Jenis-jenis order: market, limit, stop

Order adalah instruksi kepada broker dan bursa untuk membeli atau menjual instrumen yang dapat diperdagangkan menggunakan parameter tertentu. Secara umum, order dibedakan berdasarkan harga eksekusi, waktu, dan jumlah. Kondisi lain juga dapat ditambahkan ke jenis order dasar, sehingga order menjadi lebih kompleks.


KONTEN:

Apa itu order

Order adalah serangkaian kondisi yang harus dipenuhi di pasar agar transaksi dapat dieksekusi. Jenis yang paling dasar adalah order market/order pasar. Order ini memungkinkan Anda untuk membeli atau menjual aset dengan cepat pada harga terbaik yang tersedia di pasar.

Order limit disebut demikian karena Anda menetapkan harga batas di mana Anda bersedia untuk melakukan trading. Untuk order beli, ini adalah harga maksimum yang bersedia Anda bayarkan. Untuk order jual, ini adalah harga minimum yang bersedia Anda terima.

Order stop awalnya digunakan untuk menghentikan kerugian lebih lanjut, tetapi saat ini juga digunakan untuk memasuki trading setelah terjadi breakout dan sebagai order proteksi.

Berbagai jenis order dengan berbagai kondisi memungkinkan Anda untuk mengejar strategi trading yang lebih canggih, dan mempelajari cara kerjanya sangat bermanfaat untuk manajemen risiko dan perlindungan aset jangka panjang.

Order pasar vs order limit vs order stop

Perbedaan antara order pasar, order limit, dan order stop terletak pada kondisi yang perlu Anda tentukan pada tiket order.

Kondisi order

Order pasar dianggap sebagai jenis order paling dasar. Biasanya merupakan jenis order paling sederhana dan umum tersedia di berbagai tempat trading. Broker dan bursa sering mengizinkan trader untuk mengkonfigurasi order pasar dengan menambahkan pengaaturan tambahan pada penempatan atau eksekusi order.

Order limit dan stop juga dianggap sebagai order bersyarat karena Anda perlu memasukkan beberapa parameter.

Kondisi order dapat dibagi menjadi beberapa kelompok utama berikut:

  • Kondisi harga: Menentukan level harga atau jarak dari harga saat ini yang harus dicapai sebelum order dipicu atau dieksekusi.
  • Kondisi volume: Menentukan ukuran order dan apakah order tersebut dapat diisi sebagian atau harus diisi penuh.
  • Kondisi waktu: Menentukan berapa lama order tetap aktif sebelum diisi, dibatalkan, atau kedaluwarsa.
  • Kondisi exit: Menentukan kapan posisi harus ditutup untuk mengunci keuntungan, membatasi kerugian, atau mengikuti pergerakan harga.
  • Kondisi likuiditas: Menentukan apakah order harus menambah likuiditas, menghindari eksekusi langsung, atau hanya mengurangi posisi yang ada.

Misalnya, order pasar hanya memiliki satu kondisi yang diperlukan — volume.

Order limit adalah order pasar dengan kondisi harga eksekusi tambahan.

Order stop-market adalah order pasar dengan kondisi harga pemicu tambahan.

Order stop-limit adalah order pasar dengan dua kondisi harga tambahan: harga pemicu dan harga eksekusi.

Cara memilih order

Memilih order yang tepat dapat bergantung pada berbagai kondisi. Untuk memutuskan apakah akan menggunakan order pasar atau order limit, Anda dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Strategi trading: Beberapa strategi, seperti scalping, mungkin memerlukan eksekusi yang lebih cepat menggunakan order pasar, sementara strategi jangka panjang mungkin lebih mengandalkan order limit.
  • Likuiditas pasar: Pasar yang lebih likuid mengurangi kemungkinan slippage dan umumnya lebih cocok untuk order pasar daripada order limit.
  • Jumlah modal: Order limit, terutama di pasar dengan likuiditas rendah, seringkali lebih cocok untuk jumlah uang yang lebih besar, sementara order pasar dapat bekerja lebih baik ketika likuiditas mencukupi.
  • Tujuan Anda: Investasi dan trading memiliki tujuan umum yang sama, tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda. Trading aktif mungkin lebih efisien dengan order limit, sementara order pasar dapat lebih baik untuk investasi jangka panjang karena kesederhanaannya.

Jenis order secara singkat

Jenis order adalah alat, mengetahui jenis order dapat membantu Anda mengontrol eksekusi trading dan mengelola risiko dengan lebih baik.

Order pasar dapat dieksekusi dengan cepat, tetapi harga akhirnya mungkin berbeda dari yang Anda harapkan, terutama di pasar yang volatile atau berlikuiditas rendah.

Order limit memberi Anda lebih banyak kendali atas harga, tetapi mungkin tidak terpenuhi.

Stop order dapat membantu mengotomatiskan entri dan exit, tetapi setelah terpicu, order tersebut mengikuti aturan jenis order yang diaktifkannya.

Memahami pertimbangan ini membantu Anda memilih order yang paling sesuai dengan strategi, toleransi risiko, dan kondisi pasar Anda.

Baca juga: