Spot vs Kontrak Berjangka — Mana yang Harus Dipilih

Dua cara paling umum untuk melakukan trading adalah melalui pasar spot dan pasar kontrak berjangka. Keduanya melibatkan pembelian dan penjualan aset, tetapi cara kerjanya berbeda. Trading spot berfokus pada kepemilikan langsung aset, sementara trading kontrak berjangka didasarkan pada kontrak yang digunakan untuk spekulasi dan hedging.

KONTEN:

Trading Spot

Pasar spot terdapat di berbagai kelas aset, termasuk ekuitas, forex, komoditas, dan mata uang crypto.

Fitur Utama Trading Spot:

  • Kepemilikan Penuh: Anda memiliki aset setelah trading selesai
  • Pembayaran di Muka: Anda membayar harga penuh saat membuka posisi
  • Ramah untuk Pemula: Sederhana dan mudah diakses untuk trader baru
  • Struktur yang Sederhana: Tidak ada tanggal kedaluwarsa kontrak

Trading Kontrak Berjangka

Trading kontrak berjangka didasarkan pada kontrak yang melacak nilai suatu aset. Kontrak ini tersedia di berbagai kelas aset.

Fitur utama trading kontrak berjangka:

  • Tidak ada kepemilikan aset: Anda memperdagangkan kontrak, bukan aset yang mendasarinya
  • Penyelesaian di masa depan: Kontrak diselesaikan pada tanggal tertentu, setelah itu Anda perlu membuka kontrak baru
  • Harga tetap: Harga disepakati di depan
  • Spekulasi harga: Digunakan untuk bertindak berdasarkan pergerakan harga yang diharapkan
  • Manajemen risiko: Digunakan untuk mengunci harga dan mengelola ketidakpastian pasar

Kontrak berjangka perpetual/abadi

Kontrak berjangka tradisional awalnya dibuat untuk pasar yang tidak diperdagangkan sepanjang waktu. Akibatnya, kontrak tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa tetap, yang mengharuskan trader untuk menutup atau memperpanjang posisi mereka. Kontrak berjangka perpetual menghilangkan persyaratan ini, memungkinkan trader untuk memegang posisi tanpa batas waktu.

Untuk tetap selaras dengan harga spot aset yang mendasarinya, kontrak berjangka perpetual bergantung pada funding rate — pembayaran berkala yang dipertukarkan antara trader yang memegang posisi beli dan jual, biasanya setiap delapan jam. Ini dihitung berdasarkan perbedaan antara harga kontrak perpetual dan harga spot, dikombinasikan dengan penyesuaian suku bunga.

Tergantung pada kondisi pasar, funding ratep dapat berupa nilai positif atau negatif.

Funding rate positif: Harga kontrak lebih tinggi daripada harga spot. Trader yang memegang posisi beli membayar biaya funding rate kepada mereka yang memegang posisi jual.

Funding rate negatif: Harga kontrak lebih rendah daripada harga spot. Trader dengan posisi jual membayar biaya funding rate keada trader dengan posisi beli.

Kontrak berjangka perpetual semakin populer dalam trading mata uang crypto, tetapi juga dapat digunakan untuk aset lain seperti komoditas dan indeks.

Leverage

Baik trading spot maupun kontrak berjangka dapat melibatkan penggunaan dana pinjaman untuk mendapatkan eksposur ke posisi yang lebih besar dalam aset dasar daripada yang diizinkan oleh modal Anda sendiri. Namun, kontrak berjangka biasanya memungkinkan leverage yang lebih besar, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan dan potensi kerugian.

Misalnya, Anda memiliki $2.500 di akun trading Anda dan ingin membuka posisi berjangka senilai $50.000, Anda secara efektif menggunakan leverage 20x ($50.000 ÷ $2.500 = 20).

Alih-alih membayar jumlah penuh di muka, Anda hanya menyetor sebagian kecil dari total nilai posisi, yang dikenal sebagai margin, dan broker Anda menyediakan sisanya.

Namun, keuntungan atau kerugian dihitung berdasarkan ukuran posisi penuh, bukan margin yang Anda setorkan.

Jika harga aset naik 5%, posisi Anda akan mendapatkan tambahan $2.500 (5% dari $50.000), menggandakan modal Anda. Tetapi jika harga turun 5%, Anda kemungkinan akan kehilangan seluruh modal awal, bukan hanya $125 (5% dari $2.500) karena adanya margin call.

Margin call terjadi ketika ekuitas akun Anda turun di bawah level margin pemeliharaan yang dibutuhkan dan broker Anda menuntut agar Anda menambahkan dana atau sekuritas tambahan ke akun margin. Jika Anda gagal memenuhi persyaratan ini, broker dapat melikuidasi posisi Anda.

Perbedaan Utama

Kriteria

Spot trading

Futures trading

Jenis Aset

Forex, ssaham, ETF, obligasi, crypto

Kontrak pada mata uang, saham, obligasi, crypto, indeks, komoditas

Kepemilikan

Kepemilikan penuh atas aset

Tidak ada kepemilikan, kewajiban kontrak

Variasi Aset

Terbatas pada aset dasar

Lebih luas karena kontrak derivatif

Penggunaan leverage

Biasanya tidak digunakan

Banyak digunakan

Contoh Aset

USD/EUR, GBP/JPY

AAPL, TSLA

SPY, QQQ

US Treasury bonds

Bitcoin, Ether

AW1!, BANKNIFTY1!

GC1!, CL1!

Kesimpulan

Trading spot dan kontrak berjangka adalah pendekatan berbeda yang digunakan di pasar keuangan. Perbedaan utamanya terletak pada eksekusi transaksi, waktu, dan strategi.

Di pasar spot, Anda dapat membeli atau menjual aset sebenarnya dengan harga pasar saat ini. Setelah transaksi selesai, Anda memiliki aset tersebut dan dapat memegangnya selama yang Anda inginkan.

Di pasar kontrak berjangka, Anda dapat membeli atau menjual kontrak berdasarkan harga aset di masa depan. Anda tidak memiliki aset itu sendiri. Kontrak berjangka sering digunakan untuk spekulasi, hedging, dan trading dengan leverage.

Baca juga: