ekstensi Fibonacci berikutnya (0,786).
• 4.900–5.000: zona target tren naik jangka menengah jika tren tetap terjaga.
Risiko koreksi:
Jika harga kehilangan area 4.380–4.400, tekanan ambil untung dapat menarik emas turun ke:
• 4.280–4.300: support terdekat yang berfungsi sebagai uji tren.
• Di bawah level ini, koreksi yang lebih dalam menuju 4.130–4.160 akan secara signifikan melemahkan struktur tren naik dan menunda siklus kenaikan berikutnya.
Indikator RSI tetap berada di atas zona netral dan belum muncul divergensi bearish yang jelas, menunjukkan bahwa momentum naik masih terjaga, meskipun pasar mungkin terus bergerak dalam kisaran sempit sebelum terjadi breakout baru.
SELL XAUUSD PRICE 4523 – 4521 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4527
BUY XAUUSD PRICE 4480 – 4482 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4476
Futures
Harga emas melonjak! Iran, The Fed dan kebijakan AS yang bimbangOANDA:XAUUSD mengalami breakout pada sesi Asia, bukan sebagai reaksi pasar sesaat, melainkan sebagai hasil dari konvergensi tiga faktor risiko: meningkatnya ketegangan geopolitik, kebijakan moneter yang dovish, dan ketidakstabilan institusi pusat di Amerika Serikat.
Harga emas (XAUUSD) melonjak hingga mendekati $4.600 per ons, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru di $4.599,80 per ons hanya dalam satu sesi. Kenaikan harian sebesar $90 ini bukan didorong oleh arus modal spekulatif semata, melainkan mencerminkan sentimen defensif yang meluas.
Saya percaya bahwa level tertinggi baru emas ini bukanlah momen euforia, melainkan sebuah pesan. Hal ini menunjukkan bahwa para investor sedang menilai ulang lanskap risiko global: mulai dari Timur Tengah yang tidak stabil dan Amerika Latin yang terkena sanksi, hingga dinamika kebijakan dan hukum internal di Washington. Bloomberg menggambarkan pergerakan emas selama setahun terakhir sebagai rangkaian rekor baru, seiring turunnya suku bunga, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan melemahnya kepercayaan terhadap dolar secara bersamaan. Yang patut dicatat, banyak manajer dana tidak terburu-buru mengambil keuntungan, karena mereka melihat emas bukan hanya sebagai instrumen trading, tetapi sebagai lindung nilai jangka panjang.
Dalam gambaran tersebut, lonjakan menuju hampir $4.600/ons bukanlah titik akhir. Ini menandai bahwa pasar sedang memasuki fase di mana risiko politik, hukum, dan moneter tidak lagi berada di pinggiran, melainkan telah menjadi variabel utama. Dan ketika pusat-pusat kekuatan secara bersamaan memberi sinyal ketidakstabilan, emas kembali dipilih bukan karena imbal hasilnya, tetapi karena keyakinan bahwa ada saat-saat di mana menjaga nilai lebih penting daripada memaksimalkan keuntungan.
SELL XAUUSD PRICE 4642 - 4640⚡️
↠↠ Stop Loss 4646
→Take Profit 1 4634
↨
→Take Profit 2 4628
BUY XAUUSD PRICE 4510 - 4512⚡️
↠↠ Stop Loss 4506
→Take Profit 1 4518
↨
→Take Profit 2 4524
ANALISIS EMAS 01/11/20261. Analisis Fundamental:
a) Ekonomi:
• USD: USD mengalami rebound teknikal ringan setelah fase penurunan sebelumnya, terutama akibat aksi ambil untung dan sikap menunggu data baru. Namun, tren USD jangka menengah belum benar-benar menguat kembali.
• Pasar Saham AS: Saham AS tetap stabil, belum ada guncangan risk-off besar → tidak menimbulkan tekanan jual signifikan pada emas.
• FED: Federal Reserve tetap bersikap hati-hati. Pasar condong pada skenario suku bunga tinggi lebih lama, namun tanpa sinyal kenaikan lanjutan → emas tidak berada di bawah tekanan kuat.
• TRUMP: Donald Trump memasuki fase transisi kekuasaan; pasar memantau kebijakan ekonomi dan fiskal pada masa jabatan baru, yang mendukung emas dalam jangka menengah.
• ETF Emas: SPDR tidak menunjukkan arus keluar bersih yang besar, aliran dana ETF tetap stabil → menandakan investor besar belum keluar dari emas.
b) Politik:
• Ketegangan geopolitik global masih berlangsung dan belum sepenuhnya mereda → emas tetap berperan sebagai aset lindung nilai.
c) Sentimen Pasar:
• Risk-on ringan namun berhati-hati. Arus dana masih memilih mempertahankan emas, tanpa tanda-tanda kepanikan atau aksi jual besar-besaran.
=> Kesimpulan Fundamental:
Tren emas jangka menengah–panjang masih didukung untuk naik; koreksi saat ini bersifat teknikal.
2. Analisis Teknikal:
Tren Utama: Uptrend yang jelas
Pergerakan Harga:
• Menembus dan bertahan di atas EMA penting
• Membentuk higher high dan higher low
• RSI sudah berada di atas 50, berpotensi turun ke 50 lalu naik kembali
Area Penting:
• 4.500 – 4.505: Area psikologis + support terdekat
• 4.480 – 4.485: Support lebih dalam, konfluensi dengan MA
• 4.530 – 4.550: Area resistance / potensi ATH baru
=> Struktur saat ini menunjukkan akumulasi bullish, belum ada tanda distribusi.
RESISTANCE: 4.519 – 4.533 – 4.550
SUPPORT: 4.500 – 4.480 – 4.468
3. Pasar Sesi Sebelumnya (09/01/26):
• Emas naik kuat dan menembus area resistance sebelumnya
• Terjadi volatilitas ringan dan koreksi kecil, namun cepat diserap oleh tekanan beli
• Tidak muncul candle pembalikan kuat maupun volume jual yang tidak wajar
=> Sesi sebelumnya mendukung skenario kelanjutan tren naik.
4. Strategi Hari Ini (12/01/26):
🪙 SELL XAUUSD | 4.550 – 4.547
• SL: 4.554
• TP1: 4.540
• TP2: 4.533
🪙 BUY XAUUSD | 4.477 – 4.480
• SL: 4.472
• TP1: 4.488
• TP2: 4.496
ANALISIS BTCUSD 01/11/20251. Analisis Fundamental:
a) Ekonomi:
• USD: Setelah rebound teknikal di awal tahun, USD mulai melemah karena pasar semakin memperhitungkan ekspektasi bahwa FED akan mulai melonggarkan kebijakan pada 2025. USD tidak lagi menjadi hambatan kuat bagi BTC seperti pada akhir 2024.
• Pasar Saham AS: Tetap positif, aliran dana masih mengutamakan aset berisiko → mendukung sentimen pasar kripto.
• FED: Belum ada sinyal pengetatan lanjutan. Sikap “data-dependent” membantu BTC mempertahankan level harga yang tinggi.
• Pemerintahan Trump: Sikap yang lebih ramah terhadap kripto dibandingkan periode sebelumnya memberikan dasar sentimen positif jangka menengah–panjang.
b) Politik:
• Tidak ada guncangan geopolitik baru. Pasar berada dalam kondisi “tenang sementara”, cocok untuk fase akumulasi.
c) Sentimen Pasar:
• Risk-on ringan. Investor bersedia mengambil risiko namun tidak berlebihan → sesuai untuk strategi buy on dip, menghindari mengejar harga.
=> Tidak ada perubahan dibandingkan kemarin (10/01/26).
2. Analisis Teknikal:
• Tren Utama: Tren naik jangka menengah masih terjaga (struktur Higher High – Higher Low belum rusak).
• Trendline Naik: Harga sedang mengalami koreksi setelah reaksi kuat di area trendline + Bearish Order Block di atasnya.
• Struktur Saat Ini:
BTC bergerak sideways / koreksi setelah kenaikan kuat.
Belum ada sinyal breakdown yang jelas → bias masih ke arah akumulasi.
• RSI: Pulih dari area oversold, peluang naik menuju 70 cukup tinggi.
• MA20 berpotensi memotong ke atas MA50, mendukung skenario kenaikan.
=> Sideways dalam range sempit.
RESISTANCE: 91.954 – 93.125 – 95.211
SUPPORT: 90.120 – 89.186 – 88.052
3. Pasar Sesi Sebelumnya (10/01/26):
• BTC bergerak sideways dalam range yang sangat sempit, hampir tidak bergerak.
• Volume rendah.
• RSI bergerak datar.
Waspadalah terhadap tarif dan NFP Trump.Tren naik utama tetap stabil. Struktur harga terus membentuk higher lows di dalam kanal tren naik jangka menengah. Koreksi saat ini bersifat teknikal setelah fase kenaikan yang berkepanjangan dan belum melemahkan struktur tren.
Dari sisi harga, emas bergerak di atas zona support konfluensi di sekitar USD 4.380 – 4.280/ons (batas bawah kanal harga dan level Fibonacci kunci). Ini merupakan area krusial dalam menentukan arah tren jangka pendek. Fakta bahwa harga masih bertahan di atas zona ini menunjukkan tekanan beli fundamental masih ada, dan belum terlihat tanda-tanda distribusi yang jelas.
Di sisi atas, area USD 4.540 – 4.580 berfungsi sebagai resistance jangka pendek. Jika harga menutup (close) secara tegas di atas area ini, pasar akan mengonfirmasi breakout dari fase konsolidasi saat ini dan membuka peluang tren naik baru, dengan target berikutnya menuju USD 4.700 – 4.750, dan berlanjut ke area USD 4.900 – 5.000 sepanjang kanal harga jangka menengah.
Syarat terbentuknya tren naik baru:
– Harga bertahan kuat di atas zona support USD 4.380 – 4.280.
– Terdapat penutupan candlestick di atas zona resistance USD 4.540 – 4.580 dengan peningkatan volume transaksi.
– Momentum (RSI) tetap berada di atas level netral dan tidak membentuk divergensi bearish.
Risiko Koreksi Turun:
Risiko utama terletak pada skenario penembusan di bawah level USD 4.280. Dalam kondisi tersebut, struktur higher highs – higher lows akan melemah, dan harga berpotensi turun ke zona support yang lebih dalam di sekitar USD 4.200 – 4.130, atau bahkan menguji kembali level terendah teknikal di area USD 4.000 – 3.900. Ini akan menjadi koreksi penyeimbangan tren, bukan sekadar koreksi teknikal jangka pendek.
Tren naik emas belum patah dan saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi. Area 4.540 – 4.580 USD adalah “gerbang” menuju siklus kenaikan berikutnya, sementara 4.280 USD merupakan batas antara koreksi teknikal dan pelemahan tren. Strategi yang paling tepat saat ini tetap mengikuti tren: membeli saat koreksi dan menjual ketika mendekati resistance, dengan disiplin menjaga level risiko yang telah ditentukan.
SELL XAUUSD PRICE 4520 – 4518 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4524
→ Take Profit 1: 4512
↨
→ Take Profit 2: 4506
BUY XAUUSD PRICE 4400 – 4402 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4396
→ Take Profit 1: 4408
↨
→ Take Profit 2: 4414
ANALISIS EMAS 01/09/20261. Analisis Fundamental:
a) Ekonomi:
• USD: USD menunjukkan pemulihan ringan setelah penurunan sebelumnya, terutama didorong oleh koreksi teknikal dan pasar yang menunggu data awal tahun. Belum ada katalis yang cukup kuat untuk membalikkan tren USD secara keseluruhan.
• Pasar Saham AS: Pergerakan masih berfluktuasi tanpa arah yang jelas. Arus dana cenderung berhati-hati, belum sepenuhnya “risk-on”.
• FED: The FED tetap bersikap hati-hati dan belum memberikan sinyal pengetatan tambahan. Ekspektasi jangka menengah–panjang masih condong ke arah penurunan suku bunga → mendukung harga emas.
• TRUMP: Belum ada kebijakan baru yang berdampak langsung ke pasar. Faktor politik AS untuk sementara bersifat netral.
b) Politik:
• Risiko geopolitik global masih ada. Tidak ada eskalasi besar, namun cukup untuk mempertahankan permintaan defensif terhadap emas.
c) Sentimen Pasar:
• Sentimen risk-off ringan. Investor tidak melakukan FOMO, lebih memilih menunggu harga koreksi untuk membeli → emas tetap bertahan dengan baik meskipun USD menguat.
=> Kesimpulan: Sideways dengan kecenderungan naik.
2. Analisis Teknikal (M15):
• Tren jangka pendek: NAIK (UPTREND)
• Harga bergerak di atas EMA, dengan struktur Higher High – Higher Low yang jelas.
• Area saat ini ~ 4475–4480 merupakan zona koreksi teknikal setelah reli kuat.
=> Harga sedang koreksi dalam tren naik, bukan pembalikan arah.
RESISTANCE: 4.480 – 4.500 – 4.519
SUPPORT: 4.450 – 4.427 – 4.412
3. Sesi Sebelumnya (8/1/26):
• Emas sempat terkoreksi, lalu naik kuat dari area terendah 4412 hingga 4480.
• Momentum bullish kuat dengan volume yang jelas saat kenaikan.
• Menjelang penutupan sesi terjadi koreksi ringan → pullback sehat, tidak ada tanda distribusi.
4. Strategi Hari Ini (9/1/26):
🪙 SELL XAUUSD | 4520 – 4518
• SL: 4524
• TP1: 4512
• TP2: 4506
🪙 BUY XAUUSD | 4436 – 4440
• SL: 4432
• TP1: 4448
• TP2: 4456
ANALISIS EMAS 01/08/20261. Analisis Fundamental
a) Ekonomi:
• USD: Dolar AS mengalami pemulihan ringan seiring pasar menyesuaikan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga yang terlalu dini. Namun, kenaikannya masih terbatas → belum memberikan tekanan turun yang kuat terhadap emas.
• Saham AS: Pasar saham bergerak fluktuatif dengan sentimen hati-hati di awal tahun → aliran dana belum kembali kuat ke aset berisiko.
• FED: The FED tetap mempertahankan sikap “data-dependent” tanpa sinyal hawkish baru. Tren jangka menengah masih mendukung emas.
• Pemerintahan Trump: Dalam fase transisi kekuasaan, pasar relatif tenang → belum ada guncangan kebijakan jangka pendek.
• ETF Emas: SPDR belakangan ini tidak melakukan penjualan besar, bahkan menambah kepemilikan → menunjukkan arus dana jangka menengah–panjang masih kuat.
b) Politik:
• Belum ada perkembangan geopolitik yang semakin memanas, namun risiko laten tetap ada sehingga emas tetap berperan sebagai aset lindung nilai.
c) Sentimen Pasar:
• Risk-neutral → sedikit condong ke risk-off. Tidak ada FOMO, pasar cenderung menunggu area harga yang lebih baik → cocok untuk strategi BUY saat koreksi.
=> Kesimpulan Fundamental:
Tidak ada faktor yang cukup kuat untuk membalikkan tren naik emas dalam jangka menengah.
2. Analisis Teknikal
• Tren Utama: Uptrend jangka menengah masih terjaga.
• Kondisi Harga Saat Ini:
• Koreksi setelah gagal bertahan di area puncak dekat 4.500 (angka bulat – resistance psikologis kuat).
• Bergerak di bawah MA jangka pendek → koreksi teknikal yang sehat, bukan breakdown.
• RSI telah mendingin dari area tinggi dan belum masuk oversold → masih ada ruang untuk rebound setelah koreksi.
=> Kesimpulan Teknikal:
Penurunan saat ini adalah koreksi, bukan pembalikan tren.
RESISTANCE: 4.468 – 4.480 – 4.500
SUPPORT: 4.426 – 4.412 – 4.400
3. Pasar Sesi Sebelumnya (08/01/26):
• Gagal bertahan di atas 4.500, turun ringan lalu rebound lemah, bergerak sideways.
• Tekanan profit taking jangka pendek muncul tepat di area resistance kuat.
• Volume belum meningkat signifikan → belum ada distribusi besar.
• Struktur: naik → konsolidasi → koreksi (pola yang umum).
4. Strategi Hari Ini (08/01/26):
🪙 SELL XAUUSD | 4482 – 4480
• SL: 4486
• TP1: 4474
• TP2: 4468
🪙 BUY XAUUSD | 4402 – 4405
• SL: 4396
• TP1: 4414
• TP2: 4423
Harga emas turun hampir 1% pada hari Rabu.OANDA:XAUUSD Penurunan hampir 1% pada hari Rabu bukanlah pembalikan tren, melainkan ujian pertama setelah periode kenaikan yang cepat.
Pasar kini menghadapi pertanyaan praktis: apakah ini sekadar “napas” teknikal, atau sinyal bahwa faktor makroekonomi sementara waktu tidak menguntungkan bagi emas?
Pada hari Rabu, emas spot turun 0,84% menjadi USD 4.456 per ons, bahkan sempat melemah hingga 1,7% dalam sesi tersebut. Poin pentingnya bukan besarnya penurunan, melainkan penyebabnya: data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan telah mengurangi peran emas sebagai aset safe haven dalam jangka pendek.
Data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi — khususnya lonjakan tajam ISM Services PMI, perbaikan lapangan kerja di sektor jasa, serta laporan JOLTS dan ADP yang menunjukkan pasar tenaga kerja melambat namun belum melemah — sementara waktu menekan permintaan aset lindung nilai. Ketika emas mendekati level psikologis USD 4.500, aksi ambil untung muncul sebagai respons teknikal yang wajar.
Penurunan emas terbaru dipandang sebagai koreksi jangka pendek, bukan pembalikan tren struktural. Faktor-faktor pendukung utama tetap utuh: dolar AS belum menguat cukup signifikan untuk memberikan tekanan jangka panjang, ketegangan geopolitik masih berlanjut, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hanya tertunda, dan permintaan bank sentral — khususnya akumulasi emas yang berkelanjutan oleh Tiongkok — tetap kuat.
Risiko geopolitik terus memberikan fondasi dukungan jangka panjang bagi emas, meskipun tidak selalu memicu guncangan harian. Fokus pasar kini beralih ke laporan non-farm payrolls AS yang akan datang: data tenaga kerja yang lebih lemah dapat dengan cepat menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga dan mendukung emas, sementara data yang stabil dapat mendorong fase konsolidasi atau koreksi jangka pendek.
Sebagai kesimpulan, penurunan terbaru ini merupakan jeda dalam tren naik yang lebih besar, bukan perubahan pada narasi jangka panjang. Emas tetap menjadi aset defensif strategis di tengah prospek pelonggaran suku bunga jangka menengah dan ketidakpastian global yang masih berlanjut.
SELL XAUUSD PRICE 4520 - 4518⚡️
↠↠ Stop Loss 4524
→Take Profit 1 4512
↨
→Take Profit 2 4506
BUY XAUUSD PRICE 4402 - 4405⚡️
↠↠ Stop Loss 4396
→Take Profit 1 4414
↨
→Take Profit 2 4423
ANALISIS EMAS 01/07/20261. Analisis Fundamental:
a) Ekonomi:
• USD: Pemulihan ringan di awal tahun karena arus dana jangka pendek kembali ke USD, namun belum membentuk tren naik yang berkelanjutan → hanya menimbulkan tekanan koreksi teknikal pada emas.
• Saham AS: Perdagangan cenderung hati-hati dengan likuiditas rendah di awal tahun → arus dana belum keluar secara signifikan dari aset safe haven.
• FED: Belum ada sinyal hawkish baru; pasar masih condong ke skenario pelonggaran dalam tahun ini → fondasi jangka menengah–panjang tetap mendukung emas.
• TRUMP: Faktor kebijakan belum menimbulkan guncangan baru; dampak saat ini bersifat netral.
• ETF emas: SPDR Gold Trust mencatat pembelian bersih sekitar ~2 ton, mengonfirmasi kembalinya arus dana besar dan memperkuat tren naik.
b) Politik:
• Tidak ada risiko geopolitik mendadak; pasar berada dalam fase menunggu → lebih mendukung koreksi teknikal daripada pembalikan tren.
c) Sentimen Pasar:
• Risk-on ringan namun tetap waspada: investor tidak agresif menjual emas, hanya melakukan ambil untung jangka pendek → sesuai dengan skenario “koreksi lalu lanjut naik”.
2. Analisis Teknikal:
• Tren utama jelas naik, dengan struktur higher high dan higher low.
• Harga sedang terkoreksi dari area 4500, masih bertahan di atas EMA penting, struktur tren belum rusak.
• RSI mendingin dari area tinggi → reset momentum, membuka peluang untuk kenaikan lanjutan.
RESISTANCE: 4.500 – 4.451,9 – 4.533
SUPPORT: 4.468 – 4.449 – 4.420
3. Pasar sesi sebelumnya (06/01/25):
• Harga naik kuat lalu tertahan di sekitar 4500, sesuai dengan analisis sebelumnya.
• Likuiditas rendah menyebabkan pergerakan tersentak-sentak, didominasi oleh ambil untung jangka pendek, tanpa tanda distribusi besar.
• Pihak pembeli masih mengendalikan tren secara keseluruhan.
4. Strategi Trading Hari Ini (07/01/25):
🪙 SELL XAUUSD | 4468 – 4466
• SL: 4472
• TP1: 4460
• TP2: 4454
🪙 BUY XAUUSD | 4413 – 4415
• SL: 4409
• TP1: 4421
• TP2: 4427
ANALISIS EMAS 01/06/20261. Analisis Fundamental:
a) Ekonomi:
• USD: Pulih ringan terutama karena faktor teknikal awal tahun; belum ada data yang cukup kuat untuk mengonfirmasi tren naik jangka panjang.
• Saham AS: Stabil; arus dana belum berpindah kuat ke aset safe haven.
• FED: Pasar masih menunggu sinyal kebijakan dan data ekonomi awal tahun → fase observasi.
• TRUMP: Donald Trump cenderung berperan sebagai pengelola dan melakukan penyerahan urusan Venezuela, belum menciptakan kejutan kebijakan baru bagi pasar.
• ETF emas: SPDR Gold Trust tidak melakukan pembelian maupun penjualan → dana besar masih menunggu, mengonfirmasi sentimen wait and see.
b) Politik:
• Ketegangan AS – Venezuela telah berakhir; risiko geopolitik jangka pendek menurun dan belum menjadi pendorong kuat bagi kenaikan emas.
c) Sentimen Pasar:
• Pasar di awal tahun berada dalam kondisi netral – menunggu dan mengamati informasi, mengutamakan konfirmasi.
2. Analisis Teknikal:
• Tren keseluruhan masih uptrend jangka menengah (puncak berikutnya lebih tinggi dari puncak sebelumnya).
• Harga saat ini sedang mengalami koreksi teknikal setelah gagal bertahan di area tinggi, bergerak di sekitar klaster MA.
• RSI terkoreksi dari area tinggi namun belum masuk wilayah oversold → koreksi sehat, bukan pembalikan tren.
👉 Kesimpulan: Sideway – koreksi dalam tren naik, cocok untuk BUY saat pullback, tidak cocok untuk SELL melawan tren.
RESISTANCE: 4.455 – 4.468 – 4.500
SUPPORT: 4.420 – 4.400 – 4.380
3. Pasar sesi sebelumnya (05/01/26):
• Emas naik 120 poin sesuai dengan analisis.
• Tidak terjadi breakout lanjutan, harga bergerak sideways dan akumulasi, tekanan beli melemah saat mendekati resistance.
• Tidak ada dukungan dari ETF → reaksi harga lambat, volatilitas menyempit.
• Pemulihan ringan USD memberi tekanan koreksi jangka pendek namun belum cukup untuk merusak tren naik.
4. Strategi hari ini (06/01/26):
🪙 SELL XAUUSD | 4497 – 4495
• SL: 4501
• TP1: 4489
• TP2: 4483
🪙 BUY XAUUSD | 4443 – 4445
• SL: 4439
• TP1: 4451
• TP2: 4457
Harga emas spot berfluktuasi di wilayah yang tinggiPasar tidak bereaksi terhadap rumor. Pasar bereaksi terhadap hak untuk mengeksekusinya.
Pada Rabu pagi, 7 Januari, selama sesi Asia, harga spot OANDA:XAUUSD berada di level tinggi, menyentuh USD 4.500/ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.549,71/ons yang tercatat pada akhir Desember. Ini bukan sekadar reli teknikal kecil. Ini adalah cerminan langsung dari kembalinya kecemasan geopolitik ke pusat perhatian pasar global.
Ketika Kekuatan Politik Menjadi Katalis Aset Safe Haven
Titik pemicunya berada di Venezuela.
Selama akhir pekan, Amerika Serikat melakukan operasi di Caracas dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Langkah ini segera mengubah struktur risiko pasar: arus modal keluar dari saham dan obligasi, lalu mengalir deras ke logam mulia.
Pada sesi hari Selasa, emas naik hampir 1%, ditutup di sekitar USD 4.494 per ons; kontrak berjangka emas AS ditutup pada USD 4.496,10 per ons. Para trader logam mulia bereaksi lebih cepat dibandingkan pasar lain—sebuah sinyal khas ketika risiko geopolitik menjadi variabel dominan.
Pesan pasar sangat jelas: ketika tatanan internasional diuji, emas kembali menjadi pilihan.
Venezuela: Guncangan Politik dan Persoalan Minyak
Penangkapan Maduro bukan sekadar peristiwa keamanan. Hal ini membuka peluang restrukturisasi industri minyak Venezuela di bawah pengaruh AS.
Gedung Putih diperkirakan akan bekerja sama dengan para pemimpin perusahaan energi untuk memulihkan produksi, yang telah turun dari lebih dari 3 juta barel per hari dua dekade lalu menjadi di bawah 1 juta barel per hari. Infrastruktur yang memburuk, kurangnya investasi, dan warisan nasionalisasi pada era Chávez telah menjadikan Venezuela sebagai “titik macet” geoekonomi.
Bagi pasar, ceritanya bukan hanya soal minyak. Ini adalah preseden bahwa Washington bersedia bertindak langsung untuk membentuk ulang tatanan di kawasan strategis. Setiap preseden semacam ini meningkatkan “premi risiko geopolitik”, yang biasanya pertama kali tercermin pada harga emas.
Greenland: Front Lain dari Ketegangan Strategis
Seiring dengan Venezuela, Presiden Trump terus menyebut Greenland—sebuah pulau dengan posisi kunci dalam sistem pertahanan Arktik dan kaya akan sumber daya mineral. Respons Eropa terbilang langka dan solid: menegaskan kedaulatan, menolak tekanan sepihak, serta menekankan bahwa keamanan Arktik harus didasarkan pada kerja sama NATO.
Ini bukan sengketa diplomatik biasa. Ini mencerminkan pergeseran dari persaingan ekonomi menuju persaingan ruang strategis. Ketika kekuatan besar mulai “mengukur batas wilayah dengan kekuatan”, pasar menilai ulang seluruh risiko sistemik—dan emas terus dibeli sebagai bentuk asuransi.
Kebijakan Moneter: Pilar Kedua Penopang Tren Naik
Selain geopolitik, ekspektasi terhadap The Fed semakin memperkuat emas.
Investor menantikan data ketenagakerjaan AS, khususnya laporan nonfarm payrolls. Proyeksi saat ini menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang moderat, mengindikasikan tekanan berkelanjutan menuju penurunan suku bunga. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Institusi besar juga menaikkan proyeksi mereka: Morgan Stanley melihat emas mencapai USD 4.800 per ons pada akhir tahun; UBS menilai level USD 5.000 per ons bisa dicapai lebih cepat, didukung oleh suku bunga yang lebih rendah, defisit fiskal yang meningkat, dan permintaan berkelanjutan dari bank sentral.
Singkatnya: geopolitik memberi dorongan, kebijakan moneter menyediakan dasar penopang.
Bukan Hanya Emas: Perak dan Sinyal Pendukung
Harga perak melonjak lebih dari 6% pada sesi Selasa menjadi USD 81,21 per ons, melanjutkan kenaikan di Asia. Keselarasan di seluruh kelompok logam mulia menunjukkan bahwa ini bukan sekadar lonjakan teknikal sesaat, melainkan pergeseran posisi aset yang bersifat struktural.
Dolar AS sedikit menguat; imbal hasil obligasi naik seiring pasar menunggu data. Namun reaksi emas menunjukkan bahwa suku bunga bukan lagi satu-satunya variabel penentu. Ketika risiko politik mendominasi, peran safe haven lebih diutamakan dibandingkan imbal hasil nominal.
Siklus Bullish Emas Kembali Ditegaskan
Pada awal 2026, pasar menghadapi realitas baru: kekuatan geopolitik kembali membentuk harga aset. Venezuela, Greenland, dan sinyal keras dari Washington bukanlah peristiwa terpisah; semuanya merupakan manifestasi dari tatanan global yang sedang direstrukturisasi.
Emas, setelah naik lebih dari 60% tahun lalu, tidak lagi sekadar “lindung nilai inflasi”. Ia kembali pada fungsi dasarnya: asuransi terhadap risiko sistemik.
Dengan dukungan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan rangkaian ketidakstabilan strategis yang berkepanjangan, kemungkinan emas menguji dan melampaui USD 5.000 per ons bukan lagi skenario ekstrem.
Pertanyaannya bukan apakah emas masih bisa naik.
Pertanyaan sebenarnya adalah: dunia sedang memasuki fase di mana biaya ketidakstabilan akan dihargai semakin mahal—dan emas adalah aset di mana pasar bersedia membayar harga tersebut.
JUAL XAUUSD HARGA 4520 – 4518 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4524
→ Take Profit 1: 4512
↨
→ Take Profit 2: 4506
BELI XAUUSD HARGA 4400 – 4402 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4396
→ Take Profit 1: 4408
↨
→ Take Profit 2: 4414
Harga emas didorong oleh geopolitik dan data ekonomiPasar OANDA:XAUUSD memasuki tanggal 6 Januari dengan pesan yang jelas: momentum kenaikan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Selama sesi perdagangan Asia, harga emas spot terus bergerak di sekitar $4.465 per ons, melanjutkan lonjakan kuat dari sesi sebelumnya. Pergerakan ini bukanlah sesuatu yang acak, melainkan hasil dari dua kekuatan yang berjalan bersamaan: meningkatnya ketidakstabilan geopolitik dan melemahnya sinyal dari ekonomi AS.
Cerita ini dimulai di Amerika Latin. Intervensi militer Washington di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro segera memicu permintaan global terhadap aset safe haven. Pasar bereaksi bukan hanya terhadap satu peristiwa, tetapi terhadap risiko eskalasi konflik yang lebih luas.
Pernyataan lanjutan dari Presiden Trump, yang mengisyaratkan kemungkinan aksi militer terhadap Kolombia terkait isu perdagangan narkoba, menambah lapisan risiko geopolitik baru bagi para investor. Dalam konteks ini, emas kembali dipilih sebagai “jangkar defensif.”
Pasar bereaksi dengan cepat. Pada hari Senin, emas naik $116,61 atau hampir 2,7%, dan ditutup di sekitar $4.448,87 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi satu minggu. Tak lama sebelumnya, logam mulia ini mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di sekitar $4.549,71 per ons pada akhir Desember, sebuah level yang menunjukkan ekspektasi jangka menengah tetap bullish.
Singkatnya, lonjakan emas saat ini bukan sekadar reaksi emosional, melainkan hasil dari pasar yang secara bersamaan memperhitungkan risiko geopolitik dan melemahnya ekonomi terbesar dunia. Ketika kedua faktor ini hadir bersamaan, emas dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai barometer ketidakamanan global.
SELL XAUUSD HARGA 4531 – 4529 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4535
→ Take Profit 1: 4523
↨
→ Take Profit 2: 4517
BUY XAUUSD HARGA 4400 – 4402 ⚡️
↠↠ Stop Loss: 4396
→ Take Profit 1: 4408
↨
→ Take Profit 2: 4414
Harga emas naik karena ketidakstabilan telah menjadi kenyataanPada awal sesi perdagangan minggu ini, pasar tidak lagi sekadar “mengantisipasi risiko.”
Risiko tersebut telah benar-benar terwujud.
Pada Senin pagi, harga spot OANDA:XAUUSD melonjak tajam di sesi Asia, menembus level $4.400/ons, dan sempat mencapai $4.421,53, naik hampir $90 hanya dalam beberapa jam. Perak naik hampir 4%. Ini bukan reaksi teknikal semata, melainkan arus dana ke aset safe haven sebagai respons terhadap guncangan geopolitik yang nyata.
Pada Sabtu dini hari, militer AS melancarkan operasi di Caracas, menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi tuntutan pidana terkait narkoba. Pada saat yang sama, Washington mengumumkan akan mengambil alih industri minyak Venezuela, setidaknya selama periode “transisi”.
Inilah poin krusialnya: pasar tidak bereaksi terhadap kata-kata Trump, melainkan terhadap tindakan nyata yang telah dilakukan.
Pandangan pribadi! Emas mencerminkan dunia yang semakin tidak stabil.
Penangkapan seorang kepala negara yang masih menjabat, pengambilalihan industri minyak negara lain, serta sinyal kesediaan untuk memperluas intervensi militer telah mendorong risiko geopolitik ke tingkat yang benar-benar baru. Dalam konteks ini, emas tidak membutuhkan alasan tambahan untuk naik; cukup dengan ketidakpastian yang berkepanjangan.
Reli ini adalah penilaian ulang terhadap risiko sistemik, bukan euforia spekulatif. Jika ketegangan tetap “terbuka”, logam mulia kemungkinan akan mempertahankan perannya sebagai penyimpan nilai utama, meskipun ada volatilitas jangka pendek.
Dengan kata lain: emas tidak naik karena dunia menjadi lebih baik, tetapi karena dunia menjadi semakin tidak dapat diprediksi.
SELL XAUUSD PRICE 4468 - 4466⚡️
↠↠ Stop Loss 4472
→ Take Profit 1 4460
↨
→ Take Profit 2 4454
ANALISIS DAN KOMENTAR PASAR EMAS - [5 Januari - 9 Januari]OANDA:XAUUSD Harga sedang memasuki fase jeda dalam tren naiknya, namun struktur tren utama belum rusak. Setelah breakout kuat di akhir tahun 2025, emas mengalami koreksi dari zona Fibonacci 0.618–0.786 dan saat ini berkonsolidasi tepat di atas klaster support dinamis di sekitar EMA21, pada area 4.28x–4.33x USD.
Secara struktural, pasar masih mempertahankan rangkaian higher low, yang menunjukkan bahwa tekanan jual lebih bersifat aksi ambil untung jangka pendek daripada pembalikan tren. Kanal uptrend jangka menengah tetap valid; ketidakmampuan harga untuk menembus secara tegas level 4.38x USD mencerminkan tarik-menarik alami antara pembeli jangka panjang dan investor jangka pendek yang lebih berhati-hati setelah periode kenaikan yang cepat.
RSI telah mendingin dari zona overbought namun tetap berada di atas level netral, yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan sedang diakumulasi kembali, bukan melemah. Ini adalah pola umum sebelum pasar memutuskan untuk memasuki siklus uptrend baru.
Kondisi untuk pergerakan naik berikutnya cukup jelas: harga perlu menutup secara konsisten di atas area 4.38x USD, sekaligus menembus batas atas zona konsolidasi saat ini. Target berikutnya berada di 4.53x–4.71x USD, yang sesuai dengan level ekstensi Fibonacci dan sumbu atas dari kanal harga.
Sebaliknya, risiko koreksi tetap ada jika harga kehilangan zona support 4.28x–4.24x USD. Skenario ini dapat menarik emas turun lebih jauh ke area 4.13x USD, di mana level Fibonacci 0.236 bertemu dengan support struktural jangka menengah. Namun, selama zona ini tidak ditembus secara tegas, penurunan saat ini masih harus dipandang sebagai koreksi dalam tren naik, bukan pembalikan tren.
Emas tidak melemah; pasar hanya melambat untuk “mengumpulkan momentum”. Dengan ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS yang lebih dovish, fase konsolidasi saat ini lebih mungkin menjadi persiapan untuk reli lanjutan daripada sinyal berakhirnya tren.
SELL XAUUSD PRICE 4432 - 4430⚡️
↠↠ Stop Loss 4436
BUY XAUUSD PRICE 4229 - 4231⚡️
↠↠ Stop Loss 4225
ANALISIS EMAS 01/05/20261. ANALISIS FUNDAMENTAL:
a) Ekonomi:
• USD:
USD bergerak sideways dan dalam fase akumulasi, belum membentuk tren naik baru yang jelas. Hal ini membatasi tekanan penurunan yang kuat pada emas; penurunan saat ini sebagian besar merupakan koreksi teknikal.
• Pasar Saham AS:
Saham AS bergerak dengan hati-hati di awal tahun, arus modal belum meledak → belum cukup kuat untuk menarik dana keluar dari emas.
• FED:
Ekspektasi pasar masih condong ke arah siklus pelonggaran kebijakan tahun ini, yang mendukung tren jangka menengah hingga panjang emas.
• TRUMP:
Sikap keras Donald Trump, khususnya terkait Venezuela, meningkatkan risiko geopolitik laten dan memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
• ETF Emas:
SPDR Gold Trust mencatat penjualan bersih dalam dua sesi terakhir → tekanan ambil untung jangka pendek dan penyesuaian portofolio awal tahun.
Namun, volume penjualan tersebut belum cukup besar untuk merusak tren naik jangka menengah.
b) Politik:
Serangan AS terhadap Venezuela berakhir sangat cepat; emas berpotensi membuka dengan gap up pada sesi pagi 05/01/26. Perdagangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasar aktual demi keamanan, bukan berfokus pada event ini dengan volume terlalu besar.
c) Sentimen pasar:
• Pasar berada dalam kondisi risk-on yang berhati-hati.
• Bank sentral terus mengakumulasi emas secara agresif sebagai strategi jangka panjang.
• Permintaan emas fisik di Asia meningkat menjelang akhir tahun dan Tahun Baru Imlek, berperan sebagai penopang harga yang kuat.
2. ANALISIS TEKNIKAL:
Struktur harga:
• Setelah membentuk ATH, emas mengalami koreksi tajam dan membentuk tren turun jangka pendek.
• Saat ini harga sedang menguji kembali area support bawah dan mulai menunjukkan reaksi rebound teknikal.
Indikator:
• MA20 memotong ke bawah MA50 pada timeframe M30, menandakan pembalikan naik belum didukung kuat. Namun pada timeframe yang lebih kecil, candle sudah ditutup di atas MA20 dan MA20 terlihat menanjak jelas, mendukung potensi kenaikan.
• RSI berada di area oversold pada M30, muncul divergensi tersembunyi ringan yang mendukung kenaikan emas.
• Volume beli mulai muncul dan meningkat secara bertahap.
⇒ Kesimpulan teknikal: Bullish
RESISTANCE: 4.353 – 4.380 – 4.403 – 4.430
SUPPORT: 4.309 – 4.288 – 4.263
3. PERGERAKAN PASAR SEBELUMNYA (02/01/26):
• Harga naik tajam dari 4.309 ke 4.403 lalu turun kuat kembali ke level awal 4.309 dalam satu hari yang sama.
• RSI menyentuh area rendah → muncul reaksi rebound teknikal.
• Belum ada sinyal jelas pematahan struktur naik; bias masih cenderung sideways – rebound korektif dalam tren turun jangka pendek.
4. STRATEGI HARI INI (05/01/26):
🪙 SELL XAUUSD | 4388 – 4386
• SL: 4392
• TP1: 4380
• TP2: 4374
🪙 BUY XAUUSD | 4268 – 4270
• SL: 4264
• TP1: 4276
• TP2: 4282
ANALISIS EMAS 30/12/2025Kemarin, emas naik hingga 4.550 pada awal sesi Asia lalu jatuh tajam sebesar 250 poin. Saya sudah memperingatkan potensi penurunan ini dalam analisis awal hari.
Pasar di hari-hari terakhir tahun ini memiliki likuiditas yang sangat tipis. Meski turun 240 poin, tetap tidak ada dorongan beli yang masuk.
Dalam periode ini, fokuslah mencari peluang beli menuju ATH baru. Beli saat harga turun. Jika level 4.309 ditembus, maka sebaiknya istirahat lebih awal.
🪙 SELL XAUUSD | 4412 – 4410
• SL: 4416
• TP1: 4404
• TP2: 4398
🪙 BUY XAUUSD | 4308 – 4310
• SL: 4304
• TP1: 4316
• TP2: 4322
Emas baru saja mengalami guncangan paling sensitif tahun ini.Pasar OANDA:XAUUSD baru saja mengalami guncangan pada salah satu periode paling sensitif dalam setahun.
Setelah mencapai puncak historis di sekitar $4.550/ons, harga emas spot secara tak terduga turun 4,4% dalam satu sesi, dan ditutup di sekitar $4.332. Pergerakan ini tidak berdiri sendiri: perak, platinum, dan palladium semuanya jatuh tajam, menandai koreksi luas di seluruh kelompok logam mulia.
Pertanyaannya bukan “mengapa emas turun”, melainkan apakah ini hanya aksi ambil untung akhir tahun, atau awal dari periode revaluasi yang lebih dalam.
Koreksi sistemik, bukan kejadian terisolasi.
Aspek paling menonjol dari penurunan terbaru ini adalah keserempakannya.
• Perak turun hampir 9%, setelah gagal bertahan di atas $80/ons.
• Platinum kehilangan lebih dari 14%.
• Palladium jatuh lebih dari 15%, turun dari level tertinggi 3 tahun.
Ini adalah pola yang sudah dikenal dari aksi ambil untung paksa setelah periode kenaikan yang terlalu cepat, terutama dalam konteks likuiditas pasar yang melemah akibat musim liburan. Ketika harga mencapai level ekstrem, perubahan psikologis kecil saja sudah cukup memicu gelombang jual secara luas.
Dari perspektif struktur pasar, logam mulia memasuki pekan terakhir tahun ini dalam kondisi jelas overbought, dengan modal spekulatif yang sangat terkonsentrasi dan posisi beli yang terakumulasi besar. Oleh karena itu, penurunan ini lebih merupakan “pelepasan tekanan” daripada pembalikan tren.
2025: Tahun yang akan “mencetak sejarah” bagi XAUUSD
Meskipun terjadi koreksi tajam dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas di 2025 tetap sangat signifikan secara historis.
Hingga saat ini, harga emas telah naik lebih dari 65% tahun ini, kenaikan terkuat sejak akhir 1970-an.
Pendorong utama tetap tidak berubah:
• Ketidakstabilan ekonomi global yang berkepanjangan,
• Pelemahan siklis dolar,
• Pembelian emas bersih yang berkelanjutan oleh bank sentral,
• Ekspektasi pergeseran kebijakan Fed menuju pelonggaran moneter.
Emas tidak naik karena euforia, melainkan karena perannya sebagai aset lindung nilai (safe haven) terus diaktifkan di dunia yang penuh ketidakpastian.
Perak: bintang pertumbuhan, namun juga faktor risiko terbesar.
Jika emas adalah pilar stabilitas, maka perak adalah variabel paling volatil di 2025.
Kenaikan hampir 150% menjadikan perak sebagai logam dengan kinerja terbaik dalam kelompok ini, namun juga yang paling rentan ketika arus modal berbalik arah.
Berbeda dengan emas, perak memiliki dua sifat paralel:
• Aset lindung nilai,
• Bahan baku industri yang esensial (energi surya, elektronik, AI).
Kelangkaan pasokan fisik, khususnya di Asia dan cadangan utama, telah mendorong harga perak jauh melampaui kenaikan emas. Namun, dengan valuasi yang naik begitu cepat, koreksi tajam tidak dapat dihindari.
Geopolitik kembali menjadi sorotan:
Rusia–Ukraina dan Timur Tengah terus “menambatkan risiko”
Perkembangan geopolitik terbaru menunjukkan bahwa risiko belum hilang, meskipun ada pernyataan diplomatik yang positif.
Negosiasi Rusia–Ukraina sempat disebut “hampir selesai”, tetapi segera tertutup oleh tuduhan serangan drone, diikuti pernyataan keras dari Moskow.
Pada saat yang sama, ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi, dengan pernyataan tegas dari Washington terkait Iran serta aksi militer di Venezuela.
Faktor-faktor ini belum cukup untuk mendorong harga emas naik tajam, namun cukup untuk membatasi risiko penurunan yang dalam.
The Fed, politik AS, dan variabel besar tahun 2026
Salah satu fokus utama pasar adalah risalah rapat Fed bulan Desember, serta pernyataan Presiden Donald Trump yang semakin keras mengenai peran dan kompetensi Ketua Fed Jerome Powell.
Isyarat Trump tentang kemungkinan segera menunjuk ketua Fed yang baru menambah lapisan ketidakpastian kebijakan, terutama ketika inflasi belum sepenuhnya kembali ke level aman sementara pertumbuhan mulai melambat.
Bagi emas, ketidakpastian kebijakan moneter selalu menjadi katalis jangka menengah.
Koreksi tidak mengubah tren.
Penurunan emas sebesar 4,4% adalah pengingat jelas bahwa pasar tidak bergerak dalam garis lurus.
Namun, dengan mempertimbangkan konteks keseluruhan:
• Ketidakstabilan geopolitik yang belum terselesaikan,
• Pelonggaran kebijakan moneter global secara bertahap,
• Bank sentral terus mendiversifikasi cadangan mereka dari dolar,
Koreksi saat ini lebih bersifat teknikal dan siklis daripada pembalikan tren jangka panjang. Menjelang 2026, emas kemungkinan tidak akan melanjutkan kenaikan “lurus” seperti di 2025, tetapi perannya yang krusial dalam portofolio defensif tetap utuh.
Pasar memasuki fase yang lebih selektif, tersegmentasi, dan disiplin, di mana peluang tidak berada di puncak euforia, melainkan pada koreksi yang cukup dalam dan tenang.
Analisis teknikal dan saran OANDA:XAUUSD
Analisis Teknikal
Tren naik jangka menengah tetap terjaga, dengan harga bergerak dalam kanal naik. Setelah lonjakan kuat, emas terkoreksi dari zona ekstensi Fibonacci 0,618, namun dengan cepat mendapatkan dukungan kuat di EMA21, yang menunjukkan bahwa pembeli masih mengendalikan struktur tren.
Saat ini, harga berkonsolidasi tepat di atas zona support dinamis, sementara RSI tetap berada di atas level netral, mencerminkan koreksi teknikal dan bukan pembalikan tren.
👉 Prioritaskan strategi buy-the-dip, hindari mengejar harga selama tren naik masih dominan.
SELL XAUUSD PRICE 4438 – 4436⚡️
↠↠ Stop Loss 4442
→ Take Profit 1 4430
↨
→ Take Profit 2 4424
BUY XAUUSD PRICE 4266 – 4268⚡️
↠↠ Stop Loss 4262
→ Take Profit 1 4274
↨
→ Take Profit 2 4280
Emas "menciptakan sejarah" - Seperti apa tahun 2026?Tahun 2025 berakhir dengan satu fakta yang tidak thể̈lakkan: OANDA:XAUUSD telah masuk ke dalam kelompok aset langka yang sedang membentuk ulang tatanan investasi global.
Naik lebih dari 60% hanya dalam satu tahun, mencetak lebih dari 50 rekor harga tertinggi, emas tidak hanya mengungguli saham dan obligasi, tetapi juga menjadi simbol paling jelas dari ketidakstabilan berkepanjangan dalam sistem ekonomi dan politik global.
Perlu dicatat bahwa momentum kenaikan ini tidak berasal dari satu kejutan tunggal, melainkan akumulasi dari rangkaian peristiwa sepanjang tahun: konflik geopolitik, perang dagang, melemahnya dolar AS, ekspektasi pembalikan kebijakan moneter, dan terutama arus masuk dana yang berkelanjutan dari bank-bank sentral.
Dari sudut pandang tersebut, pertanyaan menjelang 2026 bukan lagi “apakah emas akan terkoreksi?”, melainkan: apakah pasar benar-benar berada dalam posisi untuk membalikkan tren jangka panjangnya?
2025: Ketika Ketidakstabilan Menjadi “Normal Baru”
Tren kenaikan emas dimulai sejak awal 2025, setelah dua bulan koreksi di akhir 2024. Ketegangan geopolitik kembali menjadi pusat perhatian global, khususnya terkait kebijakan perdagangan keras dari pemerintahan baru AS, yang memicu permintaan aset safe haven.
Pada Februari, AS secara resmi memberlakukan tarif besar terhadap Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, menandai dimulainya siklus baru perang dagang. Tiongkok merespons dengan langkah balasan, sambil terus meningkatkan cadangan emasnya—sebuah sinyal yang bersifat strategis, bukan sekadar finansial.
Pada kuartal kedua, kekhawatiran bahwa tarif akan menekan pertumbuhan global menyebabkan dolar AS melemah tajam. Emas berhasil bertahan di atas USD 3.000 per ons untuk pertama kalinya, meskipun kondisi teknikal menunjukkan area jenuh beli.
Musim panas ditandai oleh fase konsolidasi yang relatif jarang, setelah AS dan Tiongkok mencapai gencatan tarif sementara. Namun, ketegangan di Timur Tengah—terutama terkait aksi militer yang melibatkan Iran—menjaga permintaan perlindungan tetap tinggi.
Titik balik terjadi pada musim gugur. Pasar tenaga kerja AS melemah lebih cepat dari perkiraan, dan revisi tajam data ketenagakerjaan resmi memperkuat ekspektasi bahwa siklus pelonggaran moneter bukan lagi sesuatu yang jauh. Penutupan pemerintah AS akibat kebuntuan anggaran semakin meningkatkan premi risiko makroekonomi. Akibatnya, emas melonjak dan mencetak rekor demi rekor baru sejak akhir Oktober.
Motivasi inti di balik pergeseran emas melampaui sekadar “safe haven”
Menurut World Gold Council, tahun 2025 menandai perubahan struktural dalam cara emas digunakan:
• Bank sentral memandang emas sebagai alat untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan sistem keuangan Barat.
• Investor institusional menggunakan emas sebagai aset strategis jangka panjang, bukan hanya perlindungan jangka pendek.
• Pelemahan dolar AS bersifat struktural, mencerminkan defisit anggaran, utang publik, dan ketidakpastian kebijakan di AS.
Yang lebih penting, kenaikan emas terjadi saat pasar sudah “menyadari risiko”, menunjukkan bahwa permintaan tidak bersifat spekulatif semata.
2026: Tiga Skenario, Namun Probabilitas Tidak Seimbang
1. Skenario dasar: Fluktuasi naik, bukan lagi kenaikan satu arah
Dalam skenario netral—yang oleh banyak institusi dinilai paling mungkin—harga emas diperkirakan akan bergerak dalam rentang lebar namun tetap mempertahankan tren naik ringan.
Federal Reserve diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan dan pasar tenaga kerja, tetapi kecil kemungkinan melakukan pemangkasan suku bunga agresif jika inflasi bertahan di sekitar 3%. Dalam kondisi ini, dolar AS kecil kemungkinan menguat signifikan, sehingga tetap mendukung emas.
Namun, sebagian arus modal dapat beralih ke euro atau pound sterling jika perbedaan kebijakan moneter menyempit, membuat laju kenaikan emas lebih lambat dan terfragmentasi dibandingkan 2025.
2. Skenario bullish: USD 4.900–5.000/ons bukan lagi hipotesis yang terlalu jauh
Jika ekonomi AS melemah lebih dalam, memaksa The Fed memangkas suku bunga secara agresif, imbal hasil obligasi turun tajam, dan dolar AS melemah signifikan, emas akan memasuki fase valuasi baru.
Dalam konteks ini, eskalasi geopolitik apa pun—baik di Timur Tengah, hubungan AS–Tiongkok, maupun konflik Rusia–Ukraina—dapat memperkuat tren kenaikan.
Goldman Sachs dan Bank of America sama-sama menetapkan target USD 4.900–5.000/ons, dengan asumsi akumulasi emas terus dilakukan di tingkat negara, bukan hanya oleh pasar keuangan.
3. Skenario bearish: Mungkin terjadi, namun berprobabilitas rendah
Skenario terburuk hanya akan terjadi jika ekonomi AS pulih jauh lebih baik dari perkiraan, pasar tenaga kerja membaik secara cepat, ketegangan geopolitik mereda signifikan, dan The Fed menunda pelonggaran kebijakan.
Bahkan dalam kondisi tersebut, kemungkinan koreksi dalam bentuk “kejatuhan tajam” tetap kecil, karena struktur permintaan emas saat ini berbeda dari siklus sebelumnya.
Singkatnya, 2026 bukan lagi kisah euforia, melainkan kisah struktur.
Setelah satu tahun terobosan historis, emas memasuki 2026 dengan peran baru: bukan hanya sebagai aset safe haven, tetapi juga sebagai barometer kepercayaan terhadap tatanan ekonomi global.
Yang perlu diperhatikan pasar bukanlah koreksi jangka pendek, melainkan apakah faktor-faktor fundamental—kebijakan moneter, geopolitik, dan perilaku bank sentral—mengalami perubahan arah.
Selama faktor-faktor tersebut belum berbalik secara jelas, skenario kejatuhan harga emas tetap menjadi pengecualian, bukan tren utama.
Analisis teknikal dan rekomendasi OANDA:XAUUSD
Grafik emas menunjukkan bahwa tren naik jangka menengah hingga panjang masih tetap utuh. Yang lebih penting, struktur pasar telah menyatu dan menciptakan kondisi untuk siklus bullish baru setelah fase konsolidasi yang panjang.
Setelah terkoreksi dari puncaknya di USD 4.380/ons, harga emas tidak merusak struktur tren naik, melainkan membentuk koreksi teknikal yang sehat. Area USD 4.200–4.250 berfungsi sebagai support konfluensi penting, tempat rata-rata bergerak dan level Fibonacci utama bertemu. Pembeli berhasil mempertahankan area ini, menandakan bahwa modal jangka panjang belum keluar dari pasar.
Harga saat ini bergerak dalam channel naik baru, dengan setiap titik rendah berikutnya lebih tinggi dari sebelumnya. Penembusan kembali di atas level tertinggi historis USD 4.380/ons tidak hanya signifikan secara teknikal, tetapi juga mengonfirmasi penerimaan psikologis pasar terhadap level harga yang lebih tinggi.
RSI tetap berada di atas level netral dan bergerak naik, mencerminkan momentum bullish yang kembali aktif, namun belum memasuki kondisi jenuh beli ekstrem. Ini membuka ruang bagi kelanjutan kenaikan tanpa volatilitas berlebihan.
Dalam skenario dasar, selama harga bertahan di atas USD 4.380, target teknikal berikutnya adalah:
• USD 4.700–4.720 (ekstensi Fibonacci 0,786),
• Selanjutnya USD 4.900–5.000, sesuai batas atas channel tren naik jangka menengah.
Dari sisi risiko, skenario koreksi baru menjadi mengkhawatirkan jika harga penutupan turun jelas di bawah USD 4.200, yang akan mematahkan tren naik jangka pendek dan membuka peluang pengujian kembali area USD 4.000–3.880. Untuk saat ini, skenario tersebut masih berprobabilitas rendah, kecuali terjadi guncangan besar pada kebijakan moneter atau geopolitik.
Kesimpulannya, emas tidak lagi berada dalam fase “kenaikan sementara akibat ketakutan”, melainkan memasuki tren naik yang terstruktur, didukung oleh faktor teknikal dan makroekonomi. Dalam lingkungan yang sarat ketidakpastian kebijakan moneter, geopolitik, dan kepercayaan terhadap mata uang fiat, emas terus melanjutkan pergerakan naiknya secara konsisten.
SELL XAUUSD PRICE 4519 – 4517 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4523
→ Take Profit 1: 4511
↨
→ Take Profit 2: 4505
BUY XAUUSD PRICE 4430 – 4432 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4426
→ Take Profit 1: 4438
↨
→ Take Profit 2: 4444
ANALISIS EMAS 29/12/20251. Analisis Fundamental
a) Faktor Ekonomi:
• USD: Setelah periode pelemahan akibat ekspektasi penurunan suku bunga FED, USD menunjukkan rebound teknikal jangka pendek → memberikan tekanan koreksi ringan pada emas dalam kisaran sempit.
• Saham AS: Aliran dana masih condong ke aset berisiko, namun momentumnya mulai melambat saat pasar mendekati area valuasi tinggi.
• FED: Ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan tetap menjadi pilar utama penopang emas dalam jangka menengah–panjang. FED belum terburu-buru melakukan pelonggaran agresif → emas cenderung bergerak sideways atau mengalami koreksi teknikal.
• TRUMP: Pernyataan dan kemungkinan kembalinya ke panggung politik meningkatkan ketidakpastian kebijakan, yang menguntungkan emas dalam jangka panjang.
• ETF Emas (SPDR): Aliran dana ETF tetap dalam fase akumulasi, tanpa arus keluar besar → mengonfirmasi tren naik utama belum rusak. Namun, kepemilikan saat ini berada pada level sangat tinggi; potensi aksi ambil untung sebagian pekan ini cukup besar → waspadai penurunan tajam secara tiba-tiba.
b) Faktor Politik:
• Risiko geopolitik global masih tinggi (Timur Tengah, Rusia–Ukraina) → emas mempertahankan perannya sebagai aset safe haven.
c) Sentimen Pasar:
• Kondisi risk-on ringan namun tetap berhati-hati. Investor belum siap menjual emas secara agresif; sebaliknya menunggu koreksi untuk melanjutkan pembelian.
• Akhir tahun membuat pasar relatif sepi dengan likuiditas tipis.
2. Analisis Teknikal
• Tren utama: NAIK (Higher High – Higher Low) pada H1/H4.
• Harga sedang berkonsolidasi di bawah zona resistance kuat sekitar 4,550 setelah mencetak ATH baru.
• Trendline naik masih terjaga → struktur pasar belum rusak.
• RSI:
• Turun ke area netral lalu memantul kembali → mengindikasikan koreksi jangka pendek, bukan pembalikan arah; berpotensi terjadi kenaikan ringan di awal sesi Asia.
• Skenario utama: Sideways – koreksi dangkal – lalu melanjutkan tren naik. Cari peluang buy di area support saat ada konfirmasi.
• Level Teknikal Penting:
• Resistance: 4,550 – 4,577 – 4,604
• Support: 4,525 – 4,500 – 4,481
3. Sesi Sebelumnya (26/12/25):
• Emas naik kuat seiring penembusan ke level tertinggi baru, lalu bergerak sideways tanpa tekanan jual besar.
• Tekanan beli tetap dominan; tekanan jual hanya berupa aksi ambil untung teknikal.
• Tidak ada sinyal distribusi besar → pasar tetap sehat.
4. Strategi Hari Ini (29/12/25):
🪙 SELL XAUUSD | 4510 – 4508
• SL: 4514
• TP1: 4502
• TP2: 4496
🪙 BUY XAUUSD | 4402 – 4404
• SL: 4398
• TP1: 4410
• TP2: 4416
ANALISIS BTCUSD 28/12/20251. Analisis Fundamental:
a) Makroekonomi:
• USD: Setelah rebound teknikal, USD mulai tertahan → tidak lagi memberikan tekanan jual yang kuat pada BTC.
• Saham AS: Bergerak dalam range sempit, fase akumulasi → pasar sedang menunggu sinyal baru.
• FED: Tidak ada sinyal pengetatan tambahan; suku bunga tetap tinggi, namun ekspektasi jangka menengah masih mengarah ke penurunan → BTC tetap terjaga.
• ETF BTC: Arus dana ETF tidak mengalami arus keluar besar, mayoritas hanya mempertahankan posisi, menunjukkan institusi belum meninggalkan pasar.
b) Politik:
• Tidak ada berita geopolitik negatif baru → pasar kripto tidak mengalami shock berita.
c) Sentimen Pasar:
• Netral – sedikit condong risk-on.
• Trader ritel bertransaksi jangka pendek, sementara institusi menunggu konfirmasi tren → potensi liquidity sweep di kedua sisi.
• Akhir tahun, aktivitas pasar melambat, tidak ada transaksi besar.
2. Analisis Teknikal:
• Tren keseluruhan: Sideways dengan bias naik ringan.
• Harga bergerak di bawah trendline naik jangka pendek (beberapa kali tertolak – lingkaran pada chart).
• Berosilasi dalam range 87k – 88k.
• RSI: RSI M15–M30 berada di sekitar 50–60 → belum overbought.
• Cocok untuk scalping dalam range, tidak cocok untuk menahan posisi tren jangka panjang.
=> Struktur saat ini:
Belum ada momentum yang cukup untuk menembus trendline → prioritaskan trading pullback dan range, hindari mengejar harga.
Level Teknikal Penting:
• Resistance: 88.048 – 89.186
• Support: 86.177 – 83.856
3. Sesi Pasar Sebelumnya:
• BTC sempat menguji area 89k–90k → tertolak kuat di trendline.
• Setelah itu kembali konsolidasi di sekitar 87k–88k.
• Likuiditas tidak meningkat signifikan → ini adalah pullback teknikal, bukan distribusi.
=> Sesi sebelumnya merupakan hari absorpsi order; arah pasar belum ditentukan.
ANALISIS EMAS 26/12/20251. Analisis Fundamental
a) Faktor ekonomi:
• USD: Rebound teknikal ringan setelah periode pelemahan, terutama didorong oleh aksi ambil untung akhir tahun → memberi tekanan koreksi jangka pendek pada emas.
• Saham AS: Stabil, tidak ada guncangan risiko besar → belum mendorong arus dana lindung nilai (safe haven) yang kuat.
• FED: Ekspektasi penurunan suku bunga dalam jangka menengah–panjang tetap tidak berubah, namun dalam jangka pendek The Fed masih mempertahankan nada kebijakan yang hati-hati → emas mudah berfluktuasi.
• TRUMP: Faktor politik AS masih menyimpan potensi volatilitas menuju 2026, tetapi belum menjadi pemicu langsung saat ini.
• ETF emas (SPDR): Menambah 3,71 ton → fondasi harga tetap terlindungi. Namun, kepemilikan besar berpotensi memicu aksi ambil untung sebagian, menyebabkan koreksi jangka pendek → peluang buy saat harga turun.
b) Faktor politik:
• Tidak ada eskalasi geopolitik baru → belum cukup kuat untuk mendorong breakout besar, tetapi tetap menjadi lapisan dukungan bagi tren naik jangka panjang.
c) Sentimen pasar:
• Sentimen risk-on ringan di akhir tahun, aliran dana berfokus pada penyeimbangan portofolio → emas mengalami koreksi dan konsolidasi, bukan pembalikan tren.
⇒ Kesimpulan fundamental:
Tekanan koreksi jangka pendek, namun tren menengah–panjang masih mendukung strategi BUY saat pullback ke area support.
2. Analisis Teknikal
Tren utama: Uptrend yang jelas, struktur higher high – higher low masih terjaga.
Harga saat ini:
• Bergerak di dalam kanal naik, setelah penolakan di area ATH – 4525.
MA jangka pendek:
• Harga bergerak sideways di sekitar MA → pasar sedang beristirahat, menunggu dorongan baru.
RSI:
• RSI rebound dari area rendah, belum overbought, dan tidak ada divergensi bearish yang kuat.
Makna:
Ini adalah fase pullback dalam tren naik, bukan breakdown.
RESISTANCE: 4480 – 4500 – 4525
SUPPORT: 4468 – 4448 – 4430
3. Pergerakan pasar sesi sebelumnya
• Harga mencetak ATH baru, lalu ditolak kuat di trendline atas.
• Sesi AS muncul aksi ambil untung → emas terkoreksi ke area support bawah.
• Minat beli kembali muncul dengan baik di dasar kanal → belum ada tanda distribusi.
⇒ Pasar kemarin menunjukkan:
Pihak penjual belum cukup kuat untuk mematahkan tren; pembeli masih menguasai area harga rendah.
Akankah tren kenaikan berlanjut, atau pasar sudah terlalu jauh?Setelah tahun 2025 yang hampir tak tertandingi, pasar OANDA:XAUUSD memasuki tahun 2026 dengan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar level harga tertentu: apakah tren naik akan berlanjut, atau pasar sudah bergerak terlalu jauh?
Jawaban singkatnya adalah: emas kecil kemungkinannya untuk mengulangi breakout besar seperti tahun 2025, namun juga belum memasuki fase penurunan yang dalam. Tahun 2026 kemungkinan besar akan menjadi periode dengan volatilitas tinggi di level harga yang tinggi, di mana tren naik tetap bertahan, tetapi dengan ritme dan kecepatan yang berubah secara signifikan.
2025: Tahun Kenaikan Harga yang Bukan Kebetulan
Kenaikan harga emas lebih dari 60% sepanjang tahun 2025, disertai lebih dari 50 rekor tertinggi baru dan puncak historis di level USD 4.381/ons, bukanlah euforia spekulatif jangka pendek. Hal ini merupakan hasil dari konvergensi tiga arus utama.
Pertama, ketidakstabilan geopolitik dan perdagangan. Ketegangan dagang antara AS–Meksiko–Kanada dengan cepat melampaui tahap spekulasi dan berujung pada tarif nyata serta langkah balasan. Dalam kondisi ini, arus modal defensif kembali masuk ke pasar emas, sebuah refleks klasik dari sistem keuangan global.
Kedua, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS. Data inflasi yang melambat lebih cepat dari perkiraan memaksa Federal Reserve mengakui risiko perlambatan pertumbuhan, meskipun belum terburu-buru memangkas suku bunga. Sekadar membuka “pintu pelonggaran” sudah cukup untuk mengubah struktur penilaian emas, aset tanpa imbal hasil yang diuntungkan langsung oleh suku bunga rendah.
Ketiga, pelemahan sistematis dolar AS. Ketika mata uang dasar melemah, emas tidak memerlukan narasi baru untuk naik; ia hanya mencerminkan penyesuaian nilai tukar.
Saat emas menembus level USD 3.000 pada kuartal II 2025, pasar tidak lagi “menunggu”, melainkan memasuki fase mengikuti tren.
Musim Panas 2025: Pergerakan Sideways Bukan Akhir
Pergerakan sideways yang berkepanjangan pada Juli dan Agustus membuat banyak investor mengira siklus bullish telah berakhir. Namun jika dilihat kembali, itu hanyalah fase akumulasi yang diperlukan dalam tren yang lebih besar.
Titik balik terjadi pada bulan September, ketika Departemen Tenaga Kerja AS merevisi data ketenagakerjaan dan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja jauh lebih lemah dari laporan awal. Meski hanya revisi data historis, pesan kepada pasar sangat jelas: fondasi pertumbuhan ekonomi AS tidak sekuat yang terlihat.
The Fed pun terpaksa melunakkan arah kebijakannya, dan dana kembali mengalir ke emas. Hanya dalam bulan September, harga naik hampir 12%. Pada Oktober, penutupan sementara pemerintah AS akibat kebuntuan anggaran menjadi katalis terakhir yang mendorong emas ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Menatap 2026: Tren Masih Ada, Namun Ritmenya Berbeda
Saat ini, emas berada pada level harga di mana kenaikan lanjutan memerlukan momentum yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Setelah kenaikan lebih dari 60% tahun lalu, kemungkinan untuk mengulangi siklus kenaikan serupa sangat kecil.
Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa pilar-pilar penopang harga emas belum runtuh.
Kebijakan moneter global, khususnya di AS, masih condong ke arah pelonggaran guna mengantisipasi risiko resesi. Dolar AS belum memiliki fondasi kuat untuk pemulihan jangka panjang. Dan yang tak kalah penting, bank sentral terus melakukan pembelian emas secara strategis, menciptakan permintaan “pembentukan dasar” saat terjadi koreksi.
Dalam konteks ini, skenario paling masuk akal untuk tahun 2026 adalah kenaikan harga yang lebih lambat dengan fluktuasi yang lebih lebar, namun tren keseluruhan tetap naik. Pasar akan mengalami lebih banyak koreksi teknikal karena investor siap mengambil keuntungan di level tinggi dan menata ulang portofolio mereka ke aset non-dolar lainnya.
Perspektif Fundamental Secara Keseluruhan
Tahun 2026 mungkin tidak akan menyajikan lonjakan tajam seperti tahun 2025. Namun, ini juga belum saatnya berpaling dari tren emas. Pasar sedang memasuki fase penyeimbangan ulang di level harga tinggi, di mana volatilitas menjadi hal yang wajar, dan kebijakan serta geopolitik tetap menjadi dua variabel utama penentu arah akhir.
Emas tidak lagi “murah”, tetapi juga belum kehilangan peran sentralnya dalam strategi perlindungan global.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi OANDA:XAUUSD
Grafik harian emas menunjukkan bahwa tren naik jangka menengah masih sangat dominan, meskipun harga baru saja mengalami koreksi setelah mendekati puncak historis USD 4.380/ons.
Struktur teknikal belum rusak. Harga masih berada di atas seluruh moving average penting, khususnya MA jangka pendek dan menengah—ciri khas pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi, bukan distribusi. Harga juga terus bergerak dalam channel naik, dengan setiap titik rendah lebih tinggi dari sebelumnya, menandakan tekanan beli dasar tetap kuat.
Level Fibonacci retracement menunjukkan bahwa koreksi terakhir berhenti tepat di area 0,382–0,236, zona support “standar” dalam tren naik yang kuat. Tidak adanya penurunan dalam hingga level 0,5 atau lebih rendah mengindikasikan bahwa tekanan jual hanya berasal dari aksi ambil untung jangka pendek, belum cukup untuk membalikkan tren.
Indikator RSI telah keluar dari kondisi overbought, mendingin ke zona netral atas, dan kini kembali bergerak naik bersama MA RSI. Pola ini sering kali mendahului kelanjutan kenaikan dalam tren kuat, mencerminkan penyeimbangan momentum, bukan kelemahan struktural.
Dari sisi target, setelah harga menyerap zona koreksi di sekitar USD 4.300–4.250, siklus kenaikan baru akan memiliki kondisi teknikal yang memadai untuk terbentuk. Target tren selanjutnya adalah:
• USD 4.411–4.537 (ekstensi Fibonacci 0,5–0,618),
• kemudian USD 4.715,
• dan dalam skenario lonjakan kuat arus safe haven, zona USD 4.900–4.950 menjadi target teknikal yang masuk akal.
Risiko koreksi turun jangka pendek terutama berasal dari kegagalan harga menembus level USD 4.380 secara tegas, atau dari berita makro tak terduga yang mendorong yield dan dolar AS menguat. Dalam kondisi tersebut, emas berpotensi ditarik turun untuk menguji kembali zona support USD 4.245–4.216; hanya jika zona ini ditembus oleh tekanan jual kuat maka struktur bullish akan benar-benar dipertanyakan.
SELL XAUUSD HARGA 4419 – 4417 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4423
→ Take Profit 1: 4411
↨
→ Take Profit 2: 4405
BUY XAUUSD HARGA 4355 – 4357 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4351
→ Take Profit 1: 4363
↨
→ Take Profit 2: 4369
ANALISIS EMAS 22/12/20251. ANALISIS FUNDAMENTAL:
a) Ekonomi:
• USD: Setelah data PMI AS berada di atas 50, USD mengalami rebound teknikal jangka pendek. Namun, ini belum merupakan tren naik baru, melainkan reaksi pasar setelah rilis data.
• Saham AS: Bergerak dalam range sempit – sentimen menunggu, belum ada aliran dana risk-on yang kuat.
• FED: Masih berada dalam siklus pelonggaran – penurunan suku bunga diperkirakan dalam jangka menengah, menjadi dasar yang mendukung emas.
• Pemerintahan Trump: Tidak ada kebijakan baru yang mengejutkan → pasar relatif stabil.
• ETF Emas (SPDR): Tidak ada aksi beli/jual besar → menunjukkan pelaku besar belum melakukan distribusi, cenderung akumulasi.
b) Politik:
• Tidak ada ketegangan geopolitik besar, namun risiko laten masih ada dan tetap menopang emas.
c) Sentimen pasar:
• Risk-neutral → sedikit risk-off
• Trader jangka pendek mengambil profit, sementara dana besar menunggu koreksi lebih dalam untuk membeli
=> Kesimpulan fundamental:
Emas sedang mengalami koreksi jangka pendek – tren menengah & jangka panjang tetap BUY saat pullback, bukan sell saat harga naik.
2. ANALISIS TEKNIKAL:
Struktur utama:
• Tren: Uptrend yang jelas
• Harga bergerak dalam channel naik
• Pullback ke area Fibo 0.5 – 0.618 merupakan area beli yang ideal
Indikator:
• RSI: Netral → belum overbought
• MA: Harga bertahan di atas MA cepat → tren tetap kuat
=> Kesimpulan teknikal:
Ini adalah koreksi teknikal dalam tren naik, bukan pembalikan arah.
RESISTANCE: 4.351 – 4.362 – 4.380
SUPPORT: 4.330 – 4.309 – 4.288
3. PASAR SEBELUMNYA (19/12/25):
• Harga memantul kuat dari area 4309
• Menguji ulang area supply 4351 namun gagal breakout dan turun kembali menguji 4335
• Terdapat tanda-tanda pengambilan profit jangka pendek
• Tidak muncul candle distribusi besar
=> Inti pergerakan: Pasar melakukan likuiditas sweep, bukan distribusi besar.
4. STRATEGI HARI INI (22/12/25):
🪙 SELL XAUUSD | 4419 – 4417
SL: 4423
TP1: 4411
TP2: 4405
🪙 BUY XAUUSD | 4355 – 4357
SL: 4351
TP1: 4363
TP2: 4369






















