Ada Potensi Juga, nihSaya telat screening. Penutupan candle yang lalu ada konfirmasi harga mantul.
Secara struktur rada rada ga sehat, tapi secara history harga mantul di area ini.
Risiko lumayan jauh 12%. Ga bisa masuk banyak-banyak.
Bukan financial advice. Hanya sebagai bahan edukasi. Trade with your own decision.
Disclaimer On
Ide trading mendalam
PENEMBUSAN DIAGONAL RESISTEN PADA BYAN IJ(BYAN IJ) Dari pergerakan harga pada grafik Daily saat ini berpotensi terjadinya penguatan, yang didukung dengan adanya penembusan diagonal resisten dan pergerakan indikator momentum mengarah ke atas pada area netral, karenanya harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resisten harmonis di harga Rp20,275. Titik suport di Rp14,950 akan menjadi area pengawasan penting sebelum tren kenaikan berlanjut.
AREA BELI : Disarankan untuk melakukan pembelian, saat kembali ke area harga Rp17,000. Ini merupakan area kunci di mana potensi penguatan dapat terjadi.
DISCLAIMER:
Selalu perhatikan manajemen keuangan anda, trading idea ini hanyalah sebagai bahan pertimbangan, namun keputusan trading, risiko, keuntungan serta kerugian semua menjadi tanggung jawab masing-masing sebagai trader.
BYAN Menguji Resisten Penting, Berpeluang ke 24800?BYAN sedang berkonsolidasi sehat di atas area moving averagenya dan saat ini sedang menguji resisten di area 19450 (garis hitam). Jika saham ini berhasil melampaui area resistennya, ada peluang bagi BYAN untuk bergerak lebih tinggi menuju 24800 dengan minor target di level 22175. Trend optimizer yang bergerak solid bewarna biru menunjukan saham ini masih berada di fase strong uptrend.
Trading plan: Trend following. Buy jika breakout resisten 19200. Stoploss level 18525.
Disclaimer ON
BYAN: Masih Ada Peluang Melanjutkan Tren Kenaikannya ke 24800?BYAN saat ini berkonsolidasi sehat di atas rangkaian moving averagenya dan sedang menguji level resisten fractal di 19475. Selama mampu bertahan di atas rangkaian moving averagenya, masih terbuka peluang bagi BYAN untuk bergerak naik menuju 24800 dengan target minor di swing high sebelumnya pada level 22175. Pergerakan BYAN yang sudah berada di atas rangkaian MA-nya menunjukkan saham ini berada dalam fase uptrend. Selain itu, MACD yang mengarah ke atas menandakan BYAN berada dalam momentum pergerakan yang positif.
Trading plan: Trend following. Buy jika mampu break resisten 19475. Stoploss jika break support 18000.
Disclaimer ON
BYAN: Masih Ada Peluang Untuk Bergerak Lebih Tinggi Menuju 24800Sesuai dengan ulasan sebelumnya: 'BYAN di Fase Bottom Reversal, Berpeluang Menuju 19200?' saham ini berhasil mencapai target kenaikan major kami di 19200 setelah sebelumnya berhasil menembus level resisten lamanya di 16000.
Saat ini BYAN berkonsolidasi sehat di area target price 19200 dan kenaikannya kembali menembus level resisten fractal 19700. Selama pergerakannya tidak lebih rendah dari level support fractal 17875, maka masih ada peluang untuk bergerak lebih tinggi menuju 24800 dengan minor target 22175.
Trading plan: Trend following. Hold bagi yang sudah punya ketika break 16000. Bagi yang ingin membeli pertama kali, bisa lakukan buy on weakness di area 19200 - 19700. Stoploss level 17875.
Disclaimer ON
BYAN di Fase Bottom Reversal, Berpeluang Menuju 19200?BYAN berkonsolidasi sehat dan saat ini sedang menuji level resisten fractalnya di level 16000. Jika kedepan BYAN mampu menembus level resisten fractalnya, terbuka ruang kenaikan yang lebih tinggi menuju 19200 dengan target minor di level 17425. Level S yang semakin tinggi ditambah trend optimizer yang telah berubah warna dari merah solid menjadi putih menunjukkan saham ini berada dalam fase bottom reversal.
Trading plan: Trend following. Buy di area 16000 - 16400. Stoploss level 15075.
Disclaimer ON
Bayan on trand .makin kaya aja ownernyaFundamental : p/e 22 cukup tinggi tetapi dengan data deviden yang dikeluarkan sebelum ipo membuktikan bahkan good will dan devidennya diminati pasar.figur dibaliknya yang menjadi org terkaya diindo cukup membuat saham ini dapat highlight
Teknikal: on up trand didialy ada risiko koreksi sehingga kita bisa mengamankan posisi saat trand buy sedang jalan
Posisi: masuk keluar dan SL sesuai gambar. Ada 2 opsi masuk tergantung pasar saat buka
Note: tp tidak harus 23000 kalau dirasa puas dengan harga dibawah itu atau RR:1:1,boleh tp atau buat SL plus.untuk kemungkinan harga naik diatas 23000
BYAN, IDX (4th Week, January 2023)Saham BYAN pada timeframe daily berpotensi melanjutkan kenaikannya dengan membentuk pola descending triangle. Untuk target take profit terdekat ada pada resisten 23200. Apabila terjadi breakout dari resisten tersebut, kenaikan selanjutnya dapat mencapai fibonacci golden ratio 1.618, yaitu di harga 29800. Namun perlu diwaspadai descending triangle pattern merupakan pola bilateral yang juga berpotensi downtrend, melihat indikator MACD dan stochastic yang saat ini cenderung turun.
Entry: 20000
SL: 17900
TP1: 23200
TP2: 29800
MENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN ARAH TREND (BULLISH REVERESAL)Salah satu cara yang masuk akal untuk bisa “kaya” dari saham adalah mencari saham yang berpotensi mengalami pembalikan arah trend dari trend bearish-sideways menjadi bullish (bullish reversal). Mencari saham seperti ini tentu saja sangat sulit namun ada beberapa tanda yang bisa kamu jadikan petunjuk namun biar lebih bagus saya lampirkan beberapa saham “bullish reversal” yang berhasil saya dapat dan ide analisanya pernah saya post via tradingview (ide terkait saya lampirkan).
NICL (+280%)
TRIN (+400%)
MPPA (+1200%)
SMDR (+1500%)
Dan masih ada lagi JKON (+200%), SMMT (+650%) dan TMAS (+2500%)
Note: semua saham hanya diikur dari waktu analisa dipublikasi hingga posisi ATH sehingga tidak merepresentasikan return pada portofolio saya.
TANDA PEMBALIKAN ARAH TREND (BULLISH REVERSAL)
1. SIDEWAYS SETELAH DOWNTREND
Sebelumnya kamu harus paham dulu, ada 3 fase pergerakan harga yaitu sideways (no trend), uptrend (bullish) dan downtrend (bearish) sampai kapanpun market hanya akan bergerak dalam 3 fase tersebut. Pembalikan arah tren bullish reversal atau pembalikan trend downtrend-sideways ke uptrend umumnya selalu diawali dengan fase sideways atau konsolidasi harga saham setelah mengalami fase downtrend jadi sangat tidak biasa terjadi dari fase downtrend langsung berubah menjadi fase uptrend, sependek apapun perubahan trend akan diawali oleh fase sideways minimal pergerakan downtrend yang sudah melandai. Ada beberapa yang menamai pola ini mata pancing (kail) karena secara konsep bentuknya memang mirip downtrend > melandai > sideways > uptrend.
Note: contoh fase bullish reversal (downtrend > sideways (no trend) > uptrend) pada saham TRIN.
2. BREAKOUT DOWNTREND RESISTANCE
Saham downtrend selalu bergerak membentuk resisten LH (lower high) yang artinya pergeraknya membentuk resisten dengan high yang selalu lebih rendah dari high sebelumnya. Konsepnya ketika saham bergerak berbeda dari yang tadinya membentuk reesisten LH (lower high) kemudian membentuk HH (Higher high) atau high baru maka saham teersebut berpotensi mengakhiri fase downtrend-nya selama beberapa faktor lain juga mendukung.
Note: contoh breakout downtrend resistance pada saham TRIN yang selanjutnya diikuti perubahan arah trend (bullish reversal).
Tips: perlu kamu ingat breakout downtrend resistance juga bisa menjadi false break yang bisa berakhir dengan pergerakan downtrend yang lebih impulsive lagi, jadi kamu harus tetap melihat beberapa faktor lain yang nanti akan saya jelaskan dibawah untuk meminimalisir terkena jebakan bull trap atau false breakout.
3. MEMBENTUK POLA BULLISH CONTINUATION
Ketika saham berada dalam fase uptrend (bullish), saham tersebut tidak akan terus menerus naik setiap hari karena setelah kenaikan market pasti akan mengalami "exhaustion" yang membuat harga akan berhenti untuk naik. Secara gelombang fase uptrend terbentuk dari impulsive move atau pergerakan swing searah dengan arah trend kemudian diikuti corrective move atau pergerakan koreksi sedangkan secara supply demand fase uptrend terbentuk dari pergerakan rally (swing) dan base (konsolidasi), pola RBR (Rally Base Rally) ini merupakan dasar dari pola chart bullish continuation atau penerusan trend bullish yang selama ini kita kenal seperti bullish pennant, bullish flag, ascending triangle .dll
Note: impulsive dan corrective move masuk kedalam analisa gelombang seperti Elliott Wave.
Note: contoh pergerakan impulsive > corrective pada saham PICO.
Note: contoh konsep supply demand pada fase uptrend yang membentuk formasi RBR (bullish continuation) pada saham PICO.
Tips 1: pola penerusan arah atau continuation yang dianggap valid apabila level low dari fase corrrective atau base tidak lebih rendah dari low fase corrrective atau base sebelumnya sehingga pergerakan harga terus membuat higher low dan volume ketika fase corrective dan base itu menurun signifikan dibanding saat terjadi impulsive move atau rally sehingga bisa disimpulkan tidak terjadi aksi distribusi. Untuk detail tentang konsep impulsive dan corrective move pernah saya bahas cukup detail pada post sebelumnya, silahkan kamu lihat.
Tips 2: untuk mengetahui tahap awal perubahan trend tentu sangat sulit dan kamu juga butuh faktor keberuntungan sehingga memahami pola bullish continuation atau penerusan arah trend sangat penting karena bisa membuatmu paham perubahan arah trend yang sudah berjalan namun belum terlalu jauh.
4. ANOMALI VOLUME
Faktor yang menurut saya sangat penting dalam memberikan petunjuk pembalikan arah trend adalah berupa anomali volume atau perubahan volume yang tidak wajar yang sudah pasti disebabkan karena aktivitas transaksi yang tidak seperti biasanya. Pada tahap awal pembalikan arah selalu diikuti kenaikan volume signifikan (volume spike) namun perlu kamu ingat kenaikan volume yang signifikan tentu tidak selalu disebabkan karena aksi akumulasi bisa juga aksi distribusi jadi kamu harus melihat broker summary untuk melihat detail transaksi sehingga kamu perlu pemahaman analisa bandarmologi yang cukup bagus karena melihat pergerakan big player, smart money atau bandar itu "tricky" dan tidak dapat dengan mudah ditebak.
Note: contoh anomali volume pada saham MPPA berupa volume spikes saat impulsive move pertama terjadi, yang bisa menjadi indikasi terjadinya perubahan trend (bullish reversal).
Note: contoh anomali volume pada saham SMMT berupa volume spikes pada saat fase konsolidasi yang diikuti perubahan arah trend (bullish reversal)
Note: contoh anomali volume pada saham MRAT berupa volume spikes pada saat fase konsolidasi yang diikuti perubahan arah trend (bullish reversal)
5. FUNDAMENTAL DAN AKSI KORPORASI
Selain teknikal, saham bullish reversal biasanya dibarengi dengan faktor fundamental berupa proyeksi kenaikan kinerja perusahaan (turnarround) atau rencana aksi korporasi besar dimasa depan. Disini saya bilang proyeksi karena perubahan trend akan selalu terjadi lebih dahulu sebelum kenaikan kinerja atau aksi korporasi terjadi, sesuai poin dalam dow theory yang menyebutkan "market action discount everything" yang artinya harga saham akan selalu mencerminkan kinerja perusahaan, aksi korporasi, ekonomi mikro makro .dll sehingga secara teori harga akan "priced in" atau sesuai ketika laporan keuangan dirilis atau aksi korporasi resmi dilaksanakan makanya ada jargon yang sakti dipasar saham sesuai konsep tersebut yaitu "buy on rumours, sell on news"
Contoh kasus TMAS yang mengalami kenaikan laba tahun 2021 sebesar 1000% namun pada saat laporan keuangan dirilis ke publik pada kuartal 1 2022 harga saham TMAS sudah naik 2000% sehingga kalau kamu beli saham TMAS ketika laporan dirilis tentu sudah terlambat. Atau contoh kasus BRIS yang akan melakukan aksi korporasi merger dengan 2 bank BUMN syariah lain, harga juga sudah naik 2000% saat merger resmi terjadi sehingga harga sudah "priced in" atau menyesuaikan aksi korporasi yang dilakukan.
Sederhananya yang saya coba sampaikan disini bukan mencari perusahaan dengan fundamental bagus karena perusahaan berfundamental bagus harganya sudah sesuai bahkan overprice tapi perusahaan yang diproyeksi mengalami kenaikan kinerja kedepannya atau turnaround, dari perusahaan rugi menjadi profit atau perusahaan profit menjadi lebih profit. Proyeksi ini bisa kamu lakukan dengan banyak hal seperti melihat sentimen sektoral, kondisi ekonomi global kedepannya, siklus komoditas .dll
Tips: tentu tidak semua saham yang mengalami pembalikan arah trend (bullish reversal) selalu diikuti faktor fundamental sebagai contoh MPPA yang setelah "digoreng" sampai naik 1500% berakhir dengan aksi pump and dump berbeda dengan TMAS, SMDR yang diikuti faktor fundamental berupa kenaikan kinerja yang signifikan sehingga kenaikannya cenderung lebih tahan lama tidak ada aksi pump and dump walaupun TMAS dan SMDR juga sudah turun cukup dalam dari ATH.
MENGGABUNGKAN 5 POINT
Dari kelima tanda saham bullish reversal yang saya sebutkan diatas sebenarnya mereka tidak berdiri sendiri, semuanya saling berhubungan karena perubahan trend (bullish reversal) selalu diikuti kelima tanda tersebut. Ketika saham berada dalam fase sideweys setelah fase downtrend kemudian breakout downtrend resisten dan membentuk struktur bullish reversal dan diikuti kenaikan volume bisa menjadi indikasi pembalikan arah (bullish reversal)
Note: contoh 5 faktor yang saling berhubungan dalam membentuk pembalikan arah trend (bullish reversal) pada saham TRIN. Saya minta maaf karena terlalu sering menggunakan TRIN sebagai contoh karena menurut saya TRIN salah satu yang paling mudah untuk dimengerti.
Dengan menggabungkan 5 faktor yang sudah saya jelaskan diatas memberi kamu peluang sedikit lebih besar untuk bisa menemukan saham bullish reversal, tapi percayalah sesulit-sulitnya mencari saham bullish reversal jauh lebih sulit lagi buat meng-hold-nya karena tentu kamu pasti akan dihantui rasa takut, tidak yakin dan tidak sabar tapi paling tidak kamu sudah punya sedikit gambaran untuk mencari saham yang mungkin bisa merubah nasibmu seperti mereka merubah nasib orang lain pada saham multibagger pertama mereka, goodluck!









