Pada perdagangan 27 Maret 2026, IHSG ditutup di level 7.097 (-0,94%) dan saat ini bergerak di dalam area demand 6.800–7.100, yang menjadi zona krusial penahan koreksi setelah penurunan tajam dari area puncak sebelumnya. Secara struktur, IHSG telah mengalami breakdown signifikan dari EMA 200 (±7.958) yang kini berubah menjadi resistance dinamis, serta membentuk pola lower high dan lower low, menandakan tren jangka pendek hingga menengah masih berada dalam fase bearish. Tekanan jual yang terjadi membawa indeks mendekati titik keseimbangan baru, di mana area demand saat ini menjadi kunci apakah pasar akan membentuk base atau melanjutkan penurunan.
Dari sisi teknikal, apabila
COMPOSITE mampu bertahan dan membentuk reaksi beli yang kuat di area demand tersebut, maka peluang technical rebound menuju gap resistance di 7.896 masih terbuka dalam jangka pendek. Area gap ini menjadi magnet harga sekaligus resistance utama yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi pemulihan tren. Namun demikian, apabila tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus area 6.800 secara konsisten, maka risiko koreksi lanjutan menuju area support berikutnya hingga monthly low di 5.882 akan meningkat signifikan.
Struktur pergerakan saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase re-accumulation atau distribusi awal, sehingga diperlukan konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum terjadi pembalikan tren yang valid. Selama IHSG masih bergerak di bawah EMA 200, bias pergerakan tetap cenderung lemah, dan setiap rebound berpotensi menjadi pullback dalam tren turun. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih bijak adalah menunggu konfirmasi pembentukan higher low di area demand, dengan strategi buy on weakness secara selektif hanya pada saham yang menunjukkan relative strength, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko apabila skenario bearish berlanjut.
Dari sisi teknikal, apabila
Struktur pergerakan saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase re-accumulation atau distribusi awal, sehingga diperlukan konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum terjadi pembalikan tren yang valid. Selama IHSG masih bergerak di bawah EMA 200, bias pergerakan tetap cenderung lemah, dan setiap rebound berpotensi menjadi pullback dalam tren turun. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih bijak adalah menunggu konfirmasi pembentukan higher low di area demand, dengan strategi buy on weakness secara selektif hanya pada saham yang menunjukkan relative strength, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko apabila skenario bearish berlanjut.
Pernyataan Penyangkalan
Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.
Pernyataan Penyangkalan
Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan, dan bukan merupakan, saran atau rekomendasi keuangan, investasi, trading, atau jenis lainnya yang diberikan atau didukung oleh TradingView. Baca selengkapnya di Ketentuan Penggunaan.
