KontanKontan

Simak Prediksi Pergerakan IHSG untuk Pekan Depan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang menguat 0,53% ke level 7.082,181 pada Jumat (18/11). Namun dalam sepekan, IHSG terpangkas 0,10%.

Terdapat sejumlah sentimen yang mempengaruhi pasar sepanjang pekan ini. Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, IHSG dalam sepekan lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

Salah satunya yakni pernyataan pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang menyatakan bahwa The Fed perlu menerapkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dalam rangka menekan angka inflasi di Negeri Paman Sam tersebut.

Faktor geopolitik di Eropa bagian Timur juga turut mempengaruhi bursa dalam sepekan. “Ini menambah kekhawatiran bagi pelaku pasar bahwasanya skala perangnya akan semakin luas. Tetapi untungnya tidak terjadi skala konflik yang lebih luas,” kata Nafan kepada Kontan.co.id, Jumat (18/11).

Data-data yang rilis pekan ini seperti industrial production hingga neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus selama 30 bulan berturut-turut juga mempengaruhi pasar saham.

Selain itu, pasar juga mencermati dinamika pertemuan kelompok G20 yang baru saja dihelat di Bali. Bukan hanya mempertemukan 20 pimpinan negara, forum G20 juga menjadi wadah pertemuan bilateral penting seperti pertemuan Joe Biden dengan Xi Jin Ping.

“Sejauh ini pasar mengapresiasi keberhasilan Indonesia sebagai penyelenggara dan presidensi, yang menjadi katalis positif tambahan,” kata Nafan.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, baik sentimen positif maupun negatif sepekan ini nampaknya tidak ada yang mendominasi bursa. Hal ini tercermin dari pergerakan koreksi IHSG yang melandai dan membentuk bullish flag pattern.

“Artinya, pekan depan secara teknikal IHSG masih ada peluang melanjutkan penguatan sebelumnya apabila pola tersebut belum dipatahkan ke bawah,” kata Ivan.

Proyeksi dia, dalam sepekan ke depan, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 7.000-7.135.

Menurut Nafan, pekan depan pelaku pasar akan menaruh perhatian kepada pertemuan FOMC. Hal ini menjadi petunjuk bagi pasar terkait arah kebijakan suku bunga. Dari dalam negeri, kondisi fundamental ekonomi yang masih solid menjadi sentimen bagi bursa saham.