KontanKontan

Respon Isu PHK Massal Lebih dari 1.000 Pekerja, Saham GOTO Terkoreksi 2,86% Hari Ini

JAKARTA.Pelaku pasar saham mulai merespon isu pemutusan hubungan kerja massal di perusahaan teknologi atau digital PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Pada perdagangan Senin (14/11) saham dengan kode emiten GOTO ditutup memerah. Ketika penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) saham GOTO di tutup pada harga Rp 204 per saham.

Jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni Rp 210, berarti harga saham GOTO turun 2,86% atau hampir 3%.

Pada awal perdagangan Senin (14/11), saham GOTO dibuka sama dengan harga penutupan sebelumnya, yakni tepatnya Rp 210 per saham.

Saham GOTO sempat menyentuh harga tertinggi Rp 214 dan harga terendah Rp 202, saham GOTO ditutup turun Rp 6 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga tercatat permintaan (bid) saham GOTO tertinggi Rp 202 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 204 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 155,70 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 7.543.897 lot.

Perusahaan digital yang beroperasidi Indonesia dan beberapa negara ASEAN ini memang tak luput dari kabar PHK massal.

Isu pemutusan hubungan kerja alias PHK massal tidak hanya menyerang perusahaan internet global seperti Twitter, maupun Facebook alias Meta.

Kantor berita Bloomberg Jumat (11/11) melaporkan, perusahaan internet terbesar di Indonesia, GOTOGroup, berencana melakukan PHK lebih dari 1.000 karyawan.

Mengutip sumber Bloombergyang mengetahui masalah tersebut, menyebut perusahaan ini tengah berupaya memangkas biaya dan menopang keuangannya.

PHK karyawan tersebut setara dengan lebih dari 10% tenaga kerja sehingga akan berdampak pada semua divisi.

Sampai akhir Juni 2022 lalu, GOTO tercatat memiliki sekitar 9.630 karyawan tetap. Berdasarkan laporan keuangan triwulanan perusahaan ini juga mempekerjakan sekitar 455 karyawan tidak tetap pada akhir 2021

Menanggapi isu PHK massal ini, Nila Marita, Chief Corporate Affairs GOTOmelalui pernyataan tertulis yang diterima KONTAN menyatakan dirinya tidak bisa mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar.

"Fokus GOTOadalah membangun bisnis yang berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi Indonesia," katanya.

Nila mengklaim performa bisnis GOTOsaat ini terus berkembang. Selain itu untuk tumbuh secara berkelanjutan, manajemen GOTOterus berupaya mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat.

Sementara pada saat yang sama GOTOmelakukan kegiatan operasional secara efisien agar dapat terus memberikan solusi terbaik bagi para masyarakat di seluruh tempat kami beroperasi.

Berdasarkan catatan KONTAN pada hari Jumat (11/11) saham GOTOditutup menghijau pada level Rp 210 per saham.

GOTO

Jika dibandingkan dengan harga GOTOpada penutupan perdagangan di hari sebelumnya yakni Rp 188, berarti harga saham goto naik 11,70%.

Pada awal pembukaan perdagangan, saham GOTOdibuka di atas harga penutupan sebelumnya, tepatnya Rp 198 per saham.

Saham GOTOsempat menyentuh harga tertinggi Rp 214 dan harga terendah Rp 192, dan saham GOTOditutup naik Rp 22 dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga permintaan (bid) saham GOTOtertinggi Rp 208 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 210 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham GOTOmencapai Rp 419,10 miliar. Adapun total volume saham yang ditransaksikan mencapai 20.481.845 lot.

Investasi Telkom

Salah satu investor GOTOadalah perusahaan pelat merah di bisnis telekomunikasi yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Manajemen PT Telkom sebelumnya menegaskan investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk jangka panjang.

Direktur Digital Bisnis Telkom Muhamad Fajrin Rasyid menyebut investasi TLKMdi GOTOtidak hanya sekedar dari nilai investasinya, tetapi dari sinergi antara Grup Telkom dan GOTO.

"Yang pasti kami melihat investasi di GOTOinvestasi jangka panjang dan kami melihat juga nilai sinergi yang ada Telkom Group dan GOTO," kata Fajrin dia usai acara Ngopi BUMN, Selasa (8/11).

Seperti yang diketahui, TLKMharus rela laba bersihnya tergerus akibat nilai kerugian yang belum terealisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GoTo sebesar Rp 3,06 triliun per 30 September 2022.

Sekadar mengingatkan, pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek dalam bentuk obligasi konversi tanpa bunga sebesar US$ 150 juta yang setara dengan Rp 2,22 triliun.

Pada 17 Mei 2021, Gojek dan PT Tokopedia merger menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Aksi korporasi ini membuat Telkomsel harus mengeksekusi obligasi konvergensi GOTO.

Pada 18 Mei 2021, Telkomsel meneken Perjanjian Pembelian Saham untuk memesan 29.708 saham konversi senilai US$ 150 juta. Lalu, TLKM membeli 59.417 saham tambahan dari opsi pembelian saham atau senilai US$ 300 juta.

Pada 19 Oktober 2021, GOTO melakukan stock split dan mengubah kepemilikan Telkomsel dari semula 89.125 saham menjadi 23,72 miliar. Ini setara dengan 2% modal ditempatkan dan disetor penuh GOTOper 30 September 2022.