[SRIUS] Kenaikan Suku Bunga Dapat Menguatkan Rupiah?SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 260610
BI menaikkan BI 7DRR Rate kembali naik dari 5.25% menjadi 5.5% di tanggal 9 Juni 2026, diluar jadwal Rapat Dewan Gubernur BI di 18 - 19 Juni 2026. Kami melihat hal ini sebagai Preventive Action yang cukup ekstrim untuk menjaga Rupiah.
Pertanyaanya apakah dengan menaikkan suku bunga, Rupiah dapat menguat?
Kami mencoba melihat dari sejarah berdasarkan Chart.
Kami paham ada banyak tujuan Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Selain karena Rupiah, BI Rate (sampai Agustus 2016) dan BI 7DRR Rate juga digerakkan untuk mengendalikan Inflasi pada periode tersebut. Oleh karena itulah kami tampilkan pergerakan BI (7DRR) Rate dengan USDIDR dan Inflasi (YoY).
Rate Hike April 2008
Inflasi naik dari 5.27% YoY di November 2006 sampai 8.17% YoY di Maret 2008 sebelum BI menaikkan BI Rate dari 8% di April 2008 menjadi 9.5% di Oktober 2008. Inflasi mencapai level 12.14% YoY di September 2008.
Sementara itu, Rupiah yang sebelumnya stabil di rentang Rp8,700 - Rp9,500, melonjak melemah dari Maret 2008 menjadi Rp12,150 di Desember 2008. Ketika BI Rate mencapai 9.5% di Oktober 2008, Rupiah di level Rp9,860 dan masih terus melemah sampai Desember 2008 sebesar -23%.
Rate Hike Mei 2013
BI Rate naik dari 5.75% di Mei 2013 karena Inflasi telah naik dari 3.56% YoY di Februari 2012 lalu 5.9% YoY saat mulai kenaikan BI Rate mencapai 7.75% di November 2014. Saat itu inflasi telah turun 3.99% YoY. Sejak Mei 2013, Rupiah terus melemah dari Rp9,710 sampai Rp12,199 dan puncaknya di Rp14,680 pada September 2015.
Rate Hike April 2018
Menurut kami, pada Rate Hike periode ini, Inflasi sebenarnya terkendali dari 3.4% YoY sampai 1.66% YoY di Oktober 2021. Namun sejak awal 2018, Rupiah cenderung melemah dari Rp13,000an mencapai Rp15,200 di Oktober 2018 (saat BI Rate mencapai 6% - setelah naik dari 4.25% di April 2018). Dengan demikian, pada periode ini, BI sebenarnya mulai mengendalikan Rupiah dengan menggunakan BI 7DRR Rate (telah berubah dari BI Rate sejak 2016).
Rupiah sempat menguat menjadi Rp13,560 di Januari 2020 sebelum pandemi membuat Rupiah jatuh ke level Rp16,400 (berdasarkan Line Chart).
Rate Hike Juli 2022
Inflasi pada Juli 2022 mencapai 4.35% YoY sebelum BI mulai menaikkan BI 7DRR Rate dari 3.5% sampai 6.25% di April 2024. Pada saat itu, Rupiah sedang di level Rp14,985 lalu melemah sampai Rp15,550 sebelum menguat ke Rp14,669 di April 2023 (dan BI 7DRR Rate di level 5.75%).
Kesimpulan
Terlepas dari pergerakan Inflasi, kenaikan BI (7DRR) Rate dapat menjadi penguat Rupiah (dalam kasus Rate Hike April 2018 dan Rate Hike Juli 2022). Namun menurut pandangan kami, penguatan Rupiah yang terjadi, secara teknikal adalah Swing-nya saja, bukan merupakan Trend-nya.
Dengan demikian, kami perkirakan Rate Hike di April 2026 ini dapat membuat Rupiah menguat namun dalam chart USDIDR, penurunan tersebut adalah bagian dari Technical Correction. Uptrend pada USDIDR masih mungkin intact.
--
Perhatian!
Kami tidak memantau perkembangan pergerakan aset ini sehingga kami sangat mungkin akan telat untuk Menutup Posisi. Kami memang tidak memberikan rekomendasi. Apa yang kami sampaikan adalah analisis serta kontrol internal dan bukan ditulis untuk diikuti.
