IDX:CPIN   CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK
Katalis:
Krisis ayam dikatakan melanda Singapura karena Malaysia melarang ekspor ke Singapura.
Kondisi ini secara tidak langsung mengakibatkan berkurangnya pasokan ayam di Singapura yang juga katanya mengakibatkan naiknya salah satu makanan favorit disana, Nasi Ayam.
Dikatakan pemerintah telah mengadakan negosiasi terkait pengiriman ayam dari Indonesia ke Singapura mengingat Indonesia adalah salah satu penghasil ayam terbesar di dunia yang cukup dekat dengan Singapura dan CPIN merupakan perusahaan ayam terbesar di Indonesia.

Teknikal

Rally pada CPIN sudah terjadi beberapa hari ini. Dalam satu minggu CPIN sudah mengalami kenaikan sebesar 12%.

Terlalu beresiko untuk membeli saat ini sehingga pembelian akan dilakukan jika CPIN mengalami koreksi.

Strategi Swing high swing low dan Fibonacci retracement .

Pendekatan dalam membeli CPIN akan menggunakan dua teknik::
1.Swing high dan Swing low
2. Fibonacci Retracement .

Swing high dan Swing low.
Swing high adalah titik puncak dari rally dimana harga akan mengalami pembalikan arah. Sedangkan swing low adalah sebaliknya.

Pada CPIN , harga sudah menembus swing high terakhir dan belum tercipta baik swing high dan swing low lagi.

Pembelian akan dilakukan saat terjadi koreksi yang berpotensi membentuk swing low baru dan akan diamati menggunakan Fibonacci retracement .


Fibonacci Retracement.
Fibonacci retracement pada CPIN dimulai dari swing low terakhir hingga high dari candle hari ini. (23/06)

Penurunan yang akan diamati adalah di level:
23.60% (5525)
38.20% (5400)
50% (5300)
61.80% (5200)

Berdasarkan kedalaman dari retracement, level 23.60% merupakan koreksi yang kurang dalam. Jika koreksi terjadi di level ini, harga mampu bertahan atau terkonsolidasi di area ini, pola yang terbentuk adalah flag. Beli jika harga terkonsolidasi di area ini dan membuat swing low baru.
Flag

Sedangkan jika koreksi terjadi di level 38.2%-50%, koreksi ini adalah koreksi menengah. Koreksi di level 50% sendiri merupakan koreksi yang sangat wajar. Ini sesuai dengan Dow Theory dimana dikatakan secara rata rata koreksi kemungkinan besar koreksi akan mengalami pembalikan arah jika sudah mencapai setengah body dari rally ( 50% Retracement )

Sedangkan retracement di level 61.80% meskipun menurut Dow Theory tidak sehat (karena lebih dari 50%) masih akan diantisipasi dan dijadikan area beli . Alasannya adalah dengan mengambil referensi dari Elliot Wave berikut:
https://www.newtraderu.com/2020/05/10/el...

Dalam tabel tersebut, probabilitas pembalikan arah tertinggi yaitu 40% ada di rentang 61.8%- 78%.

Namun pembelian akan dibatasi hingga di level 61.8% saja karena jika harga sudah terkoreksi hingga ke level 71.8 % atau di harga 5075, maka penurunan harga sudah melewati swing high 1. Atau dengan kata lain, penurunan terlalu dalam sehingga melewati dua swing high dari dua puncak tertinggi dari rally.

Disamping itu, penurunan di level 71.8% terlalu dekat dengan level fibonacci 100% dimana jika harga sudah turun melewati level ini, maka perubahan trend sudah bisa dikonfirmasi.

Atas dasar Fibonacci retracement tersebut, maka pembelian CPIN akan dilakukan jika terjadi koreksi di rentang retracement level 23.60% (5475)-61.80% (5200) dengan melihat pola pola dan swing low yang mungkin terbentuk dan apakah katalis krisis ayam SIngapura masih menjadi katalis

Analisa adalah opini bukan rekomendasi.

Referensi
https://www.channelnewsasia.com/asia/ind...
https://edition.cnn.com/2022/06/02/asia/...
https://school.stockcharts.com/doku.php?...
https://school.stockcharts.com/doku.php?...
Pernyataan Penyangkalan

Informasi dan publikasi tidak dimaksudkan untuk menjadi, dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, perdagangan, atau rekomendasi lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Persyaratan Penggunaan.