WTI Uji Ascending TriangleWTI Uji Ascending Triangle, Tensi Iran Panas 19 Agustus 2026
WTI/USD bergerak menguat di kisaran 84,71 pada timeframe 4 jam, melanjutkan momentum naik setelah sempat terkonsolidasi sejak awal Agustus. Pergerakan ini didorong oleh memudarnya prospek kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu, yang memberi jendela waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan damai jangka panjang, resmi berakhir pada Senin lalu tanpa perpanjangan maupun kesepakatan permanen. Presiden Donald Trump menyatakan tidak terburu-buru mencari solusi baru dan lebih memilih mengandalkan tekanan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
Faktor risiko tambahan datang dari Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak global. Iran dan Oman diketahui masih melakukan negosiasi bilateral terkait pengaturan rute pelayaran melalui selat tersebut, namun Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur ini bergantung pada dicabutnya blokade laut AS terlebih dahulu. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian geopolitik yang turut menopang premi risiko pada harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, penting dicatat bahwa gangguan terhadap pasokan riil ke pasar global belum sepenuhnya terkonfirmasi meluas, sehingga dorongan bullish dari sisi geopolitik masih perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi pelemahan sentimen jika perkembangan negosiasi menunjukkan kemajuan.
Secara teknikal, harga tengah bergerak dalam pola ascending triangle sejak awal Agustus, mencerminkan tekanan beli yang meningkat secara bertahap di tengah resistance horizontal yang belum tertembus.
📈 Struktur Teknikal
Resistance:
• R1: 86,00 — resistance horizontal pola ascending triangle, level kunci yang belum berhasil ditembus sejak awal Agustus
• R2: 88,90 — swing high akhir Juli, target ekstensi jika R1 breakout dengan momentum kuat
Support:
• S1: 83,00 — higher low pullback minor, berdekatan dengan garis tren naik (support dinamis) pola triangle
• S2: 80,60 — area konsolidasi pertengahan Agustus
• S3: 75,70 — swing low awal Agustus, basis struktural pola ascending triangle
🔗 Kesimpulan & Skenario
• Skenario Bullish: Selama tensi geopolitik AS-Iran/Hormuz tetap terjaga dan harga bertahan di atas support dinamis triangle (S1: 83,00), momentum berpotensi berlanjut menuju R1 (86,00). Breakout di atas 86,00 dengan volume kuat berpotensi membuka ruang lanjutan menuju R2 (88,90).
• Skenario Bearish/Koreksi: Jika muncul tanda-tanda kemajuan negosiasi Iran-Oman atau indikasi pasokan global tetap lancar, sentimen bullish berpotensi mereda. Secara teknikal, ini tercermin dari kegagalan bertahan di atas S1 (83,00) dan penurunan lanjutan menuju S2 (80,60), bahkan S3 (75,70) sebagai basis struktural triangle.
Kombinasi risiko geopolitik yang belum mereda dengan struktur ascending triangle menciptakan bias bullish jangka pendek menuju 86,00. Namun, karena unsur pasokan riil belum benar-benar terganggu secara luas, penting untuk memantau apakah breakout di R1 disertai momentum nyata, atau justru berujung false breakout jika sentimen berita mereda.
⚠️ Disclaimer: Analisa ini disusun berdasarkan data chart dan perkembangan berita yang tersedia, bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu terapkan manajemen risiko yang tepat dalam pengambilan keputusan trading.
Saatnya trading seperti #LevelnyaTraderSejati bersama EsaFX
Minyak Mentah
WTI Tertahan di Bawah $78, Rawan Koreksi ke S17 Agustus 2026
Minyak mentah (WTI) sempat menembus level $78 per barel pada perdagangan kemarin, melanjutkan reli akibat memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz. Namun sesi hari ini harga terkoreksi dan kini diperdagangkan di kisaran $77,70, gagal mempertahankan level psikologis tersebut.
Pemicu utama pergerakan tetap datang dari perkembangan geopolitik Iran. Menurut laporan TradingEconomics, Iran dilaporkan melancarkan serangan ke sasaran yang disebutnya sebagai "target musuh" di sekitar Selat Hormuz menyusul insiden ledakan di dekat Pulau Qeshm. Di sisi lain, negosiasi Iran-Oman terkait pengaturan jalur pelayaran di selat tersebut terus berjalan. Dalam draf perjanjian yang tengah ditinjau parlemen Iran, Teheran berupaya melarang kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, sekaligus mewajibkan negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi sebelum diizinkan lewat. Pelanggar ketentuan ini bahkan terancam sanksi setara 20% dari nilai kargo kapal. Iran juga menegaskan bahwa pembukaan penuh selat baru akan terjadi setelah blokade maritim AS dicabut sepenuhnya, kondisi yang dinilai pasar lebih ketat dari perkiraan sebelumnya, sehingga menjaga premi risiko tetap tinggi di pasar minyak.
Ketegangan yang belum mereda ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko gangguan pasokan, meski secara teknikal harga menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah reli tajam dalam 24 jam terakhir. Pergerakan garis Simple Moving Average (SMA) turut menggambarkan pergeseran momentum ini: selama fase reli dari kisaran $75 menuju $79, harga secara konsisten bergerak di atas SMA yang berperan sebagai support dinamis dan mengkonfirmasi tren naik. Namun begitu harga gagal mempertahankan level $78 dan berbalik turun, candle mulai menembus ke bawah garis SMA — pergeseran ini menjadi sinyal awal bahwa momentum bullish jangka pendek mulai melemah dan SMA kini berpotensi berbalik fungsi menjadi resistance dinamis.
Analisis Teknikal:
Simple Moving Average (SMA) sempat menjadi support dinamis sepanjang fase reli dari $75 ke $79, namun kini tertembus ke bawah seiring harga terkoreksi ke $77,70 indikasi awal pergeseran momentum dari bullish ke netral/bearish jangka pendek.
Selama harga masih tertahan di bawah garis SMA, level tersebut (sekitar 78,00) berpotensi bertindak sebagai resistance dinamis yang perlu ditembus kembali agar tren naik dapat dilanjutkan.
Indikator Stochastic Oscillator (%K 41,70 / %D 39,29) baru saja rebound dari area oversold, membuka ruang koreksi naik terbatas sebelum potensi pelemahan lanjutan.
Resistance terdekat berada di R1: 78.70, dengan level lanjutan di R2: 79.60 dan R3: 80.55 apabila harga berhasil kembali ditutup di atas SMA dan momentum bullish menguat kembali.
Support terdekat berada di S1: 77.45, diikuti S2: 76.35 dan S3: 75.50 sebagai area koreksi lanjutan jika harga tetap tertahan di bawah SMA.
Kesimpulan:
Penembusan harga kebawah SMA menjadi sinyal kunci pelemahan momentum jangka pendek; selama tertahan di bawah level ini, bias condong bearish menuju S1 (77.45).
Rebound Stochastic dari oversold berpotensi memicu koreksi naik jangka pendek menguji kembali SMA/R1 (78.70), namun keberlanjutan tren naik baru tervalidasi jika harga tutup stabil di atas SMA.
Perkembangan geopolitik Selat Hormuz tetap menjadi faktor risiko utama yang dapat memicu volatilitas tajam sewaktu-waktu, sehingga manajemen risiko ketat sangat disarankan.
Pantau rilis berita terkait negosiasi Iran-Oman dan keputusan parlemen Iran sebagai katalis pergerakan lanjutan, serta perhatikan reaksi harga di sekitar garis SMA sebagai konfirmasi arah tren berikutnya.
Disclaimer: Analisis ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual instrumen keuangan tertentu. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. EsaFX tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan analisis ini.
Yuk naik ke #LevelnyaTraderSejati bareng EsaFX
WTI Tertekan Ketegangan AS-Iran, Waspada 81.6531 Juli 2026
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan mengancam stabilitas pasokan energi di kawasan Timur Tengah. Militer AS meluncurkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap aset-aset AS di wilayah tersebut, membuat harapan akan terobosan diplomatik dalam waktu dekat semakin meredup. Di sisi lain, lalu lintas tanker minyak melalui Selat Hormuz justru meningkat setelah sempat melambat, sehingga jutaan barel minyak mentah tetap bisa mengalir melintasi jalur strategis tersebut. Minyak mentah WTI saat ini diperdagangkan mendekati $82.07 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi di area $84.29 pada sesi Asia hari Jumat.
Analisis Teknikal:
Secara struktur mingguan, harga bergerak dalam pola trendline dengan Resistance Utama di level 85.52 dan Support Utama di level 78.69.
Level teknikal harian (R/S) untuk perdagangan hari ini:
R1: 84.30 | R2: 85.88 | R3: 86.65
S1: 81.65 | S2: 80.15 | S3: 79.50
Selama harga masih tertahan di bawah resistance mingguan 85.52, tekanan koreksi jangka pendek berpotensi berlanjut menuju area support harian S1 di 81.65.
Kesimpulan:
Bias jangka pendek cenderung tertekan (bearish) selama harga bertahan di bawah 84.30 (R1 harian).
Break di atas 85.52 (Resistance Mingguan) berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan.
Break di bawah 78.69 (Support Mingguan) dapat mengonfirmasi pelemahan struktural lebih dalam.
Trader disarankan memantau perkembangan geopolitik AS-Iran dan lalu lintas Selat Hormuz sebagai katalis pergerakan harga selanjutnya.
Disclaimer: Analisis ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
WTI Anjlok 5,96%, Harapan Diplomasi Timteng Menguat27 Juli 2026
Minyak mentah WTI turun tajam 5,96% ke level 85,12 USD pada perdagangan hari ini, setelah muncul laporan bahwa Pakistan, dengan dukungan China, berupaya menghidupkan kembali jalur negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini memicu harapan pasar akan solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Menurut laporan, pejabat China semakin khawatir bahwa eskalasi serangan terhadap negara-negara Teluk serta gangguan di Selat Hormuz akan merugikan kepentingan ekonomi mereka, sehingga mendorong upaya mediasi lebih aktif. Tekanan jual yang muncul hari ini mencerminkan pergeseran ekspektasi pasar dari premi risiko geopolitik menuju potensi de-eskalasi.
Analisis Teknikal (Fibonacci Pivot Point, Time Frame 4H):
Resistance 3 (R3): 101,65
Resistance 2 (R2): 96,51
Resistance 1 (R1): 93,15
Pivot Point (PP): area referensi netral
Support 1 (S1): 82,70
Support 2 (S2): 79,53
Support 3 (S3): 74,21
Fibonacci Pivot pada time frame 4H ini membantu memetakan zona potensi pembalikan harga jangka pendek: level 0,382 dan 0,618 umumnya menjadi area pantulan (bounce) yang paling diperhatikan trader, sementara ekstensi 1,618 menjadi target proyeksi bila terjadi breakout kuat.
Kesimpulan:
Selama harga bertahan di bawah PP, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju S1 (82,70) sebagai support terdekat.
Jika sentimen diplomasi berlanjut positif, area S1–S2 berpotensi jadi zona akumulasi rebound.
Trader disarankan memantau perkembangan berita Iran–AS sebagai katalis utama pergerakan lanjutan, mengingat sensitivitas WTI terhadap isu geopolitik Timur Tengah.
Disclaimer: Analisis ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual instrumen tertentu. Keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing trader. Selalu terapkan manajemen risiko yang baik.
Saatnya naik ke #LevelnyaTraderSejati bareng EsaFX
USOIL H4: Berada di Titik PenentuanUSOIL telah mengalami pemulihan kuat dari area terendah sekitar 67 USD dan saat ini kembali menguji zona resistance 79–80 USD. Struktur rounded bottom menunjukkan bahwa kekuatan beli telah meningkat secara signifikan, namun area ini tetap menjadi zona yang sebelumnya menghadirkan tekanan jual yang kuat.
Jika harga mampu bertahan di atas 79–80 USD dan candle H4 ditutup dengan jelas di atas area tersebut, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju 86–87 USD. Sebaliknya, jika harga kembali mengalami penolakan, USOIL berpotensi mengalami koreksi menuju area support terdekat sebelum mencoba melakukan breakout kembali.
Rencana Trading:
Entry: Buy ketika candle H4 ditutup di atas 80 USD
Stop Loss: Di bawah 78 USD
Take Profit: 86–87 USD
Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi. Selalu lakukan trading berdasarkan analisis dan keputusan Anda sendiri.
Mari bersama-sama membangun komunitas trading yang kuat!
Minyak Melonjak, Ketegangan AS-Iran Kembali MemanasSituasi di kawasan Teluk kembali memanas. Pada Minggu (12/7), Amerika Serikat kembali menyerang Iran, menargetkan sejumlah sasaran di Bandar Abbas dan Sirik. Serangan ini merupakan respons atas aksi Iran yang menyerang kapal kargo GFS Galaxy di Selat Hormuz saat berusaha melintas tanpa izin. Teheran kemudian membalas dengan menyasar sejumlah aset AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang oleh Komando Tengah (CENTCOM) AS disebut sebagai gelombang serangan ketiga terhadap Iran.
Eskalasi ini langsung berdampak ke pasar energi. Hari ini, Senin (13/7), harga Minyak (CLSK) membuka pasar dengan gap up, melanjutkan tren penguatan yang sudah berjalan sejak akhir pekan lalu akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.
Ketegangan ini juga mengoyak gencatan senjata (MoU) yang sebelumnya disepakati AS-Iran pertengahan Juni lalu. Selama konflik terus berlanjut dan ancaman terhadap keamanan pelayaran di Hormuz belum mereda, premi risiko pada harga minyak berpotensi terus tertahan tinggi.
Analisis Teknikal
Secara struktur besar (mingguan), harga minyak masih bergerak dalam pola segitiga penyempitan ( converging triangle ) yang terbentuk sejak pertengahan Juni, dengan dua level kunci yang menjadi acuan:
Resistance Mingguan Utama : 74.90 sudah diuji ulang hari ini seiring gap up akibat eskalasi konflik
Support Mingguan Utama : 68.18 basis dari rally sejak awal Juli, jadi pertahanan terakhir bila terjadi pembalikan tajam
Untuk pergerakan intraday/harian, minyak membentuk pola baru dengan level-level berikut:
R1: 76.65
R2: 75.80
R3: 74.90 — sejalan dengan resistance mingguan utama
S1: 71.50
S2: 72.70
S3: 73.15
Selama harga bertahan di atas R3/resistance mingguan (74.90), momentum penguatan akibat eskalasi konflik berpotensi berlanjut menguji R2 dan R1. Namun perlu diperhatikan bahwa gap up akibat berita geopolitik seperti ini rawan diikuti aksi profit taking begitu ada kabar de-eskalasi atau upaya diplomasi baru, sehingga level 73.15-72.70 penting dijaga sebagai indikasi apakah momentum kenaikan ini solid atau hanya reaksi sesaat.
Kesimpulan
💥 Eskalasi militer AS-Iran berlanjut ke gelombang ketiga, memicu gap up pada harga minyak
🛢️ Struktur mingguan masih dalam pola segitiga, dengan resistance utama 74.90 dan support utama 68.18
📊 Level intraday penting: R1 76.65 / R2 75.80 / R3 74.90, dan S1 71.50 / S2 72.70 / S3 73.15
⚠️ Risiko pembalikan tetap ada bila muncul sinyal de-eskalasi atau kembalinya upaya diplomasi
Disclaimer: Materi ini dibuat untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi. Pertimbangkan tujuan investasi dan profil risiko Anda sebelum mengambil keputusan trading.
Saatnya Trading #LevelnyaTraderSejati bersama EsaFX
SRIUS : Brent Menuju USD40SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 251217
Crude Oil tipe Brent sedang menguji Support di USD59. Area ini sebenarnya adalah Fibonacci Retracement di level 60% (ditarik dari 2020 sampai awal 2022).
Penurunan di bawah level ini mengindikasikan potensi atau ancaman Brent untuk Uptrend akan mengecil.
Setelah Breakdown Support di USD59an, Brent berpotensi turun menuju Support berikutnya di USD40.
Level USD40 pun merupakan level 100% dari Fibonacci Projection yang ditarik dari Peak di 2022 sampai 2023.
Kenaikan Brent di atas USD70 akan membuka ancaman minyak bumi untuk naik kembali (ke USD100 sampai USD130)
USOIL Sudah Breakout: Siap Terbang atau Malah Jebakan?Harga minyak mentah WTI akhirnya keluar dari bearish channel yang terbentuk sejak pertengahan Januari. Pada grafik 4 jam, breakout ini terjadi setelah harga menembus upper trendline yang selama ini menjadi resistance dinamis. Jika breakout ini valid dan mendapat konfirmasi dari candle berikutnya, ada peluang harga melanjutkan kenaikan menuju $75.00 sebagai resistance pertama, sebelum berlanjut ke $78.50 jika momentum bullish tetap kuat.
Untuk entry, saya akan menunggu konfirmasi candle di atas breakout area sebelum masuk posisi buy. Jika harga bertahan di atas $72.50 dan menunjukkan momentum bullish, saya akan masuk dengan target pertama di $75.00. Jika harga terus naik dan mampu menembus $75.00 dengan volume yang meningkat, saya akan menambah posisi dengan target akhir di $78.50.
Sebaliknya, jika harga kembali ke dalam channel dan turun di bawah $71.50, saya akan mempertimbangkan untuk cut loss agar tidak terjebak dalam false breakout. Stop loss akan saya tempatkan sedikit di bawah $71.00 untuk meminimalkan risiko jika ternyata tren turun masih berlanjut.
Jadi, apakah ini awal dari rally bullish baru atau sekadar jebakan Batman? Kita lihat nanti!
WTI - 4hrs - Crude Perjuangan utk berada di $70Tabe Kolega Trader,
➕ Technical / Observasi / Analisa
➕ Pair : WTI / Brent / Crude oil
➕ Time Frame : 4hrs
➕ Analysis Way : Elliottwaves
Analisa ini hanya untuk berbagi pengetahuan di antara kita, dibutuhkan observasi lanjutan jika melakukan trading menggunakan Analisa ini.
saya berusaha untuk menyebarkan pemahaman dan berbagi pengetahuan.
✔️Keadaan
▫️ WTI menguji level support utama di $70, di bawah level tersebut harga minyak mentah Brent belum pernah diperdagangkan secara konsisten sejak 2021;
▫️ Secara teknis, penembusan di bawah level ini membuka jalur ke Level $40;
▫️ Di sisi lain secara fudamental, OPEC tidak tinggal diam, meskipun upaya mereka untuk membalikkan pasar masih di rasa sia-sia.
✔️Kesimpulan :
menurut studi saya secara teknikal tren perlemahan ini akan memeasuki koreksi, jika melihat peluang kedepan adanya kemungkinan menguat singkat bisa saja terjadi, ini diperkirakan akan terjadi dengan masuknya volume besar imbas dari fundamental, akan tetapi peluang terbesarnya kemungkinan akan masih kuat turun.
• Mengacu Pada Kondisi XTI/USD Sebelumnya. Terkait edukasi pada pukul 11.55 am dengan judul "JANGAN TERPANCING TAMPILAN". Maka dari hal tersebut dihimbau untuk tidak terlena dengan pola bias. Walau sekalipun anda merasa sangat yakin.
Pukul 21.00 pm pada akhirnya setup XTI/USD terkena stop loss. Semoga bermanfaat.
Tahun Depan Minyak Naik?! BBM Makin Mahal Gak Nih?!Saya melihat potensi Minyak mentah untuk naik.
Saat ini minyak telah menembus trendline di timeframe 1 harinya.
Dengan potensi untuk koreksi ke zona antara 71-72 USD, minyak saya proyeksikan menuju 78.5 dan setelah itu potensi ke 90-an
Kalau begini, harga BBM naik dong?
XTI - CL - OIL Daily Road MapsDouble top terlihat jelas, dan saat ini Neckline juga sudah berhasil dilalui, potensi turun lebih besar.
Target Bawah 1 : 86.77
Target Bawah 2 : 76.00
Proyeksi : 64.26
SELL MODE ON more prefer.
Disclaimer on
XPenjualan
USOIL pada time frame 1 hariPenutupan candle mingguan membentuk pola candle bullish pinbar sehingga ada potensi kenaikan. Ada 3 skenario yang bisa pertimbangkan untuk melakukan buy untuk mengikuti trend daily .
Skenario pertama dengan resiko yang agresif yaitu langsung melakukan entry pada pembukaan market dengan alasan closing candle weekly membentuk pola bullish pinbar atau sedikit menawar di area support terdekat yaitu area fibonacci 38,2% dan pivot R1:
buy limit 102
stop loss 95
target profit 129
risk & reward 4:1
Skenario kedua dengan resiko yang moderat yaitu mencari area buy di:
1. golden area fibonacci 50%
2. EMA 50 (hijau)
3. pivot point
buy limit 94
stop loss 88
target profit 129
risk & reward 5:1
Skenario ketiga dengan resiko konservatif yaitu mencari area buy di titik dengan support terkuat yaitu:
1. golden area fibonacci 61,8%
2. pivot S1
3. EMA 100 (kuning)
4. history resistance mingguan (horizontal kuning) yang di break out menjadi support baru sekaligus menjadi area stop loss
buy limit 88
stop loss 85
target profit 129
risk & reward 13:1
DISCLAIMER ON
WTI CRUDE OIL pada time frame 1 haricrude oil melanjutkan trend kenaikan signifikan dengan dilihat dari break out beberapa resistance kuat time frame mingguan (horizontal kuning) dan sekarang sementara menguji resistance bulanan (horizontal merah). Apabila melihat dari trend maka kita ingin mencari area buy dengan support terkuat yaitu:
1. pivot point R1
2. resistance yang di break out menjadi support (horizontal kuning di bawah garis pivot R1)
3. fibonacci extension 1.618
4. EMA 10 (biru)
entry bisa dilakukan apabila closing candle harian sudah menunjukkan koreksi sebagai tanda pembuatan wave baru
buy limit 100
stop loss 94
target profit #1 114 (apabila closing candle harian tidak berhasil break out resistance bulanan)
target profit #2 124 (pivot point R4 & fibonacci extension 2.618)
DISCLAIMER ON
#Analisa CrudeOil Berpotensi Turun#Analisa CrudeOil Berpotensi Turun
Selengkapnya bisa dilihat pada chart
Jangan lupa untuk share ke rekan traders yang lain untuk saling berbagi analisa dan pandangan terhadap pasar.
Tradevelling
Trading jalan, kita jalan jalan
Disclaimer tanggung jawab di serahkan kepada masing masing individu
_____________________________________________________________________
#Analisa Crude Oil Berpotensi Turun #Analisa Crude Oil Berpotensi Turun
Selengkapnya bisa dilihat pada chart
Jangan lupa untuk share ke rekan traders yang lain untuk saling berbagi analisa dan pandangan terhadap pasar.
Tradevelling
Trading jalan, kita jalan jalan
Disclaimer tanggung jawab di serahkan kepada masing masing individu
_____________________________________________________________________
#Analisa Crude Oil Berpotensi Turun #Analisa Crude Oil Berpotensi Turun
Selengkapnya bisa dilihat pada chart
Jangan lupa untuk share ke rekan traders yang lain untuk saling berbagi analisa dan pandangan terhadap pasar.
Tradevelling
Trading jalan, kita jalan jalan
Disclaimer tanggung jawab di serahkan kepada masing masing individu
_____________________________________________________________________





















