WayanEko

DOID: Head and Shoulders Bottom

IDX:DOID   DELTA DUNIA MAKMUR TBK
Inverted head and shoulders atau kadang dikenal dengan head and shoulders bottom adalah sebuah pola pembalikan arah dari downtrend ke downtrend.

Karena pola ini merupakan pola pembalikan arah, maka pastikan terdapat downtrend sebelumnya jika hendak mencari pola ini.

Pola ini mempunyai 3 bagian: LS (bahu kiri), H (kepala) dan RS (bahu kanan)


LS merupakan downswing dari downtrend dimana setelah mencapai dasar, akan terbentuk upswing.

H merupakan downswing dari puncak LS. Ini adalah downswing terdalam karena harga akan turun lebih dalam dari LS.

Saat H mencapai dasar, harga akan mengalami rally hingga mencapai resistance LS.

RS adalah pembalikan arah saat harga mencapai resistance LS. Namun penurunan tidak akan mencapai H dan kurang lebih akan sama dengan LS.

Necklline adalah resistance dari pola ini sekaligus area validasi.

Neckline DITARIK dari resistance LS hingga resistance RS .


Volume menjadi konfirmasi penting. Idealnya Volume melebihi rata rata saat harga menembus neckline.

Jika neckline tertembus dengan volume tinggi, maka Inverted head and shoulders bisa dibilang valid.


Saat neckline tertembus, neckline ini kemudian menjadi support. Jika harga turun ke sini, ini menjadi area buy on weakness.


DOID

Head and shoulder bottom terjadi pada DOID .

Namun pada head and shoulder bottom ini terjadi pola pembalikan arah lagi didalamnya

Pola tersebut adalah Double bottom .

Double bottom sudah valid karena close sudah diatas neckline double bottom ( tweezer bottom )

Sedangkan inverted head and shoulders belum valid karena harga masih belum menembus neckline.

Jika hari ini harga close diatas neckline maka pembelian akan dilakukan.

Pembelian juga akan dilakukan jika ternyata harga turun ke RS .


Katalis

DOID adalah perusahaan kontraktor batubara. Anak usaha DOID adalah BUMA dimana BUMA adalah kontraktor pertambangan batubara terbesar di Indonesia secara produksi.

Katalis utama dari tingginya permintaan batubara yang terindikasi oleh kenaikan harga batubara.

produksi batu bara naik 29 persen secara tahunan dari 4,3 juta ton pada Januari 2021 menjadi 5,6 juta ton pada Januari 2022.


Sepanjang Maret 2021 pendapatan dan EPS DOID konsisten naik.

Maret 2021 DOID masih rugi dengan EPS -41.91

Maret 2022, EPS DOID ada -1 Rupiah. Masih rugi

Namun jika dibandingkan antara Maret 2021(-41.91) dan Maret 2022 EPS (-1) DOID sebenarnya sudah mengalami peningkatan EPS sebesar 97%

Mengingat meningkatnya produksi batubara DOID , kemungkinan EPS DOID di Q2 akan naik. Ini adalah katalis utama DOID .

Analisa adalah opini bukan rekomendasi
Komentar: masuk area beli Right shoulders, tapi belum melakukan pembelian. melihat sentimen sektor energi terlebih dahulu
Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.