WayanEko

BEST: 20 Hektar Lahan Industri

Pembelian
IDX:BEST   BEKASI FAJAR INDUSTRIAL ESTATE TBK
Latar belakang:
Merupakan perusahan yang menjual lahan industri. Selama pandemi penjualan menurun drastis sehingga mengalami kerugian. Indikator untung rugi diukur menggunakan EPS atau laba per saham per kuartal dari 2019-2022 sebagai berikut
Dari data diatas disimpulkan bahwa terakhir kali BEST untung adalah di kuartal 2 2020. Sedangkan tahun terburuk adalah 2021 dimana per kuartal berturut-turut BEST mengalami kerugian.

Namun pada kuartal pertama 2022, Terdapat indikasi pemulihan dimana EPS BEST menjadi 1 rupiah. Sudah tidak rugi lagi.

Katalis:
Katalis BEST secara makro adalah pemulihan ekonomi, utamanya meningkatnya iklim investasi yang menaikkan permintaan lahan industri oleh investor baik asing maupun lokal.

Dikatakan pemulihan ekonomi sudah mulai berjalan pelan pelan sehingga terdapat potensi peningkatan permintaan lahan industri

Management BEST sendiri menargetkan menjual sekitar 20 Hektar lahan industri tahun ini dengan harga jual Rp 2.7-3.5 juta per meter persegi. Jika dihitung manual dengan hitungan konservatif, maka total BEST menargetkan pendapatan 600 miliar tahun ini. Ini dengan asumsi BEST berhasil menjual 20 hektar lahan industri dengan harga 3 juta meter persegi tahun ini. 8 Hektar sudah terjual di kuartal pertama ini atau target sudah tercapai 40% dari total 20 hektar


Sebagai perbandingan, di tahun 2021 Pendapatan BEST ada di angka 230 Miliar.

Jadi jika kemudian BEST berhasil menjual target 20 hektar lahan mereka, maka ini bisa meningkatkan kinerja keuangan BEST utamanya dari sisi EPS yang kemudian menjadi katalis bagi BEST.

Resiko:
Kondisi terburuk adalah BEST gagal mencapai target penjualan 20 hektar lahan industri dan EPS turun atau berbalik rugi lagi.

Teknikal

Terbentuk pola cup and handle pada BEST dimana handle berada di atas MA 200.

Kekuatan handle akan diukur dengan 3 indikator, Volume , Fibonacci retracement dan MA 200.
1. Volume
Ciri ciri handle yang baik adalah volume pada cup and handle adalah idealnya volume berada dibawah rata rata atau dibawah bullish volume dari rally sebelumnya. Volume pada chart BEST ditambahkan indikator MA 10 dimana volume pada handle berada dibawah MA 10. ✔

2.Fibonacci Retracement:
Pada setiap rally selalu diiring koreksi. Koreksi ini lah yang menjadi handle. Idealnya kedalaman koreksi adalah maksimal 50% dari puncak rally atau berada di Fibonacci retracement 50%. Pada BEST, kedalam koreksi masih aman karena berada di Fibonacci 38.20% ✔

3.MA 200
MA 200 menjadi support dinamis pada handle. handle dikatakan masih kuat jika berada di atas MA 200 dan dikatakan lemah jika turun dibawah MA 200.Handle pada BEST masih berada di atas MA 200 ✔

Atas dasar teknikal dan fundamenta diatas, maka cut loss pada BEST akan dilakukan jika:
1. EPS Q2 turun atau
2.Harga turun dibawah MA 200 dan Fibonacci retracement 50%.

Analisa adalah opini bukan rekomendasi.
Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.