TRICK : HEAL Bersiap Naik Dalam Uptrend

141
TRICK : HEAL Bersiap Naik Dalam Uptrend
TRICK : T.R.A.I.L Stock Pick 260507

Setelah mengakhiri Technical Correction di Rp1,360 dengan Rebound dari level Fibonacci Retracement 50%, HEAL bersiap kembali Uptrend menuju setidaknya Rp1,780 - Rp1,800. Perlu diwaspadai penurunan dibawah Rp1,360. Uptrend terancam batal bila terjadi penurunan di bawah Rp1,240.

Berdasarkan Triple Screen, secara Weekly Chart (yang belum terkonfirmasi), ada indikasi sinyal Buy dari Parabolic SAR. HEAL juga sedang bersiap Breakout Weekly SMA60, Weekly Stochastic dan Weekly RSI pun mulai mengindikasikan sinyal Buy.

Secara Monthly Chart (yang juga belum terkonfirmasi), HEAL masih di atas SMA60 dan di atas Parabolic SAR. Hal menarik lainnya, %K dari Monthly Stochastic Oscillator ada di level Oversold.

cuplikan

Satu hal yang kami sukai dari HEAL secara kinerja keuangan adalah ada peningkatan Laba Bersih sebesar 31% QoQ pada 3Q25 sehingga menjaga laba TTM di 3Q25 sebesar 1.5% QoQ. Apabila dilihat, tren penuruan Laba TTM sejak Juli 2024 (3Q24) mulai berakhir di 3Q25. Menurut kami, hal ini mengindikasikan perbaikan kinerja keuangan HEAL.

Berikut menurut A.R.I.S :

1. Medikaloka Hermina (HEAL)
  • Kinerja Keuangan & Operasional: HEAL menunjukkan pemulihan kuat pada 3Q25 dengan pendapatan mencapai Rp1,9 triliun (+12% QoQ / +13% YoY). Laba bersih naik 31% secara kuartalan menjadi Rp131 miliar, didukung oleh volume pasien yang lebih kuat dan hari kerja yang lebih banyak dibandingkan kuartal sebelumnya.
  • Strategi Ekspansi: Perusahaan tetap disiplin menambah jaringan dengan target 2-4 rumah sakit baru per tahun, menuju target 68 rumah sakit dan hampir 12.000 tempat tidur pada tahun 2030. Dua rumah sakit baru di Bali dan Salatiga dijadwalkan buka pada 4Q25.
  • Sinergi Strategis: Masuknya Grup Astra (kepemilikan 20%) dan Grup Djarum memperkuat posisi HEAL dalam hal efisiensi pengadaan, akses pendanaan, dan potensi aliran pasien dari ekosistem karyawan kedua grup tersebut yang mencapai sekitar 500.000 orang.
  • Fokus Bisnis: HEAL merupakan pemimpin pasar untuk segmen pasien JKN (BPJS), namun saat ini mulai meningkatkan fokus pada segmen pasien privat dan layanan spesialisasi (Center of Excellence) untuk meningkatkan margin.

2. Sektor Kesehatan (Healthcare Sector)
  • Katalis Regulasi Baru: Pemerintah merevisi skema Coordination of Benefit Managed Care (COB MC) dengan menaikkan batas tagihan rumah sakit menjadi 250% dari tarif INA-CBG (sebelumnya 200%), yang dipandang positif bagi pendapatan rumah sakit. Selain itu, kebijakan Standard Inpatient Class (KRIS) diharapkan dapat mendorong adopsi COB lebih lanjut.
  • Anggaran Kesehatan: Alokasi anggaran kesehatan dalam APBN 2025 tetap terjaga sebesar 5% (Rp218,5 triliun) dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp244 triliun pada 2026 untuk memperluas akses layanan publik.
  • Prospek Pertumbuhan: Sektor ini tetap dianggap under-penetrated dengan belanja kesehatan per kapita dan rasio tempat tidur per populasi yang masih di bawah rata-rata regional Asia Tenggara, memberikan ruang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.