ReutersReuters

Fitch Afirmasi Pupuk Indonesia di ‘AAA(idn)’; Outlook Stabil


(The following statement was released by the rating agency)


Fitch Ratings-Jakarta-27 January 2021:

Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Pupuk Indonesia (Persero) (PTPI) dan peringkat atas obligasi rupiah perusahaan di ‘AAA(idn)’. Outlook Stabil. Obligasi-obligasi perusahaan diperingkat di level yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang PTPI karena obligasi-obligasi ini merupakan obligasi senior tanpa jaminan dari perusahaan.


Peringkat PTPI disetarakan dengan induknya, Pemerintah Republik Indonesia (BBB/Stabil) karena skor ‘Sangat Kuat’ yang diperoleh perusahaan di bawah kriteria Government-Related Entities kami. Hubungan ini didorong oleh peran strategis PTPI sebagai agen tunggal pemerintah dalam memproduksi dan mendistribusi pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak melalui skema public-service obligation (PSO).


Peringkat nasional ‘AAA’ menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi resiko gagal bayar yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.



FAKTOR-FAKTOR PENGGERAK PERINGKAT

Kepemilikan dan Kendali yang ‘Sangat Kuat’: PTPI sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia (BBB/Stabil). Pemerintah memiliki pengaruh yang kuat atas keputusan investasi, strategis dan operasional perusahaan. Dewan pimpinan perusahaan ditunjuk oleh negara melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan diberikan mandat untuk memproduksi dan mendistribusi pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Harga, volume dan marjin keuntungan pupuk bersubsidi PTPI dikontrol oleh negara melalui Kementerian Pertanian.


Rekam Jejak Dukungan yang ‘Sangat Kuat’: PTPI secara rutin menerima subsidi untuk produksi dan distribusi pupuk bersubsidi. Alokasi subsidi untuk pupuk di APBN 2021 mencapai IDR25,3 triliun (8,2 juta ton) atau sekitar 14,4% dari total anggaran subsidi 2021 Indonesia. Selain itu, ketahanan pangan juga merupakan salah satu prioritas pemerintah di 2021, dengan alokasi anggaran mencapai IDR99 triliun, naik lebih dari 20% dari 2020. Penjualan pupuk bersubsidi, termasuk pendapatan subsidi, berkontribusi lebih dari setengah total pendapatan PTPI.


Dampak Sosial-Politik dari Gagal Bayar yang ‘Sangat Kuat’: Kejadian gagal bayar oleh PTPI akan memiliki efek yang detrimental terhadap distribusi pupuk bersubsidi yang kemudian akan mempengaruhi ketahan pangan nasional secara signifikan. PTPI adalah perusahaan pupuk terbesar ke-enam di dunia berdasarkan pendapatan, yang artinya gangguan atas produksi pupuk PTPI tidak akan bisa dengan mudah digantikan baik secara domestik maupun regional. Ketidaktersediaan pupuk bersubsidi juga akan mempengaruhi kesejahteraan lebih dari 20 juta rumah tangga petani karena pupuk adalah ongkos yang signifikan untuk petani-petani kecil tersebut.


Dampak Finansial dari Gagal Bayar yang ‘Kuat’: Kejadian gagal bayar keuangan oleh PTPI akan menurunkan kepercayaan investor atas kemampuan negara untuk mendukung perusahaan-perusahaan milik negara karena status perusahaan sebagai penerima subsidi. PTPI adalah salah satu debitur utama di industri perbankan dan pasar modal domestik dan merupakan salah satu penerbit utang terbesar di pasar obligasi domestik, dengan salah satu penerbitan obligasi yang lebih dari IDR2 triliun. Perusahaan juga menerima pembiayaan yang ekstensif dari bank lokal dan asing.


Peran PSO Pupuk Dipertahankan: Fitch tidak mengharapkan perubahan dalam skema subsidi PTPI, dengan skema baru ‘Kartu Tani’, yang akan menyederhanakan proses verifikasi, sebagai pelengkap dan bukan pengganti skema subsidi PSO. PTPI akan terus menerima subsidi langsung dari pemerintah untuk mengkompensasi perbedaan biaya ditambah dengan marjin yang telah ditentukan sebelumnya untuk penjualan pupuk bersubsidi-nya. Secara nasional, tingkat penggunaan Kartu Tani hanya sekitar 9% di akhir 2020 meskipun telah sebanyak 47% didistribusikan karena tantangan di lapangan masih ada.


Belanja Modal Besar Dimulai Kembali: Kami memperkirakan free cash flow PTPI akan tertekan seiring dengan dimulainya kembali rencana belanja modal-nya, yang dapat mencapai titik tertinggi di 2022 dan 2023 sekitar IDR10 triliun untuk proyek-proyek skala besar masa datang di beberapa anak perusahaannya. Belanja modal yang dibiayai pinjaman ini diperkirakan akan membuat net debt/EBITDA naik ke atas 3,5x pada tahun-tahun tersebut.


Kami memperkirakan free cash flow di 2020 membaik ke IDR7 triliun, dari IDR3 triliun di 2019, karena belanja modal yang turun dan arus kas masuk dari modal kerja; perusahaan mengurangi belanja modal ketika pandemi coronavirus, dan hanya menghabiskan sekitar IDR1,8 triliun di 9M20, dibandingkan dengan IDR3,2 triliun di 9M19.


Pertumbuhan Pendapatan akan Tetap Lambat: Kami mengestimasi pertumbuhan pendapatan membaik ke 2%-3% di jangka menengah, yang didukung oleh pertumbuhan volume pupuk non-subsidi yang sedang setelah penjualan yang stagnan di 2020 karena pandemi. Alokasi subsidi 2021 yang baru-baru ini diumumkan akan meningkatkan volume penjualan pupuk bersubsidi PTPI, tapi kami tidak mengekspektasikan pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun setelahnya.



RINGKASAN DERIVASI

Penyetaraan peringkat PTPI dengan pemerintah Indonesia didasarkan pada penilaian kami atas hubungan yang kuat antara keduanya. Kami juga menilai salah satu peer nasional, PT Hutama Karya (Persero) (HK, BBB-/AA+(idn)/Stabil), memiliki hubungan yang kuat dengan pemerintah, namun HK memiliki Dampak Sosial-Politik dari Gagal Bayar yang ‘Moderat’ dibandingkan dengan ‘Sangat Kuat’ untuk PTPI. Menurut kami, penunjukkan langsung HK untuk membangun jalan tol Trans-Sumatra oleh pemerintah tidak lebih penting daripada peran PTPI untuk memproduksi dan mendistribusi pupuk bersubsidi, yang secara tidak langsung mendukung ketahanan pangan nasional. Kemudian, kejadian gagal bayar oleh HK hanya akan mengakibatkan gangguan sementara atas proyek infrastruktur Indonesia, karena perusahaan milik negara lainnya dapat menjadi pengganti. Sedangkan PTPI tidak memiliki pengganti karena perusahaan adalah agen tunggal pemerintah yang ditugaskan untuk mendistribusi pupuk bersubsidi. Hal ini membuat peringkat HK berada satu notch di bawah peringkat pemerintah.


PTPI juga dapat dibandingkan dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) (A(idn)/Rating Watch Positif). Geo Dipa adalah perusahaan panas bumi milik negara yang mengoperasikan pembangkit listrik di Dieng, Jawa Timur, dan Patuha, Jawa Barat. Peringkat Geo Dipa berada satu notch di atas peringkat standalone 'a-(idn)' untuk mencerminkan hubungan dengan induk perusahaan yang lebih kuat, pemerintah Indonesia. Pengangkatan satu notch ini ditopang oleh hubungan operasional dan strategis yang moderat mengingat Geo Dipa berskala kecil dibandingkan dengan produsen listrik milik negara lainnya dan integrasi operasional yang terbatas dengan pemerintah. Rating Watch Positif merefleksikan ekspektasi kami atas dukungan tambahan dari pemerintah untuk ekspansi perusahaan. Ini berbeda dengan PTPI, yang margin produksi dan keuntungannya sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah. Subsidi tahunan dari pemerintah untuk PTPI dan perannya sebagai agen produksi dan distribusi tunggal pupuk bersubsidi mendukung pemerataan peringkatnya.



ASUMSI-ASUMSI UTAMA

Asumsi-asumsi utama yang digunakan Fitch untuk perusahaan:


- Skema subsidi PSO tidak berubah dan PTPI terus menerima subsidi langsung dari negara untuk mengkompensasi perbedaan biaya ditambah marjin yang ditentukan sebelumnya untuk penjualan pupuk bersubsidi.


- Pertumbuhan pendapatan tetap lemah.


- Harga jual rata-rata yang stabil untuk pupuk bersubsidi dalam jangka menengah. Jumlah subsidi langsung akan disesuaikan dengan harga yang baru-baru ini dinaikkan oleh Kementerian Pertanian.


- Harga untuk pupuk non-subsidi disesuaikan dengan harga pada price deck Fitch di September 2020.


- Harga gas alam yang dibatasi di USD6/MMBtu hingga 2024 sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2020).


- Revitalisasi dan modernisasi pabrik untuk meningkatkan efisiensi melalui rasio konsumsi gas alam yang lebih rendah untuk produksi urea dan amonia.


- Belanja modal tambahan sesuai dengan proyeksi manajemen, mencapai titik tertinggi di sekitar IDR10 triliun setiap tahun di 2022-2023.


- Tambahan pinjaman untuk belanja modal dan menjembatani pembayaran subsidi.


- Rasio pembayaran dividen yang stabil.



SENSITIVITAS PERINGKAT

Faktor-faktor yang dapat, secara individual maupun kolektif, mengarah pada tindakan pemeringkatan positif/kenaikan peringkat:


- Tindakan pemeringkatan positif tidak diantisipasi karena perusahaan telah berada pada level peringkat tertinggi pada skala nasional.


Faktor-faktor yang dapat, secara individual maupun kolektif, mengarah pada tindakan pemeringkatan negatif/penurunan peringkat:


- Bukti melemahnya hubungan dengan pemerintah Indonesia, yang mungkin terjadi setelah terdapat perubahan pada PSO atau skema subsidi PTPI.



Likuiditas dan Struktur Utang

Likuiditas Mencukupi: PTPI memiliki kas yang tersedia di akhir September 2020 sebesar IDR11,3 triliun, dibandingkan dengan pinjaman jangka pendek sebesar IDR7,5 triliun dan porsi lancar pinjaman jangka panjang (pinjaman bank dan obligasi) sebesar IDR4,5 triliun. Perusahaan juga memiliki fasilitas bank jangka pendek yang belum digunakan sebesar IDR76,3 triliun. Dalam beberapa tahun terakhir, PTPI memilih untuk menggunakan pinjaman jangka panjang sebagai pengganti pinjaman jangka pendek untuk menjembatani pembayaran subsidi, sehingga membuat 85% saldo utang per akhir September 2020 memiliki tenor yang panjang, termasuk pinjaman bank dan obligasi. Sisanya adalah pinjaman bank jangka pendek dari berbagai bank lokal, regional dan global.


Akses Pembiayaan Solid: Kami percaya akses pembiayaan PTPI solid, mengingat statusnya sebagai salah satu perusahaan utama yang dimiliki negara dan hubungan yang ekstensif dengan kreditur di pasar utang dan modal. Hal ini dibuktikan oleh banyaknya bank, lebih dari 20, yang memberikan fasilitas kredit kepada perusahaan. Perusahaan juga aktif di pasar utang domestik, dengan saldo obligasi per September 2020 sebesar IDR8,9 triliun.



Referensi untuk Sumber Materi Substansial dikutip sebagai Faktor- Faktor Penggerak Peringkat

Sumber-sumber informasi utama yang digunakan dalam analisis ini dijelaskan dalam daftar kriteria yang relevan pada laporan ini.



RINGKASAN DARI PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN

- Deposito dengan tenor lebih dari tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek sebesar IDR700 juta direklasifikasi sebagai kas yang tersedia.


- Kas yang dibatasi penggunaannya sebesar IDR39 milyar direklasifikasi sebagai kas yang tersedia karena kas ini akan digunakan sebagai agunan untuk pembayaran pinjaman.


- Amortisasi biaya penerbitan obligasi sebesar IDR4,7 milyar ditambahkan kembali ke pinjaman.


- Net biaya lainnya, yang termasuk untung/rugi selisih kurs dan pendapatan/biaya lainnya, yang sebelumnya dibukukan sebagai bagian dari kegiatan operasional, direklasifikasikan sebagai bagian dari kegiatan non-operasional.


- Arus dividen masuk dari dan keluar ke Entitas Asosiasi dan Kepentingan Nonpengendali sebanyak IDR31 juta di 2019 diperhitungkan dalam kalkulasi EBITDA.




PT Pupuk Indonesia (Persero); National Long Term Rating; Affirmed; AAA(idn); Rating Outlook Stable


----senior unsecured; National Long Term Rating; Affirmed; AAA(idn)



Contacts:


Analis Utama


Ilham Kurniawan,


Analyst


+62 21 2988 6811


PT Fitch Ratings Indonesia


DBS Bank Tower 24th Floor, Suite 2403 Jl. Prof.Dr. Satrio Kav 3-5


Jakarta 12940



Ketua Komite


Kah Ling Chan,


Senior Director


+65 6796 2711



Media Relations: Leslie Tan, Singapore, Tel: +65 6796 7234, Email: leslie.tan@thefitchgroup.com



Informasi tambahan dapat diperoleh di www.fitchratings.com.


Applicable Model


Numbers in parentheses accompanying applicable model(s) contain hyperlinks to criteria providing description of model(s).


Corporate Monitoring & Forecasting Model (COMFORT Model), v7.9.0 (1)



Additional Disclosures


Solicitation Status


Additional Disclosures For Unsolicited Credit Ratings


Endorsement Status


Endorsement Policy



Peringkat kredit diterbitkan oleh anak perusahaan lembaga pemeringkat Fitch Ratings, Inc., yang merupakan entitas yang terdaftar di the U.S. Securities and Exchange Commission sebagai organisasi pemeringkat statistik yang diakui secara nasional (Nationally Recognized Statistical Rating Organization (“NRSRO”)). Akan tetapi, anak perusahaan pemeringkat kredit ini tidak terdaftar dalam Butir 3 Form NRSRO (lihat https://www.fitchratings.com/site/regulatory), sehingga tidak berwenang untuk menerbitkan peringkat-peringkat kredit atas nama NRSRO.

Terus membaca
Masuk atau mendaftar akun gratis TradingView dan nikmati akses tanpa batasan ke berita keuangan global, secara real-time.