LAPORAN BERBASIS INSTITUSI, FOOTPRINT DAN EMAS DI FEBRUARI 2026LAPORAN RISET PASAR GLOBAL: OUTLOOK PRE-MONTH — FEBRUARI 2026
INSTRUMEN: GOLD CFD (XAU/USD) & KOMPLEKS LOGAM MULIA
EXECUTIVE SUMMARY
Pasar emas ( OANDA:XAUUSD ) menutup bulan Januari 2026 dengan peristiwa likuidasi yang secara fundamental mengubah struktur pasar jangka pendek. Setelah mencapai rekor tertinggi di kisaran $5.600/oz, konfirmasi nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya oleh Presiden Trump memicu "Flash Crash" pada tanggal 30 Januari, di mana harga anjlok lebih dari 9% hanya pada sesi AS dan menguji harga $4.870. Peristiwa ini menandakan pergeseran rezim dari "Debasement Trade" (intensi untuk membeli segala aset lindung nilai) menuju ketakutan akan kebijakan moneter yang lebih ketat ("Hard Money"). Untuk bulan Februari 2026, bias utama kami bergeser menjadi NETRAL-BEARISH (DISTRIBUTIF). Kami mengantisipasi fase volatilitas ekstrem dan price discovery di mana pasar akan berusaha mencerna kerusakan teknikal mingguan yang masif. Kenaikan harga akan menghadapi tembok supply yang tebal di area $5.200-$5.300, sementara support utama ada di $4.400. Strategi Trading Desk harus beralih dari buy-on-dip agresif menjadi manajemen risiko defensif, dengan fokus pada fading rallies dan perlindungan modal di tengah volatilitas Average True Range (ATR) yang melebar drastis.
Outlook Februari 2026:
Bias Utama: NETRAL-BEARISH (DISTRIBUTIF).
Antisipasi: Fase volatilitas ekstrem dan price discovery untuk mencerna kerusakan teknikal mingguan yang masif.
Level Kunci:
Resistance/supply: Area $5.200 - $5.300.
Support $4.400.
Strategi Trading Desk:
Beralih dari buy-on-dip agresif menjadi manajemen risiko defensif. Fokus utama adalah fading rallies (menjual saat harga naik) dan perlindungan modal di tengah pelebaran drastis volatilitas Average True Range (ATR).
TEKNIKAL GOLD
BULANAN
Struktur tren jangka panjang terlihat jelas sejak 2016. Indikator RSI pada timeframe bulanan menunjukkan kondisi overbought ekstrem (>80) sebelum koreksi tajam akhir bulan ini. Candle Januari membentuk pola Shooting Star atau Gravestone Doji dengan sumbu atas yang sangat panjang, menandakan penolakan harga (rejection) yang signifikan di level $5.600.
MINGGUAN
Minggu terakhir Januari (26-30 Jan) menunjukkan range mingguan terbesar dalam sejarah aset ini.2 Pola Bearish Engulfing masif terlihat, menelan pergerakan harga beberapa minggu sebelumnya. Divergensi RSI terlihat jelas di mana harga membuat Higher High sementara RSI gagal menembus level puncak sebelumnya, mengonfirmasi pelemahan momentum.
Footprint Screenshot
Analisis visual dilakukan pada profil volume. Terdapat volume node yang sangat tebal di area $5.500-$5.600 (jebakan pembeli atau trapped buyers). Secara umum, footprint menandakan imbalance positif pada upside (lebih banyak beli) dan adanya absorption ketika harga mencapai support kuat sebelumnya (volumenya terserap ke atas).
Level Pivot Bulanan & Mingguan:
Status: Data pivot dihitung ulang berdasarkan High-Low-Close Januari untuk memverifikasi level.
Verifikasi: Pivot Point (PP) Bulanan untuk Februari diperkirakan akan turun drastis dibandingkan posisi harga High, menempatkan harga saat ini di bawah Pivot sentral, mengonfirmasi bias bearish.
NARASI FUNDAMENTAL
Analisis fundamental bulan Februari 2026 didominasi oleh satu narasi tunggal yang memiliki efek domino pada semua variabel makroekonomi: Pergeseran Rezim The Fed (The Fed Regime Shift).
1. The "Warsh Shock" & Implikasi Kebijakan Moneter
Pemicu utama keruntuhan harga pada 30 Januari adalah nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Siapa Kevin Warsh?
Mantan Gubernur The Fed (2006-2011) yang dikenal sebagai "Inflation Hawk" (Elang Inflasi) dan kritikus kebijakan uang murah (QE).
Pasar sebelumnya memposisikan diri untuk "Fed Put" (keyakinan bahwa Fed akan selalu menolong pasar) di bawah tekanan politik Presiden Trump. Nominasi Warsh menghancurkan asumsi ini.
Emas adalah aset tanpa imbal hasil (zero-yield). Daya tariknya meningkat ketika suku bunga riil negatif atau rendah. Jika Warsh dipersepsikan akan menahan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi, maka Real Yields (Suku Bunga - Inflasi) akan naik. Korelasi Emas vs Real Yields sangat negatif . 2. FOMC Januari: Jeda dengan kesan Hawkish
Sebelum berita Warsh, pertemuan FOMC 27-28 Januari sudah memberikan nada hati-hati.
Keputusan: Suku bunga ditahan di 3.50%-3.75%.6
Dissenters: Ada 2 suara yang menginginkan pemangkasan (Waller & Miran).7 Ini menunjukkan perpecahan internal, namun mayoritas (10 anggota) memilih menunda.
Probabilitas Maret: Data CME FedWatch 8 menunjukkan probabilitas "No Change" (Tahan Bunga) pada pertemuan Maret melonjak hingga >97%. Harapan pemangkasan bunga di Q1 2026 praktis telah dihapus dari harga pasar. Ini menghilangkan katalis bullish jangka pendek untuk Emas.
2. Inflasi & Data Ekonomi Februari (Calendar Watch)
Bulan Februari akan menjadi ujian validitas tesis "Hard Money" ini.
CPI (11 Februari): Data inflasi AS akan dirilis.10 Mengingat ancaman tariff Trump dan kebijakan fiskal ekspansif, ada risiko inflasi naik (rebound).
Skenario: Jika CPI tinggi (>3.0%), pasar akan panik bahwa Warsh akan menaikkan suku bunga, bukan memotongnya. Ini bearish untuk Emas jangka pendek.
Skenario Alternatif: Jika CPI rendah, narasi "pemangkasan bunga" mungkin hidup kembali, memberikan napas bagi Emas.
NFP (6 Februari): Data tenaga kerja. Pasar tenaga kerja yang kuat akan memperkuat mandat Warsh untuk fokus pada inflasi (Hawkish).
3. Geopolitik: Mengapa Safe Haven Gagal?
Pada 30 Januari, Emas jatuh bersamaan dengan pasar saham (S&P 500 turun -0.43%, Nasdaq -0.94%).11 Mengapa Emas tidak menjadi Safe Haven?
Likuiditas: Dalam krisis likuiditas akut (margin call), pelaku pasar menjual "apa yang bisa dijual", bukan "apa yang ingin dijual". Keruntuhan harga Perak (-17% hingga -35%) memaksa dana lindung nilai (Hedge Funds) untuk menjual Emas guna menutupi kerugian margin di posisi Perak.12
De-Risking: Emas telah menjadi "trade paling ramai" (most crowded trade) di 2025. Ketika narasi berubah, pintu keluar menjadi terlalu sempit untuk semua orang.
Iran/Timur Tengah: Ketegangan geopolitik masih ada 14, tetapi pasar saat ini lebih peduli pada Cost of Capital (Suku Bunga AS) daripada Risk of War. Premi risiko perang telah dikempiskan.
4. Sintesis Bias Bulanan: Distribusi Institusional
Narasi "Debasement" (Pelemahan Dolar) yang mendorong Emas ke $5.600 sedang diuji ulang. Februari kemungkinan besar akan menjadi bulan di mana institusi melakukan distribusi dan menata ulang portofolio untuk menghadapi rezim Fed yang baru. Volatilitas akan tetap tinggi, namun arah tren jangka pendek adalah ke bawah atau menyamping (sideways to lower).
5. Aliran Modal (Capital Flows):
Bank-bank sentral utama terus akumulasi emas sebagai diversifikasi cadangan. Goldman Sachs memperkirakan pembelian bank sentral ~60 ton/bln; China telah membeli emas 14 bulan berturut-turut. Dana ETF emas mencatat inflow rekor 2025 (USD 89 miliar/801 ton), dan inflow berlanjut (naik ~20% YoY). Demikian juga permintaan retail (koin/batangan) di pasar negara berkembang tetap kuat. Kekhawatiran atas depresiasi dolar AS (nilai dolar melemah Des 2025) juga mendorong pemodal global beralih ke emas.
Chain of Logic (Logika Skenario):
Bearish (40%): Momentum teknikal 30 Jan sangat kuat. Trapped buyers di atas akan menjual setiap kenaikan. Jika data makro mendukung (Inflasi naik), Emas tidak punya alasan untuk naik.
Consolidation (45%): Penurunan 9% sehari jarang terjadi berturut-turut. Biasanya pasar butuh waktu untuk "menyembuhkan" luka teknikal. Pembeli fisik (China/India) akan menahan harga di level diskon ($4.800), sementara spekulan menjual di atas ($5.200).
Bullish (15%): Probabilitas terendah karena butuh katalis baru yang sangat kuat untuk membalikkan sentimen negatif Warsh.
TRADE PLAN (ACTIONABLE)
Catatan Manajemen Risiko: Mengingat volatilitas ATR harian yang melebar (> $150/hari), ukuran posisi (position sizing) HARUS DIKURANGI 50-60% dari ukuran normal. Stop loss harus lebih lebar untuk menghindari whipsaw.
Setup 1: The "Supply Wall" Fade (Short Setup) - Skenario A/B
Deskripsi: Mencari peluang Short (Jual) pada reli korektif menuju area breakdown sebelumnya. Memanfaatkan likuiditas pembeli yang terperangkap yang ingin keluar impas.
Entry Rules:
Tunggu harga rebound ke zona $5.150 - $5.250.
Konfirmasi: Pola candlestick bearish (Shooting Star, Engulfing) di timeframe H4 atau H1 pada zona tersebut.
Indikator: RSI H4 masuk ke area Overbought (>70) lalu cross down.
Stop Loss: Di atas $5.360 (Di atas supply zone mingguan).
Targets:
T1: $4.900 (Retest Low).
T2: $4.500 (Struktural Support).
Risk:Reward: 1:2 hingga 1:3.
Setup 2: The "Dead Cat" Scalp (Long Setup) - Skenario B
Deskripsi: Counter-trend long jangka pendek jika harga bertahan di level support psikologis, memanfaatkan oversold RSI harian.
Entry Rules:
Harga menyentuh zona $4.750 - $4.800.
Konfirmasi: Adanya divergensi Bullish pada RSI timeframe H1. Volume jual menurun (exhaustion).
Stop Loss: Di bawah $4.690 (Pemberian ruang volatilitas).
Targets:
T1: $5.000.
T2: $5.100.
Risk:Reward: 1:1.5 (Lebih rendah karena melawan tren momentum).
Setup 3: Breakout Breakdown (Momentum Short) - Skenario A
Deskripsi: Jika level $4.800 ditembus dengan volume besar, ini memicu likuidasi tahap kedua.
Entry Rules:
Harga penutupan H4 di bawah $4.780.
Retest level tersebut dari bawah sebagai resistensi.
Stop Loss: Di atas $4.900.
Targets: $4.450.
MODEL CONFIDENCE & ASSUMPTIONS
Confidence Score: 75/100
Alasan: Sinyal teknikal (Weekly Candle) sangat jelas (Bearish). Faktor fundamental (Warsh + Fed Pause) selaras dengan teknikal. Ketidakpastian utama hanya terletak pada seberapa agresif pembeli fisik (Central Banks) akan menahan harga di level $4.800.
