Outlook ARCI - Pola Falling Wedge? *NFA1. Struktur Harga dan Pola Grafik
Saat ini, ARCI terlihat sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan tajam (bullish rally) pada pertengahan Desember.
• Pola Falling Wedge / Pennant: Harga sedang membentuk pola segitiga yang menyempit dengan lower highs (puncak yang semakin rendah). Ini sering dianggap sebagai pola kelanjutan (continuation pattern). Jika harga berhasil menembus garis tren atas (resistance), ada potensi kenaikan menuju target yang lebih tinggi.
• Demand Zone: Terdapat area kotak abu-abu di kisaran harga 1.565 - 1.630. Ini adalah area di mana pembeli sebelumnya masuk dengan kuat. Selama harga bertahan di atas zona ini, tren jangka pendek masih tergolong optimis.
2. Indikator Teknis (MACD)
Di bagian bawah grafik, indikator MACD memberikan sinyal yang perlu diwaspadai:
• Histogram Negatif: Batang histogram berada di area merah (bawah garis nol), menunjukkan adanya momentum pelemahan atau tekanan jual jangka pendek.
• Death Cross: Garis biru (MACD line) berada di bawah garis oranye (Signal line), yang mengonfirmasi fase koreksi saat ini. Namun, jika histogram mulai memendek dan memudar, itu bisa menjadi sinyal awal pembalikan arah.
3. Target Harga (Rasional Target)
Analis/pembuat chart telah menetapkan area target yang cukup optimis:
• Resistance Utama: Area kotak biru di bagian atas berkisar antara 1.935 hingga 1.990.
• Potensi Keuntungan: Jika harga berhasil breakout dari garis tren menurun, target terdekat adalah kembali ke puncak sebelumnya di sekitar 1.800, sebelum mencoba menuju area target rasional di level 1.900-an.
Strategi yang Bisa Dipertimbangkan:
1. Buy on Breakout: Menunggu harga menembus dan bertahan di atas garis tren menurun (sekitar level 1.700) dengan volume yang cukup besar.
2. Buy on Retest: Membeli jika harga kembali menyentuh area Demand Zone di kisaran 1.600 dengan asumsi support tersebut kuat menahan penurunan.
Catatan: Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda selalu memasang Stop Loss di bawah area Demand Zone untuk membatasi risiko jika harga ternyata bergerak di luar skenario.
ANTM
Outlook MDKA - Potential Breakout atau ke Demand Zone? *NFA1. Pola Grafik: Symmetrical Triangle
Harga saat ini sedang berkonsolidasi di dalam pola Symmetrical Triangle (segitiga simetris).
• Kondisi: Garis tren atas (resistance) menurun dan garis tren bawah (support) menanjak, menciptakan penyempitan area harga.
• Indikasi: Ini menunjukkan fase "tunggu dan lihat" (wait and see) di mana kekuatan pembeli dan penjual cukup seimbang. Breakout (penembusan) dari salah satu garis ini akan menentukan arah tren besar berikutnya.
2. Area Support dan Resistance (Supply & Demand)
Grafik Anda dengan sangat jelas menandai dua zona krusial:
• Demand Zone (5.100 - 5.225): Ini adalah area lantai kuat di mana harga sebelumnya memantul. Selama harga bertahan di atas zona ini, bias jangka menengah masih cenderung positif.
• Supply Zone (6.350 - 6.525): Ini adalah "Rasional Target" atau area plafon. Jika harga berhasil keluar dari segitiga ke atas, area ini menjadi target profit yang sangat masuk akal karena banyaknya penjual di masa lalu di level tersebut.
3. Analisis Indikator MACD
Di bagian bawah grafik, indikator MACD memberikan sinyal peringatan:
• Histogram: Batang histogram mulai berubah menjadi merah dan mengecil di bawah garis nol, menunjukkan pelemahan momentum jangka pendek.
• Death Cross: Garis biru (MACD line) terlihat memotong ke bawah garis orange (Signal line). Ini menandakan adanya potensi tekanan jual atau konsolidasi lanjutan sebelum mencoba menanjak lagi.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, MDKA berada dalam fase akumulasi/konsolidasi yang sehat. Proyeksi kenaikan Anda ke arah 6.350 cukup realistis secara teknikal, namun perlu diwaspadai momentum MACD yang sedang menurun. Pastikan untuk menunggu konfirmasi harga menembus garis tren atas sebelum melakukan entri besar.
Outlook ESSA - Pola Descanding Triangle? *NFA1. Struktur Harga dan Tren Saat Ini
Harga saat ini berada di level 645. Secara keseluruhan, ESSA sedang berada dalam fase konsolidasi atau sideways dalam rentang yang lebar. Terlihat adanya pola Descending Triangle (segitiga menurun) yang terbentuk dari garis tren resistansi (garis putih menurun) dan area dukungan horizontal di bawahnya.
2. Area Supply dan Demand
• Supply Zone (Resistansi): Berada di kisaran 740 - 760. Ini adalah area di mana tekanan jual sangat kuat sebelumnya. Jika harga mencapai area ini, kemungkinan besar akan terjadi aksi ambil untung (profit taking).
• Demand Zone (Support): Berada di kisaran 580 - 600. Area ini telah teruji beberapa kali sebagai "lantai" harga, di mana pembeli cenderung masuk dan menjaga harga agar tidak jatuh lebih dalam.
3. Analisis Garis Tren dan Level Kunci
• Trendline Resistance: Garis putih yang menurun menunjukkan bahwa setiap kali harga mencoba naik, puncak-puncaknya semakin rendah (lower highs). Saat ini, harga sedang mencoba mendekati atau menembus garis ini.
• Level Psikologis 710: Ada garis horizontal biru di level 710. Ini merupakan hambatan terdekat sebelum harga bisa menuju ke Supply Zone utama.
4. Indikator MACD
Indikator MACD di bagian bawah menunjukkan kondisi yang cukup netral namun cenderung positif tipis:
• Garis MACD (biru) dan Signal (oranye) berada sangat dekat dengan garis nol.
• Histogram mulai menunjukkan warna hijau kecil, yang menandakan adanya akumulasi pelan atau momentum bullish yang masih lemah.
• Belum ada lonjakan volume atau momentum yang kuat untuk memicu breakout besar.
Kesimpulan dan Skenario ke Depan
Skenario Bullish (Optimis):
Jika ESSA mampu menembus (breakout) garis tren putih dengan volume yang cukup tinggi, target terdekat adalah level 710, kemudian menuju ke Supply Zone di 740-760.
Skenario Bearish/Konsolidasi (Konservatif) :
Jika harga gagal menembus garis tren putih, kemungkinan besar ESSA akan kembali melemah dan menguji kembali Demand Zone di area 580-600.
Catatan Penting: Pergerakan harga di sekitar garis tren saat ini adalah momen krusial. Perhatikan volume transaksi dalam beberapa hari ke depan untuk mengonfirmasi apakah ini adalah awal dari pembalikan arah atau sekadar pantulan sementara.
Outlook NICL - Setelah Breakout Descanding Triangle *NFA1. Struktur Harga dan Pola (Price Action)
Secara keseluruhan, saham NICL sedang berada dalam fase konsolidasi besar setelah mengalami kenaikan tajam (rally) pada awal 2025.
• Pola Descending Triangle/Flag: Terlihat garis tren menurun (diagonal white line) yang baru saja ditembus ke atas (breakout). Ini adalah indikasi awal pembalikan arah dari tren turun jangka pendek menuju tren naik.
• Supply & Demand Zones: * Supply Zone (1.350 – 1.475): Harga saat ini sedang menguji area ini. Ini adalah zona di mana banyak penjual biasanya menunggu. Penutupan harga di atas level ini sangat krusial untuk melanjutkan kenaikan.
• Demand Zone (910 – 1.010): Ini adalah area pendukung (support) kuat di mana pembeli masuk untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.
2. Volume Profile (Sisi Kanan)
Indikator di sisi kanan menunjukkan Point of Control (POC) atau area transaksi paling padat berada di sekitar harga 1.080 - 1.130 (ditandai dengan bar biru/abu-abu terpanjang).
• Karena harga saat ini (1.475) berada jauh di atas area padat tersebut, ini berarti pembeli saat ini mendominasi, dan area 1.130 akan menjadi support psikologis jika terjadi koreksi.
3. Indikator MACD
Di bagian bawah, indikator MACD (12, 26, 9) menunjukkan sinyal positif:
• Terjadi Golden Cross (garis biru memotong garis oranye ke atas) di area histogram yang mulai menghijau.
• Ini menandakan momentum bullish (kenaikan) mulai kembali menguat setelah fase distribusi/koreksi beberapa bulan terakhir.
Strategi Potensial:
• Bagi yang sudah punya: Layak untuk Hold (simpan) selama harga bertahan di atas level 1.300. Target berikutnya bisa menguji level tertinggi sebelumnya di kisaran 1.600 - 1.800.
• Bagi yang baru ingin masuk: Perlu waspada karena harga sudah berada tepat di Supply Zone. Sebaiknya menunggu konfirmasi apakah harga sanggup bertahan di atas 1.475 atau menunggu buy on weakness jika terjadi koreksi ke area 1.250.
ANTM MASIH ADA PELUANG BUY?
Resis area yang diambil dari zona order blok masih cukup jauh. Sehingga ada peluang scalping pendek, dengan area sell lost di bawah MA50. Sembari menunggu peluang area resis ditembus.
Atau bisa saja menunggu di area weekly engulfing di harga 2950 untuk potensi profit lebih besar
[SHANTAI] Cup and Handle pada ANTM?Cup and Handle Pada ANTM?
SHANTAI : Sharing Bareng T.R.A.I.L
Kami lebih senang melihat Cup and Handle sebagai Bullish Continution instead of Bullish Reversal. Dengan demikian, proses pembentukan pola tersebut pada IDX:ANTM sejak Juni 2025 terlihat justified.
Kami juga ingin sharing bahwa terkadang, apabila menggunakan Candlestick terlihat kurang pas (notice Resistance yang kami tarik pada ANTM adalah di level Rp3,660 sementara masih ada High di Rp3,930. Dalam kondisi ini, kami menggunakan Line Chart untuk melihat "inti" dari pergerakan suatu harga - yang sering kali tidak terlihat dengan Candlestick (atau malah justru tersaji sangat banyak, ada Open, High dan Low).
Melihat Line Chart ANTM, tampaknya kami perlu menunggu ANTM Breakout Resistance Rp3,660 untuk mengonfirmasi Cup and Handle dan memasang Target Price di Rp4,600.
Menurut kamu gimana?
*sambil menyeruput secangkir kopi
Outlook ENRG - Distribusi setelah capai Puncak? *NFA1. Struktur Tren Saat Ini
• Koreksi Jangka Pendek: Setelah mencapai puncaknya di area Rp1.600-an, harga sedang mengalami fase koreksi atau penurunan. Hal ini terlihat dari terbentuknya lower highs (puncak yang semakin menurun) yang dihubungkan oleh garis diagonal menurun (garis tren resistansi).
• Pola Desending/Falling: Harga bergerak menuju ke bawah sesuai dengan arah panah putih, menunjukkan adanya tekanan jual yang masih dominan di area atas.
2. Analisis Area Fibonacci & Demand Zone
Grafik menyoroti area krusial yang disebut sebagai "Demand Zone":
• Golden Ratio (0,618): Terletak pada level 1.310. Dalam analisis teknikal, level Fibonacci Retracement 0.618 dianggap sebagai level psikologis kuat di mana harga seringkali memantul (rebound).
• Level 0,5: Terletak pada level 1.365. Area antara 1.310 hingga 1.365 (kotak abu-abu) merupakan zona beli potensial di mana minat beli diperkirakan akan muncul kembali.
3. Interpretasi Pergerakan Harga
• Harga Terakhir: Berada di level 1.425 (turun -5,63%).
• Skenario Penurunan: Panah putih melengkung menunjukkan proyeksi bahwa harga kemungkinan besar akan menjemput area Demand Zone terlebih dahulu sebelum menentukan arah selanjutnya.
• Konfirmasi Reversal: Untuk membalikkan keadaan menjadi bullish kembali, harga harus mampu menembus (breakout) ke atas garis diagonal menurun dan bertahan di atas level 1.450-1.470.
4. Kesimpulan Strategi
Buy on Weakness : Pertimbangkan untuk melakukan akumulasi beli di dalam kotak abu-abu (1.310 - 1.365).
Stop Loss : Batasi risiko jika harga ditutup di bawah level 1.300 (di bawah Golden Ratio).
Potential Pullback : Target penguatan pertama adalah menguji kembali garis tren di kisaran 1.480 - 1.500.
Outlook BRMS akhir tahun 2025 *Not Financial Advice🔍 Interpretasi Pergerakan Harga
1. Puncak dan Koreksi: Saham mencapai puncak tertinggi di Rp 1.190 pada awal November, diikuti oleh koreksi harga yang signifikan.
2. Fase Konsolidasi: Sejak koreksi, harga bergerak dalam pola konsolidasi (sideways) antara Rp 970 hingga Rp 1.040, membentuk semacam segitiga naik atau ascending triangle dengan garis tren naik sebagai batas bawah.
3. Breakdown dari Tren: Saat ini, harga Rp 970 berada tepat di bawah garis tren naik jangka pendek dan juga garis putus-putus horizontal (kemungkinan support/mid-point) di area tersebut. Ini mengindikasikan bahwa support dinamis dari tren naik telah ditembus (breakdown).
4. Sinyal Jual SuperTrend: Konfirmasi pelemahan didukung oleh indikator SuperTrend yang telah berubah sinyal menjadi "turun" (merah), menunjukkan sentimen bearish jangka pendek lebih dominan.
📝 Kesimpulan dan Proyeksi
• Jangka Pendek: Sinyal saat ini adalah bearish (menurun) karena harga telah menembus garis tren naik dan SuperTrend memberikan sinyal jual.
• Proyeksi Target Penurunan: Jika tekanan jual berlanjut, harga kemungkinan akan menguji area permintaan (demand zone) atau area "Best View to Buy" yang diidentifikasi analis, yaitu di kisaran Rp 870 hingga Rp 810.
• Skenario Rebound: Rebound yang kuat dari area Rp 870-Rp 810 akan menjadi peluang beli yang baik, dengan target kembali ke level psikologis Rp 1.000 dan Golden Ratio Rp 1.040.
• Skenario Bullish Dibatalkan: Sinyal bearish akan batal jika harga segera kembali dan retest di atas garis tren yang ditembus dan berhasil menutup di atas Golden Ratio Rp 1.040.
Outlook ANTM akhir tahun 2025 *Not Financial Advice📈 Analisis Pola Harga dan Level Kunci
Tren Utama: Harga ANTM telah mengalami kenaikan signifikan (bullish) dari akhir 2023 hingga pertengahan 2024, diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi sejak pertengahan 2024.
Pola Harga: Ada indikasi pola $\text{Flag}$ atau $\text{Pennant}$ setelah kenaikan tajam (tiang bendera). Harga saat ini berada dalam area koreksi yang digambarkan dengan garis tren menurun (down-channel) yang membentuk pola tersebut.
Demand Zone (Area Permintaan): Level kunci berada di sekitar 2.910 hingga 2.830, ditandai sebagai Demand Zone. Area ini adalah tempat harga sebelumnya menunjukkan support yang kuat, di mana pembeli cenderung masuk. Harga saat ini (2.910) berada tepat di batas atas zona ini.
📊 Analisis Volume
Volume Profile: Analisis volume di sisi kanan menunjukkan di mana sebagian besar perdagangan terjadi pada level harga tertentu.
Point of Control (POC) atau area volume terbesar kemungkinan berada di sekitar atau sedikit di atas zona permintaan saat ini, yang mengkonfirmasi pentingnya area harga ini sebagai magnet harga. Ada blok volume yang besar tepat di atas area demand zone, menunjukkan bahwa banyak transaksi terjadi di area ini.
💡 Kesimpulan dan Pandangan
Grafik ini menyarankan bahwa ANTM berada pada titik belok (inflection point) yang menarik.
Potensi Reversal: Harga berada di Demand Zone dan mungkin menyelesaikan koreksi dalam pola Flag/Pennant. Jika support di Demand Zone (sekitar 2.910 - 2.830) bertahan, ada peluang tinggi harga akan berbalik naik.
Validasi Pola: Kenaikan harga menembus garis tren atas (upper trendline) dari pola channel korektif akan memvalidasi breakout dan mengkonfirmasi kelanjutan tren naik utama (bullish trend).
Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025Weekly Stocks for 13 - 17 Oktober 2025
Saham - saham yang menarik perhatian kami menjelang kemungkinan Trump 3.0
Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:CPIN dan IDX:INKP
Soon (Buy signal dari Parabolic SAR) : IDX:INCO dan IDX:ANTM
Weekly Buy signal dari Parabolic SAR : IDX:ADMR dan IDX:ULTJ
Breakout SMA 60 : IDX:ERAL
Kami suka dengan INKP dan perkirakan INCO akan segera mendapat sinyal Buy.
Perlu waspada False Signal pada CPIN.
ADMR sepertinya dapat Buy on Weakness mendekati SMA60-nya.
ULTJ terlihat sudah Bottom dan tampaknya mulai bersiap untuk naik (setidaknya mendekati SMA60-nya).
ERAL telah Breakout SMA60. Ada harapan namun kami akan wait and see.
Berikut katalis positif masing - masing saham menurut A.R.I.S :
CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk): Menjadi salah satu saham pilihan utama karena diuntungkan oleh program bantuan pemerintah untuk konsumen berpenghasilan rendah. Selain itu, saham ini dianggap undervalued dengan potensi pertumbuhan di tahun 2025.
INKP (Indah Kiat Pulp & Paper Tbk): Dianggap sebagai saham yang undervalued dan memiliki peluang untuk bertumbuh di tahun 2025.
INCO (Vale Indonesia Tbk): Terlihat adanya peningkatan porsi kepemilikan oleh reksa dana domestik, yang mengindikasikan sentimen positif dari investor institusional lokal.
ANTM (Aneka Tambang Tbk): Dipilih sebagai salah satu saham prospektif untuk tahun 2025 karena valuasinya yang menarik dan potensi pertumbuhannya. Kenaikan harga emas global juga menjadi katalis positif yang kuat.
ADMR (Adaro Minerals Indonesia Tbk): Laporan terbaru mengindikasikan adanya peningkatan produksi dan penjualan yang akan mendukung kinerja perusahaan ke depan.
ULTJ (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk): Prospek positif didukung oleh pemulihan konsumsi domestik yang diperkirakan akan menguat, terutama menjelang akhir tahun didukung oleh berbagai stimulus fiskal dari pemerintah.
Apakah ANTM Sudah Selesai?Kita dapat dengan jelas melihat trend bullish yang kuat dilakukan oleh ANTM sejak awal April lalu. Namun sejak bulan juni hingga saat ini ANTM mengalami penurunan. Lalu apakah trend ANTM sudah selesai? Tentu saja belum. Syarat selesainya trend bullish ANTM adalah ketika terciptanya trend baru yang mematahkan trend sebelumnya. Bagaimana syarat tersebut tercapai? Yaitu dengan terciptanya valid lower high dan lower low.
Sementara berdasarkan pergerakan awal bulan ini, ANTM terlihat melakukan rejection pada area support nya, yang menjadi tanda belum selesainya trend bullish ANTM. Dengan demikian, area rejection di harga 2800 merupakan area penting untuk terciptanya momentum reversal bearish untuk ANTM.
Lalu bagaimana terjadinya valid continuation? Tepat pada awal juni lalu, ANTM mematahkan trend naiknya untuk pertama kali dengan pola Double Top. Neckline pola double top ini dapat dijadikan valid resisten yang dapat dijadikan acuan apakah ANTM akan melanjukan trend naiknya. Sehingga area 3300 - 3200 dapat dijadikan sebagai acuan, jika ANTM melakukan breakout dengan volume tinggi yang diikuti impulsive price action, maka dapat dikatakan trend bullish ANTM akan berlanjut
DISCLAIMER:
Analisa ini BUKAN merupakan saran atau ajakan untuk membeli. Ini merupakan pandangan yang didasarkan pada keilmuan analisa teknikal. Semua keputusan perdagangan akan kembali ke profil resiko masing-masing, baik itu keuntungan maupun kerugian merupakan tanggung jawab pribadi semua pelaku pasar. DYOR
ANTM: Breakout dari Falling Wedge! Siap Terbang ke Rp 2.810?Trading langsung melalui TradingView x STAR!
ANTM Teknikal (Weekly)
■ Harga Penutupan: Rp 2.080
■ Support: Rp 1.845
■ Resistance: Rp 2.250 - 2.810
■ Rekomendasi: Speculative Buy / Buy on Breakout
ANTM berhasil breakout dari pola falling wedge jangka panjang (sejak awal 2021), yang dikonfirmasi oleh kenaikan volume dan candle bullish kuat minggu ini.
Target terdekat berada di Rp 2.250 sebagai resistance minor dan bisa lanjut ke Rp 2.810 jika berhasil ditembus.
Kemungkinan pullback (bullish throwback) ke area Rp 1.845 terbuka, yang kini menjadi support baru (bekas resistance wedge). Koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi lanjutan.
Indikator MACD menunjukkan crossover bullish, mendukung peluang trend reversal naik jangka menengah.
ANTM Earnings Call 2024 - Presentation Highlights
Nikel & Feronikel :
• ANTM berhasil menekan konsumsi energi sebesar -25% di Pomalaa dengan beralih dari solar ke listrik PLN (12,3 juta GJ), yang membantu mengurangi biaya tunai FeNi sebesar ~5%.
• Produksi feronikel mencapai 20,1 ribu tNi, yang seluruhnya diekspor ke Tiongkok, India, dan Korea.
• Produksi bijih nikel mencapai 9,9 juta wmt, dengan angka penjualan sebesar 8,4 juta wmt, seluruhnya diserap oleh smelter dalam negeri. Harga jual rata-rata bijih nikel ANTM mencapai USD 40,3/wmt; harga yang cukup premium ini muncul akibat minimnya kuota produksi.
• Ada permintaan untuk meningkatkan kuota produksi menjadi 21 juta wmt (kuota saat ini: 16,9 juta wmt).
Bauksit & Alumina :
• Penambangan bauksit meningkat setelah izin baru keluar. Angka produksi mencapai 1,3 juta ton (0,7 juta ton dijual ke pihak ketiga, sisanya ke CGA & SGAR).
• Biaya tunai alumina: sekitar USD 380-450/ton. Biaya bauksit: USD 24/wmt. Persentase biaya tertinggi: bauksit (40%), soda api (23%), dan energi (20%).
Emas :
• Pertambangan emas (Pongkor): produksi <1 ton, dengan sisa umur tambang 3-4 tahun.
• Penjualan emas: 44 ton (+60% YoY), rekor tertinggi sepanjang masa ANTM, semuanya dijual ke pasar ritel domestik.
• Margin operasional pencetakan emas: 6-8%; angka ini diharapkan membaik ke depannya, didukung pasokan domestik yang lebih banyak dari Freeport.
Inisiatif Strategis :
• Produksi alumina dari Inalum akan dimulai pada semester pertama tahun 2025, di kilang SGAR Kalbar dengan kapasitas 1 juta ton alumina dan 3 juta ton bauksit per tahun.
• Pembangunan smelter RKEF akan dimulai pada April-Mei 2025, dan konstruksi smelter HPAL dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025.
• Pabrik PMR baru di Gresik akan meningkatkan kapasitas pencetakan emas ANTM menjadi 5 juta keping atau 30 ton per tahun. Belanja modal untuk fasilitas ini termasuk kecil (USD 80-90 juta).
• Investasi di CMY (JV dengan Tsingshan; ANTM menguasai 30% kepemilikan) akan langsung memberikan kontribusi pada arus kas.
• Laba bersih ANTM di 2024 mencapai Rp3,85 triliun (USD 238 juta), tertinggi dalam 5 tahun, didukung oleh segmen emas (kontribusi ke pendapatan 84%).
__
Dengan akses langsung ke pasar melalui Direct Market Access (DMA), kamu bisa mengelola portofolio sahammu tanpa hambatan. Maksimalkan trading-mu tanpa biaya tambahan, analisis lebih akurat dan lebih cepat langsung dari TradingView x STAR by Samuel Sekuritas Indonesia!
Follow kami untuk rekomendasi saham terbaik dari senior chartist Samuel Sekuritas Indonesia melalui id.tradingview.com
Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menuliskannya kepada kami di kolom komentar di bawah.
"Your Livelong Investment Partner"
PT Samuel Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Analisis Market ANTM (Aneka Tambang)Analisis Market ANTM (Aneka Tambang)
📈 Trend Saat Ini:
ANTM masih berada dalam fase uptrend dengan higher high & higher low yang terbentuk di timeframe 4H. Harga saat ini di IDR 1.585, berada di area support trendline jangka pendek.
📊 Struktur & Indikator:
Trendline: Harga masih bergerak dalam trend naik, selama tidak breakdown dari trendline utama.
Zona Demand & Supply:
Support kuat di IDR 1.520
Resistance kuat di IDR 1.720
Pola Price Action:
Jika harga bertahan di atas trendline, ada potensi continuation ke IDR 1.720
Jika breakdown, harga bisa retest support IDR 1.520
📌 Potensi Pergerakan:
✅ Bullish scenario: Jika harga bertahan & memantul dari trendline → target IDR 1.720
❌ Bearish scenario: Jika breakdown trendline → target turun ke IDR 1.520 - 1.480
🚨 Kesimpulan: ANTM masih uptrend, tapi perlu konfirmasi apakah harga mampu bertahan di atas support trendline! 📊🔥
#ANTM #IDX #SahamIndonesia #StockMarket #TradingView #Saham #Investasi #TechnicalAnalysis #Uptrend #Bullish
ANTM ada potensi kenaikan hingga 32%ANTM ada potensi kenaikan hingga 32%
Rincian:
Harga Biru = Harga Buy/Sell (tergantung posisi SL jika posisinya di atas harga Biru berarti Sell dan jika SL di bawah garis biru artinya buy)
Harga Merah = Harga SL
Harga Putih = Harga TP 1
Harga Hijau = Harga TP 2
Harga Kuning = Harga TP 3
Perlu di ingat Untuk Selalu Jaga Money Management anda. Semua Analisa Bitorex Bersifat sebagai Membagikan Sudut pandang Bukan Ajakan untuk Membeli/Menjual Sehingga Segala Resiko menjadi Tanggung jawab Pribadi masing-masing.
ANTM deteksi Bullish Reciprocal AB=CDANTM setelah bereaksi atas pola Bearish Impulse Waves,
kini ANTM tervalidasi sebuah pola Bullish 5-0 (Five O)
Pola ini memiliki probabilitas Continuations' karena didalam pola tsb, biasanya disertai dengan Reciprocal AB=CD
Intro :
Pola ' Reciprocal AB=CD ' pola yang cukup jarang ditemukan,
berbeda dengan pola ' AB=CD ' pada umumnya,
Reciprocal AB=CD memiliki point C' yang berada pada Extension AB
dan Point D sebagai Potential Reversal Zone (PRZ) berada pada Retracement BC.
Dalam sudut pandang Harmonic Pattern posisi ANTM saat ini memiliki strategi
Partial Buy pada Range 2060-2000
SLZ < 1990
Target (1) 2200-2250
Semoga Technical Sharing ini berguna..'
Good Luck..'






















