Guswin

BITCOIN - GAGAL BREAKOUT DOWNTRENDLINE, 3 POTENSI PENYEBABNYA ?

Pembelian
BITFINEX:BTCIDR   Bitcoin / Indonesian Rupiah (calculated by TradingView)
Pelemahan Bitcoin terpantau tertahan pada EMA 200 daily dan FE 100% pada time frame H4 ( Rp . 602 jt ). Down Channel pada time frame daily terkonfirmasi setelah terjadi false break pada retracement 61.8% H4 dimana pada saat bersamaan setelah Bitcoin resmi menjadi pembayaran yang sah di El Salvador, Bitcoin dihantam oleh sentimen negatif dari isu US tapering, kekhawatiran hutang Evergrande yang berpotensi gagal bayar hingga China FUD (Fear, Uncertainty & Doubt) dari Chinese Goverment yang akan melakukan crackdown terhadap Bitcoin mining. Dari segi teknikal pada minor trend di time frame H4 terbentuk pola yang mendekati sebuah pola inverted head & shoulder yang mampu membawa Bitcoin menguat terbatas dan kembali menguji resistansi nya pada harga Rp . 692 jt . dan jika diperhatikan pada area yang mendekati downtrendline nya, peluang breakout dari down channel ini masih bisa terjadi apabila harga bergerak agresif menembus resistansi nya di harga Rp . 697 jt . Apakah penguatan (terbatas) Bitcoin ini dipicu oleh masif buyer dari forum /r/WallStreetBets ? dimana sebelumnya ada sebuah aksi masif & kontroversial terhadap saham GameStop. Apakah terjadi hal sama terhadap Bitcoin ? Jikapun tidak akan ada 3 potensi besar penyebab Bitcoin kembali terjatuh apabila pola inverted head & shoulder gagal breakout ke atas :

1. Krisis Energi (Shortage electric energy) yang terjadi saat ini karena tingginya harga batubara & natural gas . Cina dan beberapa negara lain mulai defisit energi listrik karena tingginya harga batubara & natural gas . Cina sebagai penambang crypto ( bitcoin ) terbesar di dunia dimana bitcoin mining consume energi sebesar 86 TWh atau sebesar 1.1% total listrik Cina , saat ini terkendala oleh krisis energi dimana Chinese Goverment akan lebih intensif menekan penggunaan energi listrik terutama penambangan bitcoin (crypto). Di Iran pernah terjadi power shortages diakibatkan oleh Crypto Mining dan Blackout di Xinjiang karena Pembangkit listrik yang kebanjiran menyebabkan signifikan hashrate drop hingga Bitcoin terjatuh sampai 15%. (apakah ini sebuah isu kamuflase ?)
2. Krisis Global yang disebabkan oleh kelanjutan gagal bayar dan efek domino Evergrande dimana Goverment Bailout tidak bisa dilakukan. Permintaan US Dollar meningkat signifikan. Bitcoin fall ?
3. Geopolitik Tension meningkat di Taiwan (Laut Cina Selatan) ? Dengan dibentuknya Aliansi perjanjian 3 negara yaitu Australia, UK & AS (AUKUS), untuk membendung kekuatan Cina di Laut Cina selatan dan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir, dimana AS dan UK akan membantu pengembangan tenaga nuklir pada kapal selam Australia menambah kekhawatiran akan ada potensi naiknya persaingan senjata antara Cina dan aliansi ini, yang dapat memicu ancaman penggunaan nuklir. dimana hal ini bisa mempengaruhi Bitcoin mining di Cina yang mungkin terancam oleh adanya potensi EMP (Elctromagnetic Pulse) attack dimana EMP ini dapat merusak perangkat elektronik walaupun Bitcoin itu sendiri tidak dapat dihancurkan sampai perangkat baru tergantikan. Biarpun ini hanya sebatas wacana ancaman, geopolitik tension ini masih akan membawa sentimen negatif terhadap bullish trend dari Bitcoin dan sebaliknya permintaan Emas & Fiat currency seperti Yen & Swiss Franc akan meningkat seperti isu Rudal balistic North Korea beberapa tahun lalu. (Last Scenario ?)

Potensi Bitcoin untuk menguji support terdalamnya pada double bottom bisa di dukung oleh skenario diatas, lalu apa yang terjadi jika telah menyentuh bottom area ? akankah Bitcoin kembali pada bullish trend nya ? apa pemicunya ? US Debt Ceiling ? Hyperinflation ? The Rise of CBDC ( Central Bank Digital Currency)... will see... ??

Disclaimer On !!