Outlook CDIA - Downtrend channel atau Bullish Flag? *NFA

Berdasarkan chart PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) per tanggal 22 Januari 2026, berikut adalah interpretasi dan analisis teknikal mendalamnya:
1. Tren Harga dan Pola Grafik
Harga saat ini sedang berada dalam fase Downtrend atau tren menurun yang cukup konsisten sejak puncaknya di bulan Oktober 2025 (sekitar level 2.400).
• Descending Channel: Pergerakan harga membentuk pola descending channel (saluran menurun) atau falling wedge. Pola ini ditandai dengan titik higher high dan lower low yang terus menurun, yang dibatasi oleh dua garis tren sejajar.
• Posisi Saat Ini: Harga berada di area batas bawah (lower line) dari channel tersebut, yang biasanya merupakan titik jenuh jual (oversold).
2. Analisis Zona Supply & Demand
Chart ini dengan jelas memetakan area krusial bagi para trader:
• Demand Zone (1.382 – 1.425): Ini adalah area "tumpuan" atau support kuat. Terlihat ada indikasi harga sedang menuju atau sudah menyentuh area ini. Area ini dianggap sebagai zona beli potensial karena secara historis pembeli cenderung masuk di sini.
• Supply Zone (~1.700 – 1.800): Area ini menjadi hambatan atau resistance kuat di mana tekanan jual diperkirakan akan meningkat jika harga mencoba naik.
• Rasional Target (1.485): Angka ini merupakan harga penutupan saat ini yang dianggap sebagai level target rasional untuk akumulasi awal, mengingat kedekatannya dengan zona demand.
3. Indikator Teknikal
• MACD (Moving Average Convergence Divergence): Indikator MACD berada di area negatif (di bawah garis nol), yang mengonfirmasi bahwa momentum bearish masih mendominasi. Namun, garis MACD mulai terlihat mendatar, mengindikasikan pelemahan momentum turun.
• Supertrend: Garis Supertrend saat ini berada di atas harga (berwarna merah), menandakan bahwa secara sistem tren, CDIA masih dalam status Sell atau Downtrend jangka pendek hingga menengah.
Kesimpulan dan Strategi
Chart ini menunjukkan skenario "Buy on Weakness" (beli saat harga melemah) di dekat zona demand.
• Skenario Rebound: Jika harga mampu bertahan di atas level 1.382, terdapat potensi pantulan (rebound) menuju garis tengah channel atau bahkan menguji Supply Zone di kisaran 1.700-an.
• Risiko: Jika harga menembus ke bawah 1.382 (breakdown), maka tren penurunan akan berlanjut lebih dalam dan skenario rebound menjadi tidak valid.
Catatan: Volume transaksi (bar di bagian bawah harga) terlihat mulai menipis saat penurunan mendekati zona demand, yang sering kali merupakan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai habis.
1. Tren Harga dan Pola Grafik
Harga saat ini sedang berada dalam fase Downtrend atau tren menurun yang cukup konsisten sejak puncaknya di bulan Oktober 2025 (sekitar level 2.400).
• Descending Channel: Pergerakan harga membentuk pola descending channel (saluran menurun) atau falling wedge. Pola ini ditandai dengan titik higher high dan lower low yang terus menurun, yang dibatasi oleh dua garis tren sejajar.
• Posisi Saat Ini: Harga berada di area batas bawah (lower line) dari channel tersebut, yang biasanya merupakan titik jenuh jual (oversold).
2. Analisis Zona Supply & Demand
Chart ini dengan jelas memetakan area krusial bagi para trader:
• Demand Zone (1.382 – 1.425): Ini adalah area "tumpuan" atau support kuat. Terlihat ada indikasi harga sedang menuju atau sudah menyentuh area ini. Area ini dianggap sebagai zona beli potensial karena secara historis pembeli cenderung masuk di sini.
• Supply Zone (~1.700 – 1.800): Area ini menjadi hambatan atau resistance kuat di mana tekanan jual diperkirakan akan meningkat jika harga mencoba naik.
• Rasional Target (1.485): Angka ini merupakan harga penutupan saat ini yang dianggap sebagai level target rasional untuk akumulasi awal, mengingat kedekatannya dengan zona demand.
3. Indikator Teknikal
• MACD (Moving Average Convergence Divergence): Indikator MACD berada di area negatif (di bawah garis nol), yang mengonfirmasi bahwa momentum bearish masih mendominasi. Namun, garis MACD mulai terlihat mendatar, mengindikasikan pelemahan momentum turun.
• Supertrend: Garis Supertrend saat ini berada di atas harga (berwarna merah), menandakan bahwa secara sistem tren, CDIA masih dalam status Sell atau Downtrend jangka pendek hingga menengah.
Kesimpulan dan Strategi
Chart ini menunjukkan skenario "Buy on Weakness" (beli saat harga melemah) di dekat zona demand.
• Skenario Rebound: Jika harga mampu bertahan di atas level 1.382, terdapat potensi pantulan (rebound) menuju garis tengah channel atau bahkan menguji Supply Zone di kisaran 1.700-an.
• Risiko: Jika harga menembus ke bawah 1.382 (breakdown), maka tren penurunan akan berlanjut lebih dalam dan skenario rebound menjadi tidak valid.
Catatan: Volume transaksi (bar di bagian bawah harga) terlihat mulai menipis saat penurunan mendekati zona demand, yang sering kali merupakan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai habis.
Publikasi terkait
Pernyataan Penyangkalan
Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.
Publikasi terkait
Pernyataan Penyangkalan
Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.