SRIUS : Komoditas dan Saham Komoditas

380
SRIUS : Strategi Investasi Untuk Semua 260505

1. Energi: Mesin Volatilitas Geopolitik
  • Katalis utama bagi siklus komoditas saat ini adalah ketegangan tinggi di Timur Tengah, khususnya konflik AS-Iran yang terus berlanjut dan penutupan Selat Hormuz
  • Minyak (WTI): Harga telah melonjak lebih dari 87% YTD, baru-baru ini sedikit terkoreksi namun tetap bertahan di atas USD 110-116/barel. Volatilitas ini menekan sektor manufaktur domestik (PMI turun menjadi 49,1) namun memberikan keuntungan besar bagi saham-saham terkait energi
  • Batu Bara: Meskipun bagi sebagian pihak dianggap sebagai sektor yang "tertinggal", harga batu bara menunjukkan tren meningkat karena menipisnya inventori global dan peningkatan permintaan untuk sumber energi alternatif

2. Logam: Kelangkaan dan Peningkatan Strategis
  • Sektor logam mencatatkan performa unggul karena kombinasi gangguan pasokan dan ekspansi produksi yang agresif.
  • Timah (TINS): Harga timah mengalami pemulihan yang kuat (+16% YTD) didorong oleh terbatasnya pasokan akibat penutupan Selat Hormuz serta tindakan tegas pemerintah Indonesia terhadap pertambangan ilegal
  • Emas (ARCI, BRMS): Emas berfungsi sebagai perlindungan nilai geopolitik dan mata uang yang vital saat Rupiah mencapai rekor terendah melampaui Rp17.300/USD. Produsen seperti Archi Indonesia memanfaatkan momentum ini dengan target pertumbuhan produksi sebesar 15% pada tahun 2026
  • Tembaga: Tetap menjadi instrumen investasi jangka panjang yang meyakinkan. Harga tembaga naik sekitar 30% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), dengan proyeksi peningkatan cadangan yang besar berkat aktivitas pengeboran masif di tahun 2026

3. Komoditas Lunak: Faktor CPO dan Logistik
  • Minyak Sawit (CPO): Prospek sektor ini bersifat konstruktif didorong oleh kenaikan permintaan biodiesel (B50). Namun, sektor ini menghadapi tekanan jangka pendek akibat tingginya biaya pupuk dan volume produksi yang lebih rendah
  • Logistik (IDXTRANS): Secara menarik, penutupan Selat Hormuz telah menjebak kapal-kapal tanker dan kontainer, yang memicu kenaikan tarif pengiriman dan menjadikan IDXTRANS sebagai sektor dengan performa terbaik (+19,4% MoM) pada April 2026

Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.