WayanEko

BIRD: Rugi jadi untung

Pembelian
IDX:BIRD   BLUE BIRD TBK
Gambar diatas adalah kinerja BIRD, sebuah perusahaan Taxi, dari sisi pendapatan dan laba. Data ini didapat dengan menggunakan indikator fundamental pada Tradingview bukan teknikal.

Indikator seperti ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengetahui kinerja fundamental yang disajikan dengan visualisasi dimana trend kinerja terlihat dengan jelas. Beberapa platform lain juga menyediakan informasi ini, tapi setahu saya hanya di Tradingview kita bisa mendapatkan data yang disajikan dalam visualisasi yang mudah dilihat seperti ini. di platform lain, info ini tersaji dalam bentuk tabel bukan visual seperti diatas.

Membaca chart kinerja BIRD

Bagian atas adalah pendapatan per kuartal. Jika kita lihat dari Juni 2020 hingga Maret 2022, Pendapatan BIRD perlahan perlahan naik.Per Juni 2020 pendapatan BIRD mencapai 266 Miliar sedangkan per Maret 2022, sudah mencapai 673 Miliar atau naik 173%. Sebuah indikasi positif.

Namun dari sisi laba per saham, Kinerja sepanjang Juni 2022 hingga September 2021 masih merugi. Ini terlihat dari laba per saham BIRD yang masih dibawah ) atau garis dot merah. Yang artinya BIRD masih belum cukup efisien dalam pengelolaan pendapatannya sehingga meskipun pendapatan naik, BIRD justru masih merugi.

Perbaikan kinerja, terutama laba baru terlihat di Q4 2021 atau Desember 2021 dimana:

Pendapatan September 21 sebesar 404 Miliar naik menjadi 770 miliar di Desember 21. Naik 75%.
EPS di September 21 sebesar -14.41 rupiah naik drastis menjadi 29 Rupiah. Naik 307%

Dari sini, BIRD sudah berubah dari untung menjadi rugi.

Terakhir di Maret 2022, BIRD masih mampu mencatatkan keuntungan dimana EPS BIRD sebesar 18.84 rupiah dan pendapatan mencapai 673 miliar.

Ini jauh lebih tinggi jika kita bandingkan dengan Maret 2021 dimana pendapatan hanya 480 Miliar dan EPS masih rugi di -11 rupiah.


Atas dasar ini, maka bisa dikatakan BIRD sudah mengalami peningkatan kinerja secara fundamental.

Katalis di masa depan
Situasi di atas adalah situasi yang sudah terjadi. Ibarat menyetir, itu hanyalah pemandangan dari spion. Yang kita butuhkan sebagai keyakinan membeli adalah pandangan ke depan melalui dua variabel: katalis di masa depan dan posisi pergerakan saat ini untuk dijadikan proyeksi di masa depan.

Secara Katalis, BIRD akan diuntungkan oleh mobilitas masyarakat yang mulai pulih akibat menurunnya ketakutan masyarakat terhadap pandemi dan efek libur lebaran dan sekolah.
https://nasional.kontan.co.id/news/bps-m...

Sebagai strategi tambahan, BIRD sudah mulai masuk ke ranah digital dimana pemesanan dan pembayaran sudah bisa melalui aplikasi seperti Gojek, Traveloka, BCA Mobile dan Shopee.

Dua katalis ini kemungkinan besar bisa menjadi katalis bagi BIRD untuk meningkatkan kinerjanya di masa depan dan tentunya pergerakan harganya

Teknikal

Terbentuk sebuah pola yang mengindikasikan pembalikan arah yaitu ascending triangle dimana high bergerak mendatar dan low bergerak meninggi.
Karena high bergerak mendatar, maka tekanan jual bisa dibilang masih bertahan. Namun karena low making tinggi, maka tekanan beli justru makin kuat.

Kemudian terjadi high volume breakout di A. Namun breakout ini ternyata merupakan false breakout karena setelah breakout,harga justru kembali turun kebawah support dari ascending triangle .

Tapi alih alih melanjutkan penurunan setelah berada di bawah support, harga malah terkonsolidasi dimana ini menjadi sinyal bahwa terjadi perlawanan tekanan beli di area ini sehingga harga tidak turun setelah terjadi false breakout.

Area konsolidasi ini kemudian menjadi area beli pertama. Pembelian kedua akan dilakukan jika sudah terjadi breakout dari konsolidasi.
Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.