elemenkayu

VOLUME ANALYSIS: VOLUME PROFILE INDICATOR

Edukasi
IDX:CPIN   CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK
Pernah lihat indikator volume namun letaknya dibagian samping dan tersusun secara vertikal seperti ini?

Sebagian besar pasti penarh, buat yang belum tau indikator tersebut adalah indikator VOLUME PROFILE. Indikator ini fungsinya untuk menunjukkan aktivitas trading dalam bentuk volume selama periode waktu tertentu pada level harga yang spesifik. Dalam analisis teknikal indikator volume profil ini bisa kamu gunakan untuk menentukan potensi area support resistance (supply demand) berdasarkan level harga yang memiliki volume transaksi paling besar. Berbeda dengan indikator volume biasa yang tersusun horizontal dan menunjukkan volume pada tiap candle pada chart sedangkan volume profile tersusun vertikal pada bagian samping chart dan menunjukan total volume pada tiap rentang harga.

CARA MENGAKSES DAN MENGGUNAKAN VOLUME PROFILE

Untuk mengakses indikator ini sebelumnya kamu harus paham, terdapat 2 jenis indikator volume profile yang bisa kamu gunakan yaitu PROFIL VOLUME RENTANG TETAP yang bersifat fixed dan VISIBLE RANGE VOLUME PROFILE yang berifat dynamis jika kamu akses indikator tersebut melalui menu "add indicator" kamu hanya bisa menambahkan pada chart jika kamu berlangganan tradingview minimal versi pro namun jika kamu pengguna tradingview free kamu tetap bisa mengaksesnya secara gratis melalui menu drawing tool dengan nama yang sama yaitu VOLUME PROFILE RENTANG TETAP.

Note: cara akses pertama (berbayar) melalui menu add indicator > search nama indicator > add (pada gambar saya sudah memasukan 2 indiaktor tersebut ke menu favorit)

Note: cara akses kedua (free) melalui drawing tool peralatan prediksi dan pengukuran > volume profil rentang tetap > draw

Berbeda dengan "visible range volume profile" yang secara otomatis menyesuaikan data yang terlihat pada chart (dari ujung chart kiri sampai ujung chart bagian kanan) untuk indikator dan drawing tool volume profil rentang tetap harus kamu pilih rentang/periode waktu yang ingin kamu ukur volumenya dan data volume yang muncul akan berada dalam rentang periode yang kamu pilih bukan berada dibagian samping chart seperti indikator visible range volume profile , walaupun berbeda namun kedua indikator dan drawing tool tersebut memiliki konsep sama.

Note: contoh indikator visible range volume profile dan indikator + drawing tool volume profile rentang tetap

Tips: kamu juga bisa mengakses indikator volume profile yang dibuat custom oleh komunitas secara gratis pada menu add indicator namun kamu perlu membaca detail cara kerja indikator tersebut karena bisa memiliki karakter dan parameter cara kerja yang berbeda.

ANATOMI VOLUME PROFILE


Indikator volume profile memiliki beberapa anatomi atau bagian penting, sederhananya seperti yang saya mention pada gambar diatas namun untuk anatomi atau bagian detailnya kamu bisa lihat daftar dibawah:

  • Point of Control (POC) – Level harga dalam periode waktu dipilih yang memiliki volume transaksi tertinggi a.k.a level harga paling aktif
  • Profile High – Level harga tertinggi yang dicapai selama periode waktu yang kamu pilih
  • Profile Low – Level harga terendah yang dicapai selama periode waktu yang kamu pilih
  • Value area (VA) – Level harga dimana persentase tertentu dari semua volume transaksi selama periode waktu tersebut. Biasanya, persentase bernilai 70% tapi bisa kamu atur sesuai prefrensi
  • Value Area High (VAH) – Tingkat harga tertinggi dalam nilai value area (VA)
  • Value Nilai Rendah (VAL) – Tingkat harga terendah dalam area nilai nilai value area (VA)
  • High volume nodes ( HVN ) - Volume tertinggi (konsepnya sama dengan POC)
  • Low volume nodes ( LVN ) - Volume terendah

Note: untuk pertama atau paling tidak untuk pembahasan kali ini kamu cukup fokus pada parameter sesuai pada gambar diatas sisanya nantinya kamu bisa explore lagi atau mungkin next time saya akan menjelaskannya melalui ide volume profile part 2.

ANALISA MENGGUNAKAN VOLUME PROFILE

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya volume profile berguna untuk mencari potensi area support resistance (supply demand) bedasarkan jumlah transaksi ( volume ). Sebeelumnya sebagai catatan, disini saya akan fokus menggunakan drawing tool volume rentang tetap karena 2 indikator volume profile lain yaitu "profile volume rentang tetap" dan "visible range volume profile" yang hanya bisa diakses melalui tradingview berbayar sehingga banyak dari teman-teman yang tidak bisa menggunakannya.

Pertama kamu harus menyiapkan drawing tool volume profile terlebih dahulu, caranya seperti diatas. Secara default volume profile tidak menampilan VAH dan VAL kamu bisa memunculkannya dengan cara double click pada volume profil yang sudah kamu add lalu centang opsi VAH dan VAL.

Note: seperti yang sudah saya jelaskan, POC, VAH, VAL dan bar volume bisa menjadi pedoman area S/R tapi perlu kamu ingat karena data yang ditampilkan tergantung pada periode waktu yang kamu pillih tentu hasilnya bisa bervariasi sehingga sangat penting untuk menentukan periode yang sesuai. Sebagai contoh saya meenggunakan saham CPIN periode 6 bulan terakhir.

Note: indikator volume profile bisa bekerja pada semua saham bahkan saham small caps (gorengan) bukan hanya saham big caps seperti saham CPIN yang saya pakai pada contoh disini. Namun untuk periode waktu yang panjang indikator volume profile tidak terlalu efektif pada saham small caps karena volume hanya besar saat harga saham sedang "digoreng" karena tipikal aksi menggoreng saham yang pump and dump sehingga bisa jadi saat terjadi kenaikan volume terjadi aksi distribusi.

Untuk rentang waktu yang lebih kecil (trading) kamu juga bisa menggunakan volume profile untuk menentukan area entry dan exit (SL/TP). Pertama kamu harus paham range periode yang akan kamu pakai, lebih jelasnya lihat gambar dibawah:

Note: sama seperti ketika kamu menggunakan fibonacci retracement kamu bisa mengambil periode dari swing low dan swing high namun bedanya kamu harus mulai dari swing low saat swing move terjadi karena jika kamu tarik terlalu jauh kebelakang walaupun dilevel yang sama tentu POC, VAH dan VAL nya bisa berbeda apalagi ketika sebelumnya adalah fase konsolidasi karena tentu volume saat fase konsolidasi bisa sangat besar.

Note: setelah kamu cukup paham mengambil range data pada swing low dan swing high kamu bisa menggunakan level POC atau range dengan volume terbesar sebagai acuan area entry, logikanya bahwa POC adalah area dengan volume terbesar dan range harga terpopuler sehingga banyak terjadi transaksi pada area itu sehingga yang tentu saja menciptakan area demand, kemudian level VAL sebagai acuan area SL dan VAH sebagai acuan area TP, cukup mudah kan? Mudah, tapi kembali lagi perlu kamu ingat tidak ada strategi yang bisa bekerja setiap waktu dan setiap kondisi sehingga ada kalanya volume profile tidak bekerja seperti teori, it's normal.

Tips: kamu juga bisa menentukan area support resistance menggunakan HVN dan LVN .

Sebenarnya masih ada banyak metode analisis keren menggunakan indikator volume profile tapi disini saya jelaskan konsep dasarnya saja, semoga teman-teman bisa paham konsepnya sehingga bisa mengeksplor indikator ini lebih jauh lagi. Mungkin next time ada kesempatan saya coba buat ide tentang analisa menggunakan indikator volume profile lainnya, sampai jumpa!

Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.