Analisis harga emas pada tanggal 31 DesemberUpdate Pasar Emas
Harga emas melanjutkan koreksi penurunan pada sesi perdagangan terakhir tahun ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, momentum pembelian pada sesi Asia dan Eropa hanya bersifat teknis, sebelum tekanan jual kembali mendominasi pada sesi AS.
Saat ini, dengan pasar mendekati liburan akhir tahun, momentum perdagangan telah melemah secara signifikan, dan likuiditas rendah memudahkan harga untuk jatuh ke kondisi sideways dan volatil. Sangat mungkin emas akan terus terkonsolidasi dalam kisaran sempit, menunggu kembalinya modal baru.
📉 Level Kunci & Rencana Perdagangan
🔹 BELI pada level support kuat: 4176 – 4250
🔸 JUAL pada level resistance kuat: 4395 – 4420
⚠️ Catatan Risiko: Dalam kondisi likuiditas rendah, false break atau liquidity sweep dapat terjadi pada level support dan resistance. Prioritaskan menunggu sinyal konfirmasi yang jelas sebelum memasuki perdagangan dan kelola risiko dengan hati-hati.
F#forex
Emas bersiap untuk kenaikan selanjutnyaXAUUSD baru saja mengalami penurunan tajam dari puncaknya, tetapi harga telah kembali ke zona permintaan penting (basis akumulasi sebelumnya). Struktur keseluruhan tetap higher-low, menunjukkan bahwa tekanan beli jangka menengah belum ditembus.
Jika zona permintaan ini terus bertahan, harga mungkin akan terkonsolidasi – membentuk dasar jangka pendek sebelum membuka pemulihan menuju zona penawaran di atas.
Struktur beli saat harga turun atau hanya pantulan sementara?
👉 Bagaimana pendapat Anda — setuju atau tidak setuju?
ANALISIS EMAS 30/12/2025Kemarin, emas naik hingga 4.550 pada awal sesi Asia lalu jatuh tajam sebesar 250 poin. Saya sudah memperingatkan potensi penurunan ini dalam analisis awal hari.
Pasar di hari-hari terakhir tahun ini memiliki likuiditas yang sangat tipis. Meski turun 240 poin, tetap tidak ada dorongan beli yang masuk.
Dalam periode ini, fokuslah mencari peluang beli menuju ATH baru. Beli saat harga turun. Jika level 4.309 ditembus, maka sebaiknya istirahat lebih awal.
🪙 SELL XAUUSD | 4412 – 4410
• SL: 4416
• TP1: 4404
• TP2: 4398
🪙 BUY XAUUSD | 4308 – 4310
• SL: 4304
• TP1: 4316
• TP2: 4322
Analisis harga emas pada tanggal 30 DesemberHarga emas memasuki fase koreksi teknis setelah tren naik yang kuat yang berlangsung selama beberapa sesi berturut-turut. Ini adalah perkembangan logis yang bertujuan untuk melepaskan tekanan beli dan menyeimbangkan kembali pasar sebelum membentuk tren baru.
Pada timeframe D1, candlestick utama menunjukkan bahwa tekanan korektif masih ada, menunjukkan bahwa sisi beli untuk sementara melemah. Dalam konteks ini, strategi yang disukai adalah mengamati reaksi harga di level resistensi atas untuk menemukan peluang perdagangan jangka pendek ke arah JUAL.
📉 Zona Harga yang Perlu Diperhatikan
Prioritaskan JUAL ketika sinyal penolakan harga muncul di area resistensi: 4380 – 4430 – 4480
🎯 Target yang Diharapkan: 4245
⚠️ Skenario Risiko:
Jika harga penutupan tetap berada di atas 4480, ini menunjukkan kembalinya tekanan beli yang kuat dan dapat membuka fase naik baru dengan arus masuk modal yang signifikan.
Emas Menguji Kredibilitas TrenXAUUSD (H2) gagal mempertahankan garis tren naik setelah mencapai puncaknya di sekitar 4,55x. Penurunan tajam di bawah kisaran 4,45x – 4,40x menunjukkan bahwa tren naik telah terputus, bukan lagi penarikan dangkal.
Saat ini, harga bereaksi di sekitar 4,30x – 4,33x, zona permintaan penting dari struktur sebelumnya.
Skenario:
Jika area 4.300 terus dipertahankan, pasar dapat membentuk rebound korektif, menuju wilayah 4.490 — di mana garis tren lama dan tekanan penawaran menunggu.
Pergerakan ini konsisten dengan konteks pengurangan leverage akhir tahun dan likuiditas tipis setelah periode pertumbuhan yang cepat.
👉 Setuju atau tidak setuju? Bagaimana pendapat Anda tentang emas di sini?
Emas baru saja mengalami guncangan paling sensitif tahun ini.Pasar OANDA:XAUUSD baru saja mengalami guncangan pada salah satu periode paling sensitif dalam setahun.
Setelah mencapai puncak historis di sekitar $4.550/ons, harga emas spot secara tak terduga turun 4,4% dalam satu sesi, dan ditutup di sekitar $4.332. Pergerakan ini tidak berdiri sendiri: perak, platinum, dan palladium semuanya jatuh tajam, menandai koreksi luas di seluruh kelompok logam mulia.
Pertanyaannya bukan “mengapa emas turun”, melainkan apakah ini hanya aksi ambil untung akhir tahun, atau awal dari periode revaluasi yang lebih dalam.
Koreksi sistemik, bukan kejadian terisolasi.
Aspek paling menonjol dari penurunan terbaru ini adalah keserempakannya.
• Perak turun hampir 9%, setelah gagal bertahan di atas $80/ons.
• Platinum kehilangan lebih dari 14%.
• Palladium jatuh lebih dari 15%, turun dari level tertinggi 3 tahun.
Ini adalah pola yang sudah dikenal dari aksi ambil untung paksa setelah periode kenaikan yang terlalu cepat, terutama dalam konteks likuiditas pasar yang melemah akibat musim liburan. Ketika harga mencapai level ekstrem, perubahan psikologis kecil saja sudah cukup memicu gelombang jual secara luas.
Dari perspektif struktur pasar, logam mulia memasuki pekan terakhir tahun ini dalam kondisi jelas overbought, dengan modal spekulatif yang sangat terkonsentrasi dan posisi beli yang terakumulasi besar. Oleh karena itu, penurunan ini lebih merupakan “pelepasan tekanan” daripada pembalikan tren.
2025: Tahun yang akan “mencetak sejarah” bagi XAUUSD
Meskipun terjadi koreksi tajam dalam jangka pendek, prospek jangka panjang emas di 2025 tetap sangat signifikan secara historis.
Hingga saat ini, harga emas telah naik lebih dari 65% tahun ini, kenaikan terkuat sejak akhir 1970-an.
Pendorong utama tetap tidak berubah:
• Ketidakstabilan ekonomi global yang berkepanjangan,
• Pelemahan siklis dolar,
• Pembelian emas bersih yang berkelanjutan oleh bank sentral,
• Ekspektasi pergeseran kebijakan Fed menuju pelonggaran moneter.
Emas tidak naik karena euforia, melainkan karena perannya sebagai aset lindung nilai (safe haven) terus diaktifkan di dunia yang penuh ketidakpastian.
Perak: bintang pertumbuhan, namun juga faktor risiko terbesar.
Jika emas adalah pilar stabilitas, maka perak adalah variabel paling volatil di 2025.
Kenaikan hampir 150% menjadikan perak sebagai logam dengan kinerja terbaik dalam kelompok ini, namun juga yang paling rentan ketika arus modal berbalik arah.
Berbeda dengan emas, perak memiliki dua sifat paralel:
• Aset lindung nilai,
• Bahan baku industri yang esensial (energi surya, elektronik, AI).
Kelangkaan pasokan fisik, khususnya di Asia dan cadangan utama, telah mendorong harga perak jauh melampaui kenaikan emas. Namun, dengan valuasi yang naik begitu cepat, koreksi tajam tidak dapat dihindari.
Geopolitik kembali menjadi sorotan:
Rusia–Ukraina dan Timur Tengah terus “menambatkan risiko”
Perkembangan geopolitik terbaru menunjukkan bahwa risiko belum hilang, meskipun ada pernyataan diplomatik yang positif.
Negosiasi Rusia–Ukraina sempat disebut “hampir selesai”, tetapi segera tertutup oleh tuduhan serangan drone, diikuti pernyataan keras dari Moskow.
Pada saat yang sama, ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi, dengan pernyataan tegas dari Washington terkait Iran serta aksi militer di Venezuela.
Faktor-faktor ini belum cukup untuk mendorong harga emas naik tajam, namun cukup untuk membatasi risiko penurunan yang dalam.
The Fed, politik AS, dan variabel besar tahun 2026
Salah satu fokus utama pasar adalah risalah rapat Fed bulan Desember, serta pernyataan Presiden Donald Trump yang semakin keras mengenai peran dan kompetensi Ketua Fed Jerome Powell.
Isyarat Trump tentang kemungkinan segera menunjuk ketua Fed yang baru menambah lapisan ketidakpastian kebijakan, terutama ketika inflasi belum sepenuhnya kembali ke level aman sementara pertumbuhan mulai melambat.
Bagi emas, ketidakpastian kebijakan moneter selalu menjadi katalis jangka menengah.
Koreksi tidak mengubah tren.
Penurunan emas sebesar 4,4% adalah pengingat jelas bahwa pasar tidak bergerak dalam garis lurus.
Namun, dengan mempertimbangkan konteks keseluruhan:
• Ketidakstabilan geopolitik yang belum terselesaikan,
• Pelonggaran kebijakan moneter global secara bertahap,
• Bank sentral terus mendiversifikasi cadangan mereka dari dolar,
Koreksi saat ini lebih bersifat teknikal dan siklis daripada pembalikan tren jangka panjang. Menjelang 2026, emas kemungkinan tidak akan melanjutkan kenaikan “lurus” seperti di 2025, tetapi perannya yang krusial dalam portofolio defensif tetap utuh.
Pasar memasuki fase yang lebih selektif, tersegmentasi, dan disiplin, di mana peluang tidak berada di puncak euforia, melainkan pada koreksi yang cukup dalam dan tenang.
Analisis teknikal dan saran OANDA:XAUUSD
Analisis Teknikal
Tren naik jangka menengah tetap terjaga, dengan harga bergerak dalam kanal naik. Setelah lonjakan kuat, emas terkoreksi dari zona ekstensi Fibonacci 0,618, namun dengan cepat mendapatkan dukungan kuat di EMA21, yang menunjukkan bahwa pembeli masih mengendalikan struktur tren.
Saat ini, harga berkonsolidasi tepat di atas zona support dinamis, sementara RSI tetap berada di atas level netral, mencerminkan koreksi teknikal dan bukan pembalikan tren.
👉 Prioritaskan strategi buy-the-dip, hindari mengejar harga selama tren naik masih dominan.
SELL XAUUSD PRICE 4438 – 4436⚡️
↠↠ Stop Loss 4442
→ Take Profit 1 4430
↨
→ Take Profit 2 4424
BUY XAUUSD PRICE 4266 – 4268⚡️
↠↠ Stop Loss 4262
→ Take Profit 1 4274
↨
→ Take Profit 2 4280
XAUUSD – Reset Sehat Sebelum Kelanjutan TrenHalo, saya David.
Melihat grafik XAUUSD H4, penilaian saya adalah emas saat ini sedang mengalami retracement teknikal yang terukur di dalam sebuah tren naik yang sudah terbentuk dengan jelas. Setelah gagal bertahan di atas batas atas ascending channel, harga berbalik arah dan turun secara terkontrol untuk menguji kembali support dinamis dari channel tersebut. Pergerakan ini bukanlah sinyal pembalikan bearish, melainkan jeda alami setelah fase kenaikan yang agresif.
Hal yang patut mendapat perhatian khusus adalah reaksi harga di area support. Momentum penurunan terlihat jelas mulai melemah, dan tekanan jual tidak lagi meningkat. Sebaliknya, harga mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, yang mengindikasikan bahwa likuiditas sisi jual sedang diserap di zona support yang telah ditandai. Dalam lingkungan pasar yang bullish kuat, pullback seperti ini berfungsi sebagai proses validasi, di mana pasar menguji apakah buyer masih bersedia mempertahankan level harga yang lebih tinggi.
Dari sudut pandang struktur, ascending channel masih sepenuhnya dihormati. Harga belum menembus batas bawah channel, dan penurunan saat ini masih berada dalam batas koreksi yang sehat. Dengan demikian, struktur bullish jangka menengah tetap terjaga. Saya tidak melihat karakteristik distribusi yang jelas; sebaliknya, pergerakan ini lebih menyerupai proses reset posisi pasar sebelum kelanjutan tren utama.
Skenario utama saya adalah emas akan berkonsolidasi di sekitar area support dinamis, yang ditandai sebagai zona BUY pada grafik. Selama harga mampu bertahan di area ini dan terus membentuk higher low, probabilitas terjadinya rebound teknikal akan semakin besar. Rebound tersebut berpotensi membawa harga kembali menguji zona resistance bagian atas. Penembusan yang bersih dan penerimaan harga di atas resistance tersebut akan menjadi sinyal penguatan tren lanjutan dan membuka ruang menuju level yang lebih tinggi.
Dari sisi fundamental, kondisi global secara umum masih mendukung emas. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus berlangsung menjaga permintaan aset safe haven, sementara ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang relatif akomodatif membatasi tekanan penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan turun pada emas lebih tepat dipandang sebagai peluang untuk masuk kembali, bukan sebagai peringatan kegagalan tren.
Sebagai kesimpulan, saya melihat pullback saat ini sebagai reset yang konstruktif, bukan sebuah ancaman. Jika support terus bertahan dan buyer kembali mengambil kendali, emas berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan kenaikannya dan menantang level resistance yang lebih tinggi pada sesi-sesi berikutnya.
Berdaganglah dengan kesabaran, disiplin, dan selalu menghormati struktur pasar.
Emas "menciptakan sejarah" - Seperti apa tahun 2026?Tahun 2025 berakhir dengan satu fakta yang tidak thể̈lakkan: OANDA:XAUUSD telah masuk ke dalam kelompok aset langka yang sedang membentuk ulang tatanan investasi global.
Naik lebih dari 60% hanya dalam satu tahun, mencetak lebih dari 50 rekor harga tertinggi, emas tidak hanya mengungguli saham dan obligasi, tetapi juga menjadi simbol paling jelas dari ketidakstabilan berkepanjangan dalam sistem ekonomi dan politik global.
Perlu dicatat bahwa momentum kenaikan ini tidak berasal dari satu kejutan tunggal, melainkan akumulasi dari rangkaian peristiwa sepanjang tahun: konflik geopolitik, perang dagang, melemahnya dolar AS, ekspektasi pembalikan kebijakan moneter, dan terutama arus masuk dana yang berkelanjutan dari bank-bank sentral.
Dari sudut pandang tersebut, pertanyaan menjelang 2026 bukan lagi “apakah emas akan terkoreksi?”, melainkan: apakah pasar benar-benar berada dalam posisi untuk membalikkan tren jangka panjangnya?
2025: Ketika Ketidakstabilan Menjadi “Normal Baru”
Tren kenaikan emas dimulai sejak awal 2025, setelah dua bulan koreksi di akhir 2024. Ketegangan geopolitik kembali menjadi pusat perhatian global, khususnya terkait kebijakan perdagangan keras dari pemerintahan baru AS, yang memicu permintaan aset safe haven.
Pada Februari, AS secara resmi memberlakukan tarif besar terhadap Meksiko, Kanada, dan Tiongkok, menandai dimulainya siklus baru perang dagang. Tiongkok merespons dengan langkah balasan, sambil terus meningkatkan cadangan emasnya—sebuah sinyal yang bersifat strategis, bukan sekadar finansial.
Pada kuartal kedua, kekhawatiran bahwa tarif akan menekan pertumbuhan global menyebabkan dolar AS melemah tajam. Emas berhasil bertahan di atas USD 3.000 per ons untuk pertama kalinya, meskipun kondisi teknikal menunjukkan area jenuh beli.
Musim panas ditandai oleh fase konsolidasi yang relatif jarang, setelah AS dan Tiongkok mencapai gencatan tarif sementara. Namun, ketegangan di Timur Tengah—terutama terkait aksi militer yang melibatkan Iran—menjaga permintaan perlindungan tetap tinggi.
Titik balik terjadi pada musim gugur. Pasar tenaga kerja AS melemah lebih cepat dari perkiraan, dan revisi tajam data ketenagakerjaan resmi memperkuat ekspektasi bahwa siklus pelonggaran moneter bukan lagi sesuatu yang jauh. Penutupan pemerintah AS akibat kebuntuan anggaran semakin meningkatkan premi risiko makroekonomi. Akibatnya, emas melonjak dan mencetak rekor demi rekor baru sejak akhir Oktober.
Motivasi inti di balik pergeseran emas melampaui sekadar “safe haven”
Menurut World Gold Council, tahun 2025 menandai perubahan struktural dalam cara emas digunakan:
• Bank sentral memandang emas sebagai alat untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan sistem keuangan Barat.
• Investor institusional menggunakan emas sebagai aset strategis jangka panjang, bukan hanya perlindungan jangka pendek.
• Pelemahan dolar AS bersifat struktural, mencerminkan defisit anggaran, utang publik, dan ketidakpastian kebijakan di AS.
Yang lebih penting, kenaikan emas terjadi saat pasar sudah “menyadari risiko”, menunjukkan bahwa permintaan tidak bersifat spekulatif semata.
2026: Tiga Skenario, Namun Probabilitas Tidak Seimbang
1. Skenario dasar: Fluktuasi naik, bukan lagi kenaikan satu arah
Dalam skenario netral—yang oleh banyak institusi dinilai paling mungkin—harga emas diperkirakan akan bergerak dalam rentang lebar namun tetap mempertahankan tren naik ringan.
Federal Reserve diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan dan pasar tenaga kerja, tetapi kecil kemungkinan melakukan pemangkasan suku bunga agresif jika inflasi bertahan di sekitar 3%. Dalam kondisi ini, dolar AS kecil kemungkinan menguat signifikan, sehingga tetap mendukung emas.
Namun, sebagian arus modal dapat beralih ke euro atau pound sterling jika perbedaan kebijakan moneter menyempit, membuat laju kenaikan emas lebih lambat dan terfragmentasi dibandingkan 2025.
2. Skenario bullish: USD 4.900–5.000/ons bukan lagi hipotesis yang terlalu jauh
Jika ekonomi AS melemah lebih dalam, memaksa The Fed memangkas suku bunga secara agresif, imbal hasil obligasi turun tajam, dan dolar AS melemah signifikan, emas akan memasuki fase valuasi baru.
Dalam konteks ini, eskalasi geopolitik apa pun—baik di Timur Tengah, hubungan AS–Tiongkok, maupun konflik Rusia–Ukraina—dapat memperkuat tren kenaikan.
Goldman Sachs dan Bank of America sama-sama menetapkan target USD 4.900–5.000/ons, dengan asumsi akumulasi emas terus dilakukan di tingkat negara, bukan hanya oleh pasar keuangan.
3. Skenario bearish: Mungkin terjadi, namun berprobabilitas rendah
Skenario terburuk hanya akan terjadi jika ekonomi AS pulih jauh lebih baik dari perkiraan, pasar tenaga kerja membaik secara cepat, ketegangan geopolitik mereda signifikan, dan The Fed menunda pelonggaran kebijakan.
Bahkan dalam kondisi tersebut, kemungkinan koreksi dalam bentuk “kejatuhan tajam” tetap kecil, karena struktur permintaan emas saat ini berbeda dari siklus sebelumnya.
Singkatnya, 2026 bukan lagi kisah euforia, melainkan kisah struktur.
Setelah satu tahun terobosan historis, emas memasuki 2026 dengan peran baru: bukan hanya sebagai aset safe haven, tetapi juga sebagai barometer kepercayaan terhadap tatanan ekonomi global.
Yang perlu diperhatikan pasar bukanlah koreksi jangka pendek, melainkan apakah faktor-faktor fundamental—kebijakan moneter, geopolitik, dan perilaku bank sentral—mengalami perubahan arah.
Selama faktor-faktor tersebut belum berbalik secara jelas, skenario kejatuhan harga emas tetap menjadi pengecualian, bukan tren utama.
Analisis teknikal dan rekomendasi OANDA:XAUUSD
Grafik emas menunjukkan bahwa tren naik jangka menengah hingga panjang masih tetap utuh. Yang lebih penting, struktur pasar telah menyatu dan menciptakan kondisi untuk siklus bullish baru setelah fase konsolidasi yang panjang.
Setelah terkoreksi dari puncaknya di USD 4.380/ons, harga emas tidak merusak struktur tren naik, melainkan membentuk koreksi teknikal yang sehat. Area USD 4.200–4.250 berfungsi sebagai support konfluensi penting, tempat rata-rata bergerak dan level Fibonacci utama bertemu. Pembeli berhasil mempertahankan area ini, menandakan bahwa modal jangka panjang belum keluar dari pasar.
Harga saat ini bergerak dalam channel naik baru, dengan setiap titik rendah berikutnya lebih tinggi dari sebelumnya. Penembusan kembali di atas level tertinggi historis USD 4.380/ons tidak hanya signifikan secara teknikal, tetapi juga mengonfirmasi penerimaan psikologis pasar terhadap level harga yang lebih tinggi.
RSI tetap berada di atas level netral dan bergerak naik, mencerminkan momentum bullish yang kembali aktif, namun belum memasuki kondisi jenuh beli ekstrem. Ini membuka ruang bagi kelanjutan kenaikan tanpa volatilitas berlebihan.
Dalam skenario dasar, selama harga bertahan di atas USD 4.380, target teknikal berikutnya adalah:
• USD 4.700–4.720 (ekstensi Fibonacci 0,786),
• Selanjutnya USD 4.900–5.000, sesuai batas atas channel tren naik jangka menengah.
Dari sisi risiko, skenario koreksi baru menjadi mengkhawatirkan jika harga penutupan turun jelas di bawah USD 4.200, yang akan mematahkan tren naik jangka pendek dan membuka peluang pengujian kembali area USD 4.000–3.880. Untuk saat ini, skenario tersebut masih berprobabilitas rendah, kecuali terjadi guncangan besar pada kebijakan moneter atau geopolitik.
Kesimpulannya, emas tidak lagi berada dalam fase “kenaikan sementara akibat ketakutan”, melainkan memasuki tren naik yang terstruktur, didukung oleh faktor teknikal dan makroekonomi. Dalam lingkungan yang sarat ketidakpastian kebijakan moneter, geopolitik, dan kepercayaan terhadap mata uang fiat, emas terus melanjutkan pergerakan naiknya secara konsisten.
SELL XAUUSD PRICE 4519 – 4517 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4523
→ Take Profit 1: 4511
↨
→ Take Profit 2: 4505
BUY XAUUSD PRICE 4430 – 4432 ⚡️
↠↠ Stop Loss 4426
→ Take Profit 1: 4438
↨
→ Take Profit 2: 4444
ANALISIS EMAS 29/12/20251. Analisis Fundamental
a) Faktor Ekonomi:
• USD: Setelah periode pelemahan akibat ekspektasi penurunan suku bunga FED, USD menunjukkan rebound teknikal jangka pendek → memberikan tekanan koreksi ringan pada emas dalam kisaran sempit.
• Saham AS: Aliran dana masih condong ke aset berisiko, namun momentumnya mulai melambat saat pasar mendekati area valuasi tinggi.
• FED: Ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan tetap menjadi pilar utama penopang emas dalam jangka menengah–panjang. FED belum terburu-buru melakukan pelonggaran agresif → emas cenderung bergerak sideways atau mengalami koreksi teknikal.
• TRUMP: Pernyataan dan kemungkinan kembalinya ke panggung politik meningkatkan ketidakpastian kebijakan, yang menguntungkan emas dalam jangka panjang.
• ETF Emas (SPDR): Aliran dana ETF tetap dalam fase akumulasi, tanpa arus keluar besar → mengonfirmasi tren naik utama belum rusak. Namun, kepemilikan saat ini berada pada level sangat tinggi; potensi aksi ambil untung sebagian pekan ini cukup besar → waspadai penurunan tajam secara tiba-tiba.
b) Faktor Politik:
• Risiko geopolitik global masih tinggi (Timur Tengah, Rusia–Ukraina) → emas mempertahankan perannya sebagai aset safe haven.
c) Sentimen Pasar:
• Kondisi risk-on ringan namun tetap berhati-hati. Investor belum siap menjual emas secara agresif; sebaliknya menunggu koreksi untuk melanjutkan pembelian.
• Akhir tahun membuat pasar relatif sepi dengan likuiditas tipis.
2. Analisis Teknikal
• Tren utama: NAIK (Higher High – Higher Low) pada H1/H4.
• Harga sedang berkonsolidasi di bawah zona resistance kuat sekitar 4,550 setelah mencetak ATH baru.
• Trendline naik masih terjaga → struktur pasar belum rusak.
• RSI:
• Turun ke area netral lalu memantul kembali → mengindikasikan koreksi jangka pendek, bukan pembalikan arah; berpotensi terjadi kenaikan ringan di awal sesi Asia.
• Skenario utama: Sideways – koreksi dangkal – lalu melanjutkan tren naik. Cari peluang buy di area support saat ada konfirmasi.
• Level Teknikal Penting:
• Resistance: 4,550 – 4,577 – 4,604
• Support: 4,525 – 4,500 – 4,481
3. Sesi Sebelumnya (26/12/25):
• Emas naik kuat seiring penembusan ke level tertinggi baru, lalu bergerak sideways tanpa tekanan jual besar.
• Tekanan beli tetap dominan; tekanan jual hanya berupa aksi ambil untung teknikal.
• Tidak ada sinyal distribusi besar → pasar tetap sehat.
4. Strategi Hari Ini (29/12/25):
🪙 SELL XAUUSD | 4510 – 4508
• SL: 4514
• TP1: 4502
• TP2: 4496
🪙 BUY XAUUSD | 4402 – 4404
• SL: 4398
• TP1: 4410
• TP2: 4416
EURUSD Berpotensi Melanjutkan KenaikanHalo teman-teman, bagaimana pandangan Anda terhadap arah pergerakan EURUSD saat ini?
EURUSD saat ini bergerak di kisaran 1.176–1.177 dan berhasil mempertahankan area support penting 1.14–1.15, yang sebelumnya dikenal sebagai zona demand kuat. Setelah fase koreksi yang cukup panjang, struktur harga mulai membentuk pola rounded bottom, menandakan tekanan jual melemah dan minat beli perlahan kembali masuk ke pasar.
Selama harga tetap bertahan di atas area ini, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju 1.185–1.190 masih terbuka. Jika momentum terus menguat, level psikologis 1.200 berpotensi menjadi target berikutnya.
Di sisi fundamental, pelemahan dolar AS seiring masih kuatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed memberikan dukungan tambahan bagi EURUSD. Pendekatan yang lebih bijak saat ini adalah menunggu pullback ke area support untuk mencari peluang BUY, bukan mengejar harga di area atas.
Emas Mempertahankan Struktur Bullish Setelah Koreksi SehatHalo, saya Camila.
Saat mengamati grafik H4, saya melihat bahwa emas melakukan penurunan secara sadar untuk mengukur reaksi pasar pada level harga yang lebih rendah. Alih-alih tekanan jual yang berkelanjutan, candle saat ini menunjukkan pelemahan yang jelas pada momentum bearish, sementara minat beli mulai muncul kembali. Ini adalah perilaku yang umum dalam tren naik yang sehat, di mana pasar menilai kembali fondasinya sebelum melanjutkan ke pergerakan berikutnya.
Dari sudut pandang struktural, tren naik masih tetap terjaga. Harga masih bergerak di atas garis tren naik, dan belum ada sinyal terkonfirmasi yang menunjukkan terjadinya breakdown struktur. Volatilitas belakangan ini lebih mencerminkan proses penyeimbangan kembali antara penawaran dan permintaan, bukan fase distribusi. Dalam tren naik yang digerakkan oleh momentum, pullback untuk menguji area support bukanlah tanda kelemahan; justru sering kali menjadi langkah penting untuk menilai apakah para pembeli masih berkomitmen mempertahankan harga yang lebih tinggi.
Dari sisi fundamental, gambaran besar masih mendukung emas. Risiko ekonomi dan geopolitik global yang belum terselesaikan terus menopang permintaan terhadap aset safe haven. Pada saat yang sama, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan yang relatif akomodatif membantu membatasi tekanan kenaikan pada dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Namun, dengan padatnya kalender ekonomi AS ke depan, rilis data mendatang berpotensi memicu volatilitas intraday yang tidak merata. Hal ini membuat pergerakan emas cenderung tidak bergerak lurus, melainkan melanjutkan ritme yang sudah familiar, yaitu “maju lalu jeda”.
Area yang saya pantau paling dekat adalah zona support saat ini, tempat harga sedang bereaksi. Jika emas terus bertahan di area ini dan menunjukkan respons beli yang lebih jelas, maka struktur bullish akan semakin diperkuat. Dalam skenario seperti ini, pasar sering kali menyelesaikan proses pembentukan basis sebelum melanjutkan tren utama yang telah terbentuk sebelumnya.
Semoga Anda selalu disiplin dan sukses dalam trading.
ANALISIS BTCUSD 28/12/20251. Analisis Fundamental:
a) Makroekonomi:
• USD: Setelah rebound teknikal, USD mulai tertahan → tidak lagi memberikan tekanan jual yang kuat pada BTC.
• Saham AS: Bergerak dalam range sempit, fase akumulasi → pasar sedang menunggu sinyal baru.
• FED: Tidak ada sinyal pengetatan tambahan; suku bunga tetap tinggi, namun ekspektasi jangka menengah masih mengarah ke penurunan → BTC tetap terjaga.
• ETF BTC: Arus dana ETF tidak mengalami arus keluar besar, mayoritas hanya mempertahankan posisi, menunjukkan institusi belum meninggalkan pasar.
b) Politik:
• Tidak ada berita geopolitik negatif baru → pasar kripto tidak mengalami shock berita.
c) Sentimen Pasar:
• Netral – sedikit condong risk-on.
• Trader ritel bertransaksi jangka pendek, sementara institusi menunggu konfirmasi tren → potensi liquidity sweep di kedua sisi.
• Akhir tahun, aktivitas pasar melambat, tidak ada transaksi besar.
2. Analisis Teknikal:
• Tren keseluruhan: Sideways dengan bias naik ringan.
• Harga bergerak di bawah trendline naik jangka pendek (beberapa kali tertolak – lingkaran pada chart).
• Berosilasi dalam range 87k – 88k.
• RSI: RSI M15–M30 berada di sekitar 50–60 → belum overbought.
• Cocok untuk scalping dalam range, tidak cocok untuk menahan posisi tren jangka panjang.
=> Struktur saat ini:
Belum ada momentum yang cukup untuk menembus trendline → prioritaskan trading pullback dan range, hindari mengejar harga.
Level Teknikal Penting:
• Resistance: 88.048 – 89.186
• Support: 86.177 – 83.856
3. Sesi Pasar Sebelumnya:
• BTC sempat menguji area 89k–90k → tertolak kuat di trendline.
• Setelah itu kembali konsolidasi di sekitar 87k–88k.
• Likuiditas tidak meningkat signifikan → ini adalah pullback teknikal, bukan distribusi.
=> Sesi sebelumnya merupakan hari absorpsi order; arah pasar belum ditentukan.
Emas melanjutkan tren kenaikannya.Emas bergerak dalam struktur tren naik yang tepat, dengan harga bergerak dalam saluran naik utama dan saat ini memasuki fase konsolidasi yang sehat tepat di atas zona support kunci.
Harga secara konsisten menciptakan titik terendah yang lebih tinggi, dan semua penurunan harga telah terserap dengan baik di zona permintaan (kotak hijau). Dua reaksi yang jelas di zona support menunjukkan bahwa tekanan beli aktif masih ada, tanpa tanda-tanda distribusi.
Faktor pasar yang memperkuat tren naik:
Ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed pada tahun 2026 terus mendukung emas dalam jangka menengah.
Melemahnya dolar AS dan pendinginan imbal hasil obligasi membantu emas mempertahankan statusnya sebagai aset safe-haven.
Arus modal defensif terus mendukung logam mulia di tengah ketidakstabilan makroekonomi.
Skenario yang disukai:
Bertahan di zona support saat ini → emas memiliki dasar untuk melanjutkan tren naiknya, menuju titik tertinggi baru seperti yang ditunjukkan oleh panah.
Emas Tetap Panas di Tengah Ketidakpastian GlobalXAUUSD terus mempertahankan tren naik yang sangat kuat, didukung jelas oleh faktor fundamental maupun teknikal. Kenaikan harga emas sekitar 70% sepanjang tahun ini, jauh mengungguli pasar saham AS, mencerminkan aliran dana safe haven yang tetap memprioritaskan logam mulia di tengah ketegangan geopolitik, gangguan perdagangan, dan risiko inflasi.
Pada timeframe 4H, harga bergerak naik secara bertahap, menembus level lalu berkonsolidasi di area tinggi. SMA50 dan SMA100 yang mengarah naik dan berada di bawah harga menunjukkan tren bullish masih solid. RSI di area tinggi bukan sinyal pembalikan, melainkan tanda momentum kuat yang membutuhkan koreksi teknikal jangka pendek.
Skenario utama adalah menunggu BUY saat harga pullback ke area 4,498, dengan target menuju 4,600. Selama struktur higher low tidak ditembus, bias utama XAUUSD tetap bullish.
BTC/USDT – Keuntungan bagi Para BullPerilaku Trader: Harga bereaksi positif di zona permintaan + EMA dinamis → tanda-tanda penyerapan tekanan jual. Penurunan harga terakhir (penyapu likuiditas) memicu kembalinya FOMO, dan struktur titik terendah yang lebih tinggi setelah titik terendah yang lebih rendah tetap utuh.
Aliran Uang & Makroekonomi: Peningkatan selera risiko di akhir tahun, ekspektasi likuiditas yang berkelanjutan + pendinginan USD mendukung aliran uang kembali ke kripto. BTC terus berperan sebagai pemimpin risk-on.
Skenario: Beli ketika harga bertahan di atas 86,8k–87k.
Target: 89,2k → 90,6k+.
➡️ Sinyal utama belum ditembus – koreksi ini untuk mengisi kembali energi untuk pergerakan naik berikutnya.
XAU/USD – Pemulihan Teknis & MakroekonomiPembeli tetap memegang kendali karena harga bertahan di atas EMA34–EMA89. Koreksi saat ini merupakan pengurasan likuiditas/guncangan ritel, cocok untuk membangun posisi beli sesuai tren. Struktur Harga Tertinggi-Terendah (HL–HH) belum ditembus → bias beli tetap berlaku.
Makroekonomi: Ekspektasi pelemahan USD dan pendinginan imbal hasil obligasi pemerintah mempertahankan daya tarik emas. Ketidakstabilan geopolitik dan permintaan aset aman terus menjadi katalis untuk pergerakan naik selanjutnya.
Strategi: Cari peluang beli ketika harga kembali ke zona EMA dinamis (4,45x–4,47x).
Target: 4.537 → 4.596.
➡️ Sinyal utama tetap bullish – penurunan harga adalah peluang, bukan pembalikan tren.
ANALISIS EMAS 26/12/20251. Analisis Fundamental
a) Faktor ekonomi:
• USD: Rebound teknikal ringan setelah periode pelemahan, terutama didorong oleh aksi ambil untung akhir tahun → memberi tekanan koreksi jangka pendek pada emas.
• Saham AS: Stabil, tidak ada guncangan risiko besar → belum mendorong arus dana lindung nilai (safe haven) yang kuat.
• FED: Ekspektasi penurunan suku bunga dalam jangka menengah–panjang tetap tidak berubah, namun dalam jangka pendek The Fed masih mempertahankan nada kebijakan yang hati-hati → emas mudah berfluktuasi.
• TRUMP: Faktor politik AS masih menyimpan potensi volatilitas menuju 2026, tetapi belum menjadi pemicu langsung saat ini.
• ETF emas (SPDR): Menambah 3,71 ton → fondasi harga tetap terlindungi. Namun, kepemilikan besar berpotensi memicu aksi ambil untung sebagian, menyebabkan koreksi jangka pendek → peluang buy saat harga turun.
b) Faktor politik:
• Tidak ada eskalasi geopolitik baru → belum cukup kuat untuk mendorong breakout besar, tetapi tetap menjadi lapisan dukungan bagi tren naik jangka panjang.
c) Sentimen pasar:
• Sentimen risk-on ringan di akhir tahun, aliran dana berfokus pada penyeimbangan portofolio → emas mengalami koreksi dan konsolidasi, bukan pembalikan tren.
⇒ Kesimpulan fundamental:
Tekanan koreksi jangka pendek, namun tren menengah–panjang masih mendukung strategi BUY saat pullback ke area support.
2. Analisis Teknikal
Tren utama: Uptrend yang jelas, struktur higher high – higher low masih terjaga.
Harga saat ini:
• Bergerak di dalam kanal naik, setelah penolakan di area ATH – 4525.
MA jangka pendek:
• Harga bergerak sideways di sekitar MA → pasar sedang beristirahat, menunggu dorongan baru.
RSI:
• RSI rebound dari area rendah, belum overbought, dan tidak ada divergensi bearish yang kuat.
Makna:
Ini adalah fase pullback dalam tren naik, bukan breakdown.
RESISTANCE: 4480 – 4500 – 4525
SUPPORT: 4468 – 4448 – 4430
3. Pergerakan pasar sesi sebelumnya
• Harga mencetak ATH baru, lalu ditolak kuat di trendline atas.
• Sesi AS muncul aksi ambil untung → emas terkoreksi ke area support bawah.
• Minat beli kembali muncul dengan baik di dasar kanal → belum ada tanda distribusi.
⇒ Pasar kemarin menunjukkan:
Pihak penjual belum cukup kuat untuk mematahkan tren; pembeli masih menguasai area harga rendah.
BTC Tertekan untuk Koreksi!Bitcoin bergerak sesuai dengan skenario pelemahan pasca-distribusi, karena struktur tren naik jangka pendek telah ditembus dan harga telah kembali berkonsolidasi di bawah zona penawaran kunci.
Argumen Teknis:
Harga membentuk pola distribusi (puncak membulat) dan ditolak dengan kuat di titik tertinggi, menunjukkan tekanan jual yang aktif.
Garis tren naik ditembus, kemudian harga mengalami retracement untuk mengujinya tetapi gagal mendapatkan kembali struktur lama.
Area harga saat ini adalah zona penawaran/rentang atas, di mana retracement hanya bersifat teknis.
Perilaku Harga Saat Ini:
Pergerakan sideways yang lemah, rentang sempit → tanda-tanda konsolidasi untuk pergerakan selanjutnya, belum terjadi pembalikan bullish.
Retracement kurang volume dan momentum, menunjukkan pembeli tidak cukup kuat untuk mendorong harga lebih tinggi.
Konteks Pasar yang Memperkuat Tren Turun:
Arus uang pasar kripto cenderung berhati-hati sebelum akhir tahun, likuiditas menurun.
BTC kekurangan katalis kenaikan baru, sementara tekanan ambil untung jangka pendek tetap ada setelah reli sebelumnya.
Sentimen risk-on yang melemah membuat reli lebih mungkin menjadi peluang penjualan mengikuti tren.
AUDCAD: Potensi pembalikan tinggiHarga saat ini berada dalam tren menurun, membentuk lower high dan lower low.
Seiring harga terus turun, momentum penurunan mulai melambat dan tekanan jual semakin melemah.
Kemudian, harga mencapai area penting, di mana harga bereaksi dari zona demand utama, saat pembeli mulai masuk dan menembus garis tren turun.
Penembusan ini sangat krusial, karena menjadi titik di mana pasar harus mengambil keputusan.
Dari area ini, harga diperkirakan akan bergerak menuju zona resistance berikutnya di sekitar level 0.9188.
Pembalikan arah akan terjadi jika harga turun kembali di bawah area ini, yang dapat mengubah struktur tren sekali lagi.
Hingga hal tersebut terjadi, pergerakan saat ini dianggap sebagai pergeseran struktur bullish setelah tren bearish sebelumnya.
BTC Menolak Garis Tren — Risiko Penurunan MeningkatBTC terus ditolak di garis tren menurun dan zona penawaran, gagal mempertahankan level tertinggi yang lebih tinggi.
Struktur saat ini menunjukkan terbentuknya level tertinggi yang lebih rendah, dan tekanan jual kembali meningkat.
Arus kas akhir tahun berhati-hati, dan sentimen risk-on melemah karena pasar kripto kekurangan katalis baru.
Imbal hasil dan USD tetap berada pada level tinggi, yang menyebabkan pengurangan bertahap dalam leverage jangka pendek.
Harga mungkin mengalami rebound teknis ke kisaran 88,8k–89,8k sebelum terus menurun.
Target selanjutnya berfokus pada 84,4k, bertepatan dengan level Fibonacci 1,618 dan level permintaan lama pada grafik.
Apakah Anda melihat ini sebagai penarikan kembali untuk melanjutkan short selling atau hanya false breakdown?
Setuju atau tidak setuju? Sampaikan pandangan Anda di bawah!
XAUUSD Menembus Struktur — Tren Bullish BerlanjutEmas telah menembus dan bertahan di atas zona resistensi lama, mengkonfirmasi BOS dan level tertinggi yang lebih tinggi.
Koreksi saat ini diperkirakan hanya akan menjadi penarikan kembali ke zona permintaan; struktur bullish tetap utuh.
Konteks Makro:
USD secara bertahap melemah karena pasar memperkirakan perubahan kebijakan Fed pada tahun 2026, dan imbal hasil obligasi mendingin.
Permintaan aset safe-haven di akhir tahun dan risiko ekonomi makro global terus mendukung tren kenaikan emas.
Skenario:
Bertahan di zona permintaan → harga dapat terus memperpanjang gelombang kenaikan hingga 4.579 seperti yang ditunjukkan pada grafik.
Analisis harga emas pada tanggal 24 Desember📈 EMAS – Analisis Tren di Titik Tertinggi Historis
Ketika harga diperdagangkan pada titik tertinggi sepanjang masa, Fibonacci adalah alat yang paling tepat untuk mengidentifikasi potensi zona resistensi dan support untuk pergerakan harga selanjutnya.
Tren utama tetap bullish, sehingga strategi yang disukai saat ini tetaplah BELI mengikuti tren, terutama ketika harga mengalami koreksi teknis ke level Fibonacci kunci. BELI karena takut ketinggalan (FOMO) di puncak tidak disarankan — menunggu dengan sabar untuk terjadinya pullback akan menghasilkan rasio R:R yang lebih baik.
🟢 Strategi BELI
Tunggu sinyal penolakan harga yang jelas di zona support: 4430, 4385, 4350 (zona support kuat & garis tren naik)
🎯 Target
4590 – Target ekstensi Fibonacci dalam tren naik
⚠️ Risiko
Jika harga penutupan dan perdagangan stabil di bawah 4350, struktur tren naik jangka pendek akan terputus → diperlukan kehati-hatian dengan order BELI dan penilaian ulang struktur gelombang diperlukan.
📌 Ringkasan
Tren naik tetap utuh. Beli hanya ketika harga terkoreksi ke zona support – jangan mengejar harga di puncaknya.
EURGBP Melemah Menuju 0.86741Grafik EURGBP pada timeframe harian menunjukkan perubahan dinamika harga yang cukup signifikan. Selama beberapa bulan terakhir, pasangan mata uang ini bergerak dalam struktur uptrend yang konsisten, dipandu oleh sebuah ascending trendline (garis tren naik) yang sangat solid. Kekuatan garis tren ini terlihat dari setidaknya lima kali pantulan harga (rejection) yang divalidasi oleh tanda panah hijau, menunjukkan bahwa area tersebut sebelumnya merupakan zona permintaan (demand) yang kuat.
Namun, pada pergerakan terbaru di akhir Desember 2025, harga terlihat telah menembus ke bawah garis tren tersebut (Breakout). Area lingkaran oranye menandakan titik kritis di mana tekanan jual mulai mendominasi. Saat ini, harga sedang menguji validitas breakout tersebut. Jika harga gagal kembali ke atas garis tren (re-entry), maka struktur bullish sebelumnya dianggap patah dan peluang Short menjadi sangat terbuka.
Skenario utamanya adalah pergerakan turun menuju level 0.86741 yang berfungsi sebagai target teknikal terdekat. Namun, perlu diwaspadai terhadap skenario False Breakout. Jika harga mendadak berbalik arah dan ditutup kembali di atas level 0.87959, maka sinyal bearish ini akan ter-invalidasi dan harga berpotensi melanjutkan reli kenaikannya.
Trading Plan
Entry: Sell di kisaran 0.87300 (setelah konfirmasi breakout).
Take Profit (TP): 0.86741 (Area support horizontal sebelumnya).
Stop Loss (SL): 0.87425 - 0.87959 (Dinamis, Ditempatkan di atas ascending trendline untuk antisipasi false breakout).






















