ReutersReuters

Fitch Afirmasi Indonesia Infrastructure Finance di ‘BBB’/'AAA(idn)'; Outlook Stabil


(The following statement was released by the rating agency)


Fitch Ratings-Hong Kong/Jakarta-18 February 2021:

Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Issuer Default Rating (IDR) Jangka Panjang Mata Uang Asing dan Local di ‘BBB’ dan Peringkat Jangka Pendek Mata Uang Asing IDR di ‘F2’. Fitch Rating Indonesia juga telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang di ‘AAA(idn)’. Outlook adalah Stabil. Peringkat Jangka Panjang senior tanpa jaminan juga diafirmasi di ‘BBB’/’AAA(idn)’.


IIF adalah lembaga kebijakan dibawah Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Misi utama perusahaan adalah untuk menyediakan modal dan mempercepat pembangunan proyek infrastruktur yang layak secara komersial di Indonesia. IIF juga memiliki peran dalam meningkatkan partisipasi sektor-swasta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia karena perusahaan bertindak sebagai katalisator dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional.


Peringkat nasional di kategori ‘AAA’ menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi resiko gagal bayar yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.



FAKTOR-FAKTOR PENGGERAK PERINGKAT

Status, Kepemilikan dan Kontrol ‘Kuat’: IIF secara tidak langsung dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan sponsor multilateral high-profile, termasuk Asian Development Bank (ADB, AAA/Stabil), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank dan Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW. Pengawasan pemerintah atas IIF dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI, BBB/AAA(idn)/Stabil), yang menyetujui anggaran tahunan IIF, rencana jangka panjang dan remunerasi dan komposisi dewan pada rapat umum pemegang saham atau dalam format keputusan lainnya. Fitch percaya bahwa investor non-pemerintah memiliki peran netral dalam tata kelola IIF.


Rekam jejak dukungan ‘Sangat Kuat’: Pemerintah Indonesia dan sponsor sektor publik lainnya telah menunjukan minat yang kuat untuk memberikan dukungan luar biasa kepada IIF. Pemegang saham menyediakan sebagian besar pendanaan untuk operasi IIF melalui modal disetor dan hutang, termasuk hutang subordinasi dari ADB dan World Bank yang diberikan kepada pemerintah, didistribusikan ke SMI dan kemudian dipinjamkan kepada IIF. Hutang bersifat subordinasi pada level IIF, sementara pinjaman tersebut bersifat senior pada level pemerintah.


IIF menerima hutang subordinasi dengan total USD400 juta pada tahun 2011 dan 2017, sejumlah 264% dari ekuitas IIF saat ini. Kami meyakini bahwa hutang subordinasi tersebut menunjukan dukungan pemerintah yang berkelanjutan. Perusahaan juga menerima hutang senior sejumlah USD200 juta dari IFC dan ADB, pemegang saham langsung IIF. Sehingga, hutang yang terkait pemegang saham, subordinasi dan senior, sejumlah 46% dari profil pendanaan IIF pada akhir 2020. Selain itu, regulasi persyaratan minimal permodalan mewajibkan pemegang saham untuk menambah modal perusahaan ketika berada dibawah nilai yang ditentukan. Oleh kerena itu, Fitch percaya bahwa pemerintah dan sponsor sektor publik telah menunjukan dukungan yang sangat kuat untuk operasional IIF.


Dampak Sosio-Politik dari Gagal Bayar ‘Kuat’: Fitch percaya bahwa peristiwa gagal bayar (default) dari IIF akan memberikan implikasi politik yang kuat kepada pemerintah Indonesia, yang dapat mempengaruhi kepercayaan lembaga multilateral dalam proyek-proyek di Indonesia, terutama proyek infrastruktur. Pemerintah memprioritaskan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. IIF merupakan bagian dari program infrastruktur untuk mendorong partisipasi pihak swasta dan membangun kemitraan dengan lembaga multilateral. Fitch menilai dampak sosial dari gagal bayar oleh IIF akan terbatas mengingat tujuan IIF untuk membiayai proyek infrastruktur yang layak secara komersial.


Dampak Keuangan dari Gagal Bayar ‘Sangat Kuat’: Fitch menganggap bahwa IIF memilki kepentingan strategis dan sebagai kendaraan pendanaan proxy pemerintah Indonesia untuk mengakses pendanaan publik di luar negeri melalui kemitraan dengan lembaga multilateral, setelah mempertimbangkan credit spread yang sangat dekat dengan pemerintah Indonesia. Fitch juga percaya bahwa IIF penting bagi pemerintah Indonesia untuk membantu partisipasi sektor swasta dalam proyek-proyek infrastruktur, termasuk pada pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha. Adanya kejadian gagal bayar oleh IIF dapat memiliki implikasi signifikan atas kredibilitas negara dan ketersediaan dana untuk badan usaha terkait pemerintah lainnya.


Peningkatan Aktivitas: laba bersih IIF meningkat menjadi IDR42.5 miliar pada tahun 2020, dari IDR16.0 miliar pada tahun 2019, meskipun pandemi virus corona. Kualitas aset terjaga dengan rasio pinjaman non-performing bersih sebesar 0.4% (gross: 0.7%), dibandingkan dengan 0.7% (gross: 1.0%) pada tahun 2019. Otoritas Jasa Keuangan telah melonggarkan peraturannya, dimana memungkinkan IIF untuk merestrukturisasi pinjaman pada tujuh proyek, senilai 18% dari aset investasi, sebagian besar merupakan sektor transportasi, pada akhir tahun 2020. Aset investasinya naik 30% meskipun ketidakpastian yang disebabkan oleh pendemi.


Likuiditas Dimitigasi oleh Akses Pendanaan: IIF tidak memiliki hutang jatuh tempo dalam jangka menengah, kecuali IDR2.6 trillion dan IDR3 trillion obligasi di 2021 dan 2023. Namun, Fitch yakin risiko pembiayaan kembali dimitigasi oleh akses ke pasar modal, hubungan dengan bank dan dukungan pendanaan dari pemegang saham. Hutang terdiri dari 31% dalam mata uang asing pada akhir 2020 dan IIF menyesuaikan hutang dollar AS dengan pinjaman dan aset dollar AS.



RINGKASAN DERIVASI

Fitch mengklasifikasikan IIF sebagai badan usaha yang terkait dengan pemerintah (GRE) yang merupakan kredit yang terkait dengan sovereign Indonesia (BBB/Stabil). Fitch meyakini bahwa pemerintah mengkontrol secara tidak langsung dan kuat IIF melalui SMI, badan usaha yang 100% dimiliki oleh negara.


Fitch telah menetapkan skor GRE sebesar 45 berdasarkan atribut yang dinilai dalam kriteria peringkat GRE kami, yang mengarah ke penyetaraan peringkat IIF dengan sovereign Indonesia (BBB/Stabil/F2) terlepas dari profil kredit standalone. Fitch meyakini bahwa pemerintah memiliki insentif yang sangat kuat untuk memberikan dukungan luar biasa kepada IIF. Fitch tidak menetapkan profil kredit standalone kepada IIF karena sulit untuk melepaskan entitas dari kerangka kerja pemerintah dimana IIF beroperasi.



SENSITIVITAS PERINGKAT

Faktor-faktor yang dapat, secara individu maupun kolektif dapat mengarah pada tindakan pemeringkatan positif / kenaikan antara lain:


Setiap tindakan positif atau peningkatan peringkat sovereign Indonesia akan tercermin dalam peringkat internasional IIF. Namun, hal teresebut tidak akan mengarah pada pergerakan positif atau peningkatan peringkat Nasional Jangka Panjang IIF yang telah berada di level tertinggi pada skala nasional.


Faktor-faktor yang dapat, secara individu maupun kolektif dapat mengarah pada tindakan pemeringkatan negative / penurunan:


Setiap tindakan negatif atau penurungan peringkat sovereign Indonesia akan tercermin dalam peringkat internasional IIF.


Setiap penurunan status hukum IIF, yang akan terlihat dalam bentuk dilusi kepemilikan sektor publik menjadi kurang dari 75% atau berkurangnya pengaruh tidak langsung dari Kementerian Keuangan, atau pelemahan kontrol dari Kementerian Keuangan, dapat memicu tindakan negatif atau penurunan peringkat.


Perubahan dalam penilaian Fitch tentang peran strategis IIF dalam menopang investasi infrastruktur di Indonesia ke ‘Moderat’, dari ‘Kuat, juga dapat memicu tindakan pemeringkatan negatif.



Skenario Pemeringkatan Terbaik/Terburuk

Peringkat Kredit Skala Internasional Keuangan Publik memiliki skenario kasus kenaikan peringkat terbaik (didefinisikan sebagai persentil ke-99 dari transisi peringkat, diukur dalam arah yang positif) yaitu tiga notch dalam kurun waktu tiga tahun; dan scenario kasus penurunan peringkat terburuk (didefinisikan sebagai persentil ke-99 dari transisi peringkat, diukur dalam arah negatif) yaitu tiga notch dalam kurun tiga tahun. Rentang peringkat kredit dari scenario kasus terbaik dan terburuk untuk semua kategori pemeringkatan berkisar dari ‘AAA’ hingga ‘D’. Peringkat kredit scenario kasus terbaik dan terburuk didasarkan pada kinerja historis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai metodologi yang digunakan untuk menentukan peringkat kredit scenario kasus terbaik dan terburuk dalam sektor tertentu. https://www.fitchratings.com/site/re/10111579



PERINGKAT-PERINGKAT PUBLIK DENGAN KETERKAITAN KREDIT KEPADA PERINGKAT-PERINGKAT LAIN

IIF merupakan kredit yang terkait dengan sovereign Indonesia



Referensi untuk Sumber Materi Substansial dikutip sebagai Faktor- Faktor Penggerak Peringkat

Sumber-sumber informasi utama yang digunakan dalam analisis ini dijelaskan dalam daftar kriteria yang relevan pada laporan ini.



Pertimbangan-Pertimbangan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)

Kecuali jika diungkapkan lain dalam bagian ini, tingkat relevansi kredit ESG tertinggi adalah skor '3'. Ini berarti masalah ESG bersifat kredit netral atau hanya memiliki dampak kredit minimal pada entitas, baik karena sifatnya atau cara pengelolaannya oleh entitas. Untuk informasi lebih lanjut tentang Skor Relevansi ESG Fitch, kunjungi www.fitchratings.com/esg



Contacts:


Analis Utama


Samuel Kwok, CFA, CAIA


Director


+852 2263 9961


Internasional


Fitch (Hong Kong) Limited


19/F Man Yee Building 60-68 Des Voeux Road Central


Hong Kong



Analis Utama


Irwansyah Maryanto,


Associate Director


+62 21 2988 8530


Nasional


PT Fitch Ratings Indonesia


DBS Bank Tower 24th Floor, Suite 2403 Jl. Prof.Dr. Satrio Kav 3-5


Jakarta 12940



Analis Kedua


Samuel Kwok, CFA, CAIA


Director


+852 2263 9961


Nasional



Analis Kedua


Irwansyah Maryanto,


Associate Director


+62 21 2988 8530


Internasional



Ketua Komite


Raffaele Carnevale,


Senior Director


+39 02 879087 203



Media Relations: Leslie Tan, Singapore, Tel: +65 6796 7234, Email: leslie.tan@thefitchgroup.com



Informasi tambahan dapat diperoleh di www.fitchratings.com.


Additional Disclosures


Solicitation Status


Additional Disclosures For Unsolicited Credit Ratings


Endorsement Status


Endorsement Policy



SEMUA PERINGKAT KREDIT FITCH TUNDUK PADA PEMBATASAN TERTENTU DAN DISCLAIMER. HARAP MEMBACA BATASAN DAN DISCLAIMER TERSEBUT DENGAN MENGIKUTI TAUTAN INI: HTTPS://WWW.FITCHRATINGS.COM/UNDERSTANDINGCREDITRATINGS. SELAIN ITU, HTTPS://WWW.FITCHRATINGS.COM/RATING-DEFINITIONS-DOCUMENT MENJELASKAN DETAIL DEFINISI PERINGKAT FITCH UNTUK SETIAP SKALA RATING DAN KATEGORI PERINGKAT, TERMASUK DEFINISI YANG BERKAITAN DENGAN DEFAULT. PERINGKAT YANG DIPUBLIKASIKAN, KRITERIA, DAN METODOLOGI TERSEDIA DARI SITUS INI SETIAP SAAT. PEDOMAN PERILAKU FITCH, KERAHASIAAN, KONFLIK KEPENTINGAN, AFILIASI FIREWALL, KEPATUHAN, DAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR RELEVAN LAINNYA JUGA TERSEDIA DARI BAGIAN PEDOMAN PERILAKU SITUS INI. KEPENTINGAN RELEVAN DIREKTUR DAN PEMEGANG SAHAM TERSEDIA DI HTTPS://WWW.FITCHRATINGS.COM/SITE/REGULATORY. FITCH MUNGKIN TELAH MENYEDIAKAN LAYANAN LAIN YANG DIIZINKAN KEPADA ENTITAS YANG BERPERINGKAT ATAU PIHAK KETIGA TERKAIT DARI ENTITAS TERSEBUT. RINCIAN LAYANAN INI UNTUK ANALIS UTAMA YANG BERADA DI DALAM PERUSAHAAN FITCH RATINGS (ATAU CABANG PERUSAHAAN TERSEBUT) YANG TERDAFTAR DALAM ESMA ATAU FCA DAPAT DITEMUKAN DI HALAMAN RINGKASAN ENTITAS UNTUK PENERBIT INI DI SITUS FITCH RATINGS.

Terus membaca
Masuk atau mendaftar akun gratis TradingView dan nikmati akses tanpa batasan ke berita keuangan global, secara real-time.