WayanEko

LPPF:Fundamental Minervini dan Darvas box.

Pembelian
IDX:LPPF   MATAHARI DEPARTMENT STORE TBK
Minervini dikenal sebagai trader namun banyak yang tidak tahu jika sebenarnya dasar pemilihan saham juga menggunakan fundamental.

Namun fundamental utama yang difokuskan secara umum hanya dua: Revenue growth dan EPS growth.

Dua faktor ini kemudian digabungkan dengan psikologi pasar dimana menurutnya harga saham bergerak karena permintaan yang melebihi persediaan. Kondisi ini digerakkan oleh dua faktor lagi yaitu antisipasi dan kejutan.

Kejutan mengacu pada kejadian atau perubahan baik secara fundamental maupun sekedar isu . Sedangkan antisipasi mengacu pada kondisi di masa depan yang kemudian berpotensi menaikkan permintaan seperti kenaikan laba, atau expansi.

Lalu dari kaca mata teknikal, Minervini menyatakan bahwa pergerakan harga dibagi menjadi 4 yang disebut stage 1, 2, 3 dan 4.

Secara umum stage 1 adalah fase sideways atau akumulasi, stage 2 adalah fase uptrend, stage 3 distribusi dan stage 4 adalah fase downtrend.

Pembelian ala Minervini disarankan dilakukan di stage 2 dengan catatan revenue dan EPS meningkat dan ada antisipasi peningkatan kinerja keuangan berkelanjutan di masa depan.

Stage 2 sendiri bisa diukur dengan indikator paling dasar yaitu Moving average 200. Harga saham dikatakan berada dalam stage 2 jika MA 200 mengarah ke atas dan harga saham berada di atas MA 200.

Sedangkan Darvas box juga mengacu pada kondisi harga yang uptrend terjadi koreksi yang cenderung berbentuk sideways. Koreksi yang bersifat sideways ini secara psikologi pasar diartikan sebagai kondisi dimana tekanan jual tidak cukup kuat untuk membawa harga turun lebih ke bawah.

Pembelian bisa dilakukan di dalam darvas box atau setelah harga tembus atau breakout dari Darvas Box.

chart harian LPPF diatas sudah ditambahkan Revenue dan EPS per kuartal dari Q1 2021 hingga Q1 2022. Dari chart tersebut beberapa kesimpulan dapat di ambil:
1.Revenue dan EPS LPPF dari Q1 hingga Q2 2020 konsisten meningkat.
2.Terdapat 4 Darvas Box.
3.Terjadi overlap pada Darvas box 1 dan 2. Perhatikan bagaimana price action pada Darvas box kembali ke Darvas box 1 namun kembali berhasil rally hingga mencapai darvas box 3. Pada kasus Overlap ini, pelajaran yang didapat adalah, jangan terburu-buru cutloss jika harga kembali ke Darvas box dibawahnya.
4.Harga sudah berada diatas MA 200 dengan MA 200 mengarah ke atas.
5.ika dibandingkan Revenue dan EPS Q1 2021 dan Q2 2022, maka terlihat bahwa LPPF mengalami turn around.
6.Harga sekarang berada di Darvas box dan belum mengalami breakout. Posisi harga berada di batas bawah Darvas box dengan membentuk higher low. Ini kemudian menjadi titik beli .

Antisipasi dan kejutan
Ke depannya kenaikan harga pada LPPF kemungkinan terjadi lebih karena Antisipasi dan kejutan.

Antisipasi yang dimaksud adalah potensi peningkatan laba di masa depan. Perekonomian belakangan dikatakan sudah membaik dan terdapat juga sentimen peningkatan belanja akibat sentimen lebaran. Faktor ini dinilai dapat meningkatkan kinerja keuangan LPPF terutama dari sisi penjualan dan laba.

Ada sesuatu yang menarik ditemukan saat laporan keuangan terakhir LPPF saya baca. Di post aset, lalu ke persediaan lancar, terdapat peningkatan hampir dua kali lipat.

Persediaan lancar disini mengacu pada barang dagangan dari LPPF sendiri. Peningkatan persediaan ini terjadi seiring dengan peningkatan penjualan dari LPPF . Ini menjadi sebuah indikator dari potensi peningkatan penjualan di masa depan. Kenapa demikian? Untuk memahaminya lebih lanjut mari kita bayangkan sebuah warung yang dimiliki Budi .

Warung Budi mengalami penjualan yang meningkat dari bulan ke bulan. Barang dagangannya selalu habis dan dia sering kekurangan barang untuk dijual pelanggan warungnya. Dengan kata lain, Budi tidak memiliki cukup persediaan untuk memenuhi permintaan.

Mengingat trend penjualan warungnya yang selalu meningkat dan bagaimana Budi selalu kekurangan barang, maka Budi mengakali ini dengan cara menambah barang dagangannya dua kali lipat.

Jadi peningkatan barang dagangan dilakukan karena Budi sebagai pemilik warung yakin kedepannya akan ada peningkatan tren belanja di warungnya sehingga dia berani meningkatkan jumlah barang dagangannya.

Logika pada warung Budi ini sama pada logika LPPF dimana seiring dengan peningkatan penjualan, persediaan lancar atau barang dagangan LPPF meningkat dua kali lipat. Atau dengan kata lain manajemen LPPF berkeyakinan bahwa ke depannya akan ada peningkatan permintaan sehingga persediaan lancar ditingkatkan dari yang awalnya hanya
700 Miliar menjadi 1.3 Triliun.

Cutloss

Dari setiap Darvas Box yang terbentuk, 3 net buy broker terbesar dirangkum:
Darvas box 1: top 3 net buy adalah AI, KI dan YU
Darvas box 2 top 3 ney but adalah ZP, KI dan KZ
Darvas box 3 top 3 net buy adalah KI, OD dan RX
Darvas Box 4: Top 3 net buy adalah KI, ZP dan BK

Jika kita perhatikan dengan seksama, maka pada setiap broker pada tiap darvas box selalu terdapat nama KI.Siapakah KI?

Dikutip dari WIkipedia, KI merupakan kode broker dari Ciptadana Sekuritas dan Ciptadana sekuritas adalah sekuritas yang dimiliki oleh Grup Lippo , induk dari LPPF .

Jadi cutloss akan dilakukan jika KI, sebagai broker yang dimiliki oleh induk LPPF melakukan penjualan.

Analisa adalah opini. Jangan dijadikan alasan membeli. Do your own research

Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.